Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Produksi ASI kerap menjadi salah satu masalah yang cukup umum di kalangan para ibu menyusui. Selain jumlah ASI yang terlalu sedikit, ternyata produksi ASI terlalu banyak juga bisa turut mengganggu proses menyusui. Memangnya, apa dampak ASI terlalu banyak bagi ibu dan juga bayinya, dan adakah penanganan yang tepat?

Apakah ASI terlalu banyak itu masalah?

mencampur ASI perah di waktu berbeda

ASI adalah makanan utama bayi selama 6 bulan pertama usianya, atau disebut sebagai ASI eksklusif. Sejatinya, produksi ASI yang melimpah tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap ibu menyusui.

Sebab itu artinya, asupan harian bayi akan selalu tercukupi dan tidak kekurangan. Bahkan, Anda tidak perlu pusing memikirkan bagaimana cara memperbanyak ASI seperti yang mungkin dilakukan ibu dengan produksi ASI sedikit.

Namun sayangnya, terkadang jumlah ASI terlalu banyak bisa menimbulkan kesulitan bagi Anda dan si kecil. Anda mungkin merasa kewalahan karena ASI terus-terusan mengalir keluar dari payudara ketika sedang tidak menyusui.

Sementara bagi bayi, ia mungkin tersedak karena jumlah ASI yang keluar dari payudara terlalu banyak. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir.

Pasalnya, seiring berjalannya waktu, biasanya bayi sudah lebih mampu beradaptasi dan mahir menyusu dengan aliran ASI yang cepat.

Apa akibatnya jika produksi ASI terlalu banyak?

tekanan darah rendah saat menyusui

Produksi ASI yang terlalu banyak tidak selamanya menguntungkan, baik pada ibu maupun bayinya. Berikut beberapa dampak yang mungkin dirasakan oleh ibu dan bayi ketika jumlah ASI berlebihan:

Pada bayi

Terlalu banyaknya jumlah ASI kerap dikaitkan dengan let down reflexLet down reflex adalah sebuah refleks yang membantu mempermudah proses keluarnya ASI, atau bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan menyusui.

Dengan adanya let down reflex yang baik, otomatis isapan bayi dan keluarnya ASI bisa berjalan secara alami. Akan tetapi, let down reflex yang sangat kuat atau tidak terkontrol selama menyusui justru dapat merangsang produksi ASI berlebih.

Ya, aliran ASI yang terlampau cepat dan kuat pada payudara, tentu bisa membuat produksi ASI terlalu banyak. Kondisi ini yang kemudian menyulitkan bayi saat menyusui.

Di saat yang sama pula, bayi berisiko mengalami muntah, tersedak, bahkan kesulitan dalam bernapas. Tak menutup kemungkinan, bayi juga dapat menelan terlalu banyak udara saat berusaha mengikuti aliran ASI yang terlampau cepat ini.

Masuknya sejumlah udara yang terlalu banyak ke dalam perut bayi bisa membuatnya mudah sekali rewel, sering menangis, kolik, dan cegukan.

Ini dikarenakan udara yang masuk tersebut berubah menjadi gas, sehingga membuat tubuh bayi tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin tidak mau menyusu lagi untuk sementara waktu.

Di sisi lain, produksi ASI yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat drastis dan bisa mencapai lebih dari 10 kali dalam sehari.
  • Mengalami diare dengan feses yang berwarna kehijauan.
  • Mengalami ruam popok.
  • Susah mengisap puting payudara dengan tepat.
  • Berat badan meningkat dengan pesat.

Pada ibu

Selain pada bayi, dampak dari produksi ASI yang terlalu banyak juga bisa Anda alami. Mudahnya, Anda akan merasa payudara seolah sudah terisi kembali oleh ASI dengan cepat, padahal baru saja selesai menyusui.

Jika biasanya payudara terasa lembek karena sudah tidak mengandung ASI setelah selesai menyusui, kini justru sebaliknya. Payudara akan terasa tetap kencang setelah menyusu.

Salah satu tanda utama lainnya ketika jumlah ASI terlalu banyak yakni ASI bisa dengan mudah bocor alias mengalir keluar payudara dengan sendirinya. Alhasil, Anda mungkin harus lebih sering mengecek dan mengganti wadah penampung ASI yang dimasukkan ke dalam bra.

Di samping itu, produksi ASI yang terlalu banyak juga berisiko membuat saluran ASI tersumbat, mastitis, pembengkakan payudara, hingga nyeri pada puting.

Salah satu penyebabnya biasanya karena ada penumpukan ASI yang terlalu banyak di dalam payudara, sehingga membuat alirannya tersumbat. Akibatnya, payudara bisa mengalami pembengkakan, peradangan, bahkan terasa nyeri saat menyusui.

Bagaimana cara mengatasi ASI yang terlalu banyak?

freezer ASI

Sebelum mengambil langkah penanganan, pastikan kalau kondisi yang Anda alami memang benar karena jumlah ASI terlalu banyak. Agar lebih pasti, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Sebab terkadang, produksi ASI berlebih ini sering susah dibedakan dengan payudara bengkak saat menyusui. Nah, untuk membantu meredakannya, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Pompa sedikit ASI sebelum menyusui bayi. Cara ini bisa membantu memperlambat aliran ASI, ketika let down reflex berlangsung mulai dari isapan bayi pada puting susu. Jadi, bayi bisa merasa lebih mudah dan nyaman untuk menyusu.
  • Jika payudara terasa penuh oleh ASI tapi belum saatnya bayi menyusu atau bayi sudah kenyang menyusu, gunakan pompa ASI untuk mengeluarkannya. Namun, jangan menghabiskan seluruh persediaan ASi di dalam payudara, karena justru membuat payudara memproduksi ASI yang lebih banyak lagi. Sebaiknya pompa dan keluarkan ASI secukupnya saja.
  • Menyusui dalam posisi berbaring. Posisi menyusui ini akan membantu memperlambat aliran ASI saat diisap oleh bayi.
  • Sendawakan bayi setelah selesai menyusui. Cara ini dapat melepaskan kelebihan udara yang mungkin ditelan bayi selama menyusui.

Pada dasarnya, ASI yang terlalu banyak bukanlah suatu masalah besar selama menyusui, asalkan Anda tahu cara mengatasi yang tepat. Agar produksi ASI yang terlalu banyak tidak terbuang sia-sia atau mubazir, Anda bisa memompa kemudian menyimpan ASI.

Jangan lupa perhatikan cara menyimpan ASI sesuai dengan waktu dan tempat penyimpanannya. ASI perah yang disimpan dengan benar bisa awet dan bertahan dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan hitungan bulan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca