3 Trik Jitu Membujuk Anak Supaya Mau Makan Saat Sedang Sakit

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Wajar jika Anda sebagai orangtua merasa cemas dan khawatir ketika anak sakit. Ditambah lagi, anak cenderung susah makan saat sakit. Jangan panik dulu, bapak ibu. Ada beberapa tips jitu yang bisa Anda lakukan untuk membuat anak jadi mau makan saat sakit. Baca ulasan berikut hingga tuntas, ya!

Kenapa anak susah makan saat sakit?

Nafsu makan menurun adalah hal yang wajar ketika anak sedang sakit. Ketika lidah terasa pahit dan nyeri saat menelan, tentu anak akan merasa tidak nyaman dan susah makan saat sakit. Belum lagi bila anak merasa mual atau perutnya begah.

Tips jitu agar anak mau makan saat sakit

Jangan khawatir, anak yang sakit tidak akan terus-terusan ‘mogok makan’, kok. Sebab, nafsu makan anak akan kembali membaik ketika anak sudah mulai mau sembuh. Nah, ikuti tiga tips jitu berikut ini agar anak jadi mau makan walaupun masih sakit.

1. Penuhi kebutuhan cairan anak

Walaupun anak susah makan, Anda harus memastikan asupan cairan anak tercukupi. Hal ini berguna untuk mencegah anak dehidrasi, terutama jika anak mengalami demam, muntah, diare, atau infeksi saluran pernapasan seperti flu dan bronkitis.

Pasalnya, tubuh membutuhkan air untuk melawan segala infeksi. Jadi, jika anak Anda menolak untuk makan tetapi mau minum, biarkan saja tubuhnya melawan infeksi melalui asupan cairan hingga anak akan sembuh dengan sendirinya.

Selain dengan air putih, Anda dapat memberikan variasi lain dengan makanan yang mengandung kadar air tinggi. Misalnya jus yang diencerkan, sup ayam, buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, semangka, atau melon. Kecuali bila anak mengalami diare atau muntah cukup sering, segera cek ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Berikan makanan kesukaan anak

Saat Anda sakit, Anda tentu menginginkan makanan-makanan enak sesuai dengan kesukaan Anda. Nah, ini juga berlaku untuk anak Anda. Pancing nafsu makan anak dengan memberikan makanan-makanan kesukaannya, entah itu biskuit, sup sayur favoritnya, atau buah-buahan.

Ikuti saja keinginannya dan jangan khawatir bila anak hanya menginginkan satu jenis makanan. Yang penting anak mau makan secara bertahap sehingga energinya dapat kembali secara perlahan.

3. Jangan paksa anak untuk makan

Kebanyakan orang tua cenderung mendorong anaknya untuk makan yang banyak. Pasalnya, mereka khawatir anak akan sakit atau kekurangan vitamin jika hanya sedikit makan. Bahkan terkadang Anda melakukan sedikit ‘pemaksaan’ untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Sayangnya, tidak ada gunanya memaksakan anak untuk makan. Pemaksaan ini hanya akan membuat anak stres dan semakin tidak mau makan. Jadi, sebagai orang tua tidak perlu khawatir jika anak Anda hanya mampu makan dalam jumlah yang sedikit.

Tenang saja, anak Anda tidak akan terus-terusan ‘mogok makan’, kok. Sebab, anak Anda mampu menilai seberapa banyak makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Mereka akan cenderung makan ketika tubuhnya sudah merasa lapar sehingga secara perlahan selera makan anak nya akan kembali normal.

Lebih baik berikan pujian setiap anak berhasil menelan satu suapan. Hal ini akan membuatnya semakin bersemangat dan terpacu untuk makan secara perlahan-lahan. Cobalah berikan dalam porsi yang kecil terlebih dahulu dan lihat reaksinya. Setelah anak semakin semangat makan, baru tambahkan porsinya secara perlahan. Selama Anda menawarkan makanan yang sehat, Anda tidak perlu khawatir bila anak hanya sedikit makan.

Tips merancang menu makan anak saat sakit

Berikut beberapa contoh makanan sehat yang dapat Anda berikan sesuai dengan jenis penyakit anak:

  • Sakit tenggorokan: Berikan teh hangat yang dicampurkan dengan satu tetes madu untuk melegakan tenggorokan anak. Untuk variasinya berikan cokelat panas agar semakin memancing nafsu makan anak.
  • Pilek: Berikan satu mangkuk sup ayam yang ditambahkan mie untuk menarik perhatian anak yang cenderung menyukai mie. Sajikan dengan bentuk yang menarik agar anak semakin ingin makan. Kandungan kaldu pada sup dapat membantu melawan demam anak.
  • Diare: Untuk mencegah dehidrasi, pastikan anak minum air putih dengan cukup atau ganti dengan larutan elektrolit (oralit). Hindari jus dan minuman manis agar tidak semakin memperparah diare.
  • Sembelit: Berikan makanan tinggi serat, seperti apel, jeruk, wortel, dan seledri. Tetap penuhi kebutuhan asupan cairan anak untuk membantu melancarkan buang air besar.

Anda juga dapat memberikan obat untuk membuat anak Anda merasa lebih nyaman saat nyaman berdasarkan keluhan sang anak. Misalnya dengan memberikan antinyeri seperti ibuprofen atau paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri saat menelan. Anda juga bisa memberikan obat mual pada anak Anda sebelum makan untuk mengurangi rasa mual. Bila Anda tidak paham mengenai dosis atau jenis obat yang diperlukan, sebaiknya Anda tanyakan pada dokter.

Begitu pun bila nafsu makan anak yang menurun berlangsung berkepanjangan. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut mengenai cara terbaik memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca