home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kwashiorkor, Masalah Gizi Anak karena Kurangnya Asupan Protein

Apa itu kwashiorkor?|Apa penyebab kwashiorkor?|Gejala atau tanda anak dengan kwashiorkor|Bagaimana mendiagnosis kwashiorkor?|Pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan untuk kwashiorkor|Apa saja komplikasi dari busung lapar jenis kwashiorkor?
Kwashiorkor, Masalah Gizi Anak karena Kurangnya Asupan Protein

Anak membutuhkan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan termasuk di usia balita. Namun, kebutuhan zat gizi yang tinggi ini kadang tidak sejalan dengan pemenuhannya. Akibatnya, anak dapat menderita kekurangan gizi. Ada berbagai jenis kondisi gizi buruk pada anak, salah satunya adalah kwashiorkor. Berikut penjelasan seputar kwashiorkor.

Apa itu kwashiorkor?

Mengutip dari buku berjudul Kwashiorkor dari NCBI, kwashiorkor adalah penyakit yang ditandai dengan malnutrisi atau kekurangan protein yang sangat parah.

Kondisi ini biasanya menyerang bayi dan anak-anak dan paling sering terjadi di usia anak 2-5 tahun ketika ia sudah disapih.

Kwashiorkor dikenal sebagai edematous malnutrition, yaitu adalah kondisi ketika anak terlihat gemuk karena penumpukan cairan tubuh, terutama di area mata kaki dan perut.

Padahal, bagian tubuh lainnya sangat kurus dan sangat kekurangan asupan gizi.

Secara fisik, masalah kesehatan ini berbeda dengan marasmus. Ini karena anak dengan marasmus biasanya sangat kurus, sedangkan kwashiorkor tidak demikian.

Akan tetapi, kwashiorkor dan marasmus termasuk jenis dari malnutrisi pada anak yang biasa disebut sebagai busung lapar.

Kwashiorkor bisa terlihat pada kasus kelaparan parah di daerah yang dilanda kemiskinan di seluruh dunia.

Bahkan, pada 1950, kondisi ini diakui sebagai krisis kesehatan masyarakat oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Sejarah mencatat, di tahun tersebut anak-anak mengalami diare, batuk, dan sesak napas.

Temuan tersebut mengarah pada simpulan bahwa kwashiorkor yang menjadi salah satu penyebab busung lapar ini mengakibatkan kematian pada anak.

Meski begitu, pengakuan tersebut sedikit terlambat karena anak-anak sudah menjadi korban sampai meninggal dunia.

Hal ini terjadi karena penyebab busung lapar ini membuat anak mengalami infeksi serta gangguan pencernaan. Sejak saat itu, upaya pemberantasan kwashiorkor dimulai.

Daerah epidemi kwashiorkor

Masih dari buku Kwashiorkor, wilayah yang paling terkena dampak penyakit ini adalah Amerika Tengah, Asia Tenggara, Kongo, Afrika Selatan, Uganda, Puerto Rico, dan Jamaika.

Angka pengidap busung lapar jenis kwashiorkor bervariasi dan sebagian besar terlihat saat anak sedang mengalami masa kelaparan.

Apa penyebab kwashiorkor?

Gangguan nutrisi dan masalah makan pada anak bisa dipengaruhi oleh beberapa hal.

Berikut penyebab kwashiorkor atau busung lapar yang perlu diperhatikan:

1. Kurang protein

Anak bisa mengalami penyakit busung lapar seperti kwashiorkor karena kurangnya asupan protein yang sangat rendah dalam jangka waktu sangat lama.

Padahal, setiap sel di tubuh mengandung protein yang digunakan untuk memperbaiki sel yang rusak dan membentuk sel baru.

Maka dari itu, tubuh manusia yang sehat meregenerasi sel secara terus-menerus.

Jika tubuh kekurangan protein, pertumbuhan dan fungsi tubuh yang normal akan mulai terhambat dan malnutrisi pada anak pun bisa terjadi.

2. Kesulitan mendapatkan bahan makanan

Pasokan pangan yang terbatas sering terjadi di negara berkembang diakibatkan oleh bencana alam, seperti kekeringan atau banjir, bahkan saat kerusuhan politik.

Hal ini pula yang menjadi penyebab busung lapar seperti kwashiorkor sehingga terjadi kelaparan.

Lalu, kurangnya pengetahuan seputar gizi anak dan balita juga dapat menyebabkan kondisi ini.

3. Kondisi bawaan lahir

Faktor genetik bisa memengaruhi anak mengalami kwashiorkor, misalnya penyakit jantung kongenital yang bisa membuat asupan makanan anak tidak seimbang.

Kondisi tersebut bisa menyulitkan proses penyerapan nutrisi pada anak yang berujung dengan malnutrisi.

Gejala atau tanda anak dengan kwashiorkor

gizi buruk

Ketika kondisi kekurangan protein terjadi lebih parah, ada beberapa tanda kelainan yang mengindikasikan anak mengalami kwashiorkor.

Melansir dari DermNet, berikut adalah gejala busung lapar yang disebabkan oleh kwashiorkor:

  • Gagal tumbuh (tidak tambah tinggi dan berat).
  • Perubahan warna rambut dan tekstur menjadi kuning kemerahan (warna karat) serta kering, rapuh, atau rontok.
  • Perubahan pigmen kulit, terlihat ruam (dermatitis).
  • Lemas dan pucat.
  • Hilangnya massa otot.
  • Diare (buang air besar terus menerus).
  • Edema (bengkak) pada pergelangan kaki, kaki, dan perut.
  • Sistem kekebalan tubuh yang rusak menyebabkan infeksi yang lebih sering dan parah.
  • Mudah marah dan syok.

Mengapa rambut anak kwashiorkor berwarna kuning?

Perubahan warna kulit dan rambut pada anak dengan kondisi ini terjadi selama beberapa hari setelah mengalami gizi buruk. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Hal tersebut disebabkan oleh perubahan pigmen rambut yang menjadi kering. Hal ini kemudian membuatnya berubah warna menjadi kuning kemerahan bahkan sampai putih.

Selain warnanya berubah, kuku anak juga sangat rapuh sampai bisa ditarik dengan mudah. Jari-jari tangan dan kaki melunak, kering, dan pecah-pecah.

Kulit anak yang mengalami penyakit busung lapar jenis kwashiorkor juga menjadi lebih gelap, kering, sampai pecah-pecah saat diregangkan seperti ada retakan.

Bagaimana mendiagnosis kwashiorkor?

Jika anak Anda memiliki beberapa gejala penyakit busung lapar ini, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik.

Beberapa aspek yang diperiksa yaitu berat badan, tinggi badan, pemeriksaan pembesaran hati (hepatomegali), dan pembengkakan pada bagian tubuh.

Selain itu, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk melihat ruam kulit, kondisi kaki, tangan, wajah, dan lengan anak.

Selanjutnya, diperlukan pemeriksaan darah dan tes urine untuk mengukur kadar protein dan gula dalam darah anak Anda.

Tes ini dapat melihat kerusakan otot, menilai fungsi ginjal, kesehatan secara keseluruhan, dan status pertumbuhan anak.

Dikutip dari Medlineplus, pemeriksaan laboratorium yang dimaksud meliputi:

  • Gas darah arteri.
  • Blood Urea Nitrogen (BUN).
  • Kadar kreatinin darah.
  • Kadar kalium darah.
  • Urinalisis.
  • Zat besi dalam tubuh.
  • Hitung darah lengkap (CBC).
  • Kadar magnesium.
  • Jumlah total protein dalam tubuh.

Dokter juga akan memeriksa riwayat pola makan dan menu makanan anak untuk diagnosis lebih lanjut.

Anak yang mengalami kwashiorkor cenderung memiliki kadar gula darah, protein, natrium, dan magnesium yang rendah.

Pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan untuk kwashiorkor

dampak gizi buruk kwashiorkor pada anak

Kebanyakan anak dengan kondisi busung lapar jenis kwashiorkor bisa sembuh total jika mereka dirawat lebih awal.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian kalori dan protein ekstra ke dalam makanan.

Anak-anak dengan penyakit busung lapar atau kwashiorkor mungkin tidak bisa tumbuh atau berkembang dengan baik.

Maka dari itu, ada kemungkinan perkembangannya pun tetap terhambat sampai ia besar.

Dalam buku Kwashiorkor, ada 10 prinsip utama yang digunakan secara global berdasarkan Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak:

1. Mencegah dan mengobati hipoglikemia

Kebanyakan anak yang menderita gizi buruk, termasuk kwashiorkor, mengalami hipoglikemia.

Ini adalah kondisi kadar gula darah rendah sehingga anak harus diberi larutan glukosa sebanyak 10% setelah masuk rumah sakit.

Perawatan

  • Segera beri F-75 (susu khusus anak malnutrisi) atau modifikasinya bila penyediaan memungkinkan.
  • Bila F-75 pertama tidak disediakan dengan cepat, berikan 50 ml larutan glukosa secara oral atau lewat NGT.
  • Lanjutkan pemberian F-75 setiap 2-3 jam, siang dan malam selama minimal dua hari.
  • Kalau masih ASI, teruskan pemberian ASI di luar jadwal F-75.
  • Bila anak tidak sadar, berikan larutan glukosa sebanyak 10% lewat suntikan sebanyak 5 ml/kgBB atau larutan gula pasir 50 ml dengan NGT.
  • Lalu, berikan anak antibiotik yang sudah diresepkan dokter.

Pemantauan

Kalau kadar gula darah awal rendah, ulangi pengukuran kadar gula darah setelah 30 menit, dengan ketentuan:

  • Kadar gula di bawah 3 mmol/L (-54 mg/dl), ulangi pemberian larutan glukosa.
  • Suhu rektal (pengukuran suhu lewat anus) kurang dari 35,5 derajat celcius dan kesehatan memburuk.

2. Mencegah dan mengobati hipotermia

Mengutip dari WHO, anak-anak yang kekurangan gizi parah seperti busung lapar jenis kwashiorkor sangat rentan mengalami hipotermia.

Ini adalah kondisi suhu inti tubuh turun di bawah suhu normal yang diperlukan oleh tubuh. Anak dikatakan hipotermia ketika suhu tubuhnya kurang dari 35 derajat celcius.

Malnutrisi parah memengaruhi sekitar 19 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Kondisi ini diperkirakan menyebabkan kematian sekitar 400 ribu anak setiap tahunnya.

Perawatan

  • Segera beri makan F-75.
  • Pastikan tubuh anak dalam keadaan hangat dengan memakai selimut atau dipeluk oleh ibunya.
  • Apabila memakai lampu listrik, letakkan lampu pijar 40 watt dengan jarak 50 cm dari tubuh.
  • Lalu, berikan anak antibiotik yang sudah diresepkan dokter.

Pemantauan

  • Ukur suhu anak setiap dua jam.
  • Pastikan anak tertutup pakaian atau selimut terutama malam hari.
  • Periksa kadar gula bila ditemukan hipotermia.

Pencegahan

  • Letakkan tempat tidur di area hangat, di bagian kamar yang bebas angin.
  • Ganti pakaian dan sprei yang basah, jaga area anak tetap kering.
  • Hindari anak dari suasana dingin (seperti setelah mandi atau pemeriksaan medis).
  • Peluk sanak saat tidur agar tetap hangat.
  • Beri makan F-75 atau modifikasinya setiap dua jam.

3. Mengobati dan mencegah dehidrasi

Dijelaskan dalam situs resmi WHO, dehidrasi pada anak malnutrisi seperti kwashiorkor sulit diidentifikasi karena banyak tanda yang serupa dengan penyakit lainnya, seperti diare akut.

Tingkat dehidrasinya biasanya mulai dari ringan, sedang, dan berat. Ini perlu disesuaikan dengan pengobatan awal anak dengan kondisi kwashiorkor.

Perawatan

  • Gunakan infus untuk rehidrasi hanya untuk kasus dehidrasi berat dengan syok.
  • Berikan ReSoMal (cairan khusus untuk penderita gizi buruk, diare, dan dehidrasi) secara oral atau lewat NGT.
  • ReSoMal diberikan dengan dosis 5 ml/kgBB setiap 30 meit untuk 2 jam pertama.
  • Setelah dua jam, berikan ReSoMal 5-10 ml/kgBB/jam berselang dengan F-75 dengan jumlah sama, setiap jam selama 10 jam.
  • Berikuan F-75 secara teratur setiap 2 jam.
  • Kalau masih diare dan dehidrasi, berikan ReSoMal setiap buang air besar.
  • Untuk anak usia kurang dari 1 tahun, takarannya 50-100 ml dan 100-200 ml untuk anak di atas satu tahun.

Pemantauan

Beberapa pemeriksaan dalam fase pemantauan, yaitu:

  • Frekuensi napas.
  • Frekuensi nadi.
  • Frekuensi miksi dan jumlah urine.
  • Frekuensi buang air besar dan muntah.

Saat proses hidrasi berjalan dengan baik, anak akan mengeluarkan air mata, mulutnya basah, lalu cekung mata berkurang.

Namun, jika ditemukan tanda kelebihan cairan, seperti fekuensi napas meningkat 5x per menit dan frekuensi nadi 15x per menit, hentikan pemberian ReSoMal.

Anda perlu melakukan penilaian ulang dengan segera setelah satu jam.

Pencegahan

  • Lanjutkan pemberian ASI atau susu untuk anak.
  • Beri cairan F-75 sesegera mungkin.
  • Beri ReSoMal sebanyak 50-100 ml setiap buang air besar dalam bentuk cair.

4. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit

Anak yang mengalami gizi buruk, seperti busung lapar jenis kwashiorkor mengalami defisiensi kalium dan magnesium.

Hal ini lah yang menjadi penyebab terjadinya ketidakeseimbangan elektrolit.

Dalam situs Hospital Care for Children dijelaskan bahwa memperbaiki kondisi tersebut butuh 2 minggu atau lebih.

Edema atau pembengkakan kaki dan perut bisa diakibatkan oleh kekurangan kalium dan magnesium.

Untuk mengatasi gangguan elektrolit, berikan kalium dan magnesium yang terkandung dalam larutan mineral-mix dan ditambahkan dalam susu F75.

Perawatan

  • Berikan kalium dan magnesium yang terkandung di dalam larutan mineral mix dan sudah ditambahkan dalam F-75, F-100, atau ReSoMal.
  • Gunakan larutan ReSoMal untuk rehidrasi.
  • Siapkan makanan tanpa menambah garam.

Untuk tahap pemantauan dan pencegahan kekurangan elektrolit, langkahnya sama dengan bagian dehidrasi.

5. Mencegah infeksi

Data dari WHO menjelaskan bahwa malnutrisi, termasuk kwashiorkor sangat mematikan bila sudah terjangkit infeksi seperti campak, malaria, dan diare.

Maka, sangat penting untuk mencegah infeksi dalam perawatan anak kwashiorkor agar bisa diselamatkan.

Infeksi membuat sistem kekebalan tubuh berkurang dan memperburuk status gizi anak.

Sangat penting untuk memberikan vaksin campak pada anak dengan gizi buruk sebagai langkah perawatan. Namun, hal ini bisa ditunda bila anak mengalami syok.

Anak gizi buruk mengalami defisiensi vitamin dan mineral. Meski mengalami anemia, hindari memberi zat besi pada fase awal karena bisa memperparah infeksi.

Sebaiknya, tunggu sampai nafsu makan anak membaik dan berat badan anak bertambah.

Perawatan

Berikan setiap hari paling sedikit dalam dua minggu:

  • Multivitamin
  • Asam folat (5 mg pada hari pertama dan selanjutnya 1 mg/hari)
  • Zinc 2 mg
  • Vitamin A (diberikan secara oral)

6. Memperbaiki kekurangan mikronutrien

Anak yang mengidap kwashiorkor membutuhkan asupan mikronutrien, vitamin, dan mineral yang cukup banyak untuk kebutuhan nutrisi.

Berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan yaitu kalsium, zat besi, zinc, vitamin A, D, E, dan K.

7. Pemberian makanan awal

Pada fase pemberian makan awal, harus diberikan secara hati-hati karena fisiologis anak masih tergolong rentan. Berikut perawatannya:

  • Makan dalam jumlah sedikit tetapi sering dengan makanan rendah laktosa.
  • Berikan secara oral atau lewat NGT.
  • Energi: 100 kkal/kgBB/hari.
  • Protein: 1-1,5 gram/kgBB/hari.
  • Cairan: 130 ml/kgBB/hari (bila ada edema berat, berikan 100 ml/kgBB/hari).
  • Penuhi jumlah F-75 sesuai ketentuan.
  • Pada anak dengan nafsu makan baik tanpa edema, jadwal di atas bisa dipercepat menjadi 2-3 hari..

kwashiorkor

Pemantauan

Hal yang perlu dipantau dan dicatat setiap hari dalam fase makanan awal:

  • Jumlah makanan yang diberikan dan dihabiskan.
  • Mengalami muntah.
  • Frekuensi dan konsistensi feses.
  • Berat badan anak.

8. Masuk di tahap tumbuh kejar

Tanda anak busung lapar jenis kwashiorkor masuk fase ini adalah nafsu makan yang sudah kembali dan edema semakin berkurang.

Perawatan

Lakukan transisi secara bertahap dari formula awal (F-75) ke formula tumbuh-kejar (F-100). Berikut fase transisinya:

  • Ganti F 75 dengan F 100. Beri F-100 sejumlah yang sama dengan F-75 selama 2 hari berturut-turut.
  • Selanjutnya naikkan jumlah F-100 sebanyak 10 ml setiap kali pemberian sampai anak tidak mampu menghabiskan atau tersisa sedikit.
  • Biasanya hal itu terjadi ketika pemberian formula mencapai 200 ml/kgBB/hari.
  • Dapat pula digunakan bubur atau makanan pendamping ASI yang dimodifikasi sehingga kandungan energi dan proteinnya sebanding dengan F-100.
  • Setelah transisi bertahap, berikan makan yang sering dengan jumlah tidak terbatas (sesuai kemampuan anak).

9. Memberikan stimulasi sensoris

Setelah melalui masa perawatan, anak yang mengalami busung lapar jenis kwashiorkor perlu diberi stimulasi dan dukungan emosional.

Kondisinya yang berbeda, bisa membuat ia tidak percaya diri dan tidak ingin bersosialisasi dengan temannya.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Ungkapan kasih sayang.
  • Lingkungan yang mendukung.
  • Terapi bermain yang terstruktur selama 15-30 menit.
  • Aktivitas fisik setelah anak cukup sehat.
  • Libatkan orangtua (ayah dan ibu) dalam setiap aktivitas.
  • Siapkan mainan yang sesuai dengan usianya.

Berbagai cara di atas dilakukan untuk meningkatkan perkembangan sosial dan emosional anak usia dini pada anak kwasiorkor.

10. Persiapan pulang

Bila anak dengan kwashiorkor berat dan tinggi badannya sudah lebih dari -2 SD atau setara dengan 80 persen, anak dianggap sudah pulih.

Anak mungkin masih memiliki berat badan rendah karena perawakannya pendek. Namun, bisa diberikan stimulasi dan pemberian makanan yang baik di rumah.

Lengkapi imunisasi dasar atau ulangan dan mengikuti program pemberian vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus.

Apa saja komplikasi dari busung lapar jenis kwashiorkor?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak dengan kondisi ini bisa mengalami komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.

Berikut adalah beberapa komplikasi dari busung lapar jenis kwashiorkor yang bisa terjadi:

  • Pembengkakan hati (hepatomegali).
  • Kerusakan sistem kardiovaskular.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Kelainan saluran pencernaan (atrofi pankreas, defisiensi laktase, pertumbuhan bakteri).
  • Kehilangan fungsi kekebalan tubuh.
  • Kadar insulin menurun (endokrinopati).
  • Gangguan metabolisme dan hipotermia.
  • Kelainan elektrolit.

Dengan perawatan yang benar, anak yang mengalami kwashiorkor bisa kembali sehat.

Perlu diperhatikan bahwa perawatan yang tertunda dan tidak rutin bisa mengakibatkan masalah kesehatan fisik dan mental anak.

Banyak anak kwashiorkor tidak tumbuh tinggi sesuai usianya karena kekurangan gizi pada usia dini. Bila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa mengakibatkan kematian.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kwashiorkor: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 10 March 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/001604.htm

Benjamin, O., & Lappin, S. (2019). Kwashiorkor. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507876/

Kwashiorkor | DermNet NZ. (2020). Retrieved 10 March 2020, from https://dermnetnz.org/topics/kwashiorkor/

Kwashiorkor: Causes, symptoms, and treatment. (2020). Retrieved 10 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322453

Kwashiorkor: Causes, Symptoms, and Diagnosis. (2020). Retrieved 10 March 2020, from https://www.healthline.com/health/kwashiorkor

Treatment of hypothermia in children with severe acute malnutrition. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.who.int/elena/titles/hypothermia_sam/en/

WHO | Initial treatment of dehydration for severe acute malnutrition. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.who.int/elena/titles/bbc/dehydration_sam/en/

Gangguan keseimbangan elektrolit | ICHRC. (2020). Retrieved 11 March 2020, from http://www.ichrc.org/744-gangguan-keseimbangan-elektrolit

(2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.who.int/diseasecontrol_emergencies/publications/idhe_2009_london_malnutrition_fenn.pdf

World Health Organization Indonesia. (2009). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit, Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Kabupaten Kota. Retrieved 11 March 2020

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 29/01/2021
x