6 Cara Jitu Mengobati Cacar Air pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cacar air merupakan salah satu penyakit menular yang lebih sering menyerang anak-anak. Penyakit kulit ini disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Tidak ada obat khusus untuk mengobati cacar. Namun. ada cara perawatan yang tepat untuk mengobati gejala cacar air pada anak dan membantunya cepat sembuh.

Cara mengobati cacar air pada anak

Mengobati cacar air pada anak dengan salep

Dalam merawat anak yang mengalami cacar air, Anda perlu mewaspadai setiap gangguan kesehatan yang mungkin muncul. Mulai dari gejala cacar air di awal yang menyebabkan deman hingga gejala ruam kulit merah yang menyebabkan rasa gatal.

Nah, meskipun penyakit cacar air bisa mereda dengan sendirinya, namun anak bisa merasak amat terganggu dan tidak nyaman dengan gejala cacar air tersebut.

Selain itu, apabila orang tua membiarkan penyakit cacar air berkembang begitu saja, justru bisa menyebabkan terjadinya risiko komplikasi seperti infeksi bakteri di kulit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk mengobati cacar air pada anak:

1. Memberikan obat demam sekaligus penghilang rasa sakit

Sebelum memunculkan bentol yang berisi cairan (lenting), cacar air umumnya lebih dulu menimbulkan gejala demam tinggi dan nyeri di seluruh badan.

Nah, untuk mengobati gejala  awal cacar pada anak ini, si kecil bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen (paracetamol).

Paracetamol aman bagi kebanyakan anak-anak yang berusia di atas dua bulan. Obat ini juga tersedia dalam bentuk sirup yang bisa digunakan untuk bayi dan anak Anda yang berusia di bawah dua tahun.

Akan tetapi sebelum memberikan obat tersebut ke anak, Anda harus melakukan konsultasi dulu ke dokter untuk menentukan dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Jangan mencoba mengobati cacar air pada anak dengan obat pereda nyeri seperti aspirin dan ibuprofen pada anak-anak di bawah usia 16 tahun. Menurut American Academt of Dermatology, obat ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang disebut dengan sindrom Reye.

2. Menghentikan kebiasaan menggaruk

Rasa gatal di kulit akibat cacar air memang tidak tertahankan dan bahkan bisa menggangu waktu anak-anak beristirahat.

Masalahnya, anak sulit untuk mengontrol diri agar tidak menggaruk lenting cacar di kulitnya. Padahal dengan menggaruknya akan menyebabkan lenting cacar air menjadi pecah dan menimbulkan luka terbuka.

Luka terbuka dapat menjadi pintu masuk bagi infeksi bakteri sehingga terjadi penyakit komplikasi cacar seperti imepetigo. Belum lagi, bekas cacar akibat garukan akan sulit dihilangkan dari kulit saat cacar air sembuh.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan menggaruk menjadi langkah awal untuk mengobati cacar air pada anak. Apa saja cara yang bisa Anda lakukan agar anak bisa menghentikan kebiasaan menggaruknya?

  • Rutin menggunting kuku anak agar tetap pendek.
  • Pastikan anak selalu mencuci tangan dengan sabun secara teratur agar tangannya selalu bersih dari kuman penyakit yang mungkin menginfeksi kulitnya.
  • Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek bintil cacar, terutama pada wajah.
  • Di malam hari, anak sering tidak sadar menggaruk bagian kulit yang gatal, maka cobalah untuk memakaikan sarung tangan, baju panjang, kaos kaki yang menutupi bagian kulit yang terdampak cacar air.
  • Anak perlu mengenakan pakaian longgar dan lembut agar kulit anak bisa bernapas dan tidak mudah tergores.

3. Berbagai cara mengobati gatal cacar air pada anak

Semakin sering menggaruk bagian kulit yang terasa gatal, maka rasa gatal sebenarnya akan bertambah kuat. Nah, kebiasaan menggaruk bisa berhenti dengan sendirinya dengan cara menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa gatal itu sendiri.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa gatal akibat lenting cacar air, mulai dari memanfaatkan bahan-bahan alami hingga mengonsumsi obat-obatan. Beberapa cara mengobati rasa gatal akibat cacar air pada anak di antaranya adalah:

  1. Berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali sejak pertama kali menunjukkan gejala rasa gatal.
  2. Membersihkan tubuh atau mandi menggunakan oatmeal, lalu kemudian berendam di campuran soda kue selama 15-20 menit.
  3. Mengoleskan krim pelembab atau losion calamine secara rutin setelah mandi untuk menciptakan senasi dingin dan sejuk di kulit sehingga menghilangkan rasa gatal.
  4. Mengompres bagian kulit yang gatal dengan kompres dingin atau teh chamomile.
  5. Mengonsumsi obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal di malam hari. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis dan aturan pakai yang tepat.

Untuk melindungi lenting cacar agar tidak pecah, jangan gosok kulit dengan handuk terlalu keras saat mengeringkan badan. Cobalah untuk menepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering ke dalam tubuh.

4. Memperhatian asupan makanan

Suhu tubu yang panas, rasa nyeri, dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan juga akan menyebabkan anak jadi sulit makan. Apalagi saat lenting cacar air pada anak juga muncul di dalam mulut dan tenggorokan. Si kecil tentunya akan kesulitan untuk menelan makanan.

Oleh karena itu, dalam mengobati cacar air pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan pada anak dengan banyak minum air untuk menghindari dehidrasi. Jika Anda memiliki bayi yang masih aktif menyusui, terus beri mereka ASI secara teratur.

Air putih lebih baik daripada minuman bergula, bersoda, atau asam. Mengemut es batu juga bisa digunakan untuk menenangkan mulut dan tenggorokan anak yang sakit karena cacar air.

Hindari memberikan makanan yang memiliki rasa kuat, asin, asam, atau pedas pada anak karena bisa membuat mulut terasa sakit selama menerapkan cara mengobati cacar air ini.

Makanan yang lembut, halus, dan dingin (seperti sup, es krim bebas lemak, puding, agar-agar, kentang tumbuk, dan bubur) bisa jadi pilihan terbaik ketika anak cacar air.

5.  Memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup

Selain tercukupi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuhnya, pastikan juga anak mendapatkan istirahat yang cukup. 

Ketika anak sudah mulai menampakan gejala deman diikuti dengan kemunculan ruam merah, Anda sebaiknya segera mengistirahatkan anak di rumah untuk membantu pemulihan sistem imunnya.

Mengistirahatkan tubuh membantuk proses regenarasi sel-sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas infeksi. 

Selain itu, mengistirahatkan anak di rumah juga dapat menjadi langkah mencegahnya penularan penyakit cacar air.  Sebagian besar kasus cacar air terjadi setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Jika anak Anda terkena cacar air, jangan membiarkannya kembali bersekolah sampai ruam cacar mengering, biasanya sekitar 10 hari setelah kemunculan gejala pertama. Pada kondisi ini anak sudah tidak bisa lagi menularkan penyakit pada orang lain. 

6. Pergi ke dokter saat gejala bertambah parah

Pada kasus dengan gejala parah terkadang perawatan rumahan seperti yang telah disebutkan tidak cukup untuk mengobati cacar air pada anak. Gejala yang bertambah parah biasanya ditunjukkan dengan:

  • Distribusi ruam yang semakin luas hampir menutupi seluruh tubuh, termasuk ke bagian organ kelamin.
  • Demam tinggi yang tidak juga berangsur turun (lebih dari 4 hari) dengan suhu tubuh yang bisa mencapai lebih dari 38.8 derajat Celsius.
  • Rasa gatal semakin parah, terutama di malam hari.
  • Lenting mengeluarkan nanah atau cairan kekuningan.
  • Lenting menyebabkan bagian kulit yang terdampak menjadi bengkak, merah, hangat, dan terasa perih.
  • Teradapat infeksi kulit pada bagian lenting cacar air yang menjadi luka terbuka.
  • Anak kesulitan bernapas dan batuk secara menerus.
  • Anak mengalami muntah-muntah.

Jika menunjukkan gejala seperti di atas, cara mengobati cacar air pada anak yang paling tepat adalah dengan memeriksakannya ke dokter.

Dokter akan memberikan pengobatan antivirus dengan acyclovir untuk menghentikan infeksi virus. Untuk mengobati cacar air pada anak  yang memiliki kondisi sistem imun yang lemah, dokter juga bisa menyuntikan immunoglobulin untuk menguatkan kerja sistem imun dalam melawan infeksi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit