Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat anak tidak nafsu makan, Anda sebagai ibu tentu akan khawatir. Apakah anak sakit? Apakah anak sedang ada masalah dengan temannya? Apakah anak sedang marah? Atau, kekhawatiran lainnya. Nafsu makan anak menurun mungkin bisa berlangsung dalam waktu singkat atau bisa juga dalam waktu lebih lama. Tapi, sebenarnya apakah wajar nafsu makan anak menurun di usia tertentu?

Nafsu makan anak dapat berubah-ubah

Pertumbuhan anak tidak selamanya cepat. Ada waktu-waktu tertentu di mana kecepatan pertumbuhan anak akan menurun. Pada usia prasekolah, pertumbuhan anak tidak secepat masa sebelumnya. Sehingga, kebutuhan nutrisinya pun akan sedikit menurun menyesuaikan dengan pertumbuhannya.

Tak heran, nafsu makan anak pada masa prasekolah pun mungkin akan menurun. Jadi, ini adalah hal yang normal. Nafsu makan anak biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan gizinya untuk mendukung pertumbuhannya.

Selain karena faktor pertumbuhan, nafsu makan anak yang menurun juga bisa disebabkan oleh keinginan anak yang lebih besar untuk mengeksplor lingkungan sekelilingnya. Pada masa prasekolah, anak biasanya lebih suka bermain dan terlibat dalam lingkungan sekitarnya, sehingga waktu makan anak mungkin menjadi tidak menentu dan nafsu makannya menurun.

Perlukah ibu khawatir jika anak tak nafsu makan?

Cobalah untuk tidak khawatir jika anak tidak nafsu makan di waktu tertentu, biasanya ini hanya berlangsung sementara. Jika anak tidak menghabiskan makanannya atau anak lebih susah makan pada saat ini, sebaiknya Anda jangan memaksa anak untuk makan. Anda hanya perlu mengikuti kemauan anak dan mengetahui kapan anak lapar. Jika anak merasa lapar, ia pun akan mencari makanan dan menghabiskan makanannya. Dan, ia akan berhenti makan saat ia sudah kenyang.

Walaupun anak tidak nafsu makan pada waktu tertentu adalah wajar, namun Anda harus tetap memantau asupan makan anak. Jangan sampai kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi, sehingga berat badan anak turun atau anak kekurangan zat gizi tertentu.

Selama berat badan anak terus bertambah dan anak tetap sehat, Anda tidak perlu khawatir tentang nafsu makan anak. Anda perlu khawatir jika berat badan anak terus menurun, anak menjadi lebih mudah sakit, anak menjadi lemah, lesu, dan cepat lelah.

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak nafsu makan?

Yang harus Anda lakukan hanya:

  • Menentukan makanan apa yang akan diberikan kepada anak dan kapan waktu anak memakannya.
  • Biarkan anak memilih makanan yang Anda tawarkan dan menentukan berapa banyak yang ia makan. Hal ini juga dapat mengajarkan anak untuk mengatur sendiri makanannya.

Saat nafsu makan anak menurun, tetaplah tawari anak makan. Jika anak tidak mampu menghabiskan makanan dalam sekali makan, mungkin Anda harus mengurangi porsinya menjadi lebih kecil dan Anda tambahkan frekuensi makan anak. Anak butuh untuk makan 4-6 kali per hari dalam porsi kecil.

Jangan lupa untuk tetap menawari anak makanan dengan menu yang bervariasi agar pilihan makanan anak lebih luas dan anak lebih mampu untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Tawari anak makanan baru satu per satu, dan mungkin Anda harus menawarinya berkali-kali sampai anak familiar dengan rasanya dan menerimanya.

Ingat, jangan memaksa anak menghabiskan makanannya. Anak mungkin akan makan dalam jumlah tepat bila Anda tidak memaksanya. Anak yang dipaksa makan juga cenderung dapat mengembangkan masalah terkait makan.

Saat anak makan, sebaiknya ciptakan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan. Sehingga, anak memandang waktu makan sebagai hal yang menyenangkan dan nafsu makan anak pun terjaga. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu anak saat makan, seperti sambil menonton televisi atau meletakkan mainan di meja makan. Hal ini hanya dapat mengganggu fokus anak untuk makan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca