Pengetahuan Dasar Mengenai Flu Pada Anak-anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Flu, kependekan dari influenza, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus pernafasan. Infeksi dapat menyebar dengan cepat karena penularannya dari orang ke orang. Ketika seseorang yang sedang flu batuk atau bersin, virus influenza tercampur ke dalam kandungan  udara, dan orang-orang dekatnya, termasuk anak-anak, dapat menghirupnya. Virus ini juga dapat menyebar ketika anak Anda menyentuh permukaan yang keras, seperti pegangan pintu, dan kemudian menempatkan tangan atau jari di hidung, mulut, atau menggosok matanya.

Ketika ada wabah atau epidemi, penyakit ini paling sering menyerang anak-anak prasekolah atau usia sekolah. Pengasuhnya juga mudah terkena dan dapat terjangkit penyakit ini. Virus biasanya ditularkan dalam beberapa hari pertama di awal munculnya penyakit. Semua virus flu menyebabkan penyakit pernapasan yang dapat berlangsung satu minggu atau lebih.

Gejala flu yaitu:

  • Demam mendadak (biasanya di atas 38,3 derajat Celsius)
  • Menggigil dan tubuh gemetar
  • Sakit kepala, nyeri tubuh, lebih lelah dari biasanya
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk kering
  • Sesak, pilek

Beberapa anak dapat mengalami muntah dan mencret (diare). Setelah beberapa hari pertama, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk akan terus bertambah parah. Flu bisa bertahan seminggu atau bahkan lebih lama. Seorang anak yang pilek biasanya mengalami demam lebih rendah, hidung meler, dan hanya sedikit batuk. Orang dewasa biasanya merasa jauh lebih sakit, lebih pegal, dan lebih terganggu dengan flu.

Flu pada orang yang sehat, terutama anak-anak, biasanya akan sembuh sekitar seminggu atau dua minggu tanpa masalah lain. Namun, Anda dapat menduga adanya komplikasi jika anak Anda mengatakan bahwa telinganya sakit atau merasakan tekanan di wajah dan kepalanya, atau jika batuk dan demamnya bertahan lebih dari dua minggu.

Bicarakan dengan dokter jika anak Anda mengalami sakit telinga, batuk, dan demam yang tidak sembuh-sembuh.

Anak-anak yang tampaknya memiliki risiko terbesar komplikasi dari flu adalah mereka dengan kondisi medis kronis, seperti jantung, paru-paru, penyakit ginjal, masalah sistem kekebalan tubuh, diabetes mellitus, beberapa penyakit darah, atau penyakit ganas lainya. Karena anak-anak ini mungkin memiliki penyakit yang lebih parah atau komplikasi, bila memungkinkan, mereka harus dijauhkan dari anak-anak yang mengalami flu atau gejala flu. Dokter anak mungkin akan menyarankan tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Jika anak Anda memiliki gejala seperti flu dibarengi dengan kesulitan bernapas, cari pertolongan medis segera. Terdapat komplikasi yang serius, bahkan kematian, namun berkat vaksin flu ini jarang terjadi.

Pengobatan

Untuk semua anak yang flu terdapat banyak hal-hal yang perlu diperhatikan. Anak-anak sebaiknya beristirahat lebih banyak, diberi cairan tambahan, dan makanan yang mudah dicerna. Cool mist  humidifier atau vaporizer di ruangan mungkin menambah kelempaban untuk dan membuat bernapas melalui hidung yang meradang sedikit lebih mudah.

Jika anak Anda tidak nyaman karena demam, acetaminophen atau ibuprofen dalam dosis yang direkomendasikan oleh dokter anak Anda untuk usia dan berat badannya akan membantu dia merasa lebih baik. Ibuprofen boleh digunakan pada anak-anak usia enam bulan atau lebih. Namun, tidak boleh diberikan kepada anak-anak yang mengalami dehidrasi atau muntah terus menerus. Sangat penting untuk tidak memberikan aspirin pada anak yang flu atau diduga mengalami flu. Penggunaan aspirin selama influenza mengakibatkan meningkatnya risiko Reye sindrom.

Pencegahan

Setiap orang harus mendapatkan vaksin flu setiap tahun untuk memperbarui perlindungan mereka. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah terkena flu. Vaksin yang aman dibuat setiap tahun dan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin flu adalah segera saat tersedia di klinik terdekat. Vaksinasi sangat penting untuk:

  • Semua anak, termasuk bayi yang lahir prematur, yang enam bulan dan lebih tua, terutama mereka yang risiko komplikasi flunya tinggi
  • Anak-anak di bawah  lima tahun (terutama bayi di bawah enam bulan)
  • Semua pegawai kesehatan
  • Semua wanita hamil, sedang mempertimbangkan kehamilan, baru melahirkan, atau sedang menyusui selama musim flu.

Virus flu menyebar dengan mudah melalui udara saat batuk dan bersin, dan melalui benda-benda yang dapat disentuh seperti tombol-tombol pintu atau mainan dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Berikut beberapa tips yang akan membantu melindungi keluarga Anda dari sakit.

  1. Setiap orang harus sering mencuci tangan mereka. Anda dapat menggunakan sabun dan air hangat setidaknya dua puluh detik. Pembersih tangan berbasis alkohol atau sanitizer juga bekerja dengan baik. Tuang secukupnya di tangan Anda kemudian gosok mereka bersama-sama sampai kering.
  2. Ajarkan anak Anda untuk menutup mulut dan hidungnya saat batuk atau bersin. Tunjukkan pada anak Anda, saat batuk, arahkan ke siku atau lengan atas atau gunakan tisu.
  3. Buang semua tisu yang digunakan untuk hidung meler dan bersin di tempat sampah segera.
  4. Cuci piring dan peralatan di air sabun yang panas atau mesin cuci piring.
  5. Jangan biarkan anak-anak berbagi dot, gelas, sendok, garpu, waslap, atau handuk tanpa mencuci. Jangan pernah berbagi sikat gigi.
  6. Ajarkan anak Anda untuk tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  7. Cuci gagang pintu, pegangan toilet, countertops, dan bahkan mainan. Gunakan disinfektan atau lap dengan sabun dan air panas.

Ada dua jenis vaksin untuk melindungi diri dari vaksin-flu inaktif, juga disebut “vaksinasi flu,” yang diberikan melalui suntikan; dan vaksin attenuated influenza yang disemprotkan ke dalam lubang hidung , sering disebut “flu mist.” The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa vaksinasi influenza diberikan setiap tahun untuk semua anak yang sehat mulai dari usia enam bulan.

Jika anak Anda menerima vaksin flu untuk pertama kalinya, ia akan membutuhkan dua dosis yang diberikan minimal satu bulan terpisah. Vaksin flu sangat penting bagi anak-anak yang berisiko tinggi komplikasi flu seperti  penyakit kronis seperti asma, penurunan sistem kekebalan tubuh, penyakit ginjal, diabetes mellitus, atau penyakit jantung. Semua anak yang memenuhi syarat dapat menerima vaksin aktif, tetapi hanya yang berusia dua tahun atau lebih  yang dapat menerima vaksin flu semprot atau “mist.” Orang dewasa yang tinggal di rumah yang sama dengan seseorang yang berisiko tinggi untuk komplikasi flu atau yang merawat anak-anak di bawah usia lima tahun harus menerima vaksin flu tahunan.

Vaksin flu memiliki beberapa efek samping, yang paling umum adalah kemerahan, nyeri atau bengkak di tempat suntikan, dan juga demam. Meskipun vaksin flu diproduksi menggunakan telur, pada 2012, vaksin influenza telah terbukti memiliki protein telur minimal sehingga hampir semua anak dengan alergi telur dianggap masih aman menerima vaksin flu.

Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi parah telur (anafilaksis atau pernapasan atau gejala kardiovaskular setelah mengonsumsi telur), bicarakan dengan ahli alergi anak Anda tentang  vaksin flu di kantor mereka.

Obat antivirus untuk mengobati infeksi influenza sekarang tersedia dengan resep. Dokter anak Anda mungkin dapat mengobati flu dengan obat antivirus. Obat antivirus bekerja paling baik jika dikonsumsi pada satu sampai dua hari sejak menunjukkan tanda-tanda flu. Hubungi dokter anak Anda dalam dua puluh empat jam untuk bertanya tentang obat anti-viral jika anak Anda berisiko tinggi komplikasi influenza atau jika anak Anda:

  • Memiliki masalah kesehatan yang serius seperti asma, diabetes, penyakit sel sabit, atau cerebral palsy.
  • Lebih muda dari dua tahun, tetapi terutama jika lebih muda dari enam bulan, karena bayi memiliki risiko infeksi influenza, rawat inap, dan komplikasi serius termasuk kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk
Batuk, Kesehatan Pernapasan 2 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa Dampaknya Bila Orangtua Sering Membentak Anak?

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sinusitis kronis

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
tantrum

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit