8 Tips Nyaman Menyusui Jika Ibu Memiliki Payudara Besar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bentuk payudara wanita begitu beragam dan unik. Pada dasarnya bentuk payudara seperti apa pun, Anda tetap bisa menyusui dengan lancar. Anda cuma perlu mencari posisi dan teknik yang tepat. Begitu juga dengan Anda yang punya payudara besar. Anda mungkin cemas kalau nanti bayi tersedak atau terhimpit selama menyusui.

Anda tak perlu khawatir. Berikut adalah panduan menyusui bagi ibu yang payudaranya cukup besar. Catat baik-baik, ya.

1. Menopang payudara selama menyusui

Payudara besar butuh penopang agar ibu menyusui dan bayi tetap nyaman. Pasalnya, menyusui dengan payudara berukuran besar bisa menimbulkan masalah seperti sakit pinggang atau sakit punggung.

Maka, Anda bisa mencoba bra khusus menyusui yang mampu menopang payudara dengan kuat. Pilih ukuran dan bentuk yang sesuai. Jangan lupa, cari yang bahannya cukup elastis karena payudara Anda akan terus berubah-ubah ukurannya selama masih menyusui.

2. Ganjal dengan bantal

Saat menyusui, postur tubuh Anda mungkin jadi condong ke depan karena beban dari payudara dan bayi. Hal ini bisa menyebabkan nyeri leher, pundak, dan punggung. Maka, Anda bisa mengganjal bagian bawah payudara dan tubuh bayi dengan bantal supaya posisi keduanya cukup tinggi.

Atau punggung bawah Anda yang diganjal dengan bantal. Dengan begitu, Anda bisa bersandar ke belakang dengan nyaman. Selain itu, posisi payudara serta bayi jadi agak terangkat.

3. Tahan payudara besar dengan tangan

Bila Anda tidak menyusui dengan bra ibu menyusui, Anda bisa mencoba teknik lain. Dengan satu tangan, timang bayi Anda senyaman mungkin. Kemudian dengan tangan yang satunya, tahan payudara Anda supaya posisinya lurus dengan mulut bayi.

Posisikan tangan dan jemari Anda seolah Anda sedang membuat huruf C. Empat jari saling merekat dan ibu jari di bawah. Tahan payudara Anda dengan posisi huruf C ini. Ibu jari ada di atas puting dan empat jari lainnya di bawah.

Tak perlu memijat payudara selama bayi menyusui, cukup pertahankan saja posisi tangan ini dengan lembut. Pastikan agar jemari Anda tidak terlalu dekat dengan puting sehingga menghalangi mulut bayi atau aliran susu.

4. Pastikan payudara cukup lunak bagi bayi

Ukuran yang besar bisa membuat payudara jadi keras karena terlalu banyak ASI. Jika terasa padat dan keras, bayi Anda mungkin tak nyaman dan menolak untuk minum. Jadi sebelum mulai menyusui, usahakan supaya payudara tetap lunak.

Bila terasa padat atau keras, Anda bisa mengeluarkan sedikit ASI pakai pompa atau langsung dengan tangan. Jangan banyak-banyak, cukup sampai payudara kembali melunak.

cara asi dibuat

5. Bila Anda takut bayi tak bisa bernapas

Ibu dengan payudara besar mungkin takut kalau nanti hidung bayi terimpit dan tak bisa bernapas. Namun menurut seorang ahli kesehatan ibu dan anak asal Amerika Serikat Donna Murray, bayi memiliki refleks alamiah untuk bernapas.

Apabila hidung bayi Anda terimpit, ia akan berhenti menyusui, membuka mulutnya, dan bernapas. Kalau bayi Anda melakukan hal ini, segera atur posisi lagi agar hidung bayi Anda cukup terangkat.

6. Menyusui di depan kaca

Anda mungkin kesulitan untuk melihat posisi kepala bayi dan puting dengan jelas. Jadi, kalau Anda masih khawatir bayi tersedak atau terimpit, cobalah untuk menyusui di depan kaca. Anda pun bisa melihat tanda-tanda jika posisi payudara sudah agak turun, wajah bayi terimpit, atau kalau bayi Anda tampak tidak nyaman.

7. Pahami sinyal kalau bayi sudah kenyang

Dengan payudara besar, produksi ASI Anda mungkin lebih banyak dari yang dibutuhkan bayi Anda. Untuk mencegah bayi kebanyakan minum ASI atau tersedak, perhatikan sinyal-sinyal darinya. Misalnya kalau dalam beberapa menit bayi Anda sudah berhenti minum. Pasalnya, bayi sudah bisa merasakan kapan dirinya kenyang.

8. Rajin memeriksa berat badan bayi

Meski bayi sebenarnya bisa merasakan kenyang, kadang bayi Anda mungkin sudah sangat mengantuk ketika menyusui. Hal ini bisa membuatnya tak sadar kalau sudah kebanyakan minum. Untuk itu, Anda harus rajin memeriksakan bayi ke dokter anak.

Dokter akan memeriksa kesehatan dan berat badan bayi Anda secara rutin. Dari pemeriksaan ini akan kelihatan kalau ternyata bayi Anda memang sudah kelebihan berat badan karena kebanyakan minum ASI.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 9, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 14, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca