Pil KB untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Efektif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Menyusui ASI eksklusif sebenarnya bisa menjadi metode kontrasepsi alami, hanya saja tidak dapat dilakukan untuk  jangka panjang. Alat kontrasepsi pil KB banyak dipilih oleh ibu menyusui karena dianggap aman. Namun, dari sekian banyak jenis dan merek pil KB di pasaran, mana yang aman dan efektif untuk ibu menyusui? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Jenis pil KB untuk ibu menyusui yang aman dan efektif

Ingin fokus merawat si kecil yang baru lahir, biasanya menjadi salah satu alasan utama mengapa para ibu menyusui lebih memilih untuk menunda kehamilan.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu khawatir karena ada berbagai alat kontrasepsi (KB) yang bisa jadi pilihan. Pilihan KB mulai dari KB suntik, IUD, implan, hingga pil KB bisa dipakai untuk ibu menyusui.

Seperti melansir dari laman Planned Parenthood, hampir semua jenis alat kontrasepsi aman digunakan ibu menyusui, baik yang hormonal maupun non-hormonal.

Khusus kontrasepsi dengan pil KB, ada dua jenis yang bisa Anda pertimbangkan. Pertama yakni pil KB kombinasi dan kedua yakni pil KB mini.

Dari kedua jenis pil KB tersebut, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui?

1. Pil KB kombinasi

minum pil kb saat puasa

Pil KB kombinasi adalah jenis kontrapsepsi hormonal yang berisi kandungan ethinylestradiol, yakni gabungan dari hormon estrogen dan progestin. Kedua hormon tersebut sebenarnya diproduksi secara alami di dalam tubuh wanita.

Oleh karena itu, pil KB kombinasi juga disebut sebagai versi sintetis dari hormon estrogen dan progestin. Agar kerjanya lebih optimal dalam mencegah kehamilan, kontrasepsi yang satu ini dianjurkan untuk diminum secara rutin setiap hari.

Namun sayangnya, pil KB kombinasi dinilai dapat menurunkan produksi ASI. Akibatnya, pil KB dapat membuat jangka waktu pemberian ASI eksklusif bisa lebih singkat daripada seharusnya.

Hal ini diduga karena adanya pengaruh dari hormon estrogen yang ada di dalam pil KB kombinasi. Atas dasar inilah, pil KB kombinasi biasanya tidak terlalu disarankan untuk diminum oleh ibu menyusui.

Terlebih karena pil KB kombinasi dapat menyebabkan penggumpalan darah jika dikonsumsi dalam beberapa minggu setelah kelahiran atau di masa awal untuk ibu mulai menyusui.

Inilah mengapa pemberian pil KB kombinasi biasanya baru diberikan dokter dalam 5-6 minggu setelah melahirkan.

2. Pil KB mini

manfaat pil kb minum pil kb

Sementara itu, pil KB mini atau disebut juga minipill, hanya mengandung progestin di dalamnya, mengutip dari Mayo Clinic.

Melihat dari kandungannya, mungkin Anda sudah mulai bisa menilai kalau pil KB mini bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk ibu menyusui dibandingkan dengan pil KB kombinasi.

Ini karena tidak ada kandungan estrogen di dalam pil KB mini, sehingga dipercaya tidak berpengaruh terhadap produksi ASI.

Pil KB mini yang hanya mengandung hormon progesteron atau progestin justru dapat membantu melancarkan atau memperbanyak produksi ASI.

Biasanya, ibu menyusui bisa mulai menggunakan pil KB mini setelah sekitar 6 sampai 8 minggu usai melahirkan. Pil KB mini umumnya bisa diperoleh atas resep dokter.

Aturan minum pil KB mini

Setiap kemasan pil KB mini terdiri dari 28 pil, dengan rincian 21 pil berisi hormon dan sisa 7 lainnya berupa pil kosong atau tidak mengandung hormon. Cara minum pil KB mini pada dasarnya sama seperti pil KB kombinasi.

Sebelumnya dijelaskan bahwa pil KB kombinasi harus diminum rutin setiap hari, termasuk untuk ibu menyusui. Sedikit bedanya dengan pil KB kombinasi, selain harus diminum setiap hari, pil KB yang satu ini juga sebaiknya diminum di waktu yang sama.

Selama 21 hari Anda harus minum sebanyak 21 pil hormon setiap harinya di waktu yang sama dan dilanjutkan dengan 7 pil kosong selama 7 hari.

Selama satu minggu masa minum pil kosong ini, Anda akan menstruasi seperti biasa. Aturan bahwa pil KB mini  harus diminum setiap hari di jam yang sama ternyata memiliki alasan tersendiri.

Aturan minum pil KB ini bertujuan menjaga agar kadar hormon di dalam tubuh ibu menyusui tetap stabil. Pasalnya, pil KB mini mengandung lebih sedikit hormon progestin dibandingkan dengan pil KB kombinasi (pil yang berisi progesteron dan estrogen).

Ini dapat menyebabkan kerja hormon progestin dalam pil KB mini hanya mampu bertahan selama 24 jam pada lendir serviks (leher rahim), tepat saat Anda meminumnya.

Padahal, lendir serviks bertugas untuk menghalangi masuknya sperma ke dalam rahim saat berhubungan intim.

Dampak tidak minum pil KB mini tepat waktu

Ketika pil KB mini untuk ibu menyusui tidak diminum tepat waktu, kemungkinan dapat berisiko menyebabkan kehamilan. Segera minum dosis pil KB mini yang terlewat ketika Anda ingat.

Tidak masalah untuk minum dua pil ini sekaligus dalam satu hari, asal tidak lebih dari 12 jam di hari yang sama. Setelahnya, lanjutkan untuk minum dosis pil ini seperti biasa selama ibu sedang menyusui.

Anda juga bisa menggunakan alat kontrasepsi cadangan, seperti kondom, atau menghindari berhubungan seks sementara waktu guna mencegah kemungkinan terjadinya kehamilan. Khususnya jika sudah terlewat minum pil KB mini lebih dari 2 hari.

Mana yang lebih efektif untuk mencegah kehamilan?

cepat hamil setelah berhenti KB

Pada dasarnya, pil KB kombinasi dan pil KB mini sama-sama efektif untuk mencegah kehamilan. Terlebih jika dikonsumsi secara konsisten setiap hari, sesuai dengan dosis dan cara minum yang benar.

Namun secara keseluruhan, pil KB mini sebenarnya agak kurang efektif dibandingkan dengan pil KB kombinasi, termasuk selama masa menyusui. Kemanjuran pil KB kombinasi untuk mencegah kehamilan bisa mencapai 99 persen jika digunakan dengan tepat.

Sementara tingkat kesuksesan pil KB mini hanya mencapai sekitar 95 persen. Selain itu, pil KB mini juga tidak begitu efektif untuk mempersingkat masa subur (ovulasi) pada ibu menyusui.

Adakah efek samping minum pil KB untuk ibu menyusui?

Aturan mengonsumsi obat batuk untuk ibu menyusui

Baik pil KB kombinasi maupun pil KB mini, sama-sama berisiko menimbulkan berbagai efek samping untuk ibu menyusui, yakni:

Umumnya, efek samping pil KB untuk ibu menyusui ini bersifat ringan dan sementara. Namun, pada beberapa kasus, pil KB dapat meningkatkan risiko depresi akibat perubahan mood drastis dan adanya pembentukan kista pada ovarium.

Di sisi lain, seperti yang sempat disinggung sebelumnya, pil KB mini dengan kandungan progestin tidak menunjukkan efek buruk pada kelancaran proses menyusui untuk ibu di masa ini.

Jumlah hormon progestin yang ikut masuk ke dalam aliran ASI sangat sedikit, sehingga dipercaya tidak berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil.

Jangan lupa konsultasikan dengan dokter

tes kesehatan sebelum menikah untuk wanita

Pada dasarnya, pada enam bulan setelah melahirkan, seorang ibu menyusui yang belum mengalami siklus menstruasinya kembali memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami ovulasi. Artinya, indung telur belum ‘siap’ untuk melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Dengan begitu, kehamilan pun sangat kecil kemungkinannya.

Akan tetapi, bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi sama sekali. Apalagi jika Anda sudah mulai mengalami siklus menstruasi lagi. Selain itu, kemungkinan Anda mengalami kehamilan juga semakin meningkat jika Anda juga memberikan susu lain selain ASI ekslusif kepada bayi Anda.

Salah satu hal yang paling bijak yang bisa Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi tertentu, termasuk minum pil KB saat menyusui.

Berkonsultasi kepada dokter tergolong penting demi menghindari efek samping dan risiko yang mungkin terjadi. Pertimbangkan juga kemungkinan produksi ASI nantinya, saat ibu menggunakan pil KB kombinasi maupun mini untuk mencegah kehamilan.

Dokter akan mengecek riwayat kesehatan Anda, dan menanyakan serangkaian hal lainnya untuk membantu memilihkan metode kontrasepsi yang aman dan efektif.

Jika ibu menyusui memutuskan untuk kembali hamil di saat sedang rutin minum pil KB, sebaikya konsultasikan ke dokter agar tahu kapan waktu yang tepat untuk menghentikannya. Biasanya, kesuburan Anda akan kembali segera setelah menghentikan dosis minum pil KB.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 7, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca