backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

10 Penyebab ASI Berkurang Beserta Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Aisya Fikritama, Sp.A · Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

10 Penyebab ASI Berkurang Beserta Ciri dan Cara Mengatasinya

Sebelum bayi berusia 6 bulan, disarankan untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil melalui pemberian ASI yang cukup. Namun, bagaimana jika produksi ASI di dalam tubuh Ibu tiba-tiba berkurang? Hal ini mungkin bisa menjadi masalah tersendiri bagi Ibu, ya. Untuk itu, ketahui penyebab dan cara mengatasi jumlah ASI yang berkurang di bawah ini.

Ciri-ciri ASI berkurang

Mengenali ciri-ciri ASI seret bisa membantu Ibu mendeteksi lebih cepat penyebab ASI berkurang.

Dengan begitu, Ibu juga bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan produksi ASI.

Berikut ini beberapa tanda dan ciri yang dapat menunjukkan bahwa produksi ASI mungkin berkurang.

  • Jumlah popok basah berkurang dalam sehari. Bayi yang mendapatkan cukup ASI biasanya memerlukan 6—8 popok baru dalam sehari.
  • Perubahan berat badan bayi. Pertumbuhan berat badan bayi yang lambat atau justru menurun bisa menjadi tanda si Kecil tidak mendapatkan cukup nutrisi dari ASI.
  • Bayi terlihat tidak puas setelah menyusu Jika bayi terus menerus rewel atau tampak lapar segera setelah menyusu, ini bisa menjadi tanda bahwa ia tidak mendapatkan cukup ASI dan produksi ASI berkurang.
  • Pengosongan payudara yang tidak tuntas. Jika payudara tidak terasa lebih ringan atau kosong setelah menyusui, atau mungkin tidak terjadi refleks ‘let-down (rangsangan pengeluaran ASI), ini mungkin menunjukkan bahwa produksi ASI menurun.
  • Berkurangnya frekuensi menyusui. Bayi biasanya akan menyusu lebih sering untuk merangsang produksi ASI jika mereka tidak cukup mendapatkannya. Frekuensi menyusu yang berkurang bisa menjadi ciri-ciri ASI seret.
  • Perubahan pada payudara. Payudara mungkin tidak terasa sepadat sebelumnya di antara sesi menyusui atau mungkin terasa lebih lembek daripada biasanya.
  • Kurang merasa haus. Ibu menyusui biasanya merasa lebih haus karena produksi ASI yang meningkat. Jika Ibu merasa kurang haus dari biasanya, ini mungkin mencerminkan penurunan dalam produksi ASI.

Penting untuk diingat bahwa banyak faktor dapat memengaruhi pengalaman menyusui setiap ibu. Beberapa tanda di atas mungkin tidak selalu menunjukkan adanya masalah dengan produksi ASI.

Jika Ibu khawatir tentang produksi ASI yang berkurang atau pertumbuhan bayi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau konsultan laktasi untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan bantuan yang sesuai.

Berapa lama ASI penuh kembali?

Waktu yang dibutuhkan untuk ASI penuh kembali (pengisian kembali payudara) dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk umur bayi, keefektifan pengosongan payudara sebelumnya, dan kondisi kesehatan Ibu. Secara umum, payudara biasanya dapat kembali terisi ASI dalam waktu 20—30 menit setelah pengosongan penuh. Namun, proses ini bisa berbeda untuk setiap ibu dan sesi menyusui.

Berbagai penyebab ASI berkurang

menyusui bayi tumbuh gigi

Penurunan produksi ASI bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun emosional. Beberapa penyebab umum kenapa jumlah ASI seret atau berkurang meliputi berikut ini.

1. Asupan nutrisi yang kurang

Asupan kalori dan nutrisi yang tidak cukup dapat memengaruhi produksi ASI dan menjadi penyebab jumlah ASI berkurang.

Menyusui membutuhkan energi tambahan. Maka dari itu, jika Ibu tidak mengonsumsi cukup kalori atau makanan bergizi, produksi ASI bisa terganggu.

2. Dehidrasi

Kurang minum air putih bisa menyebabkan dehidrasi dan menjadi penyebab produksi ASI di dalam tubuh Ibu berkurang.

Ketika tubuh Ibu kekurangan cairan, hal ini bisa memengaruhi keseimbangan air dalam tubuh dan menyebabkan penurunan kemampuan tubuh untuk memproduksi ASI.

Dehidrasi juga dapat memengaruhi produksi hormon prolaktin yang bertanggung jawab atas produksi ASI, sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan jumlah ASI yang cukup.

3. Stres dan kelelahan

Stres, kecemasan, dan kelelahan dapat memengaruhi kadar hormon yang menjadi penyebab produksi ASI berkurang.

Bahkan, melansir dari The University of Texas Southwestern Medical Center, stres dinyatakan sebagai penyebab nomor satu produksi ASI berkurang.

Pasalnya, stres dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh, sehingga mengganggu produksi hormon prolaktin dan memengaruhi jumlah ASI.

4. Penggunaan alat kontrasepsi

Beberapa jenis kontrasepsi, khususnya yang mengandung estrogen, dapat menjadi penyebab produksi ASI menjadi berkurang.

Estrogen dapat menghambat hormon prolaktin. Akibatnya, produksi ASI bisa terganggu dan bahkan menjadi berkurang.

5. Pemakaian botol susu atau dot (pacifier)

Penggunaan botol susu atau dot bisa menyebabkan bayi kurang sering menyusu langsung dari payudara.

Pada gilirannya, hal ini dapat mengurangi rangsangan yang diperlukan untuk produksi ASI, sehingga jumlah ASI juga berkurang.

6. Penyakit atau kondisi medis

Beberapa kondisi medis bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi ASI.

Ini di antaranya sindrom Sheehan (kerusakan pada kelenjar pituitari pascamelahirkan), masalah tiroid, atau perdarahan berlebih setelah melahirkan.

7. Pengeluaran ASI yang tidak efektif

Teknik menyusui yang tidak tepat atau masalah pada pengosongan payudara secara efektif dapat menjadi penyebab produksi ASI berkurang.

Posisi pelekatan mulut bayi yang buruk atau tidak tepat pada payudara dapat menghambat aliran ASI dan mengganggu pengosongan payudara yang efektif.

Pada gilirannya, masalah menyusui ini dapat mengurangi stimulasi pada payudara untuk memicu produksi ASI.

8. Merokok dan mengonsumsi alkohol

Merokok dan mengonsumsi alkohol telah terbukti dapat menyebabkan jumlah produksi ASI berkurang.

Kebiasaan buruk ini dikeahui dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon-hormon yang terlibat dalam produksi ASI.

Salah satunya, nikotin sebagai zat kimia utama dalam rokok bisa menekan produksi hormon prolaktin.

9. Jarang menyusui atau memompa

Semakin sering Ibu menyusui atau memompa, maka semakin banyak ASI yang diproduksi.

Sementara itu, jika frekuensi menyusui atau memompa berkurang, produksi ASI juga bisa menurun.

Hal ini bisa terjadi salah satunya karena pemberian susu formula yang terlalu banyak, sehingga bayi merasa kenyang tanpa menyusu langsung pada Ibu.

10. Pemulihan pascaoperasi

Jika Ibu menjalani operasi caesar atau operasi lainnya, pemulihan fisik bisa memengaruhi energi dan kemampuan Ibu untuk menyusui.

Kondisi tubuh yang masih lemah dapat menjadi penyebab produksi ASI semakin berkurang.

Mengingat peran ASI untuk kebutuhan gizi bayi, penting bagi Ibu untuk secepat mungkin mendeteksi dan mengatasi penyebab ASI yang berkurang.

Berkonsultasi kepada dokter atau konsultan laktasi umumnya dapat memberikan dukungan dan saran yang diperlukan untuk meningkatkan produksi ASI.

Cara mengatasi ASI berkurang

pelekatan menyusui

Mengatasi ASI yang berkurang memang memerlukan usaha yang sabar dan konsisten. Ibu mungkin perlu mencoba beberapa cara hingga bisa mengatasi penyebab dan meningkatkan kembali jumlah ASI yang berkurang di dalam tubuh.

Berikut beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu mengatasi produksi ASI yang menurun atau berkurang.

1. Menyusui dengan cara yang tepat

Menyusui lebih sering dapat meningkatkan produksi ASI. Cobalah untuk menyusui setiap 2—3 jam, termasuk pada malam hari.

Pastikan bayi juga mengosongkan satu payudara sebelum beralih ke payudara yang lain untuk memastikan ia mendapatkan foremilk dan hindmilk.

Gunakan posisi dan cara pelekatan yang tepat untuk memastikan bayi menyusu dengan efektif.

2. Menggunakan pompa ASI

Memompa sesudah menyusui atau di antara sesi menyusui diketahui dapat membantu meningkatkan produksi ASI dengan menstimulasi payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Maka dari itu, pertimbangkan untuk melakukan power pumping, yaitu pemompaan selama satu jam setiap hari selama beberapa hari.

Caranya bisa dengan memompa selama 20 menit, istirahat 10 menit, pompa 10 menit, istirahat 10 menit, dan pompa lagi 10 menit.

3. Mencukupi nutrisi dan hidrasi

Minum cukup air dan makan makanan bergizi secara seimbang sangat penting. Tidak perlu minum air berlebihan, tapi minumlah sesuai dahaga.

Selain itu, konsumsi makanan yang mendukung produksi ASI, seperti oat, almond, dan sayuran hijau.

4. Mendapat istirahat yang cukup dan menghindari stres

Kurang tidur dan stres dapat memengaruhi produksi ASI.

Untuk menghindarinya, Ibu bisa coba untuk istirahat ketika bayi tidur dan cari cara untuk mengelola stres, seperti meditasi atau berjalan kaki.

5. Menghindari rokok dan alkohol

Sebaiknya hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok saat menyusui.

Jika Anda kesulitan untuk berhenti merokok atau mengonsumsi alkohol, sebaiknya konsultasi kepada dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan bantuan dan saran yang diperlukan.

6. Mengonsumsi suplemen dan obat herbal

Beberapa ibu menemukan bahwa suplemen seperti fenugreek, daun katuk, atau blessed thistle bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Namun, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli laktasi sebelum mulai mengonsumsi suplemen apa pun.

7. Meningkatkan kontak fisik dengan bayi

Kontak kulit ke kulit dengan bayi dapat meningkatkan hormon prolaktin yang akan merangsang produksi ASI.

Untuk itu, Ibu bisa coba untuk lebih sering melakukan bonding dengan bayi, terutama sebelum dan sesudah menyusui.

8. Memeriksa alat dan teknik pemompaan

Pastikan pompa ASI bekerja dengan baik dan Ibu menggunakan ukuran corong pompa ASI (flange) yang tepat.

Bukan hanya itu, teknik pemompaan yang efektif juga penting untuk memaksimalkan jumlah ASI yang keluar.

9. Jangan sembarang minum obat

Beberapa obat, termasuk kontrasepsi hormonal tertentu, dapat memengaruhi produksi ASI.

Diskusikan dengan dokter tentang semua obat yang Ibu konsumsi untuk memastikan keamanan obat.

Jika Ibu masih mengalami kesulitan dalam meningkatkan produksi ASI setelah melakukan cara-cara di atas, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau ahli laktasi untuk mengetahui cara yang lebih tepat.

Tenaga medis yang berpengalaman mungkin dapat memberikan saran yang sesuai dengan penyebab ASI berkurang pada Ibu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Aisya Fikritama, Sp.A

Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan