×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

4 Masalah yang Mungkin Dialami Bayi Saat Menyusui (dan Solusinya)

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Pada umumnya, bayi yang baru lahir bisa otomatis langsung menempel pada puting ibu untuk segera menyusuNamun terkadang bayi mungkin mengalami berbagai kendala saat ingin menyusu. Berikut adalah macam-macam masalah menyusui yang sering dihadapi bayi saat menyusu dan cara mengatasinya.

Berbagai masalah menyusui yang sering dialami bayi

1. Saat bayi baru lahir

Saat bayi dilahirkan, bayi akan menghabiskan waktunya untuk tidur. Hal ini disebabkan oleh efek obat selama persalinan. Untuk itu, Anda perlu mencoba membangunkannya dengan lembut. Kemudian, peluk dan posisikan Anda dan bayi Anda senyaman mungkin.

Semakin cepat menyusui bayi Anda, akan membuatnya lebih cepat beradaptasi. Seperti yang dilansir Parents, Agnes Pedicino, seorang pendidik di kota New York berkata, “Sejak awal, refleks alami bayi adalah merangkak naik ke payudara ibunya sendiri dan mulai menyusui.”

Ditambah lagi, saat Anda meletakkan kulit telanjang bayi di kulit Anda, Anda membantu refleksnya. Jadi, kontak dari kulit ke kulit, ditambah dengan aroma tubuh dan sentuhan Anda dapat menuntun bayi untuk menyusui lebih lancar.

2. Bayi rewel sebelum menyusui

Jika bayi rewel, mungkin bayi Anda sedang lelah, sakit, atau lapar. Tentu hal ini akan menyulitkan Anda. Pertama, cobalah untuk membuatnya tenang, bawa ke tempat yang lebih hening, lebih redup, atau mengubah posisinya lebih nyaman.

Kemudian, cobalah untuk memeras payudara Anda dan keluarkan beberapa tetes ASI. Aroma dan rasa ASI tersebut akan merangsang bayi Anda untuk menyusui.

3. Bayi sulit menyusui karena ukuran payudara ibu

Jika ukuran payudara Anda besar, maka ukuran puting susu juga lebih besar. Hal ini mungkin akan menyulitkan bayi ketika melakukan perlekatan (latching on). Ukuran payudara yang besar juga akan membuat Anda kesulitan untuk menahannya.

Anda bisa menggunakan isapan pompa payudara untuk membuat puting susu Anda lebih panjang dan lebih tipis sebelum bayi menyusui. Seiring dengan pertumbuhan bayi Anda, ukuran payudara dan puting Anda yang lebih besar tidak akan menjadi masalah lagi ketika Anda menyusui.

Jika sebaliknya puting Anda terlalu kecil dan datar, Anda bisa memompa payudara Anda terlebih dahulu selama satu sampai dua menit. Anda bisa menggunakan nipple shield (perisai puting payudara) yang akan membuat puting Anda lebih kecil dan lebih panjang sehingga mudah untuk bayi Anda. Untuk penanganan lebih lanjut, Anda bisa konsultasikan dengan dokter.

4. Susah menyusui karena kondisi kesehatan tertentu

Beberapa bayi yang lahir dengan kondisi tertentu dapat menghadapi masalah menyusui. Untuk itu, Anda perlu memerhatikan beberapa hal ketika Anda akan memberikan ASI. Berikut beberapa kondisi yang perlu Anda perhatikan, seperti:

  • Jika bayi Anda mengalami permasalahan dengan jantungnya, maka bayi Anda bisa sangat mudah lelah atau sulit bernapas pada saat menyusui. Oleh karena itu, sebaiknya Anda harus bersabar, berikan ASI Anda secara perlahan dengan istirahat dulu bila bayi memang sudah ingin berhenti.
  • Jika bayi Anda lahir dengan bibir sumbing, maka akan sulit baginya untuk mengisap ASI. Anda bisa belajar dari dokter bagaimana teknik menyusui untuk bibir sumbing, biasanya dengan memblokir celah pada bibir bayi dengan jari Anda.
  • Jika bayi Anda lahir dengan ankyloglossia atau lidah yang “terikat”, kemampuan bayi untuk melebarkan lidah dari mulutnya sangat terbatas. Maka, bayi akan kesulitan memperoleh ASI. Konsultasikan cara menyusui dengan dokter merupakan solusi yang tepat.
  • Jika bayi Anda lahir secara prematur, maka ukuran mulutnya akan lebih kecil. Jadi, penggunaan perisai puting memudahkan bayi untuk memperoleh ASI.
  • Jika bayi Anda lahir dengan Down syndrome, maka kemampuan ototnya akan sedikit lebih lemah. Namun, dengan cara menyusui yang tepat akan membantunya untuk melatih kemampuan otot-otot wajahnya.

Akan lebih baik lagi jika Anda memperoleh pengawasan dari dokter jika Anda berada dalam situasi-situasi ini untuk memastikan bayi tetap mendapat cukup makanan.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca