home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Cepat Bisa Hamil Lagi Setelah Melahirkan?

Seberapa Cepat Bisa Hamil Lagi Setelah Melahirkan?

Seberapa cepat Anda bisa hamil lagi setelah melahirkan? Pertanyaan itu biasanya menghinggapi para ibu yang ingin secepatnya hamil lagi setelah melahirkan normal.

Biasanya seorang ibu akan melalui siklus postpartum pertama yang berlangsung 4-24 minggu setelah bayi lahir. Namun, apakah setelah melewati siklus itu bisa hamil langsung? Yuk, ketahui penjelasannya di bawah ini.

Hamil setelah melahirkan, seberapa cepat?

Pasangan suami istri yang kembali merencanakan kehamilan, seorang ibu perlu mengetahui kapan rahimnya sudah berovulasi. Setelah melahirkan secara normal, rahim membutuhkan waktu untuk membersihkan diri serta menyiapkan ruang untuk memproduksi dan melepas sel telur yang matang untuk dibuahi.

Untuk mencapai masa ovulasi, rahim membutuhkan waktu selama enam minggu setelah melahirkan. Namun, setiap perempuan memiliki waktu yang berbeda untuk berovulasi. Agak sulit memang mengetahui waktu yang tepat apakah seorang ibu sudah berovulasi.

Menstruasi pertama yang datang pascamelahirkan, menjadi tanda seorang ibu sudah bisa berovulasi dan bisa kembali hamil. Proses pembuahan sel telur, didukung melalui hubungan intim pasangan suami istri.

Dokter kandungan biasanya menyarankan pasangan suami istri dapat berhubungan intim setelah minggu keempat hingga minggu keenam setelah melahirkan normal.

Namun, belum tentu ibu dapat kembali hamil setelah melakukan hubungan intim sesuai waktu yang direkomendasikan dokter kandungan. Ada ibu yang dapat hamil sebelum masa menstruasi pertama tiba, ada ibu yang bisa kembali hamil berbulan-bulan kemudian setelah menstruasi pertama.

Peluang kehamilan seorang ibu terkait erat dengan kesuburannya. Ada beragam hal yang memengaruhi faktor kesuburan ibu untuk kembali hamil lagi.

Faktor pemberian ASI juga menentukan Anda bisa hamil lagi

Ibu menyusui batuk dan bayinya

Salah satu faktor yang mempengaruhi ovulasi setelah melahirkan adalah pemberian ASI eksklusif. Menyusui bayi dapat memperlambat datangnya siklus menstruasi. Memberikan ASI eksklusif kepada bayi merupakan metode amenore laktasi, kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan berikutnya dalam waktu dekat.

Selain faktor menyusui, peluang kehamilan ditentukan dari faktor kesuburan dari masing-masing ibu, seperti:

  • gangguan tidur
  • sakit
  • stres

Untuk ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif, siklus ovulasi dapat datang lebih cepat. Menstruasi pertama kembali sekitar enam minggu setelah melahirkan. Sehingga peluang kehamilannya lebih tinggi.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa rata-rata ovulasi pada ibu nonlaktasi jatuh pada minggu ke-74 kelahiran. Selalu ada kemungkinan kehamilan dalam jarak dekat pasca persalinan. Nah, lantas kapan waktu terbaik untuk hamil lagi setelah melahirkan?

Menunggu saat ideal untuk kembali hamil setelah melahirkan

hamil anak kembar

Mungkin saja Anda tak sabar untuk menantikan masa-masa kehamilan lagi. Alangkah baiknya untuk memberi jeda antara masa kelahiran dengan kehamilan berikutnya.

Waktu ibu sebaiknya difokuskan untuk merawat si kecil, hingga pada waktunya Anda betul-betul siap untuk hamil kembali setelah melahirkan.

Idealnya, ibu perlu menunggu paling tidak 12 bulan setelah masa kehamilan. Hal ini direkomendasikan oleh US Department of Health and Human Services.

Sebelum memutuskan untuk hamil lebih cepat, ayah dan ibu perlu memikirkan lagi dampak buruknya bagi kelahiran kedua. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology penelitian pun mengatakan bahwa risiko kelahiran prematur dengan bobot berat di bawah normal. Hal ini lebih mungkin terjadi pada jarak (kelahiran dan kehamilan) 6 bulan dibandingkan kehamilan jarak 18-23 bulan.

Agar bayi tetap sehat dan ibu dan ayah bisa fokus merawat bayi, penting untuk memerhatikan jarak kehamilan berikutnya. Dengan demikian, pada persalinan selanjutnya bayi bisa lahir sehat dan bertumbuh dengan optimal. Oleh karena itu, pertimbangkan matang-matang dan recanakan waktu terbaik untuk hamil lagi setelah melahirkan.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Soon After Giving Birth Can You Get Pregnant? https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/how-soon-can-you-get-pregnant-after-giving-birth/. Diakses 29 November 2019.

How Soon Can You Get Pregnant After Having a Baby? https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-soon-can-you-get-pregnant-after-baby. Diakses 29 November 2019.

Conde-Agudelo, A., Rosas-Bermúdez, A., & Kafury-Goeta, A. (2006). Birth Spacing and Risk of Adverse Perinatal Outcomes. JAMA295(15), 1809. doi: 10.1001/jama.295.15.1809. Diakses 29 November 2019.

Jackson, E., & Glasier, A. (2011). Return of Ovulation and Menses in Postpartum Nonlactating Women. Obstetrics & Gynecology117(3), 657-662. doi: 10.1097/aog.0b013e31820ce18c. Diakses 29 November 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x