Penyebab Puting Susu Lecet Saat Menyusui dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Puting susu lecet merupakan satu dari beragam masalah menyusui yang banyak terjadi di beberapa hari atau minggu pertama. Biasanya, kondisi ini dikarenakan bayi belum dapat mengisap puting susu ibu dengan baik. Namun, masih ada berbagai alasan lain yang mendasari keluhan ini. Agar masa menyusui berjalan lebih optimal, simak penyebab puting susu lecet saat menyusui dan tips penanganan yang tepat.

Apa saja gejala ketika puting susu lecet saat menyusui?

penyebab kista payudara

Puting susu atau puting payudara merupakan area yang cukup sensitif pada tubuh. Saking sensitifnya, tak jarang bagian ini bisa terasa nyeri, gatal, ruam, hingga lecet.

Berbagai keluhan tersebut, termasuk puting susu lecet, bisa dirasakan oleh setiap wanita. Keluhan pada puting tersebut bisa terjadi sebelum dan selama periode menstruasi, maupun selama masa kehamilan.

Selain itu, lecet pada puting payudara juga rentan sekali dialami oleh para ibu saat menyusui. Jika ini merupakan kali pertama Anda menyusui bayi, tentu akan timbul sedikit rasa sakit dan tidak nyaman pada puting.

Hal tersebut sebenarnya normal dan biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring semakin sering dan terbiasa Anda dalam menyusui si kecil. Sayangnya, keluhan rasa tidak nyaman pada ibu bisa lebih parah.

Bukannya merasa lebih baik, beberapa ibu menyusui mungkin justru merasakan puting yang lecet dan nyeri, khususnya saat bayi sedang menyusui.

Puting yang lecet saat menyusui ini bisa disertai dengan gejala lainnya atau pun tidak. Kadang, Anda hanya akan melihat tanda berupa lecet di area puting payudara.

Namun jika terus dibiarkan tanpa pengobatan, keluhan lecet ini bisa bertambah parah hingga menyebabkan puting pecah-pecah, terluka, bahkan berdarah saat menyusui.

Apa penyebab puting susu lecet saat menyusui?

puting lecet

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab puting lecet saat menyusui, yakni:

1. Perlekatan mulut bayi pada puting tidak pas

Penyebab puting lecet yang paling umum yakni karena posisi mulut bayi kurang tepat saat menempel dan mengisap puting, dilansir dari laman NHS.

Bayi biasanya masih mengalami kesulitan atau belum terbiasa sepenuhnya untuk mengisap puting susu Anda dengan benar.

Normalnya, bayi seharusnya mengisap seluruh bagian puting beserta areola atau area gelap yang mengelilingi puting. Namun, bayi yang kesulitan mengisap justru hanya dapat meraih puting payudara, tanpa mengisap bagian areola.

Alhasil, mulut bayi mungkin tidak menempel dengan baik pada puting. Itu sebabnya, lidah, gusi, dan langit-langit mulut bayi seolah menggigit puting susu.

Bahkan, bayi bisa saja malah menggigit puting atau menariknya cukup dalam. Inilah yang kemudian menyebabkan puting mengalami lecet dan terasa sakit saat menyusui.

Semakin sering hal ini terjadi selama menyusui, akan semakin mudah pula puting mengalami lecet. Hal ini tentu akan menyulitkan Anda saat menyusui karena puting yang lecet biasanya terasa nyeri.

2. Posisi menyusui kurang tepat

Di sisi lain, puting susu lecet juga bisa disebabkan oleh posisi menyusui yang kurang tepat. Akibatnya, perlekatan (latch on) mulut bayi pada puting susu saat menyusu juga kurang bisa menempel dengan baik.

3. Jamur pada puting susu

Adanya jamur pada puting susu juga bisa mengakibatkan lecet dan nyeri saat menyusui. Rasa ketidaknyamanan karena infeksi jamur ini biasanya dapat bertahan selama beberapa jam setelah menyusui bayi.

4. Bayi mengalami tongue tie

Tongue tie merupakan kondisi ketika bayi sulit mengangkat atau menggerakkan lidahnya dengan normal. Kondisi ini tentu menghambat kemampuannya untuk mengisap ASI melalui puting payudara.

Sebaliknya, bayi justru akan mendorong puting ke bagian atas lidahnya, bahkan menekan puting ke langit-langit mulut. Akibatnya, puting susu Anda menjadi lecet dan terasa sakit.

Adakah komplikasi dari puting susu lecet saat menyusui?

menarik puting saat menyusui

Puting susu lecet bukan hanya menimbulkan rasa kurang nyaman saat menyusui. Puting susu yang lecet juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi setelahnya.

Berikut komplikasi yang mungkin terjadi karena puting lecet saat menyusui:

1. Penyapihan dini

Penyapihan dini adalah menghentikan pemberian ASI pada bayi sebelum waktunya. Idealnya, bayi seharusnya mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Namun, karena puting susu ibu lecet dan mengganggu proses menyusui maka pemberian ASI bisa dihentikan lebih cepat.

2. Produksi ASI rendah

Nyeri yang timbul dari lecet pada puting payudara, tentu membuat Anda enggan menyusui bayi. Semakin jarang Anda menyusui, akan semakin rendah pula produksi ASI pada payudara.

Akibatnya, produksi ASI bisa berkurang jauh jika dibandingkan dengan ibu yang rutin menyusui bayi sesuai waktu atau jadwalnya.

3. Penyumbatan saluran susu

Saat Anda berhenti menyusui si kecil dengan alasan puting susu lecet, payudara tetap bertugas untuk menghasilkan ASI.

Kondisi ini akan membuat ASI menumpuk di dalam payudara karena tidak dapat dikeluarkan dengan baik.

Lambat laun, payudara akan mengalami pembengkakan yang membuatnya tampak agak besar, penuh, dan keras saat disentuh.

4. Mastitis

Mastitis adalah kondisi ketika payudara terinfeksi hingga membengkak dan meradang. Puting susu yang lecet, penumpukan ASI, dan adanya pembengkakan pada payudara berisiko mengakibatkan mastitis.

Jika Anda mengalami mastitis, biasanya akan muncul beberapa gejala seperti payudara terasa nyeri, membengkak, memerah, gatal, dan terluka.

Bagaimana cara mengatasi puting susu lecet saat menyusui?

pelembap untuk kulit kering

Jangan biarkan puting susu yang lecet menghambat proses menyusui si kecil. Untuk meredakannya, Anda bisa menerapkan beberapa cara berikut ini:

1. Gunakan kompres dingin

Kompres dingin bisa membantu menenangkan puting yang lecet dan sakit setelah menyusui. Agar lebih optimal, penggunaan kompres dingin bisa dilakukan pada puting, payudara, dan area di sekitar lengan bagian bawah yang mengarah ke payudara.

Cara membuat kompres pun mudah. Anda bisa menyiapkan satu baskom air berisi es batu, kemudian gunakan selembar kain bersih.

Rendam kain di dalam baskom tersebut dan peras airnya, kemudian kompres langsung pada puting payudara.

Kompres payudara ini bisa Anda lakukan beberapa kali dalam sehari sampai lecet pada puting sudah tampak cukup membaik.

2. Beri pelembap pada puting susu

Puting susu lecet biasanya disertai dengan teksturnya yang kering dan pecah-pecah. Itu sebabnya, Anda bisa membantu mengatasi lecet saat menyusui dengan melembapkan area kulit pada puting.

Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter agar mendapat rekomendasi pelembap yang aman untuk digunakan selama masa menyusui.

Pasalnya, bayi akan menempel dan mengisap puting payudara secara langsung. Sebelum menggunakan krim pelembap, bersihkan area payudara Anda terlebih dahulu.

Usahakan untuk menggunakan krim ini setelah selesai menyusui bayi. Jadi, ada cukup waktu agar krim dapat menyerap terlebih dahulu sebelum nantinya Anda kembali menyusui bayi.

3. Mengoleskan ASI pada puting payudara

Menariknya, ternyata puting yang lecet saat menyusui juga bisa diatasi dengan cara mengoleskan ASI pada area tersebut. Ini karena ASI mengandung pelembap alami sekaligus antibodi yang bisa membantu melawan infeksi.

Oleh karena itu, cara ini diyakini dapat menyembuhkan puting lecet saat menyusui serta menjaga kesehatannya.

4. Pastikan bayi mengisap puting dengan benar

Cara menyusui yang benar memang tidak langsung muncul sejak pertama kali menyusui. Butuh waktu sampai Anda dan bayi bisa belajar untuk menyusui dengan baik dan benar.

Salah satunya dengan membiasakan bayi mengisap atau melekatkan mulutnya dengan tepat pada puting susu (latch on). Di sini, bayi harus bisa mengisap seluruh puting dan areola payudara.

Dengan begitu, isapan bayi saat menyusu akan lebih mantap dan tidak membuat Anda merasakan nyeri atau lecet pada puting susu.

Menempelkan mulutnya dengan benar selama menyusui juga membantu bayi untuk mendapatkan ASI yang lebih banyak dan lancar.

5. Bantu bayi saat melepaskan isapan dari puting payudara

Setelah berhasil melakukan perlekatan yang tepat pada puting dan areola payudara, jangan lupa juga untuk memastikan bayi melepas isapan dengan benar.

Hindari langsung menarik puting dari mulut bayi karena justru dapat menyebabkan puting lecet dan terluka. Sebaliknya, biasakan untuk memisahkan mulut bayi dari puting dengan perlahan.

Pertama-tama Anda harus menekan bagian payudara yang terdekat dengan mulut bayi menggunakan salah satu jari tangan, sembari menarik payudara.

Pastikan agar puting tidak tersangkut atau tergigit oleh mulut bayi saat dikeluarkan.

6. Minum obat

Mengutip dari HealthLink British Columbia, Anda bisa mempercepat penyembuhan puting susu yang lecet dengan minum obat acetaminophen (Tylenol).

Acetaminophen (Tylenol) merupakan jenis obat analgesik yang bisa membantu meredakan nyeri pada tubuh, termasuk di puting payudara saat menyusui.

Obat ini juga aman diminum oleh ibu selama masa menyusui. Namun, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum acetaminophen (Tylenol).

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal dan dosis obat yang tepat sesuai kondisi Anda.

Cara menyusui agar puting tidak lecet saat menyusui

Banyak ibu baru muda yang belum memahami cara menyusui dengan baik dan benar. Menyusui dengan teknik yang salah merupakan salah satu faktor penyebab nyeri dan lecet pada daerah puting susu.

Akibatnya, ASI tidak keluar maksimal dan anak mendapat nutrisi yang kurang dari ASI. Menyusui yang baik idealnya dilakukan secara bergantian di antara kedua payudara.

Jadi, jangan terfokus pada satu payudara saja dalam menyusui si kecil. Berikut cara menyusui yang baik dan benar:

  • Posisikan tubuh Anda dan bayi senyaman mungkin dan pastikan perut atau dada bayi menempel pada perut atau dada ibu.
  • Posisikan wajah bayi menghadap ke payudara dan usahakan leher bayi jangan terputar atau menghadap depan.
  • Posisikan kepala bayi dengan benar yakni terletak di lengan ibu dan bukan di siku.
  • Pastikan dagu bayi menempel dengan benar ke daerah payudara ibu.
  • Hadapkan seluruh badan bayi menghadap ibu dan usahakan telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan dan lehernya.
  • Sangga tubuh bayi dengan baik, termasuk seluruh punggungnya untuk meningkatkan kenyamanan saat menyusui.
  • Lakukan kontak mata dengan bayi karena dapat meningkatkan ikatan batin yang kuat.

Puting susu lecet saat menyusui jarang menimbulkan komplikasi. Jika pun ada komplikasi, biasanya sebatas demam dan pembengkakan pada payudara.

Namun, hati-hatilah jika bengkak tidak berkurang dengan kompres hangat. Segera periksakan diri ke dokter agar tidak berkembang menjadi abses payudara yang dapat menimbulkan nanah dan infeksi sekunder.

Dengan teknik yang baik dan benar, puting lecet dapat dicegah dan momen saat menyusui pun semakin menyenangkan.

Kapan harus ke dokter saat puting susu lecet selama menyusui?

medical checkup

Normal ketika Anda mengalami puting susu lecet dan nyeri saat awal masa menyusui. Biasanya, hal ini akan berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu pertama selagi Anda dan si kecil terbiasa dengan menyusui.

Namun, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika bayi tidak mendapatkan cukup ASI karena kesulitan menyusu pada puting yang lecet.

Salah satu tanda tidak cukupnya ASI yang diperoleh bayi yakni saat ia jarang buang air kecil atau besar sehingga Anda tidak rutin mengganti popok bayi.

Di samping itu, segera hubungi dokter jika Anda mengalami rasa nyeri parah pada puting susu dan bisa berkembang menjadi gejala mastitis.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 15, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca