11 Cara untuk Meningkatkan Produksi ASI Secara Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sejak dilahirkan sampai genap berusia 6 bulan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi (ASI eksklusif). Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI untuk si kecil, khususnya bagi Anda yang baru memiliki bayi. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak ASI?

Bagaimana cara memperbanyak produksi ASI?

Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI yang cukup bagi bayinya. Sebenarnya, produksi ASI masing-masing ibu senantiasa bisa mencukupi kebutuhan bayi.

Hanya saja, jumlah ASI yang dihasilkan setiap ibu bisa berbeda-beda. Berawal dari sinilah, para ibu menyusui, mungkin termasuk Anda, giat mencari cara untuk memperbanyak ASI.

Penting untuk diperhatikan juga. Jika Anda merasa ada yang berbeda dengan payudara, perilaku bayi, frekuensi menyusu, maupun jumlah ASI yang keluar saat dipompa, bukanlah patokan pasti dalam menentukan kecukupan produksi ASI.

Ada berbagai alasan yang mendasari mengapa bayi menangis, rewel, atau tampak tidak nyaman saat menyusu. Akan tetapi, perilaku tersebut bukan selalu berarti bahwa persediaan ASI Anda kurang.

Pasalnya, sedang sakit, tumbuh gigi, atau merasa terlalu lelah, bisa menjadi penyebab mengapa bayi rewel saat menyusu. Namun, perbedaan jumlah ASI pada setiap ibu menyusui, bahkan produksi ASI yang dirasa sangat sedikit, kemungkinan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari kondisi emosional seperti stres dan kecemasan saat ini, kondisi medis tertentu, maupun konsumsi obat-obatan. Contoh obat yang berpengaruh pada pasokan ASI seperti obat sinus dan alergi, maupun penggunaan kontrasepsi hormonal.

Di samping itu, pernah menjalani operasi payudara, frekuensi menyusui yang jarang, bayi lahir prematur, merokok, dan minum alkohol, turut andil sebagai penyebab ASI sedikit. Namun, tak perlu khawatir.

Bagi Anda yang ingin memastikan persediaan ASI untuk bayi senantiasa terpenuhi, ada beberapa cara yang bisa Anda upayakan untuk membantu memperbanyak jumlah ASI.

Meski begitu, lama waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan pasokan ASI tidak selalu sama pada setiap ibu. Kondisi ini tergantung dari jumlah ASI yang Anda miliki, dan penyebab yang mendasari sedikitnya produksi ASI.

Berikut cara mudah untuk memperbanyak persediaan ASI secara alami:

1. Lebih sering menyusui

makan bawang putih saat menyusui

Meski mungkin Anda merasa bahwa produksi ASI tidak terlalu berlimpah, tapi jangan berputus asa untuk terus berusaha memberikan ASI pada bayi. Ini karena semakin sering Anda menyusui, akan semakin banyak pula pasokan ASI di dalam payudara.

Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex, yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara. Alasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sampai nantinya diminum ole bayi.

Sama halnya seperti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand). Artinya, semakin banyak permintaan, jumlah persediaan juga akan mengikuti sehingga semakin meningkat pula.

Contohnya begini. Jika jadwal bayi menyusui yakni selama 3-4 jam terhitung dari dari awal menyusu sampai waktu menyusu selanjutnya, Anda bisa mencoba memberikan sedikit ASI sebagai “camilan” di rentang waktu tersebut.

Jadi, total waktu menyusui bayi bisa mencapai sekitar 8 kali selama 24 jam. Sebaliknya, bila bayi terlihat kurang puas dan senang setelah selesai menyusu, sebaiknya biarkan ia beristirahat sejenak dan berikan ASI lagi sekitar 20-30 menit kemudian.

Dengan begitu, seiring dengan banyak ASI yang dikeluarkan, secara otomatis payudara juga akan memproduksi lebih banyak ASI lagi. Begitu terus proses ini berlanjut selama Anda menyusui.

Bukan saat pagi, siang, dan sore hari saja, sebaiknya biarkan bayi menyusu di malam hari bila ia menginginkan. Memang melelahkan karena terbangun di malam hari. Akan tetapi, ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperbanyak produksi ASI.

Terlebih karena hormon prolaktin mengalami peningkatan di malam hari, sehingga bisa semakin membantu meningkatkan produksi ASI secara alami. Hormon prolaktin bertugas untuk merangsang payudara agar bisa menghasilkan lebih banyak ASI.

Bahkan ketika bayi sedang tidur padahal ini saatnya ia menyusu, Anda bisa membangunkannya sebentar. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), Anda dianjurkan untuk membangunkan bayi jika sedang tidur dan belum menyusui selama 4 jam.

Maka itu, ada baiknya untuk membiarkan bayi menentukan sendiri kapan ingin menyusu dan kapan merasa sudah cukup menyusu.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman selama menyusui

ibu menyusui

Sebisa mungkin, hindari merasa terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui. Sebab tanpa sadar, berbagai kondisi tersebut bisa memengaruhi produksi ASI yang Anda miliki.

Oleh karena itu, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, tenang, dan santai saat menyusui, sebagai cara memperbanyak jumlah ASI.

Bukan hanya Anda yang merasa senang berkat suasana yang tenang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si kecil.

3. Rutin memompa ASI

pompa ASI elektrik

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, Anda bisa membantu mengeluarkan ASI dengan cara dipompa. Ya, rasa kencang dan penuh pada payudara biasanya karena persediaan ASI belum sepenuhnya habis.

Maka itu, Anda bisa membantu memompa ASI, entah dengan pompa elektrik ataupun manual, dan kemudian disimpan untuk waktu menyusu selanjutnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin banyak permintaan akan semakin banyak pula persediaannya.

Hal ini juga berlaku selama Anda rutin memompa ASI. Selain dikeluarkan dengan cara diberikan langsung pada bayi, ASI juga bisa dipompa, ditampung, dan disimpan untuk jangka waktu tertentu.

Cara ini bisa membantu memperbanyak jumlah ASI, karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus. Di samping itu, payudara juga akan terasa lebi nyaman.

Waktu untuk memompa juga bisa dilakukan kapan pun. Misalnya jika ASI masih tersisa setelah bayi selesai menyusu, maupun ketika bayi belum menyusu tapi Anda ingin mengeluarkan persediaan ASI di payudara.

4. Perhatikan perlekatan (latch on) bayi selama menyusu

ibu menyusui makan banyak

Jika selama menyusui ASI yang keluar dirasa sangat sedikit dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi selama ini kurang tepat. Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi yang tepat.

Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat. Namun tanpa sadar, sebenarnya latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak persediaan ASI.

Ini karena saat isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis jumlah ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak. Begitu pula sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

Dengan begitu, payudara ibu lama-lama akan kosong, sehingga bisa diisi kembali oleh persediaan ASI baru.

5. Menyusui dari kedua sisi payudara

payudara sakit saat menyusui

Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara. Jika biasanya Anda mungkin hanya memberikan satu sisi payudara, dan sisi lainnya di waktu menyusu lainnya, kini coba ubah kebiasaan tersebut.

Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya, baru kemudian berikan sisi payudara yang lain. Adanya stimulasi yan sama pada kedua sisi payudara dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

6. Pastikan payudara sudah kosong setiap selesai menyusui

pompa ASI manual

Agar produksi ASI berjalan dengan maksimal, pastikan payudara Anda benar-benar kosong sebelum Anda berganti ke payudara yang lainnya saat menyusui. Jika payudara Anda benar-benar kosong dari ASI dan kemudian bayi berpindah ke payudara lainnya, ini bisa menjadi tanda bayi mengisap payudara Anda dengan efektif.

Hal ini tentu berperan sebagai cara memperbanyak produksi ASI. Biasanya, bayi menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 10 menit untuk menyusu di satu payudara. Bila ternyata bayi sudah terlanjut Anda kenyang sebelum ASI di payudara Anda habis, sebaiknya pompa sisa ASI hingga habis.

Ini karena menyisakan ASI di dalam payudara, justru akan membuat tubuh mengira bahwa ASI yang diproduksi terlalu banyak. Akibatnya, tubuh justru akan mengurangi produksi ASI agar sesuai dengan kebutuhan.

Tanpa sadar, semakin sering ASI tersisa di payudara Anda, semakin sedikit juga produksinya pada jadwal menyusu selanjutnya. 

7. Pastikan bayi tetap terbangun selama menyusu

sistem imun bayi

Memastikan bayi dalam keadaan sadar sepenuhnya selama menyusu bertujuan agar bayi mengisap puting susu dengan efektif. Selain asupan zat gizi bayi terpenuhi, rangsangan yang diberikan bayi juga akan membantu payudara Anda untuk menghasilkan lebih banyak ASI. 

Anda mungkin perlu sambil mengajak bayi berbicara, mengelus kakinya, maupun melakukan upaya lainnya agar bayi tetap terjaga saat menyusu. 

8. Usahakan kebutuhan zat gizi Anda tercukupi dengan baik

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

Tak mau ketinggalan, zat gizi yang Anda dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik. Bukan hanya baik bagi kesehatan Anda, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara unuk memperbanyak produksi ASI.

Ambil contohnya makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting, seperti buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lain sebagainya.

Selain itu, tidak kalah penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Agar lebih optimal, Anda disarankan untuk minum setidaknya 8 gelas per hari, dan sebaiknya tidak kuran dari jumlah tersebut. 

9. Makan makanan untuk meningkatkan jumlah ASI

manfaat bayam hijau

Tubuh membutuhkan sejumlah energi yang cukup agar bisa menghasilkan banyak ASI. Selain dari asupan makanan harian, ternyata ada beberapa jenis makanan juga yang diyakini dapat berperan sebagai cara memperbanyak produksi ASI.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa membantu mengoptimalkan persediaan ASI:

  • Oatmeal, karena mengandung banyak zat besi.
  • Bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue.
  • Aneka jenis sayuran khususnya yang berdaun gelap, seperti wortel, ubi, bayam, brokoli, daun katuk. Berbagai jenis sayur tersebut memiliki senyawa khusus di dalamnya, yang bisa membantu meningkatkan produksi ASI.
  • Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk melancarkan produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Sumber makanan lainnya seperti kacang almond dan buah pepaya juga dinilai baik bagi Anda yang ingin memperbanyak persediaan ASI.

10. Perbanyak istirahat

leher sakit

Meski sedang merasa sangat disibukkan oleh “tugas” sebagai ibu baru, tapi jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan diri Anda sendiri. Pastikan Anda tetap mendapatkan istirahat yang cukup di sela-sela waktu menyusui bayi.

Jika perlu, Anda bisa menyiasatinya dengan ikut tidur selama bayi tidur. Jam tidur yang Anda dapatkan memang tidak terlalu banyak. Namun, setidaknya tetap bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan istirahat Anda setiap harinya.

11. Lakukan kegiatan yang menyenangkan

nonton serial TV maraton

Stres, kecemasan, dan terlalu banyak memikirkan sesuatu bisa berpengaruh terhadap produksi ASI Anda. Sebagai solusinya, coba lakukukan berbagai kegiatan menyenangkan yang bisa membantu membuat tubuh dan pikiran merasa lebih nyaman.

Misalnya dengan menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam. Menariknya, di samping membantu menenangkan tubuh dan pikiran, cara ini juga bisa turut memperbanyak produksi ASI.

Perlukah ke dokter kalau produksi ASI sedikit?

cek kolesterol di dokter

Produksi ASI pada masing-masing ibu menyusui tidak sama, begitu pula dengan kebutuhan ASI setiap bayi. Sebenarnya, selama berat badan bayi selalu meningkat secara bertahap serta rutin buang air kecil dan besar, merupakan salah satu pertanda bahwa Anda tidak memiliki masalah dengan produksi ASI.

Dengan kata lain, jumlah ASI yang Anda miliki sudah bisa memenuhi kebutuhan harian bayi. Di awal masa menyusui alias saat baru lahir, kebutuhan dan frekuensi menyusu bayi memang cenderung cukup banyak dan sering.

Seiring bertambahnya usia, frekuensi serta kebutuhan menyusu bayi biasanya akan berangsur-angsur berkurang. Artinya, frekuensi dan waktu menyusui bayi mungkin tidak sesering dan selama sebelumnya.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena produksi ASI Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dengan baik. Biasakan untuk tidak menghentikan proses menyusui bayi, dan biarkan ia yang menentukan sendiri kapan merasa sudah cukup menyusu.

Jika Anda khawatir mengenai produksi ASI dan kecukupannya untuk bayi, sah-sah saja untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Terutama ketika dirasa berat badan bayi tidak kunjung bertambah, meski sudah mendapatkan ASI.

Dokter biasanya akan menelaah lebih lanjut penyebab produksi ASI sedikit yang mungkin Anda alami. Dengan demikian, dokter bisa membantu memberikan saran cara memperbanyak produksi ASI.

Entah itu memperbaiku teknik menyusui, memperbanyak makan makanan tertentu, maupun menyesuaikan jenis obat yang sedang rutin Anda minum.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca