home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengatasi Payudara Bengkak Usai Melahirkan

Mengatasi Payudara Bengkak Usai Melahirkan

Sebelum melahirkan, tubuh ibu sudah bersiap untuk kehadiran sang buah hati. Payudara ibu mulai membesar sebagai persiapan untuk menyusui bayi. Mungkin bagi sebagian dari Anda, hal ini menyebabkan perasaan tidak nyaman karena payudara terasa lebih besar dan berat. Tapi, demi si buah hati, ini tidak menjadi masalah bukan? Anda hanya perlu menerima segala perubahan yang terjadi pada diri Anda, dan ingat bahwa sebentar lagi Anda akan menjadi ibu.

Bagaimana payudara ibu berubah saat kehamilan?

Payudara ibu mulai membesar pada saat 6-8 minggu usia kehamilan, tetapi mungkin hal ini berbeda antar individu. Payudara membesar karena jaringan lemak dan aliran darah meningkat ke payudara, hal ini terjadi untuk membantu pertumbuhan saluran ASI dan kelenjar susu. Payudara yang membesar ini membuat pembuluh darah vena terlihat di permukaan kulit payudara ibu. Selain itu, puting dan daerah gelap pada payudara Anda juga ikut membesar.

Karena ukuran payudara yang makin membesar, sebagian dari Anda mungkin merasakan nyeri pada payudara. Menambah ukuran bra satu sampai dua nomor di atas mungkin diperlukan untuk memberikan kenyamanan.

Menginjak usia kehamilan yang lebih tua, beberapa ibu mungkin mengalami kebocoran pada payudaranya, yaitu keluarnya cairan kolostrum (ASI pertama) dari payudara ibu. Ini merupakan hal yang normal terjadi. Sebaiknya letakkan kain pada payudara Anda untuk menanggulangi hal ini.

Bagaimana payudara ibu setelah melahirkan?

Payudara masih akan membesar setelah Anda melahirkan. Ukuran payudara yang membesar menjadi tanda bahwa payudara Anda memproduksi banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi. Setelah melahirkan, hormon estrogen dan progesteron menurun dan hormon prolaktin, yaitu hormon yang memproduksi ASI, mulai dilepaskan dan lama-kelamaan produksinya meningkat. Selain itu, aliran darah juga meningkat ke payudara untuk membantu payudara memproduksi ASI.

Setelah plasenta terlepas dan keluar dari tubuh, tubuh mulai melepaskan hormon prolaktin. Hormon prolaktin ini kemudian akan memberi sinyal pada payudara untuk memproduksi ASI. Produksi ASI juga dirangsang oleh isapan bayi, oleh karena itu Anda sangat disarankan untuk segera menyusui bayi setelah bayi lahir.

Jika Anda segera menyusui bayi setelah melahirkan, ukuran payudara Anda akan mulai kembali normal dalam waktu dua sampai tiga hari. Saat pertama kali Anda menyusui, bayi Anda akan mendapat kolostrum yang baik untuk membentuk sistem kekebalan tubuh bayi.

Jika ASI Anda belum keluar setelah melahirkan sehingga Anda tidak menyusui selama beberapa hari, payudara Anda akan membengkak karena ASI terus diproduksi tetapi tidak bisa keluar, terasa berat dan nyeri. Sebaiknya tetap susui bayi, coba untuk susui bayi 8-12 kali dalam sehari walaupun ASI yang keluar hanya sedikit. Hal ini tetap membantu untuk meminimalkan ukuran payudara, setidaknya ASI yang diproduksi oleh payudara ibu ada yang keluar dan ASI tergantikan dengan yang baru. Jika menyusui belum membantu untuk mengembalikan ukuran payudara Anda, Anda bisa mengompres payudara Anda dengan air hangat untuk memicu ASI mengalir keluar.

Jika Anda berencana untuk tidak menyusui bayi, payudara Anda juga akan membengkak karena ASI yang diproduksi tidak dikeluarkan sehingga menumpuk di payudara. Anda mungkin juga merasa tidak nyaman dengan ukuran payudara Anda yang besar, berat, dan terasa nyeri. Itu mengapa sebaiknya Anda susui bayi Anda. Anda disarankan untuk menyusui bayi Anda sampai usia 6 bulan karena ASI merupakan makanan terbaik bayi.

Bagaimana mengatasi payudara yang bengkak?

Normalnya, payudara Anda akan mulai menyusut beberapa hari setelah Anda menyusui bayi Anda. Namun, jika payudara Anda tetap bengkak walaupun sudah menyusui, Anda dapat melakukan hal sebagai berikut:

  • Susui bayi sesering mungkin, setidaknya 8-12 kali dalam sehari. Ini sangat penting dilakukan untuk meringankan bengkak pada payudara Anda. Beri bayi ASI kapan pun ia memintanya, walaupun di tengah malam.
  • Pastikan bayi mengosongkan payudara Anda saat menyusui sebelum berpindah ke payudara yang lain. Serta, jangan batasi waktu bayi menyusu.
  • Pastikan juga bayi menyusu dalam posisi yang nyaman sehingga ia menyusu dengan baik dan ASI keluar dengan lancar.
  • Pijat payudara Anda dengan lembut saat menyusui untuk membantu ASI keluar.
  • Keluarkan ASI Anda menggunakan tangan dengan cara memijat payudara atau Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk membantu meringankan payudara. Keluarkan sedikit saja, karena jika Anda mengeluarkannya terlalu banyak, payudara akan lebih banyak memproduksi ASI lagi dan mungkin bisa membuat pembengkakan lebih buruk.
  • Kompres payudara Anda dengan air hangat sebelum Anda menyusui, dan kompres payudara Anda dengan air dingin setelah menyusui.
  • Kompres payudara Anda dengan daun kol dingin, ini mungkin membantu mengurangi bengkak pada payudara Anda.
  • Pakai bra yang membuat Anda nyaman, jangan terlalu ketat. Sebaiknya pakai bra yang khusus untuk menyusui.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa minum obat acetaminophen setelah Anda selesai menyusui. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat.

BACA JUGA

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

2015. Breast Changes During Pregnancy. Available at http://www.babycenter.com/0_breast-changes-during-pregnancy_262.bc. Accessed August 4, 2016.

Stapleton, Stacey. Breast Changes Before and After Baby. Available at http://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/pregnancy-breast-changes-before-and-after-baby/. Accessed August 4, 2016.

Breast Engorgement Postpartum. Available at http://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/breast-engorgement.aspx. Accessed August 4, 2016.

2014. Breast Engorgement – Overview. Available at http://www.webmd.com/parenting/baby/tc/breast-engorgement-overview. Accessed August 4, 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 10/08/2016
x