Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Diabetes merupakan salah satu di antara banyak penyakit yang bisa diwariskan melalui gen orangtua kepada anaknya. Ini juga yang membuat sebagian besar ibu dengan diabetes khawatir untuk menyusui bayinya. Mereka takut penyakit tersebut akan memberikan efek buruk bagi dirinya dan bayinya. Jadi, apakah aman bagi ibu dengan diabetes menyusui anaknya? Simak ulasannya berikut ini.

Ibu dengan diabetes tetap bisa menyusui bayinya

Dilansir dari WebMD, menurut American Diabetes Association, menyusui merupakan cara terbaik untuk memberi asupan nutrisi kepada bayi. Idealnya, ibu akan menyusui secara ekslusif selama enam bulan pertama. Lebih lanjut, American Diabetes Association memaparkan bahwa ibu dengan diabetes boleh tetap menyusui bayinya, justru sangat dianjurkan.

Pada ibu hamil, diabetes gestasional bisa terjadi. Diabates disebabkan oleh stres metabolik selama kehamilan yang menyebabkan kadar gula darah naik di atas normal. Untungnya, ini hanya bersifat sementara. Kadar gula akan kembali normal setelah proses melahirkan. Namun, tetap masih ada risiko terhadap diabetes tipe 2. Nah, menyusui justru menjadi salah satu cara mencegah diabetes tipe 2.

Menyusui berarti menggunakan insulin dengan cara yang positif sehingga kebutuhan insulin Anda berkurang, membantu menurunkan berat badan berlebih, mencegah obesitas, serta dapat menurunkan risiko bayi terkena diabetes. Pada ibu dengan diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, menyusui membantu mereka mengendalikan penyakitnya dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Sebab, Anda mungkin akan mengurangi penggunaan obat insulin selama menyusui.

Selain itu, manfaat lain yang bisa diperoleh dari menyusui bagi kesehatan tubuh ibu adalah menurunkan risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.

Manfaat menyusui bagi bayi walaupun ibu punya diabetes

Menyusui diketahui membantu buah hati Anda terhindar dari masalah kesehatan seperti penyakit asma, infeksi saluran pernapasan dan telinga, atau masalah pencernaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menunjukkan bahwa semakin lama bayi diberi asupan ASI, bayi semakin jauh dari risiko diabetes tipe 1. ASI juga melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan diabetes.

manfaat menyusui

Tips menyusui bagi ibu dengan diabetes

Menyusui memang bukan hal yang mudah. Pada penderita diabetes mungkin akan terjadi beberapa masalah. Misalnya saat gula darah turun karena terbakarnya kalori untuk dijadikan energi selama menyusui. Jadi sebelum menyusui, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan saran mengenai dosis insulin, pola hidup, asupan kalori, dan makanan tertentu yang bisa dimakan selama menyusui dan mendukung produksi ASI.

Beberapa tips berikut dapat membantu ibu dengan diabetes selama menyusui bayinya, seperti:

  • Memberikan ASI ketika bayi baru dilahirkan mampu meningkatkan kemampuan menyusu bayi di kemudian hari. Pada ibu dengan diabetes, biasanya ASI mengalami penundaan produksi selama tiga hari setelah melahirkan. Ini normal terjadi. Namun, untuk menghindari hal demikian, Anda bisa mengumpulkan kolostrum terlebih dahulu sebelum bayi dilahirkan. Kolostrum (ASI berwarna kekuningan) bisa menjadi pengganti susu formula bila keterlambatan produksi susu terjadi dan sebagai antibodi yang melindungi bayi dari bakteri dan virus.
  • Makanlah beberapa camilan yang dianjurkan oleh dokter sebelumnya selama menyusui. Banyak ibu yang mengeluh gula darahnya turun dalam waktu satu jam setelah menyusui.
  • Konsultasikan obat-obatan yang Anda gunakan kepada dokter, apakah akan berpengaruh atau tidak terhadap bayi ketika menyusui. Hindari penggunaan obat herbal, seperti fenugreek yang bisa mengubah kadar gula darah.
  • Rutin memantau kadar gula darah selama menyusui dan kurangi stres yang bisa memicu menurunnya produksi ASI.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca