Apakah Benar ASI Anda Kurang Atau Hanya Sugesti Saja?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Apakah Anda sebagai ibu menyusui pernah merasa ASI Anda hanya sedikit yang keluar? Perasaan ini menjadi momok bagi sebagian besar ibu menyusui. Beberapa ibu menyusui takut ASI-nya tidak cukup untuk menyusui bayinya sampai 6 bulan. Pikiran tersebut terus menghantui para ibu menyusui sampai pada akhirnya ibu menyerah untuk memberikan ASI.

Pada akhirnya, ini berdampak pada bayi. Ibu memutuskan untuk berhenti memberikan ASI dan memilih untuk menyapih bayinya padahal bayi belum siap. Akibatnya yang ditimbulkan dari perasaan ibu ini bisa berdampak panjang kepada bayi.

Benarkah ASI saya tidak cukup?

Sebenarnya hampir semua ibu mampu untuk memproduksi ASI yang banyak untuk bayinya. Namun, kadang perasaan ibu yang kurang percaya diri akan kemampuannya menyusui muncul.

Perasaan ibu yang menganggap produksi ASI-nya tidak cukup atau sedikit padahal sebenarnya produksi ASI-nya cukup disebut dengan perceived low milk production atau perceived insufficient milk, dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA).

PKA ini tampaknya menjadi masalah besar bagi ibu menyusui. Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Nursing Scholarship menunjukkan bahwa banyak wanita yang tidak melanjutkan pemberian ASI-nya selama beberapa minggu setelah kelahiran karena ia merasa ASI-nya tidak cukup, padahal sebenarnya cukup, dan hampir 35% dari semua wanita yang lebih awal menyapih bayinya menjadikan PKA sebagai alasan utama.

Apa yang menyebabkan saya berpikiran ASI saya kurang?

Kekhawatiran yang membuat ibu berhenti memberikan ASI lebih awal dari waktu yang direkomendasikan mungkin berhubungan dengan anggapan ibu mengenai bagaimana seharusnya bayinya bersikap setelah kenyang menerima ASI. Ibu kadang tidak mengetahui berapa jarak yang normal antara menyusui, pola tidur bayi baru lahir, dan apa hal pertama yang biasanya bayi lakukan saat ia lapar sebelum bayi mulai nangis.

Bayi yang rewel dianggap sebagai sinyal bahwa bayi sedang lapar, walaupun sebenarnya tidak, dan kemudian ibu berkesimpulan bahwa ia tidak mampu untuk memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya.

Bayi yang tidak diberikan ASI mungkin dapat tidur lebih lama, sehingga ibu berpikiran untuk memberikan bayinya susu formula saja dibandingkan ASI. Namun, jangan salah, bayi tidur lebih lama karena susu selain ASI lebih sulit untuk dicerna bayi.

Kadang ibu juga menganggap bahwa bayi yang menyusu lebih sering, terutama pada malam hari, adalah tanda bahwa ASI-nya tidak cukup. Hal ini dapat membuat ASI yang diproduksi ibu benar-benar menurun, bayi akan lebih lama tidur, dan tubuh ibu tidak menerimal sinyal lagi bahwa ia perlu untuk memproduksi ASI.

Hal-hal tersebut mungkin membuat ibu menganggap bahwa ia mempunyai masalah dalam menyusui, padahal sebenarnya tidak. Kesalahpahaman tersebut mungkin disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai perilaku bayi atau kurangnya dukungan untuk memberikan ASI dari orang sekeliling ibu.

Ibu menyusui perlu berusaha keras untuk menumbuhkan kepercayaan diri bahwa tubuhnya mampu untuk memproduksi cukup ASI. Selain itu, ibu juga memerlukan dukungan dari orang sekitarnya untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya. Kedua hal ini dapat mendorong ibu untuk terus bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayinya.

Apa saja yang dapat menjadi faktor terjadinya PKA?

Berbagai faktor dapat mempengaruhi PKA, seperti:

  • Faktor sosial budaya, seperti ketakutan dan pengaruh dari orangtua yang dapat menurunkan kepercayaan diri ibu untuk dapat memuaskan bayinya.
  • Penjadwalan menyusui bayi yang salah, kadang ibu lebih terpaku pada waktu untuk menyusui bayinya, sehingga mungkin bayi akan menyusu lebih sedikit pada waktu menyusu karena ia sedang tidak lapar. Padahal sebenarnya ibu harus menyusui bayinya kapan saja sesuai keinginan bayi, jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda lapar.
  • Pikiran dan psikologis ibu, ASI yang keluar dapat mempengaruhi persepsi seorang ibu terhadap kemampuannya untuk menghasilkan ASI, meskipun perasaan ini tidak dapat memprediksi berapa banyak ASI yang keluar. Jika wanita depresi atau cemas tentang kemampuannya merawat bayinya, maka hal ini juga dapat mempengaruhi ketidakcukupan ASI.

Gejala yang sering dianggap tanda ASI kurang

Anda mungkin akan berpikir bahwa Anda tidak cukup memproduksi ASI untuk bayi Anda, jika Anda mengalami hal-hal berikut ini. Namun ingat, kondisi berikut ini belum tentu berarti ASI Anda kurang.

  • Refleks let-down Anda terasa lemah dan payudara Anda terasa kurang penuh. Tetapi, sebenarnya ini hanya tanda bahwa tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi Anda.
  • ASI tidak lagi bocor dari puting Anda. Ini juga dapat terjadi ketika tubuh sedang menyesuaikan diri dengan pola makan bayi.
  • Bayi Anda ingin lebih banyak ASI daripada biasanya. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang mengalami lonjakan pertumbuhan sehingga kebutuhan bayi meningkat. Pastikan bayi Anda menyusu dengan baik, jika perlu ubah posisi menyusu Anda agar bayi menyusu dengan lebih nyaman.
  • Durasi menyusui lebih pendek. Beberapa bayi menyusu dengan waktu lebih cepat dari bayi lain. Anda mungkin akan menganggap bahwa Anda tidak dapat memuaskan keinginan bayi untuk menyusu ketika bayi menyusu lebih cepat.

Apa tandanya bayi saya sudah mendapat cukup ASI?

Karena hal di atas bukanlah indikator yang dapat menunjukkan bahwa produksi ASI Anda sedikit atau tidak cukup, Anda dapat mengetahui bayi Anda mendapatkan cukup ASI dari tanda-tanda di bawah ini.

  • Bayi Anda buang air besar setiap hari dengan feses lunak dan berwarna kekuningan, ini dapat menjadi tanda ia cukup mendapat ASI. Pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran, mungkin bayi Anda bisa buang air besar sebanyak lima kali. Ketika bayi Anda sudah berusia dua atau tiga bulan mungkin frekuensi ia buang air besar menurun menjadi satu kali per hari, dan ini masih berarti bayi Anda cukup mendapat ASI.
  • Bayi Anda mengompol setidaknya 8-10 kali per hari di bulan-bulan awal, ini juga menjadi tanda bahwa produksi ASI Anda cukup. Air kencing bayi Anda berwarna kuning terang atau tidak berwarna, ini tandanya bayi mendapat cairan yang cukup.
  • Berat badan bayi mengalami kenaikan. Pada minggu-minggu awal setelah kelahiran mungkin bayi akan mengalami sedikit penurunan berat badan. Tetapi, setelah itu ia akan mengalami kenaikan berat badan rata-rata sebesar 110-200 gram setiap minggu dan ini merupakan tanda bahwa ia cukup menerima ASI dari ibu.
  • Bayi terlihat sehat dan segar

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca