11 Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Produksi ASI Berkurang

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Tidak sedikit ibu menyusui – terlebih bagi ibu baru – yang sebenarnya dapat memproduksi ASI yang cukup tapi masih diliputi rasa khawatir tentang persediaan ASInya. Seberapa pun ASI yang sudah dihasilkan, para ibu mungkin masih dilanda rasa takut jika si kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup. Padahal, terlalu cemas akan hal ini justru bisa bikin produksi ASI menurun atau bahkan berhenti menyusui. Selain faktor pikiran, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang ternyata dapat mengganggu produksi ASI Anda. Apa saja?

Hindari 11 kebiasaan ini jika tak ingin produksi ASI berkurang

Anda harus tahu apa saja kebiasaan yang bisa bikin produksi ASI menurun. Ya, pasalnya ada banyak kebiasaan yang tak disadari Ibu lakukan, sehingga suplai ASI berkurang.

Berbagai kebiasaan yang dapat menurunkan produksi ASI adalah sebagai berikut:

1. Kelelahan setelah persalinan

Wajar jika Anda merasa lelah ketika masa setelah persalinan. Di masa itu, Anda diharuskan untuk menyusui sekaligus memulihkan diri. Nah, kebanyakan ibu justru mengalami penurunan produksi ASI saat itu. Masa-masa transisi ini yang menjadi salah satu penyebab produksi ASI berkurang.

Oleh karena itu, berikan waktu bagi tubuh Anda untuk berisitirahat dengan cukup. Mintalah bantuan suami untuk memenuhi segala kebutuhan Anda saat tubuh terasa lelah.

2. Mengalami penyakit tertentu

Mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit infeksi, dapat menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit ASI. Bila Anda merasakan gejala-gejala penyakit tertentu dan bersamaan dengan produksi ASI yang menurun, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Hipotiroidisme dan anemia adalah dua penyakit yang dapat memengaruhi produksi ASI. Bila Anda terkena infeksi tertentu, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut. Pastikan dokter Anda tahu bahwa Anda sedang menyusui sehingga pemberian obatnya disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

3. Minum terlalu banyak kafein

Konsumsi soda, kopi, teh, coklat, atau minuman berkafein lainnya umumnya aman untuk dikonsumsi. Namun, bila dikonsumsi secara berlebihan, hal ini dapat membuat produksi ASI menurun. Tidak hanya bagi ibu, kafein yang Anda minum juga bisa memengaruhi kesehatan si kecil.

Saat Anda mengonsumsi kopi atau teh maka kandungan kafeinnya bisa terserap oleh ASI dan masuk ke dalam tubuh si kecil saat menyusui. Akibatnya, bayi bisa mengalami masalah tidur dan mudah rewel.

4. Menjadi perokok aktif

Kebiasaan merokok dapat mengganggu pelepasan oksitosin dalam tubuh ibu. Oksitosin diketahui menjadi hormon yang merangsang respon let-down reflex, yaitu refleks ibu untuk mengeluarkan ASI dari dalam payudara dan mengalir keluar dari tubuh sampai masuk ke mulut bayi.

Jika refleks let-down tidak berfungsi dengan baik, ASI tidak akan mengalir keluar dari payudara ibu dan pada akhirnya kebutuhan ASI untuk si kecil tidak terpenuhi.

5. Minum alkohol

Sama seperti merokok, alkohol juga dapat menghalangi respon let-down reflex pada ibu. Selain itu, alkohol bahkan dapat mengubah rasa ASI yang tidak disukai oleh si kecil. Akibatnya, si kecil menjadi malas menyusui.

Tidak hanya menurunkan suplai ASI, minum alkohol berlebihan juga dapat membuat bayi Anda berisiko mengalami keterlambatan perkembangan.

kontrasepsi hormonal

6. Minum pil KB

Bila Anda mulai mengonsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan selanjutnya, maka ini bisa memengaruhi suplai ASI Anda. Sebab, pil KB mengandung hormon estrogen yang dapat menurunkan produksi susu.

Di sinilah pentingnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang aman saat masa menyusui, tanpa mengurangi produksi ASI. Misalnya dengan alat kontrasepsi yang hanya mengandung progestin seperti implan atau suntik KB yang tidak mengganggu produksi ASI.

7. Tidak mengelola stres dengan baik

Menjadi seorang ibu wajib menjaga kesehatan fisik dan psikis. Pasalnya, tekanan yang menyebabkan stres fisik, emosional, maupun psikologis dapat mengurangi produksi ASI. Ambil contoh, Anda merasa malu dan membutuhkan privasi saat ingin menyusui. Sekecil apapun perubahan emosional tersebut bisa mengganggu refleks let-down saat menyusui.

Penyebab stres lainnya seperti rasa gelisah, rasa sakit, masalah finansial, atau masalah dengan suami juga dapat menurunkan produksi ASI. Bicaralah dari hati ke hati dengan suami bila Anda mengalami masalah yang memenuhi pikiran Anda.

8. Konsumsi rempah-rempah atau herbal secara berlebihan

Dilansir dari laman Verywell, beberapa ramuan herbal dapat menurunkan jumlah ASI bila dikonsumsi secara berlebihan. Contoh herbal atau rempah-rempah tersebut adalah peterseli, oregano, dan daun mint. Segera konsultasikan pada dokter bila Anda rutin mengonsumsi obat herbal tertentu.

9. Konsumsi obat-obatan tertentu

Hati-hati saat Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu selama menyusui. Pasalnya, beberapa jenis obat – baik obat resep maupun obat bebas – dapat mengganggu hormon oksitosin, yang mengatur produksi ASI. Obat-obatan seperti obat alergi, obat flu, dan diuretik dapat menurunkan suplai ASI.

Karena itu, Anda wajib memberitahukan dokter bahwa Anda sedang menyusui sebelum dokter meresepkan obat apapun. Tanyakan pula tentang obat bebas yang boleh Anda konsumsi untuk mengobati penyakit Anda.

10. Sedang hamil lagi

Produksi ASI memang cenderung menurun bila Anda sedang hamil meski masih aktif menyusui. Hal ini disebabkan karena hormon kehamilan yang diketahui dapat menurunkan produksi ASI.

11. Pola makan

Sering begadang akibat menyusui hingga tengah malam membuat sang ibu wajib memenuhi kebutuhan makanan dan hidrasinya dengan baik. Namun banyak ibu yang ternyata jumlah asupan makanan dan cairannya kurang, atau tak terpenuhi. Padahal hal ini yang kemudian membuat produksi ASI berkurang.

Meski demikian, tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan dan cairan setiap hari agar produksi ASI Anda tetap terjaga. Makanan sehat dan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca