5 Hal yang Membuat ASI Anda Bercampur Darah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

ASI adalah sumber makanan utama dan yang terbaik bagi bayi Anda. ASI yang normal umumnya berwarna putih kekuningan.  Namun, beberapa ibu kerap melaporkan ASI-nya berwarna kemerahan atau pink, tanda ASI bercampur darah. Apa penyebab ASI berdarah? Apakah ASI bercampur darah aman dikonsumsi bayi? Temukan semua jawaban atas pertanyaan Anda di artikel ini.

Apakah ASI bercampur darah aman untuk diminum bayi?

Beberapa ibu yang memiliki ASI berdarah sering ragu untuk menyusui bayinya karena takut darah tersebut akan merusak kandungan nutrisi ASI. Namun, ASI yang bercampur sedikit darah tidak apa untuk dikonsumsi bayi. Aman-aman saja. Selama darahnya tidak terlalu banyak yang tercampur ke ASI, ibu masih bisa memberikan ASI tersebut ke bayi.

Namun perhatikan juga reaksi si kecil saat menyusu. Jika bayi sampai menolak menyusu, ini mungkin tandanya rasa ASI tersebut sudah berubah karena tercampur dengan banyak darah. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuang ASI tersebut dan perah lagi untuk mendapatkan “kloter” ASI yang baru.

Ada baiknya Anda memeriksa dan mengetahui apa penyebab di balik ASI berdarah Anda.

Apa penyebab ASI berdarah?

1. Puting luka

ASI berdarah paling umum disebabkan oleh puting payudara yang terluka. Luka bisa diakibatkan gigitan bayi saat menyusu, isapan bayi yang terlalu kuat, atau bayi yang suka menarik puting ibu saat menyusu.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan salep atau obat pada puting Anda. Pilih obat yang kandungannya aman untuk bayi. Konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk Anda.

2. Pembuluh  darah kapiler di payudara pecah

Pembuluh darah kapiler di payudara bisa pecah dan akhirnya membuat ASI bercampur darah. Ini dapat disebabkan oleh bayi yang mengisap puting terlalu keras, terutama ketika payudara Anda sedang sangat penuh.

Pecahnya pembuluh darah kapiler juga bisa disebabkan oleh tekanan pompa ASI yang terlalu keras. Pastikan saat Anda hendak memompa ASI, payudara dalam posisi yang benar dan rileks.

3. Pembuluh darah bengkak

Pembukuh darah di bagian payudara bisa bengkak dan akhirnya pecah, menyebabkan ASI berdarah. Ini biasa terjadi pada ibu yang baru menyusui, ketika aliran darah ke payudara meningkat seiring dengan perkembangan jaringan di payudara.

Tenang, kondisi ini akan berangsur pulih tanpa memerlukan pengobatan medis seiring berjalannya waktu.

4. Menggunakan pompa ASI

Cara menggunakan pompa yang keliru atau isapan pompa yang terlalu kencang bisa melukai puting sehingga ASI bercampur darah. Alat pompa ASI yang tidak cocok dengan bentuk payudara ibu juga dapat menyebabkan hal ini.

5. Terdapat tumor jinak

Tumor jinak di payudara yang disebut dengan fibrokistik atau papilloma intraductal bisa menyebabkan ASI berdarah.

Meski jinak, ada baiknya Anda memeriksakan setiap perubahan pada penampilan payudara dan puting Anda untuk mendeteksi kemungkinan payudara. Cek juga wujud ASI Anda. Pasalnya, keluar cairan bening (atau bisa berdarah) dari payudara, yang tidak tampak seperti ASI, bisa juga menjadi pertanda kanker payudara atau masalah kesehatan tertentu

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca