10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 16 menit
Bagikan sekarang

Menyusui seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi ibu dan bayinya karena ada banyak manfaat menyusui, termasuk pemberian ASI eksklusif. Namun terkadang, berbagai masalah muncul saat menyusui baik pada ibu dan juga bayi sehingga menyulitkan prosesnya. Apa saja masalah yang umum terjadi pada ibu dan bayi selama menyusui dan bagaimana cara mengatasinya?

Berbagai masalah menyusui pada ibu dan bayi

Masalah menyusui bukan mitos ibu menyusui dan tantangan menyusui semata, tetapi juga bisa dialami oleh ibu sebagai pemberi ASI. Terkadang, bayi juga tidak selalu melalui proses menyusui dengan mudah dan lancar.

Nah, agar proses menyusui bisa lebih optimal, cari tahu beragam masalah menyusui yang bisa dialami oleh ibu dan bayi beserta cara mengatasinya yang tepat.

Berikut masalah menyusui yang mungkin dialami ibu dan bayi:

1. Masalah puting payudara lecet saat ibu menyusui

mengatasi puting susu lecet

Bagi Anda yang baru pertama kali, wajar bila puting susu lecet atau luka saat menyusui. Ini memang salah satu dari sekian banyak masalah ibu dan bayi selama menyusui.

Akan tetapi, jangan sepelekan ketika lecet atau luka pada puting susu tampak lebih parah atau terasa semakin sakit saat menyusui.

Penyebab dari puting payudara lecet saat menyusui bisa bermacam-macam.

Melansir dari laman NHS, kesulitan bayi untuk menempelkan mulutnya pada puting susu ibu biasanya menjadi penyebab paling umum dari puting lecet atau luka saat menyusui.

Jika mulut bayi tidak menempel dengan baik, bayi akan mengisap atau menarik puting terlalu dalam sehingga dapat menyakiti puting Anda.

Posisi menyusui yang tidak benar juga dapat menyebabkan puting lecet, luka, pecah-pecah, dan berdarah saat menyusui. Puting susu bisa terjepit antara lidah dan langit-langit bayi atau bahkan tergigit.

Itulah mengapa beberapa ibu menyusui merasakan putingnya sakit dan memerah setelah menyusui.

Ini mungkin menjadi tanda bahwa posisi menyusui Anda tidak benar sehingga mulut bayi dan payudara Anda tidak “terkunci” dengan baik.

Ketika posisi menyusui dilakukan dengan benar, bayi dapat menjangkau puting payudara Anda dengan baik dan dapat mengisap ASI dengan lancar.

Tips mengatasi puting susu lecet atau luka saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah puting susu lecet atau luka saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Pastikan bayi mengisap seluruh bagian puting dan areola payudara saat menyusu.
  • Saat hendak melepaskan puting susu dari isapan bayi, pisahkan mulut bayi dengan puting secara perlahan dengan cara menekan bagian payudara dekat mulut bayi menggunakan jari telunjuk.
  • Biarkan puting kering sebelum berpakaian lagi.
  • Hindari pemakaian sabun pada puting payudara karena dapat membuat kulit Anda kering.
  • Berikan kompres hangat ke puting payudara.
  • Biasakan mulai menyusui dari bagian payudara yang tidak terasa sakit terlebih dahulu.
  • Sebaiknya memakai bra dari katun agar sirkulasi udara pada payudara berjalan baik, lebih baik lagi jika memakai bra menyusui.
  • Oleskan sedikit ASI Anda ke area puting yang luka, hal ini berguna untuk mempercepat kesembuhan puting Anda yang lecet. Pasalnya kadungan antibodi dalam ASI menjaga kesehatan puting Anda.

Dokter juga dapat memberikan obat untuk puting susu lecet saat menyusui tergantung kondisi Anda. Ambil contohnya salep lanolin sebagai pelembab di puting Anda dan antibiotik topikal untuk mengobati puting lecet saat menyusui akibat infeksi bakteri.

Pilihan obat untuk meredakan puting susu lecet atau luka saat menyusui lainnya yakni antibiotik sistemik. Obat ini biasanya dianjurkan ketika muncul cairan atau nanah yang disebabkan infeksi bakteri.

Selain itu, obat antijamur juga bisa digunakan untuk mengatasi puting susu lecet atau luka saat menyusui yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Sebelum menyusui, pastikan puting payudara telah bersih dari krim obat puting susu lecet atau luka sehingga tidak akan termakan oleh bayi.

Anda juga bisa minum obat pereda nyeri untuk meringankan keluhan puting susu lecet atau luka saat menyusui, misalnya acetaminophen (Tylenol) dan ibuprofen (Advil).

2. Masalah payudara bengkak saat menyusui

kanker payudara stadium 2

Payudara bengkak merupakan satu dari beberapa masalah ibu dan bayi saat menyusui. Ini bisa dikarenakan adanya penumpukan ASI di dalam payudara sehingga membuatnya terasa besar, penuh, dan keras.

Mengutip laman Office on Women’s Health, penumpukan ASI tersebut dikarenakan saluran yang seharusnya bertugas untuk mengalirkan ASI dari kelenjar payudara menuju ke puting mengalami sumbatan.

Saluran ASI tersumbat inilah yang membuat Anda merasakan sakit pada payudara disertai pembengkakan.

Penyumbatan saluran ASI ini biasanya tidak langsung terjadi pada dua sisi payudara sekaligus, melainkan hanya salah satunya.

Masa payudara bengkak ini biasanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu pertama saat menyusui.

Ketika tubuh sedang berusaha beradaptasi dengan menyusui, Anda bisa meredakan sakit dan tekanan pada payudara.

Tips mengatasi payudara bengkak saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah payudara bengkak saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Menyusui sesering mungkin sesuai dengan keinginan bayi dan jangan dihentikan bila ia belum puas.
  • Jika bayi sudah kenyang menyusu tapi persedian ASI di payudara masih cukup banyak, Anda bisa mengeluarkannya dengan cara dipompa. Baik dengan pompa ASI elektrik maupun manual.
  • Berikan kompres hangat maupun dingin pada payudara untuk mengurangi rasa sakit.
  • Memijat payudara dengan lembut, misalnya saat mandi, ketika payudara teraliri oleh air bersuhu panas atau dingin.
  • Coba semua posisi menyusui sampai Anda dan bayi menemukan posisi yang paling nyaman.
  • Gunakan bra yang tidak terlalu kencang karena bisa mempersempit aliran ASI.
  • Pastikan Anda mendapatkan cairan dan istirahat yang cukup.

Jika tidak diatasi dengan benar, pembengkakan bisa berkembang lebih lanjut menjadi mastitis atau peradangan yang menyakitkan pada payudara.

3. Masalah mastitis pada ibu menyusui

mastitis adalah

Mastitis adalah masalah menyusui pada ibu dan bayi yang ditandai dengan adanya peradangan pada payudara.

Ketika payudara yang bengkak sudah meradang, tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi infeksi. Artinya, ada pertumbuhan bakteri pada jaringan payudara yang meradang.

Mastitis dapat ditandai dengan payudara memerah, keras, sakit, panas, dan bengkak. Anda juga bisa mengalami gejala seperti menggigil, sakit kepala, suhu tubuh tinggi, dan kelelahan sebagai tanda adanya mastitis.

Mastitis juga dapat disebabkan oleh penumpukan ASI pada payudara, misalnya karena saluran ASI tersumbat. Kondisi ini menyebabkan ASI menumpuk di payudara sehingga jaringan payudara meradang.

Tips mengatasi mastitis saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah mastitis saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Segera hubungi dokter bila Anda merasa mengalami gejala mastitis agar segera diberikan pengobatan yang tepat.
  • Usahakan untuk memperbanyak istirahat dan minum banyak cairan.
  • Berikan kompres hangat untuk meredakan peradangan.
  • Bayi tetap boleh menyusui di payudara yang mengalami mastitis.
  • Anda boleh menyusui bayi dari payudara yang mengalami mastitis maupun dari payudara yang sehat.
  • Memompa ASI pada payudara boleh dilakukan apabila terasa sakit saat bayi menyusu langsung.
  • Pastikan bayi menyusu dengan tepat.
  • Cobalah posisi menyusui yang berbeda untuk mendapatkan posisi terbaik bayi, agar bisa menempel dengan tepat pada payudara Anda.
  • Menyusui sesering yang bayi inginkan.
  • Mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa setelah menyusui, terutama bila Anda merasa bayi belum menyusu dengan baik.
  • Hindari memakai pakaian atau bra ketat sampai mastitis membaik.
  • Cobalah memijat payudara Anda dengan sangat lembut saat bayi menyusu untuk membantu ASI mengalir dengan lancar.
  • Minum obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

Masalah mastitis dapat terjadi kapan saja selama masa menyusui sehingga membuat ibu dan bayi kurang nyaman.

Namun, paling umum terjadi di tiga bulan pertama, terutama pada minggu kedua atau minggu ketiga. Masalah menyusui ini biasanya akan segera hilang ketika ibu dan bayi mulai terbiasa dengan prosesnya.

4. Masalah infeksi jamur pada ibu menyusui

bintik merah pada payudara

Infeksi jamur yang terjadi selama menyusui bisa muncul di mulut bayi maupun payudara Anda, khususnya di area puting.

Gejala masalah pada payudara ibu saat menyusui yang satu ini biasanya timbul meliputi nyeri, kemerahan, dan gatal dengan atau tanpa ruam pada payudara.

Puting yang pecah-pecah, terkelupas, bahkan melepuh juga bisa menjadi tanda dari adanya infeksi jamur. Semua tanda-tanda dari masalah tersebut bisa terasa selama maupun saat ibu sedang tidak menyusui.

Sementara pada bayi, infeksi jamur bisa menimbulkan bercak putih atau kemerahan di sekitar mulut.

Meski tidak selalu dialami oleh setiap ibu dan bayi, infeksi jamur merupakan salah satu masalah menyusui yang tidak boleh diremehkan.

Jika merasa Anda atau bayi mengalami infeksi jamur, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan perawatan segera.

Tips mengatasi infeksi jamur saat menyusui

Dokter mungkin akan memberikan obat anti jamur yang bisa dioleskan langsung pada payudara untuk jangka waktu tertentu.

Selain Anda yang diberikan obat antijamur, bayi Anda juga diberikan obat antijamur yang cocok untuk bayi.

Hal ini penting untuk mencegah penularan dari puting ke mulut bayi dan sebaliknya sekaligus meredakan gejala infeksi jamur, termasuk payudara gatal saat menyusui.

Selama waktu penyembuhan tersebut, penting untuk memerhatikan beberapa cara mengatasi masalah infeksi jamur saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Cuci bersih dan sterilkan semua botol dot, mainan bayi, pompa ASI, maupun peralatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan payudara Anda dan mulut bayi.
  • Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyusui, atau saat hendak menyentuh bayi.
  • Cuci tangan bayi secara rutin, khususnya setelah bayi mengisap jari-jarinya.
  • Cuci handuk, bra, serta pakaian bayi dan Anda di dalam air dengan suhu panas.
  • Rutin mengganti bra setiap hari.

Pastikan anggota keluarga lain tidak mengalami infeksi jamur. Jika muncul satu atau beberapa gejala terkait infeksi jamur, hindari anggota keluar merawat dan menyentuh bayi.

5. Payudara besar sebelah saat menyusui

perubahan puting payudara

Ukuran payudara atau susu ternyata bisa menjadi besar sebelah saat menyusui.

Penyebab payudara besar sebelah saat menyusui bisa karena produksi ASI lebih lancar di salah satu payudara atau bayi lebih suka menyusu di bagian payudara tersebut.

Hal lain yang menyebabkan payudara besar sebelah saat menyusui juga karena ukuran payudara memang bisa besar sebelah.

Sisi payudara yang besar sebelah ini berpotensi untuk memproduksi ASI dalam jumlah yang lebih banyak saat menyusui.

Ya, sisi payudara yang besar sebelah saat menyusui mungkin saja tidak dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup.

Alhasil, ukuran payudara kemudian bisa tampak lebih besar sebelah daripada yang lainnya saat menyusui.

Tips mengatasi masa payudara ibu besar sebelah saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah payudara ibu besar sebelah saat menyusui agar lebih lancar dalam memberikan ASI:

  • Menyusui pada sisi payudara yang lebih kecil dulu
  • Gunakan pompa ASI untuk melancarkan keluarnya ASI pada payudara yang lebih kecil
  • Menyusui secara bergantian di sisi kanan dan kiri payudara

6. Produksi ASI terlalu sedikit

bingung puting

Produksi ASI yang terlalu rendah atau sedikit bisa menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran tersendiri pada ibu. Terutama jika ini merupakan kali pertama Anda memiliki bayi dan mulai menyusui.

Itu sebabnya, hal ini juga menjadi satu dari berbagai masalah menyusui pada ibu. Namun, jangan langsung cemas karena salah satu masalah menyusui pada ibu dan bayi ini.

Kabar baiknya, sebenarnya produksi ASI yang rendah ini bisa diatasi asalkan ibu tahu kapan bayi ingin menyusu.

Semakin sering bayi menyusu, semakin cepat ASI di payudara kosong sehingga masalah menyusui pada ibu dan bayi ini bisa diatasi.

Tips mengatasi produksi ASI terlalu sedikit

Berikut cara mengatasi masalah produksi ASI sedikit saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Periksa perlekatan mulut bayi pada puting payudara dengan mengusahakan agar bayi mengisap seluruh bagian puting beserta areola.
  • Jika perlekatan sudah benar tapi bayi tidak bisa menyusu dengan baik, coba periksakan kondisi bayi.
  • Beberapa bayi dapat mengalami kesulitan menyusu jika mengalami beberapa kondisi misalnya tongue-tie.
  • Bayi sebaiknya bisa menyusui di kedua payudara. Pastikan si kecil selalu aktif mengisap dan tidak tertidur selama menyusui.
  • Berikan ASI pada bayi sesering mungkin atau sesuai permintaan bayi.
  • Hindari stress dan mengonsumsi banyak makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI.
  • Gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan ASI yang masih tersisa di payudara untuk membantu meningkatkan persediaan ASI.
  • Usahakan Anda beristirahat, makan, dan minum yang cukup.
  • Hindari memberikan bayi susu formula, air putih, sereal, maupun makanan dan minuman lainnya yang bisa menggagalkan pemberian ASI eksklusif dalam usia 6 bulan pertama.

Pastikan Anda juga rutin memberikan ASI sesuai jadwal menyusui bayi dan menerapkan cara menyimpan ASI yang tepat setelah dipompa.

Jika solusi tersebut dirasa kurang membantu, Anda bisa mengonsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu kemungkinan adanya masalah kesehatan.

7. Produksi ASI terlalu banyak

mencampur ASI perah di waktu berbeda masalah ibu menyusui

Kebalikan dari produksi ASI rendah, jumlah ASI yang terlalu berlebihan juga bisa menyulitkan proses menyusui.

Kondisi ini dapat menjadi tantangan dan masalah menyusui tersendiri bagi ibu dan bayi.

Pasalnya, produksi ASI yang terlalu banyak bisa berakibat pada tersumbatnya saluran payudara, pembengkakan payudara, hingga mastitis.

Selain itu, masalah menyusui yang satu ini juga bisa menyulitkan ibu dan bayi karena menimbulkan tekanan pada payudara.

Akibatnya, let down reflex selama menyusui bisa tidak terkontrol yang menyebabkan aliran ASI dengan sangat mudahnya keluar dari payudara.

Bagi bayi, kondisi ini dapat membuatnya mengalami kelebihan gas di perut, rewel, gumoh, hingga muntah setelah menyusui.

Tips mengatasi produksi ASI terlalu banyak

Berikut cara mengatasi masalah produksi ASI terlalu banyak saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Coba tawarkan salah satu sisi payudara saja pada bayi setiap kali menyusu kemudian berikan lagi sisi payudara yang lain selang beberapa menit kemudian.
  • Coba posisi menyusui sembari berbaring atau bersandar di kursi. Posisi yang melawan gravitasi ini setidaknya bisa membantu memperlambat aliran ASI.
  • Pompalah payudara untuk mengurangi jumlah ASI.
  • Usahakan untuk menyusui bayi sebelum ia benar-benar lapar guna mencegahnya agar tidak mengisap terlalu berlebihan.

8. Payudara sakit saat menyusui

SADARI kanker payudara

Payudara sakit yang terasa sakit saat menyusui sebenarnya kondisi yang wajar terjadi di awal.

Ini mungkin karena Anda belum paham sepenuhnya cara menyusui, posisi menyusui, hingga teknik perlekatan mulut bayi dengan puting payudara (latch on) yang benar.

Kesalahan dalam menerapkan teknik untuk menyusui inilah yang kemudian menimbulkan nyeri di payudara saat masa ini.

Hanya saja, keluhan tersebut biasanya akan berangsur-angsur hilang setelah Anda mulai terbiasa melakukannya.

Namun, jika keluhan ini tidak kunjung hilang, tandanya memang ada masalah. Penyebab payudara saat sakit saat menyusui bisa karena perlekatan bayi yang kurang tepat maupun bayi mengalami tongue tie.

Selain itu, luka akibat penggunaan pompa ASI, adanya lepuhan di payudara, serta infeksi jamur juga jadi penyebab payudara sakit saat menyusui.

Tips mengatasi payudara sakit saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah payudara sakit saat ibu menyusui:

  • Pastikan bayi menyusui dengan benar
  • Jaga payudara tetap kering
  • Hindari menunda-nunda waktu menyusui
  • Hindari menyabuni area payudara terlebih dahulu
  • Pakai kompres dingin
  • Pakai bra dengan ukuran yang pas

9. Masalah saluran ASI tersumbat pada ibu menyusui

mitos ibu menyusui

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, saluran ASI yang tersumbat pada ibu menyusui bisa menimbulkan berbagai masalah.

Ketika pemberian ASI tidak tuntas, ASI bisa menumpuk di dalam saluran payudara sehingga tidak keluar dengan lancar.

Jadi, salah satu kunci agar saluran ASI tidak tersumbat yakni dengan menyusui secara bergantian di kedua sisi payudara sampai benar-benar selesai.

Sebagai pilihan lain, Anda bisa menggunakan pompa ASI bila si kecil tidak mampu untuk menyusui sampai selesai.

Tips mengatasi saluran ASI tersumbat saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah saluran ASI pada payudara ibu menyusui tersumbat:

  • Memakai kompres hangat selama kurang lebih 20 menit di bagian payudara yang tersumbat.
  • Mengubah posisi menyusui dengan mengarahkan dagu dan mulut bayi ke sisi payudara yang mengalami sumbatan agar bisa menyusui sampai tuntas.
  • Menyusui bayi dengan posisi Anda berada di atas si kecil. Posisi payudara yang mengarah ke bawah akan membantu memperlancar keluarnya ASI.
  • Beri pijatan pada payuda sembari Anda menyusui bayi.
  • Tempelkan kompres hangat beberapa menit sebelum hendak menyusui bayi, guna mempermudah keluarnya ASI.

10. Bayi sulit menyusui karena ukuran payudara ibu

mencampur ASI perah di waktu berbeda masalah ibu menyusui

Jika ukuran payudara Anda besar, maka ukuran puting susu juga lebih besar. Hal ini mungkin akan menyulitkan bayi ketika melakukan perlekatan (latching on).

Ukuran payudara yang besar juga akan membuat Anda kesulitan untuk menahannya.

Tips mengatasi bayi susah menyusu karena ukuran payudara ibu

Anda bisa menggunakan isapan pompa payudara untuk membuat puting susu Anda lebih panjang dan lebih tipis sebelum bayi menyusui.

Seiring dengan pertumbuhan bayi Anda, ukuran payudara dan puting Anda yang lebih besar tidak akan menjadi masalah lagi ketika Anda menyusui.

Bila berbagai masalah menyusui yang ibu alami menghambat pemberian ASI, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan mencari tahu penyebab dan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Pentingnya Memenuhi Asupan Nutrisi Si Kecil dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil dapat menentukan kesehatannya di masa depan. Asupan nutrisi untuk anak harus menjadi prioritas utama Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
asupan nutrisi untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Bayi, Parenting, Menyusui 23 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Menghilangkan Rambut yang Tumbuh di Payudara?

Tidak hanya pria, pada payudara wanita pun dapat ditumbuhi bulu. Pertanyaanya, tumbuh rambut di payudara ini boleh dihilangkan atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 25 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
ibu menyusui positif covid-19

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab gejala diare pada ibu menyusuil

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 April 2020 . Waktu baca 6 menit