Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

    Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

    Anak-anak dan remaja berisiko tinggi terinfeksi penyakit meningitis atau yang sering disebut dengan radang selaput otak. Salah satu cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan vaksin meningitis. Lantas, seberapa penting pemberian vaksinasi meningitis untuk anak? Kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini?

    Apa itu penyakit meningitis?

    Meningitis adalah infeksi pada selaput otak dan saraf tulang belakang yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri seperti Haemophylus influeza tipe B (HiB), pnemokokus dan sebagainya.

    Pada orang dewasa, gejala khas dari penyakit meningitis adalah sakit kepala parah yang tak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sementara pada anak-anak gejalanya meliputi demam tinggi hingga menggigil, muncul warna kekuningan di kulit, tubuh dan leher anak terasa kaku, rewel dan bahkan sering menangis dengan teriakan tinggi, nafsu makan menurun, terlihat lemas dan kurang responsif.

    Diagnosis meningitis pada anak terbilang sulit karena gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya. Jadi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mencurigai terkena salah satu gejala infeksi ini.

    Vaksinasi meningitis cara terbaik untuk mencegah penyakit radang selaput otak

    vaksin untuk flu

    Dibandingkan dengan penyakit lainnya, meningitis adalah penyakit yang jarang terjadi. Meski begitu, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada otak, sumsum tulang belakang, dan darah penderitanya. Perlindungan dari infeksi ini sangat penting. Jika tidak, infeksi akan cepat berkembang menjadi sangat berbahaya, bahkan dapat mematikan hanya dalam beberapa jam saja.

    Anak-anak dan remaja usia 16 hingga 23 tahun berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit ini. Itulah sebabnya, Centers for Diease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak remaja usia 11 hingga 12 tahun untuk vaksinasi meningitis dan kemudian melakukan vaksinasi tambahan (booster) pada usia 16 tahun. Namun, vaksinasi tambahan ini tidak diperlukan jika vaksin meningitis tahap pertama baru dilakukan setelah anak berusia 16 tahun.

    Menurut CDC, vaksinasi 98 persen dapat melindungi anak-anak dari sebagian besar jenis penyakit meningitis.

    Dalam situasi tertentu, vaksinasi meningitis juga direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang berisiko tinggi infeksi ini karena:

    • Memiliki penyakit sistem imun, misalnya HIV
    • Memiliki kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa
    • Tinggal di daerah yang mengalami wabah meningitis
    • Melakukan perjalan ke daerah di mana penyakit meningitis mewabah
    • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
    • Sedang mengonsumsi obat Soliris.
    • Pernah mengalami meningitis sebelumnya

    Pada kasus-kasus tersebut, dokter akan memberikan vaksinasi meningitis pada anak yang berusia di atas dua bulan hingga 10 tahun. Pada anak yang berusia kurang dari dua bulan vaksinasi ini tidak cocok diberikan.

    Di Indonesia, vaksin meningitis tidak masuk dalam daftar 5 imunisasi wajib untuk anak. Pasalnya, salah satu imunisasi wajib tersebut sudah dapat memberikan anak perlindungan dari bakteri Haemophylus influeza tipe B (HiB), yang merupakan satu dari beberapa penyebab meningitis.

    Namun, si kecil juga tetap bisa melakukan vaksin meningitis sebagai imunisasi tambahan. Maka itu, konsultasikan ke dokter sebelum melakukan vaksinasi meningitis pada anak.

    Tidak semua anak boleh vaksinasi meningitis

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak yang berusia kurang dari dua bulan umumnya belum boleh diberikan vaksinasi meningitis karena vaksin ini tidak cocok diberikan untuk mereka. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat anak tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis, di antaranya:

    • Anak Anda memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap komponen yang terkandung pada vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
    • Anak Anda sedang dalam kondisi yang tidak fit atau sedang memiliki sistem imun yang lemah. Anak Anda baru boleh divaksin jika kondisi kesehatannya sudah membaik atau sembuh dari sakitnya.
    • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.

    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Meningococcal Vaccination – https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mening/public/index.html diakses pada 22 Mei 2018

    Meningitis Vaccine Schedule – https://www.webmd.com/children/meningitis-vaccine-schedule#1 diakses pada 22 Mei 2018

    The Meningococcal Vaccination – https://www.babycenter.com/0_the-meningococcal-vaccine_1494653.bc diakses pada 22 Mei 2018

    Penyelenggaraan Program Imunisasi di Indonesia Berdasarkan Peraturan Pemerintah – http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_.pdf diakses pada 22 Mei 2018

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui Aug 16, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: