Tips Lancar dan Nyaman Menyusui untuk Pertama Kalinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bagi kebanyakan ibu, pengalaman menyusui yang pertama kali mungkin tidak semudah kata orang atau buku panduan. Ada berbagai pertanyaan yang mungkin terlintas dalam pikiran ibu sebelum mulai menyusui. Bahkan. masalah menyusui tiap ibu pun pasti akan berbeda.

Maka itu, mari simak berbagai pertanyaan terkait menyusui pertama kali untuk para ibu baru.

Kapan harus mulai menyusui pertama kali?

Ibu menyusui batuk dan bayinya

Menyusui bayi untuk yang pertama kali bisa dilakukan sejak ia baru lahir. American Academy of Pediatrics menyarankan Anda untuk segera melakukan kontak antar kulit dengan bayi atau skin to skin contact

Kontar antara kulit ibu dan bayi ini merupakan awal sebelum mulai menyusui yang pertama kali. Anda bisa menyusui si kecil setidaknya sekitar 30-60 menit sejak ia dilahirkan.

Caranya dengan meletakkan bayi yang baru lahir langsung di dada Anda tanpa terhalang oleh pakaian atau kain. Hal ini kemudian akan mendorong terjadinya kontak antara kulit ibu dan bayi atau yang dikenal dengan nama inisiasi menyusui dini (IMD).

Selama proses inisiasi menyusui dini berlangsung, bayi akan berusaha mencari Anda sampai akhirnya bisa menyusu untuk pertama kali.

Memang, proses ini bisa memakan waktu yang tidak sebentar sejak pertama kali Anda membiarkan si kecil mencari puting payudara dengan usahanya sendiri.

Akan tetapi, ada baiknya untuk tetap sabar dan tidak langsung mendekatkan bayi dengan puting payudara Anda.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), karena selama mulai menyusui untuk pertama kalinya ini, terjadi sentuhan langsung antara kulit Anda dan bayi.

Selama waktu ini, bayi sedang melatih indra tubuhnya untuk mengenali dan menikmati sentuhan, aroma, serta detak jantung ibunya.

Jika ternyata ASI tidak langsung keluar setelah bayi lahir, Anda bisa terus melakukan kontak kulit sembari mendekatkan payudara ke bayi.

Cara ini diharapkan dapat membantu merangsang pengeluaran ASI. Namun, sebaiknya tetap lakukan dengan sabar dan jangan panik.

Pada bayi yang lahir prematur, Anda mungkin tidak bisa langsung menyusui. Anda bisa tetap memberikan ASI dengan cara memompa menggunakan pompa elektrik maupun manual.

Selanjutnya, bayi bisa menyusu ASI eksklusif dari botol dot.

Apakah ASI pasti langsung keluar setelah bayi lahir?

Aturan mengonsumsi obat batuk untuk ibu menyusui

Proses inisiasi menyusui dini merupakan ‘ajang’ untuk membantu bayi agar dapat menyusu yang pertama kali. Namun, kondisi pada masing-masing ibu tidak selalu sama.

Ada ibu yang ASI-nya bisa langsung keluar segera pasca bayi lahir. Sementara ada juga beberapa ibu yang produksi ASI-nya belum kunjung keluar setelah melahirkan.

Jangan khawatir, ASI yang tidak langsung keluar setelah melahirkan merupakan hal yang normal terjadi. Coba tunggu sekitar 3-4 hari setelah melahirkan sampai ASI benar-benar keluar bagi Anda yang baru pertama kali menyusui.

Biasanya, payudara akan terasa lebih kencang, penuh, dan besar sebagai tanda bahwa ASI sudah mulai diproduksi.

Apakah yang keluar pertama kali dari payudara adalah ASI?

puting susu lecet saat menyusui

Saat ASI keluar pertama kali, yang Anda lihat mungkin cairan berwarna kekuningan dan sedikit kental. Beberapa orang menganggapnya sebagai ASI basi sehingga malah membuangnya.

Jangan salah kira, itu sebenarnya adalah cairan kolostrum yang justru sangat diperlukan untuk bayi baru lahir. Kandungan zat gizi yang ada di dalam kolostrum meliputi protein, vitamin, mineral, dan immunoglobulin.

Zat gizi tersebut akan membantu tubuh bayi yang baru lahir untuk melawan bakteri dan virus, bahkan mendukung tumbuh kembangnya. 

Selain itu, kolostrum juga dapat membantu merangsang bayi untuk menghasilkan antibodi sehingga memperkuat kekebalan tubuhnya.

Menariknya lagi, kolostrum mampu membantu melapisi bagian dalam usus bayi serta melindungi bayi dari alergi dan gangguan pencernaan.

Apakah saat menyusui pertama kali akan terasa sakit?

inisiasi menyusui dini imd adalah

Ketika pertama kali menyusui, salah satu keluhan yang banyak dirasakan ibu yakni puting terasa sakit. Keluhan nyeri atau sakit pada payudara juga kerap dialami ibu menyusui selama beberapa hari pertama.

Tak perlu cemas, melansir dari Kids Health, keluhan sakit saat menyusui pertama kali masih termasuk normal. Biasanya, rasa sakit muncul di area puting sampai areola (lingkaran gelap di sekitar puting susu).

Setelah itu, rasa sakit saat menyusui pertama kali akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Sebenarnya, proses menyusui tidak akan menimbulkan rasa sakit karena merupakan hal yang alami terjadi.

Rasa sakit saat menyusui yang Anda rasakan bisa dikarenakan si kecil yang ‘belum pintar’ menyusu. Perlekatan atau latch on antara mulut bayi dan puting susu biasanya berada dalam posisi yang salah sehingga menimbulkan rasa sakit.

Puting Anda mungkin terlalu jauh dari mulut bayi sehingga bayi harus menarik ke dalam mulutnya. Bahkan, bayi kemudian bisa menjepit puting dengan langit-langit mulut yang keras sehingga akhirnya menimbulkan rasa sakit.

Jika rasa sakit saat menyusui tidak kunjung hilang, sebaiknya jangan disepelekan. Pasalnya, menyusui seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. 

Sekali pun terasa sakit dan kurang nyaman, biasanya akan segera hilang dengan sendirinya. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter bila keluhan sakit saat menyusui pertama kali tidak kunjung reda.

Dokter akan memberitahu apakah sakit yang Anda rasakan saat menyusui pertama kali normal atau tidak.

Tips lancar menyusui pertama kali

obat flu untuk ibu menyusui

Agar menyusui pertama kali berjalan dengan lancar, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

1. Cek apakah bayi ingin menyusu

Coba pegang payudara Anda dan sentuh bibir bayi dengan puting untuk membantu memastikan apakah bayi benar ingin menyusui.

Jika bayi membuka mulutnya, tandanya ia ingin menyusu. Bantu bayi untuk mencapai puting Anda dengan mendekapnya lebih erat dan pegang payudara Anda sambil memberikannya ke bayi.

Jangan lupa, cari posisi menyusui yang tepat beserta cara nyaman untuk melakukannya.

2. Pastikan perlekatan bayi sudah benar

Pertama yang harus Anda lakukan adalah tempelkan mulut bayi di payudara Anda dengan baik. Hal ini dapat membantu bayi menyusu dengan baik.

Di sisi lain, cara ini juga membantu mencegah puting susu lecet, payudara bengkak, atau risiko infeksi. Pastikan semua puting susu juga sebagian atau seluruh areola (daerah kulit cokelat sekitar puting) masuk ke mulut bayi.

3. Perhatikan apakah bayi menyusu dengan baik

Anda mungkin akan mendengar suara menelan dan melihat rahang bayi bergerak maju mundur saat menyusu. Ini bisa menjadi tanda bayi menerima ASI dengan baik.

Jika bayi terlihat kesulitan bernapas saat menyusu, sebaiknya tekan payudara Anda yang dekat dengan hidung bayi.

Kesulitan bayi dalam bernapas saat menyusu biasanya terjadi karena posisi hidungnya terlalu dekat dengan payudara Anda. 

Menekan sedikit area payudara yang dekat dengan mulut bayi dapat memberikan sedikit ruang agar ia bisa bernapas dengan lancar. Lakukan kegiatan menyusu dengan tenang sehingga ASI yang keluar juga lancar.

Percobaan menyusui pertama kali mungkin tidak bekerja semulus yang Anda bayangkan. Anda mungkin harus mencoba berkali-kali sampai menemukan posisi menyusui yang nyaman dan bayi dapat menyusu dengan baik.

Penting untuk selalu berusaha dan tidak berhenti mencoba agar bisa menyusui bayi dengan benar. Menyusui pertama kali seharusnya tidak menyakitkan.

Namun, jika Anda merasa kesakitan saat bayi menempel di payudara, coba lepas isapan bayi. Caranya dengan memasukkan jari kelingking Anda antara gusi bayi dan payudara. Bayi kemudian akan membuka mulutnya.

Selanjutnya, coba lagi menyusui dengan posisi yang nyaman agar bayi bisa mengisap puting dengan benar.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 29, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca