Bahayakah Jika Bayi Menelan Darah dari Puting Ibu yang Luka Saat Menyusui?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/08/2019
Bagikan sekarang

ASI yang sehat normalnya berwarna putih susu atau putih kekuningan. Namun, kegiatan menyusui itu sendiri dapat menyebabkan puting luka sehingga bisa saja membuat ASI jadi bercampur darah. Akibatnya, ASI akan berubah warna menjadi merah muda, oranye, atau kecoklatan. Nah, berhubung ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk si kecil, bahayakah bila bayi minum ASI yang bercampur darah?

Bayi aman minum ASI yang bercampur darah

Banyak ibu merasa khawatir memberikan ASI yang bercampur darah pada bayi. Rasa khawatir ini muncul karena mereka takut bahwa darah akan merusak berbagai nutrisi baik yang terkandung dalam ASI.

Faktanya, aman-aman saja bila bayi minum ASI yang bercampur darah. Bila darah yang tercampur ASI sedikit, maka hal ini tidak akan memengaruhi kesehatan bayi maupun nutrisi dalam ASI. Jadi, Anda tak harus berhenti menyusui atau memerah ASI.

Meski begitu, tak ada salahnya bertanya langsung ke dokter bila Anda masih ragu tentang hal ini. Dokter akan dengan senang hati memberi informasi dan memberi tips menyusui yang aman untuk Anda.

Perhatikan reaksi bayi saat minum ASI

Meski kebanyakan bayi tidak akan menunjukkan reaksi apa pun ketika minum ASI yang bercampur darah, Anda tetap harus waspada. Sebab, beberapa bayi bisa saja menunjukkan reaksi yang tak biasa, seperti menolak minum ASI.

Pasti ada alasan yang membuat kita enggan untuk mengonsumsi minuman atau makanan tertentu. Salah satu alasan yang terkuat adalah karena rasanya yang aneh atau tidak enak.

Nah, sama seperti orang dewasa, rasa ASI yang berubah karena tercampur darah bisa membuat bayi enggan untuk menyusu. Biasanya kondisi ini terjadi bila darah yang tercampur ke ASI jumlahnya banyak.

Beberapa bayi mungkin juga akan mengalami muntah ketika minum ASI yang bercampur darah. Selain itu, tinja bayi mungkin juga akan sedikit lebih gelap dari biasanya.

Bila Anda tahu bahwa perubahan warna tinja ini disebabkan karena pengaruh ASI, mungkin tidak ada masalah. Namun, jangan sepelekan bila ada bercak kemerahan di popok si kecil padahal ASI Anda baik-baik saja.

Kalau sudah begini, segera bawa si kecil untuk periksa ke dokter guna mengetahui penyebab pasti kondisi yang dialaminya.

Tips aman menyusui saat puting luka

Puting luka bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari gigitan bayi saat menyusu, isapan bayi yang terlalu kuat, hingga kebiasaan bayi yang suka menarik-narik puting. Selain membuat ASI bercampur darah, kondisi ini juga dapat menghambat aktivitas menyusui si kecil.

Nah, agar bayi dapat terus minum ASI tanpa hambatan, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

  • Kompres hangat. Kompres puting yang luka dengan kain basah yang sudah dicelupkan dalam air hangat suam-suam kuku. Sambil dikompres, Anda bisa memijat perlahan payudara supaya memperlancar saluran ASI.
  • Ubah posisi menyusui. Topang kepala bayi hingga sejajar dengan payudara Anda. Lalu, arahkan mulut bayi mendekati puting dan rekatkan perut bayi ke perut Anda. Usahakan supaya seluruh areola (daerah gelap di sekitar puting susu) masuk hingga ke bagian belakang mulut bayi.
  • Gunakan bra yang tepat. Untuk memberikan kenyamanan, pilihlah bra yang memiliki penyangga yang baik dan berbahan katun. Hindari pakai bra yang terlalu ketat supaya puting yang luka tidak semakin tergesek-gesek.

Bila kulit di sekitar puting yang luka tampak kering dan pecah-pecah, Anda juga bisa pakai pelembap khusus untuk puting. Pilihlah pelembap yang aman digunakan untuk bayi.

Sebelum pakai pelembap, pastikan area puting Anda bersih dan kering. Idealnya, oleskan pelembap setelah bayi minum ASI.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Ibu Minum Suplemen Penambah ASI?

Penggunakan suplemen penambah atau pelancar ASI kerap dijadikan jalan pintas guna mengoptimalkan pemberian ASI. Sebenarnya, efektif atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 03/09/2019

Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

Ada beberapa makan dan minuman yang biasanya dikonsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Lantas, bagaimana dengan susu pelancar ASI?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 03/09/2019

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Lama waktu penyimpanan ASI tidak selalu sama, karena tergantung dari tempat yang digunakan. Lantas, berapa lama masa ketahanan ASI berdasarkan tempatnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 02/09/2019

Aturan Menyimpan ASI di Dalam Freezer yang Harus Dipahami Para Ibu

Salah satu tempat yang bisa dipakai untuk menyimpan dan menjaga kualitas ASI yaitu freezer. Memangnya, seberapa tahan lama freezer dapat menyimpan ASI? 

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 27/08/2019

Direkomendasikan untuk Anda

bayi bingung puting

Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Bayi Bingung Puting

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
cara membangunkan bayi untuk menyusui

7 Cara Membangunkan Bayi yang Benar agar Mau Menyusu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019
bayi muntah setelah minum ASI

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Menyusu ASI Beserta Cara Penanganannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019
payudara bengkak saat menyusui

Normalkah Jika Payudara Bengkak Saat Menyusui?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019