home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak dan Remaja

Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak dan Remaja

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Indonesia belum memasukkan anak ke dalam kelompok penerima vaksinasi COVID-19 yang diprioritaskan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait imunisasi COVID-19 pada anak.

Mayoritas vaksin corona virus melakukan uji klinis tahap 1 sampai tahap 3 pada kelompok usia 18 tahun ke atas. Karena itu, sebelum vaksin COVID-19 bisa diberikan untuk anak, uji klinis untuk rentang usia ini harus lebih dulu dilakukan. Uji ini penting untuk memastikan vaksin aman dan efektif untuk kelompok usia anak atau di bawah 18 tahun.

Apakah akan tersedia vaksin COVID-19 untuk anak?

vaksin covid-19 untuk anak

Fokus uji vaksin COVID-19 pada anak menjadi kabar gembira bagi para orang tua mengingat anak-anak sudah harus kembali ke sekolah setelah setahun lebih melakukan pembelajaran jarak jauh.

Berikut beberapa vaksin COVID-19 yang sedang melalui masa uji klinis pada anak dan remaja.

Sinovac

Perusahaan farmasi asal China, Sinovac, telah mengklaim vaksin COVID-19 buatannya aman dan efektif digunakan untuk anak dan remaja. Klaim ini berasal dari data awal hasil uji klinis tahap 1 dan tahap 2 yang melibatkan lebih dari 500 orang anak berusia 3 sampai 17 tahun.

Hasilnya, vaksin ini memicu antibodi lebih tinggi daripada kelompok usia 18-59 tahun dan kelompok lansia. Dosis rendah yang diberikan pada anak usia 3 hingga 11 tahun mampu memicu respons antibodi yang cukup. Sedangkan dosis sedang diberikan pada anak usia 12 hingga 17 tahun mampu memicu respons antibodi yang bagus.

Dari segi efek samping, dua peserta berusia 3 dan 6 tahun mengalami demam tinggi, peserta uji lainnya mengalami gejala ringan.

Namun, data awal uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac pada anak dan remaja ini belum dipublikasi di jurnal ilmiah medis.

Setelah data hasil uji tersebut dipublikasi secara lengkap, Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bisa melakukan kajian lebih lanjut dan mengeluarkan rekomendasinya.

Rekomendasi tersebut nantinya bisa digunakan pemerintah sebagai acuan pemberian imunisasi COVID-19 pada anak.

Pfizer

vaksin covid-19 pfizer untuk anak dan remaja

Vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech ini mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk usia 16 tahun ke atas.

Pfizer melakukan perekrutan relawan uji klinis tahap 3 dari kelompok usia 12-17 tahun sejak akhir juli 2020. Total ada lebih dari 2.259 peserta uji dari usia 12-15 tahun dan 754 peserta dari kelompok usia 16-17 tahun.

Pelaksanaan uji klinis ini akhirnya dimulai pada Rabu (24/3/2021), suntikkan pertama dilakukan pada sepasang anak kembar berusia 9 tahun di California, Amerika Serikat.

Hasil uji klinis ini diharapkan selesai pada tengah semester kedua tahun ini sehingga imunisasi anak dengan vaksin ini bisa dimulai di awal tahun 2022.

Moderna

vaksin covid-19 moderna untuk anak dan remaja

Moderna juga memulai uji coba vaksinnya pada bayi berusia enam bulan hingga 12 tahun. Uji klinis ini melibatkan 6.750 anak di Amerika Serikat dan Kanada. Namun belum diumumkan berapa yang telah mendaftar dan telah melakukan vaksinasi.

Setiap anak dalam uji klinis ini akan mendapatkan dua kali suntikan berjarak 28 hari. Anak peserta uji dibagi ke dalam dua kelompok. Pertama, kelompok usia 2 hingga kurang dari 12 tahun akan mendapatkan dua dosis dengan masing-masing dosis 50 atau 100 mikrogram. Kelompok berikutnya, usia di bawah 2 tahun akan menerima dua suntikan dengan masing-masing dosis 25, 50, atau 100 mikrogram.

Kemudian, peneliti akan melakukan analisis sementara untuk menentukan dosis mana yang paling aman dan paling mungkin melindungi setiap kelompok umur. Untuk diketahui, orang dewasa mendapatkan dua dosis Moderna dengan dosis masing-masing 100 mikrogram.

Dalam studi terpisah, Moderna melakukan uji klinis pada remaja usia 12 hingga 17 tahun yang melibatkan 3.000 anak.

Anak-anak ini akan diamati selama kurang lebih satu tahun untuk melihat efek samping dan mengukur kadar antibodi. Selain menilai respons antibodi, para peneliti juga akan mendata peserta yang terinfeksi COVID-19 dengan atau tanpa gejala.

Johnson & Johnson

vaksin covid-19 anak

Johnson & Johnson akan menguji keamanan dan keefektifan vaksin COVID-19 buatannya pada anak dan remaja. Mereka mengabarkan akan lebih dulu melakukan uji klinis pada anak usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Uji ini dilakukan untuk mengetahui dosis yang sesuai, keamanan, dan keefektifan vaksin pada anak kelompok usia tersebut. Setelah itu pengujian akan dilanjutkan pada anak usia lebih muda, termasuk balita dan bayi baru lahir.

Johnson & Johnson menargetkan vaksin COVID-19 untuk anak akan tersedia pada akhir September tahun ini. CEO Johnson & Johnson Alex Gorsky mengatakan, mereka memiliki keuntungan karena jenis vaksinnya (vektor virus) telah digunakan pada vaksin lain yang dikhususkan untuk usia anak.

Astrazeneca

Vaksin COVID-19 AstraZeneca telah mengumumkan keamanan dan efektivitasnya untuk kelompok usia 18 tahun ke atas.

Pada Februari lalu, AstraZeneca mengumumkan akan memulai uji klinis pada kelompok usia anak. Pengujian akan melibatkan 300 orang anak usia 6 tahun hingga 17 tahun.

Di tengah virus COVID-19 yang terus bermutasi, kini kita menanti-nanti vaksin mana yang ampuh dan aman melindungi anak-anak dari COVID-19.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Studying the COVID-19 Vaccine For Children. Rertieved 26 March 2021 from https://www.pfizer.com/science/clinical-trials/children
  • Pfizer-BioNTech COVID-19 Vaccine EUA Letter of Authorization. Retrieved 26 March 2021 from https://www.fda.gov/media/144412/download
  • Briefing material: VACCINES AND RELATED BIOLOGICAL PRODUCTS ADVISORY COMMITTEE. Retrieved 26 March 2021 from https://www.fda.gov/media/146219/download
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x