home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Cuma Nyeri Telinga, Kenali Tanda dan Gejala Infeksi Telinga Pada Anak

Bukan Cuma Nyeri Telinga, Kenali Tanda dan Gejala Infeksi Telinga Pada Anak

Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan masih terus berkembang. Wajar bila hal tersebut membuat anak lebih mudah jatuh sakit. Salah satu penyakit yang rentan terjadi pada anak adalah infeksi telinga. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak mengalami pilek atau flu. Apa saja tanda dan gejala infeksi telinga pada anak? Simak ulasannya berikut ini.

Infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak

Tubuh memproduksi lendir yang mengalir dari hidung ke paru-paru. Fungsinya untuk menjaga kelembapan dan menyaring kotoran yang masuk saat menarik napas.

Ketika anak mengalami pilek, flu atau alergi, produksi lendir menjadi lebih banyak dan lebih kental. Perubahan lendir tersebut menyebabkan penumpukan di tabung yang menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan (tabung eustachius).

Anak memiliki tabung eustachius lebih pendek daripada orang dewasa. Itulah sebabnya lendir lebih mudah menyumbat tabung eustachius.

Penyumbatan tersebut menjadi tempat yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi telinga pada anak. Ada banyak jenis infeksi telinga, namun otitis media akut lebih sering terjadi pada anak.

Tanda dan gejala infeksi telinga pada anak

Infeksi telinga terjadi karena adanya penumpukan cairan. Selain disebabkan oleh adanya penyakit lain yang mendasarinya, aktivitas berenang juga bisa menyebabkan infeksi telinga.

Bila muncul gejala yang menunjukkan adanya infeksi pada telinga, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter untuk mengetahui diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Ada beberapa tanda dan gejala infeksi telinga pada anak yang dapat Anda perhatikan sebagai berikut.

1. Demam

demam anak berkepanjangan

Infeksi telinga memang terjadi ketika anak memiliki penyakit lain, seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan. Penyakit tersebut bisa membuat anak demam. Namun saat infeksi telinga terjadi, anak akan mengalami demam yang cukup tinggi, yaitu sekitar 38 derajat celcius.

2. Nyeri pada telinga

Infeksi Telinga pada Bayi

Peradangan pada telinga oleh bakteri menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada telinga. Ini merupakan gejala utama pada infeksi telinga.

Untuk anak yang belum bisa bicara, biasanya akan terus rewel dan menarik-narik telinganya karena sakit. Namun untuk anak yang sudah bisa bicara, mereka akan mengeluhkan adanya rasa nyeri pada telinga.

3. Nafsu makan berkurang

vitamin penambah nafsu makan

Tabung eustachius yang meradang menyebabkan rasa sakit pada telinga dan bisa memengaruhi nafsu makan anak. Gerakan mengunyah dan menelan makanan menyebabkan adanya tekanan tinggi pada telinga sehingga rasa nyeri muncul. Inilah sebabnya nafsu makan anak menjadi berkurang.

4. Kesulitan tidur

mengatasi anak autisme susah tidur

Saat sakit, tubuh anak menjadi lebih lemah sehingga akan memilih untuk berbaring tidur. Namun, anak yang mengalami infeksi telinga akan mengalami kesulitan untuk tidur.

Membaringkan tubuh ke samping, tepatnya pada bagian telinga yang terinfeksi menyebabkan adanya tekanan pada telinga tengah sehingga membuat rasa nyeri pada telinga lebih menyakitkan. Kondisi ini akan membuat anak menjadi susah untuk tidur karena posisi tidurnya lebih terbatas.

5. Kesulitan mendengar dan menjaga keseimbangan

obat infeksi telinga

Gelombang suara yang Anda dengar bergerak melalui udara. Penumpukan lendir pada telinga mengganggu saluran esutachius untuk mengatur keseimbangan udara tersebut.

Saat lendir menumpuk, gelombang suara yang seharusnya mencapai telinga bagian tengah jadi terhalang. Ini sebabnya anak merasakan telinga bindeng dan tidak responsif terhadap suara.

Kemudian, telinga bagian tengah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tubuh juga terganggu fungsinya. Akibat peradangan, tekanan pada labirin pada telinga bagian tengah menjadi lebih besar sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Kondisi ini akan membuat anak berjalan goyah atau sulit mempertahankan posisi tubuhnya dengan benar.

6. Keluar cairan dari telinga

telinga bindeng

Tabung eustachius pada telinga memang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ini bisa tercium ketika Anda membersihkan kotoran telinga pada anak. Namun saat infeksi telinga terjadi, bau busuk tersebut dapat tercium padahal tidak sedang dibersihkan. Ini menjadi awal tanda adanya cairan tidak normal pada telinga.

Seiring waktu, cairan berwarna putih kekuningan akan keluar dari telinga. Cairan tersebut merupakan nanah, yaitu kumpulan sel darah putih yang gagal menyerang pantogen. Namun, gejala ini jarang terjadi dan dapat hilang bila infeksi diobati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ear Infection In Toddlers – Symptoms, Treatment And Home Remedies. http://www.momjunction.com/articles/ear-infection-toddlers-7-causes8-symptoms-4-treatments-aware_0075734/#gref. Diakses pada 16 April 2018.

Ear infections in children. https://www.babycenter.com/0_ear-infections-in-children_11425.bc. Diakses pada 16 April 2018.

Easing Childhood Ear Infections. https://www.whattoexpect.com/childrens-health-and-safety/childhood-ear-infections.aspx. Diakses pada 18 April 2018.

 

 

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x