Panduan Cara Menyimpan ASI agar Tetap Awet dan Segar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 15 menit
Bagikan sekarang

ASI merupakan makanan terbaik bayi sampai ia mampu mengonsumsi makanan lainnya. Namun, jangan khawatir jika Anda bekerja dan tetap ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayi. ASI bisa disimpan di rumah asalkan Anda paham cara menyimpan dan mempersiapkan yang tepat. Lantas, bagaimana cara penyimpanan ASI perah, menghangatkan, dan mencairkan ASI beku yang tepat?

Bagaimana cara menyimpan ASI perah yang tepat?

Sumber: Very Well Family

Sibuk bekerja maupun banyak melakukan aktivitas di luar rumah sebenarnya bukan menjadi halangan untuk tetap memberikan ASI eksklusif.

Bahkan, ketika ada tantangan menyusui dan masalah ibu menyusui, Anda masih memungkinkan untuk memberikan ASI.

Hal ini tergantung kondisi yang Anda alami, termasuk mastitis atau infeksi payudara.

Bagaimana pun juga ada banyak manfaat ASI yang bisa diperoleh oleh bayi maupun ibu.

Sebelum beranjak ke luar rumah, saat sedang senggang, maupun di sela-sela kesibukan di kantor Anda bisa memerah ASI menggunakan alat pompa ASI.

Termasuk ketika Anda tidak punya waktu untuk menyusui bayi secara langsung di posisi menyusui yang nyaman.

Akan tetapi, jangan sepelekan cara menyimpan atau penyimpanan ASI setelah dipompa. ASI merupakan makanan yang bersih dan steril jika langsung diberikan dengan menyusui bayi.

Itulah mengapa jika ASI bayi dimasukkan ke dalam botol untuk disimpan, tentu kebersihan wadah penyimpanan tersebut harus diperhatikan.

Berikut anjuran cara menyimpan ASI perah yang benar:

Botol sebagai cara menyimpan ASI

Cara menyimpan ASI di dalam botol dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Botol ASI plastik

Sumber: Baby Center

Meski berbahan dasar plastik, Anda tidak perlu khawatir mengenai keamanannya saat digunakan.

Botol plastik biasanya telah dirancang sedemikian rupa sehingga aman untuk bayi. Jika Anda tidak ingin membeli botol ASI plastik yang mengandung bahan kimia tertentu, coba pilih botol yang bebas dari BPA (bisphenol-A).

BPA merupakan jenis bahan kimia yang biasanya digunakan dalam pembuatan berbagai produk, seperti wadah makanan atau minuman maupun produk kebersihan.

Pilihan lainnya, Anda bisa mencari botol dengan nomor daur ulang “5”, karena terbuat dari polipropilen (PP atau polypropylene).

Label PP atau nomor daur ulang 5 yang terletak di bagian bawah botol merupakan pilihan bahan plastik yang baik.

Bukan hanya berlaku untuk menyimpan ASI, botol ini nantinya juga bisa digunakan saat menyusui bayi. Sebagai wadah penyimpan air susu ibu, botol plastik memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI plastik:

Kelebihan botol ASI plastik

  • Ringan
  • Kuat
  • Tidak mudah pecah
  • Harganya relatif murah
  • Tersedia dalam berbagai ukuran berbeda

Kekurangan botol ASI plastik

  • Tidak bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama
  • Tidak bisa direbus atau direndam di dalam air dengan suhu yang terlalu panas

Botol ASI kaca

Jika ingin lebih memastikan botol ASI yang Anda pakai aman dan bebas dari BPA, Anda bisa menggunakan bahan kaca.

Ketimbang botol plastik, botol ASI kaca memang jauh lebih berat yang mungkin akan menyulitkan bayi untuk memegangnya saat menyusu.

Meski begitu, jangan khawatir botol ASI kaca ini akan mudah pecah. Sebagai solusinya, Anda bisa memilih botol dari bahan kaca yang dilengkapi dengan penutup botol berbahan silikon.

Silikon ini hadir dalam bentuk yang sesuai dan pas dengan botol sehingga bisa membantu melindunginya agar tidak mudah pecah.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI kaca:

Kelebihan botol ASI kaca

  • Lebih tahan untuk digunakan dalam waktu lama dibandingkan dengan botol plastik
  • Bebas dari bahan BPA
  • Botol bisa direbus atau direndam di dalam air dengan suhu panas

Kekurangan botol ASI kaca

  • Harganya relatif lebih mahal
  • Mudah pecah jika terjatuh
  • Lebih berat
  • Hanya tersedia dalam ukuran tertentu

Botol ASI plastik dengan disposable liner 

Sumber: Lovely Lucky Life

Plastik dengan disposable liner adalah botol berbahan plastik, tapi dilengkapi dengan plastik sekali pakai yang sudah disterilkan.

Plastik sekali pakai yang sudah steril (disposable sterilized liner) ini ada di dalam botol, dan berfungsi sebagai tempat menampung ASI perah.

Akan tetapi, sesuai namanya, disposable sterilized liner hanya bisa digunakan sekali dan kemudian dibuang.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI plastik dengan disposable liner:

Kelebihan plastik dengan disposable liner

  • Botol plastik bisa digunakan kembali, karena hanya perlu mengganti disposable liner di dalamnya.
  • Botol plastik mudah dibersihkan dan tidak memakan waktu lama setelah disposable liner dibuang.
  • Bebas dari bahan BPA.
  • Sangat praktis untuk dibawa saat bepergian.

Kekurangan plastik dengan disposable liner

  • Harganya relatif lebih mahal karena hanya sekali pakai.

Kantong penyimpanan ASI sebagai cara menyimpan ASI

Selain disimpan di dalam botol, ASI perah juga bisa ditampung di dalam kantong. Kantong ASI sudah steril jadi tidak pelu disterilkan atau dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Namun, pastikan Anda memilih kantong ASI dengan segel rapat dan memiliki kualitas yang baik. Dengan begitu, ASI perah yang ditampung di dalamnya tidak mudah bocor atau tumpah.

Kika dibandingkan dengan botol, penggunaan kantong tidak terlalu memakan tempat di dalam ruang penyimpan.

Akan tetapi, ASI yang disimpan di dalam kantong tetap harus dipindahkan ke dalam botol saat hendak diberikan kepada bayi.

Secara keseluruhan, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan pemakaian kantong dalam cara menyimpan ASI perah:

Kelebihan kantong ASI

  • Harganya relatif murah.
  • Mudah digunakan.
  • Hanya sekali pakai, sehingga tidak butuh waktu lama untuk membersihkannya.
  • Ukurannya kecil dan memakan sedikit ruang, sehingga bisa disimpan dalam jumlah banyak di dalam cooler bag, kulkas, maupun freezer.
  • ASI yang disimpan di dalam kantong lebih cepat dan mudah dicairkan dibandingkan dengan botol kaca atau plastik.

Kekurangan kantong ASI

  • Ada risiko ASI bocor, tumpah, atau pecah.
  • Beberapa pompa ASI tidak bisa mengalirkan ASI langsung ke dalam kantong, tapi harus melalui botol terlebih dahulu.
  • Hanya bisa dipakai sekali, sehingga lama-lama bisa mengeluarkan biaya yang lebih besar ketimbang membeli botol kaca atau plastik.

Berbagai wadah penyimpan air susu ibu baik itu botol plastik, botol kaca, botol plastik dengan disposable liner, bahkan kantong, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pastikan penggunaan wadah penyimpanan dalam bentuk botol maupun kantong ini sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda.

Perhatikan cara menyimpan ASI perah yang tepat

Berikut berbagai hal penting dalam cara menyimpan ASI perah yang harus Anda perhatikan:

  • Gunakan botol atau wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril. Pilih botol plastik bertutup atau kantong ASI plastik khusus (BPA free).
  • Berikan label pada setiap kantong atau botol ASI. Tulis tanggal dan waktu kapan Anda memompa dan menyimpan ASI tersebut. Gunakan pulpen atau spidol dengan tinta yang tahan air agar tidak cepat hilang.
  • Pemberian label pada setiap kantong atau botol ASI berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus dipakai terlebih dahulu. Sebaiknya gunakan ASI sesuai tanggal dan waktu sesuai urutan penyimpanan lebih dulu.
  • ASI perah disimpan di dalam freezer atau lemari pendingin (kulkas).
  • Hindari menyimpan ASI dengan meletakkannya di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar dengan udara luar.
  • Rutin lakukan pengecekan suhu lemari pendingin setidaknya 3 kali dalam sehari.
  • Jika ASI dipompa saat di perjalanan, kantor, maupun luar rumah, sebaiknya harus selalu dalam keadaan dingin. Pastikan suhu ASI perah tetap terjaga sampai nantinya disimpan di freezer atau lemari pendingin di rumah.
  • Selain botol, alat pompa ASI Anda juga harus bersih. Ketika sudah selesai digunakan bersihkan pompa tersebut dengan air hangat dan sabun.
  • Kemudian bilas dan keringkan terlebih dahulu baru disimpan kembali.
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda dengan sabun sebelum memompa ASI dan menyimpannya.
  • Jaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan ASI untuk memperkecil kemungkinan bakteri berkembang di dalam ASI yang disimpan tersebut.

Berapa lama waktu penyimpanan ASI?

Sumber: Flo Health

Aturan penyimpanan lain yang juga tidak boleh luput dari perhatian Anda yakni lama waktu penyimpanannya.

Lama waktu penyimpanan ASI tergantung dari tempat di mana Anda menyimpan ASI tersebut dan kapan jadwal menyusui bayi.

Semakin cepat ASI digunakan, semakin sering juga Anda memompa ASI. Dengan begitu, produksi ASI biasanya akan semakin banyak dan lancar.

Secara garis besarnya, berikut aturan lama waktu penyimpanan atau cara menyimpan ASI perah sesuai dengan tempatnya:

1. Lama penyimpanan ASI dalam suhu ruang

Suhu atau temperatur ruang yang disarankan dalam penyimpanan ASI sebaiknya berkisar pada 25 derajat Celcius.

Dalam suhu tersebut ASI yang baru dipompa dapat digunakan sampai 4 jam. Sementara itu, untuk ASI beku yang disimpan pada suhu ruang sebaiknya digunakan selama 1-2 jam.

2. Cooler box sebagai cara menyimpan ASI

Jika Anda menggunakan cooler box, cara penyimpanan yang paling tepat yakni dengan memasukkan banyak es batu di dalamnya.

Cara ini akan membuat ASI di dalam cooler box dapat tahan lama selama beberapa jam, tapi tidak terlalu lama misalnya hanya dalam kurun waktu 1 hari.

3. Lemari pendingin (kulkas) sebagai cara menyimpan ASI

Suhu ideal pada kulkas untuk menyimpan ASI adalah empat derajat Celcius atau lebih rendah, tapi sebaiknya tidak lebih dari 10 derajat Celcius.

ASI perah yang baru dan disimpan di dalam kulkas batas penyimpanannya yakni selama 5-8 hari.

Namun, untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga dengan baik sebaiknya gunakan dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga hari.

Sementara itu, penyimpanan ASI beku (thawing) di dalam kulkas yaitu sekitar 24 jam atau 1 hari.

4. Freezer dengan kulkas

Cara menyimpan ASI perah di dalam freezer yang dilengkapi kulkas sebaiknya pada suhu -10 derajat Celcius. Jika freezer dengan kulkas ini terdiri atas 2 pintu, ASI segar yang baru diperah bisa disimpan selama kurun waktu 3-4 bulan.

Akan tetapi, bila freezer dengan kulkas hanya memiliki 1 pintu, lama waktu penyimpanan ASI segar hanya sekitar 2 minggu.

Lain-lagi, ASI beku di dalam freezer dengan kulkas yang telah dikeluarkan sebaiknya tidak boleh dibekukan kembali.

5. Lama penyimpanan ASI dalam freezer

Cara menyimpan atau penyimpanan ASI di dalam freezer dibagi menjadi dua.

Di dalam freezer upright jenis freezer dengan pintu yang dibuka ke depan, ASI bisa tahan selama 6 bulan dengan suhu minimal -18 derajat Celcius.

Selama Anda menyimpan dalam freezer dengan cara yang tepat, ASI perah segar akan awet sampai dengan kurun waktu 6-12 bulan.

Sementara pada chest freezer atau disebut juga sebagai freezer box yang dibuka ke atas, waktu penyimpanan ASI bisa lebih lama lagi.

Ketahanan penyimpanan ASI pada chest freezer bisa awet selama 6-12 bulan dengan suhu minimal -20 derajat Celcius.

Selain itu, cara menyimpan ASI perah yang juga harus diperhatikan yakni hindari membekukan kembali ASI beku yang baru dikeluarkan dari freezer.

Bagaimana cara menghangatkan ASI perah?

menyusui langsung

Di samping memerhatikan dengan baik seputar cara menyimpan ASI perah, jangan lupa untuk memahami juga aturan penyajiannya.

ASI yang disimpan dalam freezer tidak bisa langsung diberikan kepada bayi karena masih dalam kondisi beku.

Itulah mengapa Anda perlu menerapkan cara menghangatkan ASI atau mencairkan ASI perah beku sebelum memberikannya kepada bayi.

Cara menyajikan dan menghangatkan ASI perah beku dari tempat menyimpan

Untuk lebih ringkasnya, berikut aturan menyajikan dan menghangatkan ASI perah setelah melakukan cara menyimpan yang tepat:

  • Gunakan ASI perah yang disimpan berdasarkan urutan waktu penyimpanan (first in first out).
  • Cara mencairkan atau menghangatkan ASI perah beku setelah menyimpan di freezer bisa dilakukan di dalam kulkas selama 12-24 jam atau diletakkan pada semangkuk air hangat.
  • Anda juga bisa membasahi wadah ASI perah beku dengan memakai air dingin yang mengalir kemudian dilanjutkan dengan air hangat.
  • Hindari mencairkan ASI perah pada suhu kamar secara langsung.
  • Kocok ASI yang sudah mencair supaya lemak handmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
  • ASI yang sudah mencair sebaiknya direndam di dalam air panas dengan suhu tidak lebih dari 70 derajat Celcius, sembari dikocok perlahan-lahan.
  • Hindari mencairkan ASI perah beku di dalam microwave atau dalam air yang bersuhu sangat panas setelah sebelumnya Anda menyimpan di dalam freezer.
  • Mencairkan ASI perah buku pada suhu yang terlalu panas malah berisiko merusak kandungan gizi yang ada di dalam ASI perah.
  • Sebelum ASI diberikan kepada bayi, sebaiknya cek suhunya terlebih dahulu dengan cara meneteskannya pada pergelangan tangan bagian dalam.
  • Pastikan suhu ASI yang berasal dari tempat penyimpanan sudah terasa hangat atau sekitar 32-37 derajat Celcius.
  • Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair.
  • ASI yang telah disimpan sebelumnya dan tidak dapat dihabiskan oleh bayi atau tersisa sebaiknya tidak boleh diberikan lagi pada bayi dan harus dibuang.

Biasakan untuk memilih ASI dengan tanggal penyimpanan lebih awal untuk disajikan. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin menolak diberikan ASI yang telah lama disimpan maupun dibekukan.

Cara terbaiknya, pertimbangkan untuk mempersingkat waktu menyimpan ASI sesuai dengan selera bayi.

Bolehkah mencampur ASI perah beda waktu?

mencampur ASI perah di waktu berbeda

Mencampur ASI perah sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, tidak semua ASI perah segar bisa langsung dicampur dengan ASI yang sudah disimpan sebelumnya.

Meski sama-sama dipompa dari payudara, Anda bukan hanya harus mengetahui cara menyimpan ASI, tapi juga menggabungkan ASI perah beda waktu.

Berikut beberapa aturan penting yang harus Anda ketahui terlebih dahulu sebelum mencampur ASI perah berbeda waktu:

1. Mencampur ASI perah dengan ASI suhu ruangan

ASI suhu ruangan di sini berarti ASI yang diletakkan di dalam suhu kamar tanpa dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer setelah diperah.

Pada kasus ini, Anda boleh langsung mencampur ASI perah segar ke dalam botol ASI suhu ruangan.

Dengan catatan, ASI yang di simpan pada suhu kamar tersebut belum basi dan masih dalam kurun waktu 24 jam.

Setelah digabung, Anda bisa langsung memberikannya pada bayi atau menyimpannya di dalam lemari pendingin.

2. Mencampur ASI perah dengan ASI dari kulkas

Anda tidak dianjurkan untuk menggabungkan ASI perah segar dan ASI dari kulkas secara langsung.

ASI yang baru saja diperah harus didinginkan terlebih dahulu di dalam kulkas.

Kemudian campur ASI yang baru diperah dengan yang telah disimpan di dalam kulkas sebelumnya di hari yang sama.

3. Mencampur ASI perah segar dengan ASI beku

ASI yang baru saja diperah tidak boleh dicampur langsung ke dalam ASI yang telah dibekukan pada freezer.

Ini karena keduanya memiliki suhu yang berbeda sehingga ditakutkan justru dapat merusak komposisi alami ASI.

Sebagai solusinya, masukkan ASI segar yang baru diperah ke dalam lemari pendingin.

Ketika sudah dalam kondisi dingin, Anda baru boleh menambahkannya ke dalam botol susu berisi ASI beku yang dipompa pada hari yang sama. Proses ini disebut dengan “layering”.

4. Mencampur ASI perah dengan ASI beku yang dicairkan, kemudian disimpan kembali

Perlu diketahui bahwa ASI beku yang telah dicairkan, sebaiknya tidak disimpan kembali ke dalam kulkas ataupun freezer.

ASI tersebut harus segera diberikan pada bayi, dan tidak boleh dibekukan atau disimpan kembali.

Cara menyimpan ASI perah segar sebaiknya taruh di dalam botol yang berbeda dengan ASI yang sudah pernah disimpan dan dicairkan.

Apa ciri-ciri atau tanda-tanda ASI perah sudah basi?

cara membersihkan botol susu bayi

Ketika Anda menemukan ciri-ciri atau tanda-tanda ASI perah sudah basi, sebaiknya jangan lagi menghangatkan dan memberikan ASI tersebut kepada bayi.

Ciri-ciri atau tanda-tanda ASI perah sudah basi, yakni:

  • Lapisan pada ASI perah tidak tercampur dengan baik. Biasanya karena lapisan atas yang merupakan lapisan lemak biasanya sulit tercampur dan terlihat menggumpal.
  • Aroma ASI perah tidak lagi segar
  • Rasa ASI perah tidak lagi segar

Pada dasarnya ASI perah sama saja seperti susu sapi lainnya yang harus disimpan dengan baik untuk menjaga kualitasnya.

Jika Anda tidak memerhatikan aturan penyimpanan atau cara menyimpan ASI yang baik dan benar, tentu kualitas ASI perah lama kelamaan bisa menurun.

Kondisi inilah yang pada akhirnya dapat membuat kualitas ASI perah menunjukkan ciri-ciri atau tanda-tanda basi dan tidak layak minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat ASI dan Pentingnya Kolostrum untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi

Manfaat pemberian ASI, termasuk ASI eksklusif, penting bagi ibu dan bayi. Apalagi ASI berisi kolostrum yang semakin melengkapi kandungannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Menyusui: Cara, Prosedur, dan Hal Penting yang Perlu Dicatat

Setelah melahirkan, jangan bingung memikirkan cara menyusui bayi yang benar. Agar lebih mudah, simak berbagai hal yang sebaiknya diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
cara menyusui yang benar
Bayi, Parenting, Menyusui 5 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 5 Juni 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
masalah ibu menyusui

10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
asi dan mpasi

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
ASI eksklusif adalah

10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit