home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Upaya Mengatasi Payudara Bengkak Usai Melahirkan

9 Upaya Mengatasi Payudara Bengkak Usai Melahirkan

Agar kebutuhan gizi bayi terpenuhi dengan baik sejak baru lahir, dibutuhkan produksi ASI yang cukup. Namun, bagaimana jika payudara ibu membengkak setelah melahirkan? Tentunya kondisi ini membuat Anda merasa tidak nyaman. Jangan khawatir, yuk, cari tahu cara mengatasi payudara bengkak setelah melahirkan di sini!

Cara mengatasi payudara bengkak setelah melahirkan

susu untuk ibu menyusui

Menyusui tentunya merupakan kegiatan yang membahagiakan.

Namun, rasa sakit akibat payudara yang bengkak sering kali mengganggu kelancaran proses menyusui dan membuat ibu merasa tidak nyaman.

Menurut American Academy of Pediatrics, sakit dan bengkak pada payudara sebenarnya merupakan kondisi yang wajar ibu alami. Ini karena payudara sedang terisi ASI dalam jumlah yang cukup banyak.

Meski begitu, bukan berarti Anda mengabaikan jika mengalami payudara bengkak. Sebab, bila tidak segera diatasi, hal ini dapat menyebabkan ibu kesakitan, demam, bahkan berisiko mastitis.

Agar tidak bertambah parah, simak cara mengatasi payudara bengkak setelah melahirkan berikut ini.

1. Menyusui segera setelah melahirkan

Payudara biasanya mulai membesar sejak kehamilan trimester ketiga sampai waktu persalinan.

Jika Anda segera menyusui bayi setelah ia lahir, ukuran payudara Anda akan mulai kembali normal dalam waktu dua sampai tiga hari.

Menunda menyusui dapat menyebabkan payudara bengkak karena ASI yang menumpuk.

Selain itu, si kecil pun tidak mendapatkan kolostrum yaitu ASI pertama yang sangat bermanfaat untuk daya tahan tubuhnya.

Bila Anda diharuskan terpisah dengan si kecil karena alasan medis tertentu, usahakan tetap memberikan ASI dengan cara memerahnya kemudian memberikannya melalui botol.

2. Rutin menyusui

Hal yang paling sering menyebabkan payudara bengkak setelah melahirkan adalah karena tidak menyusui secara rutin atau bahkan pernah berhenti menyusui dalam waktu yang cukup lama.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa idealnya bayi baru lahir disusui setiap 1,5-2 jam sekali dengan durasi sekitar 10 sampai 15 menit.

Nah, untuk mencegah dan mengatasi payudara bengkak setelah melahirkan, usahakanlah menyusui sesuai anjuran tersebut.

Bila perlu, buatlah jadwal menyusui secara teratur agar jamnya tidak terlewatkan. Pastikan pula memberi ASI setiap kali si kecil menginginkannya.

3. Rutin memerah ASI

Bila Anda berada di tempat yang terpisah dengan si kecil, misalnya karena urusan pekerjaan atau masalah lainnya, bukan berarti Anda tidak perlu mematuhi jadwal menyusui.

Tetaplah patuhi jadwal tersebut dengan cara dengan memerah ASI pada jam-jam yang sudah Anda tentukan atau bila payudara terasa penuh.

Selain dapat mencegah payudara bengkak, rutin memerah ASI juga membantu ketersediaan cadangan ASI untuk si buah hati.

Jangan lupa menyimpan ASI perah dalam tempat yang bersih dan menjaga suhunya agar tidak basi.

4. Mengompres payudara

Cara mengatasi payudara yang bengkak setelah melahirkan yang cukup efektif adalah dengan mengompresnya. Kompreslah dengan air hangat sesaat sebelum menyusui.

Bila memungkinkan, cobalah mandi atau berendam air hangat agar peredaran darah lancar dan bengkak mereda.

Mengutip University of Michigan Health, bila bengkaknya cukup parah, cobalah mengompres payudara dengan air es atau es batu setiap jam selama 15 menit.

Hal ini bertujuan untuk mengatasi rasa nyeri dan mengurangi bengkak.

Agar kulit payudara tidak rusak, letakkan selembar kain tipis untuk melapisi payudara agar tidak bersentuhan langsung dengan kompres es.

apakah mastitis dapat menyebabkan kanker

5. Keluarkan ASI sedikit

Agar bengkak tidak bertambah parah, cobalah mengeluarkan ASI sedikit. Perahlah menggunakan tangan atau pompa ASI hingga payudara sedikit lebih ringan.

Keluarkan sedikit saja karena jika Anda mengeluarkannya terlalu banyak, payudara akan lebih banyak memproduksi ASI kembali dan mungkin bisa membuat bengkaknya semakin buruk.

Jangan lupa untuk memijat payudara dengan lembut saat menyusui untuk membantu ASI keluar dengan lancar.

6. Mengubah posisi saat menyusui

Menyusui dengan posisi yang berubah-ubah juga dapat Anda lakukan sebagai cara untuk mengatasi bengkak pada payudara usai melahirkan, misalnya menyusui sambil berbaring, kemudian jeda sebentar lalu duduk.

Setiap berganti posisi, pastikan Anda tetap menjaga posisi menyusui yang benar.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak tersedak, payudara tidak menutupi hidung si kecil, bayi dapat mengisap dengan baik, dan aliran ASI lancar.

7. Menyusui sampai payudara kosong

Untuk mencegah payudara bengkak setelah melahirkan, pastikan bayi menyusui salah satu payudara dulu sampai kosong.

Selanjutnya, barulah berpindah ke payudara sebelahnya bila si kecil belum kenyang.

Selain itu, jangan batasi waktu saat bayi menyusu. Tujuannya agar ia bisa menyusu sampai tuntas dan ASI tidak bersisa. ASI yang tersisa pada payudara dapat menyebabkan bengkak.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan mastitis akibat infeksi bakteri pada sisa ASI tersebut.

8. Gunakan bra yang tepat

Menggunakan bra yang terlalu ketat dapat menekan payudara sehingga menyebabkan saluran ASI tersumbat. Selain membuat payudara terasa sakit, bra tersebut juga dapat membuatnya bengkak.

Untuk mencegah dan mengatasi payudara bengkak setelah melahirkan, pastikan Anda mengenakan bra dengan ukuran yang lebih besar.

Hindari pula mengenakan bra terlalu lama. Bila tidak terlalu diperlukan, misalnya pada saat tidur dan beristirahat, lepaskanlah bra agar payudara dapat lebih bebas.

Selain itu, kenakanlah pakaian yang longgar agar payudara tidak tertekan.

9. Minum obat

Selain melakukan perawatan pasca melahirkan di atas, Anda bisa minum obat untuk mengatasi nyeri seperti paracetamol, terutama bila rasa nyerinya cukup mengganggu aktivitas,

Namun, hindari meminumnya sesaat sebelum menyusui si kecil. Paracetamol cukup aman bagi ibu menyusui.

Meski begitu, sebaiknya mintalah saran dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat tersebut atau obat lainnya.

Dokter akan memberikan pertimbangan apakah perlu minum obat atau tidak.

Selain itu, bila diperlukan, Anda akan diberikan obat-obatan tambahan dan saran pengobatan yang tepat untuk meredakan bengkak pada payudara agar tidak semakin parah.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Engorgement. (2019). Retrieved 13 September 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Engorgement.aspx

Engorgement | La Leche League International. Retrieved 13 September 2021, from https://www.llli.org/breastfeeding-info/engorgement/

Breast Engorgement | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 13 September 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/hw133953

Staff, f. (2020). Mastitis – Symptoms – Treatment | familydoctor.org. Retrieved 13 September 2021, from https://familydoctor.org/condition/mastitis/

IDAI | Nilai Menyusui. (2013). Retrieved 13 September 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 16/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto