7 Cara Meningkatkan Produksi ASI Secara Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi Anda yang baru punya bayi, Anda mungkin akan merasa khawatir apakah produksi ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi Anda atau tidak. Ini merupakan hal yang wajar. Namun, sebaiknya jangan terlalu memusingkan hal ini karena justru pikiran ini dapat mengganggu produksi ASI Anda. Tanamkan pada pikiran Anda bahwa Anda pasti bisa memberikan ASI yang cukup sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi Anda.

Tak perlu khawatir juga, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI secara alami.

1. Terus berusaha menyusui bayi Anda kapanpun bayi minta

Tubuh Anda menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan ASI bayi Anda. Sehingga, semakin sering bayi menyusu, maka semakin banyak juga ASI yang diproduksi. Jadi, jangan takut ASI habis jika bayi sering menyusu. A

SI yang terus lancar dikeluarkan menjadi sinyal bagi tubuh untuk terus memproduksi ASI. Terus menyusui bayi Anda saat bayi ingin menyusu dan tidak pernah melewatkan waktu menyusui bayi Anda merupakan cara alami untuk meningkatkan produksi ASI.

2. Pastikan bayi berada pada posisi yang baik saat menyusui

Hal ini juga memengaruhi seberapa lancar ASI dikeluarkan tubuh dan diisap oleh bayi. Posisi bayi menempel pada payudara yang benar saat menyusu dapat membuat bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Sebaliknya, posisi menyusu pada payudara Anda yang salah dapat membuat produksi ASI menjadi sedikit. Jadi, bayi yang sering menyusu belum tentu mendapatkan banyak ASI karena bisa saja posisi bayi salah saat menyusu yang membuat bayi menyusu lebih sering dan lebih lama untuk mencukupi kebutuhannya.

Saat bayi menempel pada payudara Anda dengan benar, bayi dapat mengisap semua bagian puting payudara ibu, maka bayi dapat menyusu dengan baik dan merangsang tubuh Anda memproduksi ASI lebih banyak lagi.

3. Pastikan Anda mencukupi kebutuhan nutrisi Anda

Tak ketinggalan, nutrisi ibu juga harus dicukupi dengan baik untuk meningkatkan produksi ASI. Mencukupi kebutuhan nutrisi Anda dapat membantu memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh dan juga membantu produksi ASI lebih banyak. Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting dipenuhi oleh Anda, seperti buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lain sebagainya.

Anda juga perlu mencukupi kebutuhan cairan Anda per hari. Anda disarankan untuk minum setidaknya 8 gelas per hari atau bisa lebih.

4. Pastikan payudara dikosongkan dengan baik setiap menyusui

Agar produksi ASI berjalan dengan maksimal, pastikan payudara Anda benar-benar kosong sebelum Anda berganti ke payudara satunya saat menyusui. Jika payudara Anda benar-benar kosong dari ASI dan setelah itu bayi berpindah ke payudara satunya, ini bisa menjadi tanda bayi mengisap payudara Anda dengan efektif. Biasanya bayi menghabiskan waktu setidaknya 10 menit untuk menyusu di satu payudara.

Pastikan juga bayi menyusu di kedua payudara Anda di setiap waktu menyusu agar produksi ASI di setiap payudara seimbang.¬†Bila bayi Anda kenyang sebelum ASI di payudara Anda habis, sebaiknya Anda pompa sisa ASI hingga habis. Saat ASI tersisa sebagian pada payudara Anda, tubuh akan mengira bahwa ASI yang diproduksi “berlebih” sehingga pada produksi berikutnya, hormon akan mengurangi produksi ASI agar sesuai dengan kebutuhan. Maka, semakin sering ASI tersisa di payudara Anda, produksi ASI akan semakin sedikit.

5. Terus merangsang payudara Anda

Setelah bayi selesai menyusu, namun Anda merasa bayi belum mengosongkan payudara Anda, Anda bisa terus merangsang payudara Anda untuk mengeluarkan ASI. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan pompa payudara atau dengan teknik pijatan tangan. Merangsang payudara untuk tetap mengeluarkan ASI dapat menjadi tanda bagi tubuh bahwa ASI masih butuh diproduksi.

6. Pastikan bayi Anda tetap terbangun saat menyusui

Hal ini dilakukan agar bayi mengisap payudara Anda (menyusui) dengan efektif. Sehingga, bayi mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkannya dan juga Anda tetap menerima rangsangan dari bayi untuk memproduksi ASI. Anda mungkin perlu sambil berbicara dengan bayi saat menyusuinya, mengelus kakinya, dan upaya lainnya agar bayi tetap terjaga.

Jika bayi banyak tidur dan sekarang adalah waktunya bayi menyusu, tidak ada salahnya Anda membangunkan bayi.

7. Istirahat yang cukup dan jauhi stres

Kurang tidur menyebabkan Anda menjadi lelah dan stres. Hal ini kemudian dapat memengaruhi produksi ASI. Untuk itu, Anda membutuhkan waktu tidur yang cukup. Agak sedikit sulit memang saat Anda baru memiliki bayi. Namun, Anda bisa mendapatkannya dengan mencuri-curi waktu Anda. Triknya adalah Anda tidur siang saat bayi Anda juga tertidur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca