10 Masalah Menyusui Pada Ibu dan Bayi Beserta Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Menyusui seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi ibu dan bayinya. Namun terkadang, berbagai masalah muncul saat menyusui baik pada ibu dan juga bayi sehingga menyulitkan prosesnya. Apa saja masalah yang umum terjadi pada ibu dan bayi selama menyusui dan bagaimana cara mengatasinya?

Berbagai masalah menyusui pada ibu dan bayi

Masalah menyusui bukan hanya bisa dialami oleh ibu sebagai pemberi ASI. Terkadang, bayi juga tidak selalu melalui proses menyusui dengan mudah dan lancar.

Nah, agar proses menyusui bisa lebih optimal, cari tahu beragam masalah menyusui yang bisa dialami oleh ibu dan bayi beserta cara mengatasinya yang tepat.

Berikut masalah menyusui yang mungkin dialami ibu dan bayi:

1. Puting payudara lecet

mengatasi puting susu lecet

Bagi Anda yang baru pertama kali menyusui, wajar bila puting payudara lecet dalam beberapa hari pertama menyusui. Ini memang salah satu dari sekian banyak masalah ibu dan bayi selama menyusui.

Akan tetapi, jangan sepelekan ketika lecet pada puting tampak lebih parah atau terasa semakin sakit. Penyebab dari puting payudara lecet bisa bermacam-macam.

Melansir dari laman NHS, kesulitan bayi untuk menempelkan mulutnya pada puting ibu biasanya menjadi penyebab paling umum.

Jika mulut bayi tidak menempel dengan baik, bayi akan mengisap atau menarik puting terlalu dalam sehingga dapat menyakiti puting Anda.

Posisi menyusu yang tidak benar juga dapat menyebabkan puting Anda pecah-pecah dan berdarah. Puting susu bisa terjepit antara lidah dan langit-langit bayi atau bahkan tergigit.

Itulah mengapa beberapa ibu menyusui merasakan putingnya sakit dan memerah setelah menyusui. Ini mungkin suatu tanda bahwa posisi menyusui Anda tidak benar sehingga mulut bayi dan payudara Anda tidak “terkunci” dengan baik.

Ketika posisi menyusui dilakukan dengan benar, bayi dapat menjangkau puting payudara Anda dengan baik dan dapat mengisap ASI dengan lancar.

Tips mengatasi payudara lecet saat menyusu

Berikut cara mengatasi masalah payudara lecet saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Pastikan bayi mengisap seluruh bagian puting dan areola payudara saat menyusu.
  • Saat hendak melepaskan puting susu dari isapan bayi, pisahkan mulut bayi dengan puting secara perlahan dengan cara menekan bagian payudara dekat mulut bayi menggunakan jari telunjuk.
  • Biarkan puting kering sebelum berpakaian lagi.
  • Hindari pemakaian sabun pada puting payudara karena dapat membuat kulit Anda kering.
  • Berikan kompres hangat ke puting payudara.
  • Biasakan mulai menyusui dari bagian payudara yang tidak terasa sakit terlebih dahulu.
  • Sebaiknya memakai bra dari katun agar sirkulasi udara pada payudara berjalan baik, lebih baik lagi jika memakai bra menyusui.

2. Payudara bengkak

kanker payudara stadium 2

Beberapa hari menjelang kelahiran atau sesudah kelahiran, payudara biasanya akan membengkak. Ini terjadi karena ada lebih banyak darah yang mengalir ke payudara dan diikuti dengan pembesaran beberapa jaringan di sekitar payudara.

Pembengkakan payudara merupakan satu dari beberapa masalah ibu dan bayi saat menyusui. Ini bisa dikarenakan adanya penumpukan ASI di dalam payudara sehingga membuatnya terasa besar, penuh, dan keras.

Mengutip laman Office on Women’s Health, penumpukan ASI tersebut dikarenakan saluran yang seharusnya bertugas untuk mengalirkan ASI dari kelenjar payudara menuju ke puting mengalami sumbatan.

Saluran ASI tersumbat inilah yang membuat Anda merasakan sakit pada payudara disertai pembengkakan.

Penyumbatan saluran ASI ini biasanya tidak langsung terjadi pada dua sisi payudara sekaligus, melainkan hanya salah satunya.

Masa pembengkakan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu pertama menyusui. Pasalnya, selama masa tersebut produksi ASI sedang disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Ketika tubuh sedang berusaha beradaptasi dengan menyusui, Anda bisa meredakan sakit dan tekanan pada payudara.

Tips mengatasi payudara bengkak saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah payudara bengkak saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Menyusui sesering mungkin sesuai dengan keinginan bayi dan jangan dihentikan bila ia belum puas.
  • Jika bayi sudah kenyang menyusu tapi persedian ASI di payudara masih cukup banyak, Anda bisa mengeluarkannya dengan cara dipompa. Baik dengan pompa ASI elektrik maupun manual.
  • Berikan kompres hangat maupun dingin pada payudara untuk mengurangi rasa sakit.
  • Pijat payudara dengan lembut, misalnya saat mandi, ketika payudara teraliri oleh air bersuhu panas atau dingin.
  • Coba semua posisi menyusui sampai Anda dan bayi menemukan posisi yang paling nyaman.
  • Gunakan bra yang tidak terlalu kencang karena bisa mempersempit aliran ASI.
  • Pastikan Anda mendapatkan cairan dan istirahat yang cukup.

Jika tidak diatasi dengan benar, pembengkakan bisa berkembang lebih lanjut menjadi mastitis atau peradangan yang menyakitkan pada payudara.

3. Mastitis

mastitis adalah

Mastitis adalah masalah menyusui pada ibu dan bayi yang ditandai dengan adanya peradangan pada payudara. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pembengkakan payudara berisiko menyebabkan mastitis.

Ketika payudara yang bengkak sudah meradang, tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi infeksi. Artinya, ada pertumbuhan bakteri pada jaringan payudara yang meradang.

Mastitis dapat ditandai dengan payudara memerah, keras, sakit, panas, dan bengkak. Anda juga bisa mengalami gejala seperti menggigil, sakit kepala, suhu tubuh tinggi, dan kelelahan sebagai tanda adanya mastitis.

Mastitis juga dapat disebabkan oleh penumpukan ASI pada payudara, misalnya karena saluran ASI tersumbat. Kondisi ini menyebabkan ASI menumpuk di payudara sehingga jaringan payudara meradang.

Jika isapan bayi tidak menempel dengan baik pada satu payudara, ini dapat menyebabkan puting menjadi sakit dan membuat Anda enggan untuk menyusui pada sisi yang sakit.

Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan payudara dan kemudian berkembang menjadi mastitis.

Tips mengatasi mastitis saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah mastitis saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Segera hubungi dokter bila Anda merasa mengalami gejala mastitis agar segera diberikan pengobatan yang tepat.
  • Usahakan untuk memperbanyak istirahat dan minum banyak cairan.
  • Berikan kompres hangat untuk meredakan peradangan.
  • Bayi tetap boleh menyusui di payudara yang mengalami mastitis.
  • Anda boleh menyusui bayi dari payudara yang mengalami mastitis maupun dari payudara yang sehat.
  • Memompa ASI pada payudara boleh dilakukan apabila terasa sakit saat bayi menyusu langsung.
  • Pastikan bayi menyusu dengan tepat.
  • Cobalah posisi menyusui yang berbeda untuk mendapatkan posisi terbaik bayi, agar bisa menempel dengan tepat pada payudara Anda.
  • Menyusui sesering yang bayi inginkan.
  • Mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa setelah menyusui, terutama bila Anda merasa bayi belum menyusu dengan baik.
  • Hindari memakai pakaian atau bra ketat sampai mastitis membaik.
  • Cobalah memijat payudara Anda dengan sangat lembut saat bayi menyusu untuk membantu ASI mengalir dengan lancar.
  • Minum obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

Masalah mastitis dapat terjadi kapan saja selama masa menyusui sehingga membuat ibu dan bayi kurang nyaman.

Namun, paling umum terjadi di tiga bulan pertama, terutama pada minggu kedua atau minggu ketiga. Masalah menyusui ini biasanya akan segera hilang ketika ibu dan bayi mulai terbiasa dengan prosesnya.

4. Infeksi jamur

bintik merah pada payudara

Infeksi jamur yang terjadi selama menyusui bisa muncul di mulut bayi maupun payudara Anda, khususnya di area puting.

Gejala masalah menyusui ibu dan bayi yang satu ini biasanya timbul meliputi nyeri, kemerahan, dan gatal dengan atau tanpa ruam pada payudara.

Puting yang pecah-pecah, terkelupas, bahkan melepuh juga bisa menjadi tanda dari adanya infeksi jamur. Semua tanda-tanda dari masalah ibu dan bayi tersebut bisa terasa selama maupun saat sedang tidak menyusui.

Sementara pada bayi, infeksi jamur bisa menimbulkan bercak putih atau kemerahan di sekitar mulut. Meski tidak selalu dialami oleh setiap ibu dan bayi, infeksi jamur merupakan salah satu masalah menyusui yang tidak boleh diremehkan.

Jika merasa Anda atau bayi mengalami infeksi jamur, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan perawatan segera.

Tips mengatasi infeksi jamur saat menyusui

Dokter mungkin akan memberikan obat anti jamur yang bisa dioleskan langsung pada payudara untuk jangka waktu tertentu.

Selain Anda yang diberikan obat antijamur, bayi Anda juga diberikan obat antijamur yang cocok untuk bayi. Hal ini penting untuk mencegah penularan dari puting ke mulut bayi dan sebaliknya.

Selama waktu penyembuhan tersebut, penting untuk memerhatikan beberapa cara mengatasi masalah infeksi jamur saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Cuci bersih dan sterilkan semua botol dot, mainan bayi, pompa ASI, maupun peralatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan payudara Anda dan mulut bayi.
  • Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyusui, atau saat hendak menyentuh bayi.
  • Cuci tangan bayi secara rutin, khususnya setelah bayi mengisap jari-jarinya.
  • Cuci handuk, bra, serta pakaian bayi dan Anda di dalam air dengan suhu panas.
  • Rutin mengganti bra setiap hari.

Pastikan anggota keluarga lain tidak mengalami infeksi jamur. Jika muncul satu atau beberapa gejala terkait infeksi jamur, hindari anggota keluar merawat dan menyentuh bayi.

5. Puting datar, masuk ke dalam, atau terlalu besar

perubahan puting payudara

Bentuk dan kondisi puting masing-masing wanita bisa bervariasi. Ada yang memiliki puting mengarah ke dalam alias tidak menonjol, tapi ada juga puting yang tampak datar.

Sementara ibu menyusui lainnya kadang memiliki ukuran puting yang terlalu besar sehingga menyulitkan bayi saat menyusu. Semua hal tersebut tentu bisa menjadi masalah menyusui tersendiri bagi ibu dan bayi.

Tips mengatasi puting datar, masuk ke dalam, atau terlalu besar

Berikut cara mengatasi masalah puting saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Sampaikan keluhan Anda pada dokter untuk menemukan solusi terbaik.
  • Gunakan bantuan jari untuk menarik puting payudara keluar, bagi Anda dengan puting datar dan masuk ke dalam.
  • Perlekatan (latch on) mulut bayi pada puting payudara ibu yang terlalu besar biasanya akan semakin baik dan lancar semakin sering bayi menyusu.

6. Produksi ASI terlalu sedikit

bingung puting

Produksi ASI yang terlalu rendah atau sedikit bisa menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran tersendiri pada ibu. Terutama jika ini merupakan kali pertama Anda memiliki bayi dan mulai menyusui.

Sementara bagi bayi, hal ini bisa membuatnya cemas karena merasa tidak mendapatkan ASI yang cukup. Itu sebabnya, hal ini juga menjadi satu dari berbagai masalah menyusui pada ibu dan bayi.

Namun, jangan langsung cemas karena salah satu masalah menyusui pada ibu dan bayi ini. Kabar baiknya, sebenarnya produksi ASI yang rendah ini bisa diatasi asalkan ibu tahu kapan bayi ingin menyusu.

Semakin sering bayi menyusu, semakin cepat ASI di payudara kosong sehingga masalah menyusui pada ibu dan bayi ini bisa diatasi.

Tips mengatasi produksi ASI terlalu sedikit

Berikut cara mengatasi masalah produksi ASI sedikit saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Periksa perlekatan mulut bayi pada puting payudara dengan mengusahakan agar bayi mengisap seluruh bagian puting beserta areola.
  • Jika perlekatan sudah benar tapi bayi tidak bisa menyusu dengan baik, coba periksakan kondisi bayi.
  • Beberapa bayi dapat mengalami kesulitan menyusu jika mengalami beberapa kondisi misalnya tongue-tie.
  • Bayi sebaiknya bisa menyusui di kedua payudara. Pastikan si kecil selalu aktif mengisap dan tidak tertidur selama menyusui.
  • Berikan ASI pada bayi sesering mungkin atau sesuai permintaan bayi.
  • Hindari stress dan mengonsumsi banyak makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI.
  • Gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan ASI yang masih tersisa di payudara untuk membantu meningkatkan persediaan ASI.
  • Usahakan Anda beristirahat, makan, dan minum yang cukup.
  • Hindari memberikan bayi susu formula, air putih, sereal, maupun makanan dan minuman lainnya yang bisa menggagalkan pemberian ASI eksklusif dalam usia 6 bulan pertama.

Jika solusi tersebut dirasa kurang membantu, Anda bisa mengonsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu kemungkinan adanya masalah kesehatan.

7. Produksi ASI terlalu banyak

mencampur ASI perah di waktu berbeda

Kebalikan dari produksi ASI rendah, jumlah ASI yang terlalu berlebihan juga bisa menyulitkan proses menyusui. Kondisi ini dapat menjadi tantangan dan masalah menyusui tersendiri bagi ibu dan bayi.

Pasalnya, produksi ASI yang terlalu banyak bisa berkibat pada tersumbatnya saluran payudara, pembengkakan payudara, hingga mastitis.

Selain itu, masalah menyusui yang satu ini juga bisa menyulitkan ibu dan bayi karena menimbulkan tekanan pada payudara.

Akibatnya, let down reflex selama menyusui bisa tidak terkontrol yang menyebabkan aliran ASI dengan sangat mudahnya keluar dari payudara.

Bagi bayi, kondisi ini dapat membuatnya mengalami kelebihan gas di perut, rewel, gumoh, hingga muntah.

Tips mengatasi produksi ASI terlalu banyak

Berikut cara mengatasi masalah produksi ASI terlalu banyak saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Coba tawarkan salah satu sisi payudara saja pada bayi setiap kali menyusu kemudian berikan lagi sisi payudara yang lain selang beberapa menit kemudian.
  • Coba posisi menyusui sembari bebaring atau bersandar di kursi. Posisi yang melawan gravitasi ini setidaknya bisa membantu memperlambat aliran ASI.
  • Pompa ASI pada payudara untuk mengurangi jumlah ASI.
  • Usahakan untuk menyusui bayi sebelum ia benar-benar lapar guna mencegahnya agar tidak mengisap terlalu berlebihan.

8. Bayi tertidur saat menyusu

makan jengkol petai saat menyusui

Masalah menyusui bayi dan ibu yang satu ini tampaknya cukup umum terjadi. Bayi tertidur saat menyusu biasanya disebabkan oleh rasa nyaman dan kantuk yang dirasakan bayi.

Sebaiknya kebiasaan ini tidak dibiarkan. Pasalnya, bayi mungkin tidak mendapatkan ASI yang optimal bila terus tertidur selama menyusu, bahkan ASI bisa mengalami nyeri pada payudara saat tidak sengaja tergigit oleh bayi.

Tips mengatasi bayi tertidur saat menyusu

Berikut cara mengatasi masalah bayi tertidur saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:

  • Biasakan untuk menyusui bayi dari payudara yang lebih penuh terlebih dahulu, baru dilanjutkan ke payudara lainnya.
  • Ketika melihat bayi mulai tampak mengantuk, cobalah untuk merangsang dan mengajaknya berkomunikasi. Misalnya dengan menggelitik kakinya, atau berbicara sembari mengelus-elus punggunggnya.

Seiring bertambahnya usia, biasanya masalah menyusui pada ibu dan bayi ini bisa teratasi. Hal ini karena bayi lama-kelamaan akan lebih terbiasa dan bisa terjaga lebih lama saat menyusu.

9. Bayi sulit menyusui karena ukuran payudara ibu

SADARI kanker payudara

Jika ukuran payudara Anda besar, maka ukuran puting susu juga lebih besar. Hal ini mungkin akan menyulitkan bayi ketika melakukan perlekatan (latching on). Ukuran payudara yang besar juga akan membuat Anda kesulitan untuk menahannya.

Tips mengatasi bayi susah menyusu karena ukuran payudara ibu

Anda bisa menggunakan isapan pompa payudara untuk membuat puting susu Anda lebih panjang dan lebih tipis sebelum bayi menyusui.

Seiring dengan pertumbuhan bayi Anda, ukuran payudara dan puting Anda yang lebih besar tidak akan menjadi masalah lagi ketika Anda menyusui.

10. Bayi mengalami kondisi kesehatan tertentu

Beberapa bayi yang lahir dengan kondisi tertentu dapat menghadapi masalah menyusui. Maka itu, Anda perlu memerhatikan beberapa hal ketika Anda akan memberikan ASI.

Berikut beberapa kondisi yang perlu ibu menyusui perhatikan ketika bayi mengalami masalah dan hambatan, seperti:

Masalah dengan jantung

Jika bayi Anda mengalami permasalahan dengan jantungnya, maka bayi Anda bisa sangat mudah lelah atau sulit bernapas pada saat menyusui.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda harus bersabar, berikan ASI Anda secara perlahan dengan istirahat dulu bila bayi memang sudah ingin berhenti.

Masalah bibir sumbing

Jika bayi Anda lahir dengan bibir sumbing, maka akan sulit baginya untuk mengisap ASI. Anda bisa belajar dari dokter bagaimana teknik menyusui untuk bibir sumbing, biasanya dengan memblokir celah pada bibir bayi dengan jari Anda.

Masalah ankyloglossia

Jika bayi Anda lahir dengan ankyloglossia atau lidah yang “terikat”, kemampuan bayi untuk melebarkan lidah dari mulutnya sangat terbatas.

Maka, bayi akan kesulitan memperoleh ASI. Konsultasikan cara menyusui dengan dokter merupakan solusi yang tepat.

Jika bayi Anda lahir secara prematur, maka ukuran mulutnya akan lebih kecil. Jadi, penggunaan perisai puting memudahkan bayi untuk memperoleh ASI.

Masalah Down syndrome

Jika bayi Anda lahir dengan Down syndrome, kemampuan ototnya akan sedikit lebih lemah. Namun, dengan cara menyusui yang tepat akan membantu bayi untuk melatih kemampuan otot-otot wajahnya.

Akan lebih baik lagi jika Anda mendapatkan pengawasan dari dokter untuk memastikan bayi tetap bisa cukup menyusui.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 2, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca