home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Power Pumping, Teknik Memompa untuk Tingkatkan Produksi ASI

Power Pumping, Teknik Memompa untuk Tingkatkan Produksi ASI

Kadang kala, produksi air susu ibu (ASI) tidak sebanyak biasanya. Saat merasa produksi ASI seret, ibu perlu mencoba berbagai cara agar si kecil tetap mendapatkan gizi selama masa ASI eksklusif. Nah, penggunaan pompa ASI bisa menjadi cara untuk meningkatkan produksi susu ibu, yaitu dengan teknik power pumping. Berikut penjelasan lengkap seputar power pumping sebagai teknik menambah produksi ASI.

Apa itu power pumping?

tips pompa asi di tempat umum

Mengutip dari International Board Certified Lactation Consultants, power pumping adalah teknik merangsang payudara untuk meningkatkan produksi ASI.

Bagaimana cara kerja power pumping atau cluster pumping sehingga bisa menambah suplai ASI? Teknik ini bekerja dengan durasi dan intensitas memompa yang lebih sering.

Pola cluster pumping sebenarnya meniru frekuensi bayi saat menyusu ketika mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan.

Fase tersebut membuat bayi lebih ingin lama dan sering menyusu dari biasanya.

Saat bayi menyusu lebih sering dan lama, tubuh ibu melepaskan hormon prolaktin dari kelenjar pituitari.

Hormon tersebut memberi pesan kepada payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Namun, hal yang perlu ibu ingat berkurangnya produksi ASI bisa terjadi karena berbagai faktor.

Ambil contoh, saat ibu sedang menstruasi, melewatkan jadwal memompa ASI, atau bayi sudah mulai MPASI.

Kondisi yang membuat ibu perlu melakukan power pumping

pompa ASI elektrik

Sebelum mencoba teknik cluster pumping, ibu perlu mengetahui penyebab menurunnya produksi ASI.

Ibu tidak perlu melakukan power pumping bila produksi ASI menurun karena sedang menstruasi, ada kerusakan pada pompa ASI, atau daya isap alat berkurang.

Inti dari pemberian ASI adalah sesuai dengan kebutuhan bayi.

Tanda-tanda bayi kekurangan ASI yaitu:

  • berat badan bayi tidak naik atau justru mengalami penurunan,
  • frekuensi buang air kecil berkurang (hanya 6 kali ganti popok dalam 24 jam) dan
  • urine bayi berwarna kuning gelap, seharusnya bening dan jernih.

Jika bayi mengalami kondisi di atas, tandanya ia kekurangan ASI dan ibu butuh melakukan power pumping agar produksi ASI meningkat.

Cara melakukan power pumping

melakukan power pumping

Sebenarnya, tidak ada cara yang saklek dalam melakukan teknik cluster pumping, baik dari segi durasi atau jadwal saat memompa ASI.

Inti dari power pumping adalah mengosongkan payudara lebih sering sehingga memberi tanda agar memproduksi ASI lebih banyak secara cepat.

Ada baiknya ibu melakukan teknik ini selama satu jam setiap hari. Namun, ada juga ibu yang bisa melakukan ini dalam waktu 2 jam.

Pastikan saat melakukan cluster pumping tidak ada gangguan di sekitar sehingga ibu bisa lebih rileks.

Ibu bisa memompa ASI dengan teknik ini sebelum matahari terbit, yakni sekitar jam 3 pagi. Ini karena pada waktu tersebut produksi ASI sedang meningkat dan bayi sedang tertidur.

Namun, ibu bisa sesuaikan dengan kondisi, keinginan, dan kenyamanan. Berikut cara melakukan power pumping yang perlu ibu pahami.

  1. Pompa 20 menit.
  2. Istirahat 10 menit.
  3. Pompa lagi 10 menit.
  4. Istirahat 10 menit.
  5. Lanjutkan memompa 10 menit.

Ibu bisa mengulang jadwal ini sekali atau dua kali dalam sehari. Bila merasa durasinya terlalu lama, ibu bisa mencoba jadwal power pumping berikut.

  1. Pompa 5 menit.
  2. Istirahat 5 menit.
  3. Lanjut memompa 5 menit.
  4. Istirahat 5 menit.
  5. Pompa lagi selama 5 menit.

Untuk jadwal di atas, ibu bisa mengulangnya sebanyak 5-6 kali dalam sehari. Coba laukan power pumping ini setelah selesai menyusui.

Perhatikan jenis pompa ASI dan waktunya

Ibu perlu memperhatikan jenis pompa ASI yang akan digunakan. Sebaiknya, ibu gunakan jenis pompa ASI elektrik tipe ganda dengan dua corong.

Pemakaian pompa ASI manual akan membuat ibu lebih cepat lelah sebelum menyelesaikan satu sesi cluster pumping.

Saat sedang menyusui dan ingin mencoba power pumping, ibu bisa melakukannya dalam waktu yang bersamaan.

Bila memungkinkan, biarkan payudara sebelah kanan tetap menyusui bayi, sedangkan sebelah kiri sambil memompa ASI.

Dengan catatan, lakukan hal ini setiap kali ibu menerapkan jadwal cluster pumping yang berbeda.

Mengutip dari Fed Is Best Foundation, sebagian ibu sudah merasa cukup dengan produksi ASI dengan melakukan teknik ini selama 3 hari setiap pagi dan malam.

Namun, ada juga yang melakukan teknik ini sampai 7 hari berturut-turut untuk hasil maksimal.

Hal yang harus ibu perhatikan saat melakukan teknik ini

pompa ASI manual

Teknik memperbanyak ASI ini akan membuat ibu lebih cepat haus, lapar, dan lelah.

Agar lebih optimal saat sedang memompa ASI, berikut beberapa hal yang perlu ibu perhatikan.

Tidak perlu khawatir bila ASI ibu terlihat sedikit, hal yang paling penting bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Pastikan ibu tetap melihat tanda bayi sehat untuk memantau kondisi kesehatan si kecil.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

“Power-Pumping” SUper Stimulation for Milk Production. (2021). Retrieved 28 July 2021, from https://cdn.website-editor.net/fbecae35f0d04078b90baf90c3032ed5/files/uploaded/EN%20Power-Pumping.pdf

Breastfeeding Overview. (2021). Retrieved 28 July 2021, from https://services.aap.org/en/patient-care/breastfeeding/breastfeeding-overview/

Breastfeeding FAQs: How Much and How Often (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2021). Retrieved 28 July 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-often.html

Increasing supply. (2021). Retrieved 28 July 2021, from https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/common-concerns%E2%80%93mum/supply

Breast-feeding basics. (2021). Retrieved 28 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-feeding/art-20047138

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 03/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita