Ketahui 6 Posisi Menyusui yang Nyaman Plus Penggunaan Bra dan Bantal Menyusui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 14 menit
Bagikan sekarang

Proses menyusui mungkin tidak selalu berjalan dengan mulus. Kadang kala, mungkin Anda mengalami kesulitan terutama di masa awal menyusui saat masih harus beradaptasi agar lebih terbiasa karena belum menemukan posisi yang tepat.

Sebagai solusinya, menerapkan posisi menyusui serta penggunaan bantal dan bra menyusui bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk membantu memudahkan pemberian ASI. 

Sudahkah Anda mengetahui bagaimana posisi menyusui yang benar, cara menggunakan bantal menyusui, dan pemilihan bra menyusui? Simak informasi selengkapnya, yuk!

Berbagai posisi menyusui yang benar untuk Anda dan bayi

Ada banyak mitos ibu menyusui dan tantangan ibu menyusui, tetapi manfaat ASI yang diberikan kepada bayi sejak baru lahir itu nyata untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Agar pemberian ASI lebih optimal, sebaiknya perhatikan posisi menyusui yang tepat.

Menerapkan posisi menyusui yang benar bukan hanya sekadar membantu bayi agar lebih mudah saat menyusu.

Di sisi lain, menemukan posisi yang nyaman juga dapat mencegah Anda mengalami masalah ibu menyusui, pegal, dan nyeri punggung.

Bahkan, posisi yang tepat bisa semakin memudahkan agar produksi ASI bisa semakin banyak.

Sayangnya, tidak semua ibu dan bayi bisa melakukan berbagai posisi menyusui yang benar.

Jadi, penting untuk menemukan posisi menyusui yang benar dan tepat bagi Anda dan bayi, terlebih selama masa pemberian ASI eksklusif.

Nah, agar proses menyusui terasa semakin nyaman dan menyenangkan, berikut beragam posisi menyusui yang bisa Anda coba:

1. Posisi bersandar (laid-back breastfeeding)

posisi menyusu

Posisi bersandar merupakan posisi alami yang biasanya dilakukan ketika Anda menyusui bayi pertama kali. Kebanyakan ibu menyukai posisi ini karena dirasa membuat waktu menyusui menjadi lebih santai.

Jika Anda ingin menerapkan posisi ini, caranya cukup mudah. Berikut tahapan untuk melakukan posisi bersandar:

  1. Sandarkan punggung pada sebuah bantal yang menempel ke dinding, kursi, atau sandaran tempat tidur.
  2. Posisikan perut bayi di bawah dada Anda dan kepala bayi sejajar dengan dada.
  3. Pastikan hidung bayi tidak tertekan dan lehernya tidak menekuk.
  4. Bayi biasanya sudah bisa menemukan puting payudara Anda dengan sendirinya. Namun, tidak masalah untuk membantunya mengisap puting payudara Anda dengan benar.
  5. Mulailah menyusui seperti biasa.

Posisi memberikan ASI bayi dari payudara sembari bersandar ini bisa dilakukan di mana saja, selama tersedia tempat yang nyaman untuk bersandar.

Melansir dari Baby Center, pastikan tubuh Anda berada di posisi yang nyaman selama bayi menyusu.

2. Posisi menyusui yang benar dengan cradle hold

menyusu

Posisi cradle hold serupa dengan posisi menyusui bayi yang benar pada umumnya. Di sini, salah satu tangan Anda akan menekuk guna menopang tubuh bayi.

Alhasil, bayi akan berbaring dengan nyaman di salah satu tangan Anda selama melakukan posisi yang benar ini.

Jadi, jika bayi disusui pada payudara sebelah kanan, kepala bayi dan tangan Anda yang digunakan untuk menopang tubuhnya juga dari sisi kanan. 

Berikut cara melakukan posisi menyusu cradle hold:

  1. Gendong bayi dengan salah satu tangan Anda. Pastikan posisi kepalanya ada di lengan tangan Anda yang tertekuk, dan perutnya di tubuh Anda.
  2. Posisi kepala bayi dan lengan Anda tangan yang tertekuk harus berada di sisi yang sama dengan bagian payudara di mana bayi menyusu.
  3. Agar leher bayi tidak tegang, jaga agar posisi kepala bayi tetap sejajar dengan bagian tubuhnya yang lain.
  4. Coba gunakan bantal menyusui atau alas yang empuk lainnya untuk lebih meringankan beban tangan Anda saat menopang bayi.
  5. Mulailah menyusui seperti biasa.

Biasanya, posisi menyusui cradle hold yang benar diterapkan pada bayi yang sudah terbiasa menyusu tapi belum terlalu besar.

Sementara untuk menyusui bayi yang baru lahir atau ukuran tubuhnya suda tumbuh besar, posisi ini mungkin kurang efektif untuk diterapkan.

3. Posisi menyusui yang benar dengan cross cradle hold

posisi menyusui bayi

Posisi menyusui yang benar dengan cross cradle hold mirip dengan cradle hold. Hanya saja, lengan tangan yang digunakan untuk menopang bayi pada posisi cross cradle hold berlawanan dengan payudara di mana bayi menyusu.

Begini, jika bayi disusui pada payudara sebelah kanan, kepala bayi juga akan berada di sebelah kanan. Sebelumnya, pada posisi cradle hold, tangan Anda yang digunakan untuk menopang tubuh bayi yakni tangan kanan.

Namun, pada posisi cross cradle hold ini, tangan Anda yang dipakai justru sebelah kiri. Posisi ini memudahkan Anda untuk melihat dan mengontrol perlekatan puting susu yang diisap oleh bayi, dilansir dari Kids Health

Berikut cara melakukan posisi menyusui cross cradle hold yang benar:

  1. Gendong bayi di depan tubuh Anda dengan posisi punggung dan lehernya sejajar.
  2. Angkat punggung bayi dengan tangan sebelah kiri. Posisikan kepala bayi berada di sebelah kanan Anda agar bisa menyusu pada sisi kanan payudara.
  3. Biarkan bagian bawah tubuh bayi ditopang oleh siku tangan Anda yang tertekuk.

Posisi menyusui yang benar ini biasanya nyaman diterapkan pada bayi yang baru lahir. Pertama-tama mencobanya mungkin terasa sulit, tapi lama-lama Anda akan merasa dipermudah karena bisa memerhatikan isapan bayi saat menyusu (latch on).

4. Posisi berbaring (side-lying)

menyusu

Bila Anda sedang merasa lelah dan tidak ingin menyusui dalam posisi duduk, berbaring bisa menjadi pilihan yang benar untuk dilakukan.

Bukan hanya itu, posisi berbaring juga merupakan solusi terbaik bagi Anda yang baru melalui operasi caesar atau saat bayi tiba-tiba terbangun di malam hari untuk menyusu. 

Berikut tahapan melakukan posisi menyusui berbaring yang benar:

  1. Berbaring di salah satu sisi menghadap bayi
  2. Posisikan tubuh bayi agar bibirnya berada dekat dengan puting payudara Anda
  3. Miringkan tubuh bayi dan berikan dorongan sedikit pada punggunggnya agar lebih mudah untuk mencapai puting payudara Anda

Sebagian bayi biasanya merasa lebih mudah menyusui dari payudara di bagian atas. Sementara sebagian lainnya mungkin lebih mudah mencapai payudara yang paling dekat dengan tempat tidur.

Ini bisa disesuaikan dengan kemampuan bayi merasa lebih mudah menyusu dari sisi payudara sebelah mana.

Selama memberikan ASI dengan posisi berbaring, sebaiknya singkirkan semua bantal maupun selimut yang ada di dekat bayi. Hindari juga untuk membiarkan bayi tertidur saat menyusui.

5. Posisi football hold atau clutch hold

posisi menyusu

Posisi menyusui football hold atau bisa juga disebut clutch hold merupakan salah satu posisi yang benar untuk bayi.

Posisi ini dilakukan dengan mengapit bayi pada sisi tubuh, tepatnya di bawah lengan Anda. Posisi ini dapat digunakan untuk ibu dengan riwayat melahirkan caesar dan menyusui dengan payudara besar.

Selain itu, posisi ini juga cocok apabila Anda menyusui bayi kembar secara bersamaan. Lengan yang digunakan adalah lengan pada sisi yang sama dengan payudara untuk menyusui.

Berikut cara melakukan posisi menyusui football hold yang benar:

  1. Posisikan tubuh bayi di bagian sisi payudara tempat di mana bayi akan menyusui.
  2. Gunakan tangan pada sisi payudara yang akan menyusui untuk menopang tubuh bayi di samping tubuh Anda.
  3. Tekuk lengan tangan Anda dengan telapak tangan menghadap ke atas seolah sedang memegang bola untuk menopang lehernya.
  4. Biarkan punggung dan tubuh bayi ditopang oleh tangan Anda dan dekatkan ke sisi Anda.
  5. Kaki bayi harus terselip dibawah lengan Anda.
  6. Jika perlu, bagian tangan lain yang tidak bertugas untuk menopang bayi bisa Anda gunakan untuk memegang payudara yang dipakai menyusui dari arah bawah.

Supaya lebih nyaman, Anda bisa meletakkan penyangga seperti bantal menyusui maupun alas lainnya pada sisi tubuh yang digunakan untuk menyusui.

6. Posisi bayi duduk (sitting baby)

posisi memberikan asi

Seperti namanya, posisi ini dilakukan sama persis ketika bayi sedang duduk. Dengan begitu, Anda tidak perlu menopang tubuh bayi seperti melakukan posisi menyusui yang benar lainnya.

Namun, sebelum mencoba posisi yang satu ini, pastikan si kecil sudah cukup kuat untuk duduk sendiri. Berikut tahapan menyusui dengan posisi bayi sambil duduk:

  1. Duduklah dalam posisi tegak dan posisikan bayi juga untuk duduk menghadap ke tubuh Anda.
  2. Bayi yang baru mahir untuk duduk sendiri bisa dibantuk dengan bersandar pada tangan Anda yang melingkari tubuhnya.
  3. Bayi yang sudah terbiasa duduk sendiri biasanya lebih mampu untuk duduk dengan tegak tanpa perlu diberi sandaran.
  4. Pastikan leher dan punggung bayi lurus sejajar.
  5. Pastikan hidung bayi tidak tertekan dan dapat bernapas dengan lancar.

Menyusui dengan posisi bayi sambil duduk ini biasanya digunakan saat bepergian atau ketika bayi sudah sangat ingin untuk menyusu sehingga mencari-cari payudara Anda sendiri.

Selain posisi, perhatikan juga pemakaian bra dan bantal menyusui

Agar proses menyusui lebih mudah, bukan hanya posisi menyusui yang perlu diperhatikan. Penggunaan bra dan bantal menyusui ternyata tak kalah membantu.

Bra menyusui

Ketika Anda sedang dalam masa menyusui, biasanya ukuran payudara akan berubah dan bertambah besar.

Untuk mendukung proses menyusui dan perubahan yang terjadi pada payudara, saat ini ada bra yang didesain khusus untuk ibu menyusui.

Karena ukuran payudara saat hamil masih bisa berkembang lebih besar lagi di masa menyusui, sebaiknya jangan terburu-buru membeli bra khusus ini sejak awal kehamilan.

Tidak ada salahnya untuk menunggu sampai usia kandungan Anda mencapai 37 minggu alias sekitar bulan ke-8 atau 9 kehamilan.

Memasuki masa akhir kehamilan, barulah Anda bisa membeli 2-3 bra untuk dipakai bergantian nantinya. Nah saat hendak membelinya, berikut beberapa tips dalam memilih bra menyusui:

1. Pilih bra yang fleksibel

Kondisi payudara saat masa menyusui tentu berbeda dengan sebelum Anda hamil dan menyusui. Pada masa ini, jaringan payudara saling bekerja sama untuk memproduksi ASI agar dapat mencukupi kebutuhan harian bayi.

Bahkan, payudara bisa terasa penuh dalam waktu-waktu tertentu karena berisi banyak ASI. Maka dari itu, pastikan Anda memilih bra menyusui yang fleksibel alias lentur sehingga nyaman saat dipakai.

Pilih bra menyusui dengan cup yang mudah dibuka dan ditutup. Bra yang baik biasanya dilengkapi dengan cup yang mudah dibuka dengan satu tangan serta ukuran cup yang memudahkan bayi saat menyusu.

Dengan begitu, Anda tidak perlu repot membuka cup pada bra dengan dua tangan ketika salah satu tangan Anda sedang menggendong bayi.

2. Cari bra dengan ukuran yang pas

Meski tertarik dengan beragam bentuk dan tampilan, sebaiknya pilih bra yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran payudara untuk ibu menyusui.

Bra yang pas alias tidak terlalu longgar dan sempit akan membantu menopang payudara Anda selama masa menyusui.

Untuk memastikan ukuran bra ibu menyusui sudah pas, pastikan jahitan pusat yang membagi dua cup atau dua sisi payudara terletak pas menempel pada tulang payudara.

3. Pilih bahan dasar bra yang nyaman dan mudah dibersihkan

Bra bersentuhan langsung dengan puting dan kulit payudara. Bra menyusui ini juga bisa dengan mudah terkena ASI yang keluar dari payudara.

Itu sebabnya, pilihlah bahan bra menyusui yang mudah dibersihkan dan dicuci. Selain itu, pastikan bahan dasar pembuatan bra menyusui tersebut juga sejuk saat digunakan.

Bahan bra menyusui yang bisa jadi pilihan untuk ibu menyusui yakni bahan katun.

4. Perhatikan detail bra menyusui

Bra untuk ibu menyusui yang baik dan nyaman digunakan harusnya tidak akan menyusut atau membuat payudara terasa sesak ketika dipakai.

Di samping memerhatikan poin tersebut, pastikan juga bra yang Anda pilih dilengkapi oleh detail pelengkap sebagai berikut:

  • Memiliki empat kaitan agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
  • Bra menyusui memiliki tali penyangga yang lebar dan tidak licin.
  • Sisi samping dan bagian belakang bra lebih lebar untuk membantu menopang payudara.
  • Bagian depan tengah cup bra menyusui cukup dalam untuk memberikan dukungan tambahan bagi payudara.
  • Cup bra yang mudah dibuka dan ditutup dengan satu tangan sebelum mulai dan setelah selesai menyusui.
  • Lubang pada cup bra menyusui cukup besar sehingga memberikan ruang yang leluasa bagi bayi untuk menyusu dengan nyaman.

Setiap detail atau bagian terperinci dari bra memiliki fungsinya sendiri-sendiri untuk memudahkan dan mendukung Anda selama menyusui si kecil.

Jika produksi ASI berlebih sampai membasahi bra dan belum masuk jadwal menyusui, Anda bisa menggunakan pompa ASI kemudian menerapkan cara menyimpan ASI yang tepat.

Bantal menyusui

bantal menyusui

Sesuai dengan namanya, bantal menyusui adalah bantal yang digunakan saat Anda sedang menyusui bayi.

Bantal menyusui atau nursing pillow tidak hanya bisa digunakan ketika bayi menyusu melalui payudara, tapi juga saat menyusu dari botol dot ASI.

Tujuan utama penggunaan bantal menyusui yakni untuk memudahkan bayi saat mengisap puting payudara ibu selama menyusu.

Dibandingkan harus mendekatkan tubuh Anda ke arah bibir bayi saat menyusui, bantal ini justru membantu menaikkan posisi bayi.

Dengan begitu, Anda tidak perlu menekuk tubuh yang bisa membuat pegal dan tidak nyaman.

Bantal menyusui ini juga bisa membuat tubuh bayi lebih nyaman karena berada dalam posisi yang dekat dengan tubuh ibu, seperti mengutip dari Mayo Clinic.

Ini karena bantal khusus menyusui ini memiliki bentuk menyerupai huruf U sehingga bisa dilingkarkan di tubuh Anda.

Bahkan, cara memakai bantal menyusui ini tidaklah sulit. Berikut cara menggunakan bantal menyusui:

  1. Cari tempat yang paling nyaman untuk menyusui. Hindari tempat yang terlalu ramai, berisik, dan dirasa tidak nyaman untuk menyusui.
  2. Letakkan bantal menyusui melingkari tubuh Anda dengan posisi yang paling lebar berada di depan.
  3. Sesuaikan tinggi bantal dengan tubuh Anda. Pastikan posisi bantal sudah membuat Anda merasa nyaman terlebih dahulu sebelum membaringkan bayi Anda di atasnya.
  4. Bantal menyusui hadir dalam berbagai jenis dengan kelengkapan yang berbeda-beda. Jika bantal menyusui yang Anda miliki menyertakan tali pengikat, Anda bisa mengikatkan tali tersebut guna memastikannya telah pas dan siap untuk digunakan.
  5. Setelah semua dirasa sudah nyaman sekarang saatnya membaringkan bayi di atas bantal menyusui. Posisi ini akan membantu bayi lebih dekat dengan puting payudara Anda agar mudah saat menyusu.

Jika Anda menyusui bayi dari botol dot, bantal menyusui tetap bisa digunakan dengan cara yang sama pula.

Jadi, baik Anda menyusui ASI dan susu formula melaui payudara langsung atau dot, tidak masalah untuk pakai bantal, bra, serta menerapkan posisi yang tepat.

Dengan catatan, hindari memberikan ASI campur susu formula (sufor) kepada bayi dalam satu botol yang sama.

Bila Anda memiliki keluhan tertentu terkait menyusui, segera konsultasikan diri ke dokter.

Dokter dapat mencari tahu penyebab dan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda, termasuk memberikan obat yang aman untuk ibu menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Pentingnya Memenuhi Asupan Nutrisi Si Kecil dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil dapat menentukan kesehatannya di masa depan. Asupan nutrisi untuk anak harus menjadi prioritas utama Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
asupan nutrisi untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Bayi, Parenting, Menyusui 23 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 6 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
ibu menyusui positif covid-19

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab gejala diare pada ibu menyusuil

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 April 2020 . Waktu baca 6 menit