Benarkah ASI Booster Bisa Meningkatkan Produksi Susu Ibu?

Menyusui merupakan salah satu tantangan bagi ibu setelah melahirkan. Beberapa ibu mungkin mengalami masalah saat menyusui bayinya. Khawatir produksi ASI menipis dan tidak cukup untuk bayi merupakan salah satu masalah yang mungkin sering dihadapi ibu hamil. Padahal, sugesti seperti itu justru dapat benar-benar memengaruhi produksi ASI. Tak jarang, ibu mengonsumsi ASI booster yang dipercaya dapat mempertahankan atau bahkan memperbanyak produksi ASI. Nah, sebenarnya apa sih ASI booster itu? Apakah benar dapat memperbanyak produksi ASI?

Apa itu ASI booster?

Belakangan ini banyak sekali produk pelancar ASI bermunculan. Khasiat yang ditawarkannya pun membuat ibu penasaran ingin mencobanya. Terlebih, sudah banyak ibu yang ingin menyusui bayinya secara eksklusif dan diteruskan pemberiannya sampai 2 tahun. Berbeda merek ASI booster, berbeda pula kandungannya.

Sebelum membahasnya lebih lanjut, sebenarnya apa sih ASI booster? ASI booster merupakan suplemen yang dipercaya dapat membantu ibu dalam meningkatkan produksi ASI. Tak hanya dalam segi kuantitas, kualitas ASI pun meningkat dengan konsumsi ASI booster. Dengan begitu, ibu makin percaya diri untuk bisa menyusui bayinya.

Pikiran yang positif ini turut merangsang tubuh ibu untuk memproduksi ASI. Dengan didukung oleh isapan bayi di puting ibu, maka produksi ASI pun akan makin lancar. Ini mungkin merupakan efek timbal balik.

Bayi yang frustasi atau lelah mengisap puting ibu karena ASI keluar tidak lancar atau sedikit dapat membuatnya justru menolak menyusu. Semakin banyak rangsangan alami yang diberikan bayi saat mengisap puting Anda, semakin banyak pula ASI yang bisa dihasilkan tubuh.

Apa benar ASI booster bisa meningkatkan produksi ASI?

Produk ASI booster yang banyak ditawarkan di pasaran biasanya dalam bentuk cair atau minuman kemasan. Biasanya, produk pelancar ASI ini mengandung bahan-bahan yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, seperti susu sapi, fenugreek, oat, dan bahan tambahan lainnya yang mempunyai kandungan energi tinggi.

Untuk memperkaya rasa, ASI booster juga sering ditambahkan buah-buahan, seperti strawberry, pisang, jeruk, kacang hijau, dan lainnya.

Bahan-bahan makanan dengan kandungan energi tinggi ini turut membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu. Jika kebutuhan gizi ibu terpenuhi, maka ASI yang diproduksi ibu pun bisa lebih banyak dan lebih baik dalam segi kualitas.

Hal ini pun sesuai dengan hasil penelitian Fikawati, dkk (2017) yang melaporkan bahwa pemberian tambahan makanan pada ibu menyusui merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pemberian ASI eksklusif 6 bulan.

Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa pemberian suplementasi susu ke ibu menyusui merupakan hal yang efektif dalam mendukung ASI eksklusif. Jadi, tak heran jika ASI booster yang mengandung susu bisa mendukung produksi ASI ibu menyusui.

Susu dalam hal ini dapat menyumbang asupan energi dan protein ibu, di mana kebutuhan energi ibu saat menyusui ternyata lebih besar dibandingkan saat hamil. Dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013,  ibu menyusui direkomendasikan untuk menambah asupan energinya sebesar 330-400 kalori.

Jadi, kesimpulannya adalah ASI booster bisa membantu ibu mencukupi kebutuhan gizinya, sehingga tubuh ibu dapat memproduksi ASI lebih baik dalam segi kuantitas maupun kualitas.

Jika Anda tidak ingin membeli produk pelancar ASI, Anda bisa mengonsumsi makanan, seperti susu sapi, telur, oat, alpukat, pepaya, bayam, daun katuk, kentang, almond, dan lainnya, di samping makanan Anda sehari-hari.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru