home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Daftar Imunisasi yang Penting untuk Anak Usia Sekolah

Daftar Imunisasi yang Penting untuk Anak Usia Sekolah

Kapan terakhir kali anak Anda diberikan imunisasi? Ya, mungkin yang Anda tahu imunisasi hanya dilakukan ketika anak masih balita. Tapi tahukah Anda bahwa imunisasi anak juga harus dilakukan kembali ketika ia memasuki usia sekolah? Lalu apa jenis imunisasi apa yang harus diberikan pada anak?

Kenapa imunisasi anak usia sekolah juga penting?

Pada dasarnya, imunisasi adalah kegiatan pencegahan. Imunisasi dilakukan agar seseorang terhindar dari penyakit infeksi atau meringankan gejala penyakit tersebut. Metode ini merupakan metode pencegahan yang paling efektif dan murah dalam mengatasi penyakit.

Imunisasi wajib diberikan pada anak balita mengingat sistem kekebalan tubuh balita sangat rentan. Lalu bagaimana dengan anak yang sudah melewati usia tersebut? Seiring bertambah usia, sistem kekebalan tubuh anak juga meningkat. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan mereka terserang penyakit infeksi lain di usianya yang kian bertambah itu.

Oleh karena itu setelah melakukan imunisasi wajib di usia balita, anak harus mendapatkan imunisasi lanjutan ketika memasuki usia sekolah. Selain menjaga dari serangan infeksi virus, imunisasi anak juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif serta menjaga status gizinya agar tetap baik.

Imunisasi apa saja yang harus diberikan pada anak? Kapan harus diberikan?

Di Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan jenis Imunisasi anak usia sekolah yang dicanangkan d Indonesia adalah diphtheria tetanus (DT), campak, dan tetanus diphteria (Td). Berikut adalah jadwal imunisasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan:

  • Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksanaan setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

  • Imunisasi flu yang bisa dilakukan ketika anak berusia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.
  • Imunisasi Human papillomavirus, sudah bisa diberikan ketika anak berusia 11-12 tahun. Atau juga bisa diberikan saat anak mencapai usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya.
  • Imunisasi meningitis saat anak berusia 11-12 tahun. Namun imunisasi ini termasuk imunisasi khusus, sehingga harus dikonsultasikan dulu dengan dokter anak Anda.

Namun untuk mengetahui apakah semua jenis imunisasi tersebut diperlukan atau tidak, Anda harus diskusikan hal tersebut kepada dokter dan tim medis. Dokter yang akan mempertimbangkan apakah anak Anda harus diberikan imunisasi atau tidak.

Jika saya melewatkan jadwal imunisasi anak, apa yang harus dilakukan?

Apabila Anda terlambat membawa anak Anda untuk diimunisasi, jangan cemas. Selama anak Anda tidak terinfeksi penyakit infeksi tertentu, anak masih bisa mendapatkannya di kemudian hari. konsultasikan hal ini pada dokter anak Anda untuk mengetahui jadwal, jenis, serta dosis imunisasi yang tepat bagi anak Anda.

Misalnya, anak tidak mendapatkan imunisasi campak ketika ia balita, maka anak Anda bisa mendapatkannya ketika ia berusia 6-12 tahun. Hal ini sesuai dengan kegiatan Catch up Campaign Campak yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan yang dilakukan secara serempak. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah virus campak terjadi pada anak usia sekolah. Selain itu tujuan imunisasi anak tersebut adalah untuk memutus rantai penularan campak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2013a, Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 42 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

Centers for Disease Control and Prevention. (2016). School Vaccines. [online] Available at: https://www.cdc.gov/features/catchupimmunizations/ [Accessed 19 May 2017].

Centers for Disease Control and Prevention. (2017). Easy-to-read Immunization Schedule by Vaccine for Ages 7-18 Years | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/vaccines/schedules/easy-to-read/adolescent-easyread.html  [Accessed 19 May 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x