home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

Anak-anak dan remaja berisiko tinggi terinfeksi penyakit meningitis atau yang sering disebut dengan radang selaput otak. Salah satu cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan vaksin meningitis. Lantas, seberapa penting pemberian vaksinasi meningitis untuk anak? Kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini?

Apa itu penyakit meningitis?

Meningitis adalah infeksi pada selaput otak dan saraf tulang belakang yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri seperti Haemophylus influeza tipe B (HiB), pnemokokus dan sebagainya.

Pada orang dewasa, gejala khas dari penyakit meningitis adalah sakit kepala parah yang tak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sementara pada anak-anak gejalanya meliputi demam tinggi hingga menggigil, muncul warna kekuningan di kulit, tubuh dan leher anak terasa kaku, rewel dan bahkan sering menangis dengan teriakan tinggi, nafsu makan menurun, terlihat lemas dan kurang responsif.

Diagnosis meningitis pada anak terbilang sulit karena gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya. Jadi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mencurigai terkena salah satu gejala infeksi ini.

Vaksinasi meningitis cara terbaik untuk mencegah penyakit radang selaput otak

vaksin untuk flu

Dibandingkan dengan penyakit lainnya, meningitis adalah penyakit yang jarang terjadi. Meski begitu, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada otak, sumsum tulang belakang, dan darah penderitanya. Perlindungan dari infeksi ini sangat penting. Jika tidak, infeksi akan cepat berkembang menjadi sangat berbahaya, bahkan dapat mematikan hanya dalam beberapa jam saja.

Anak-anak dan remaja usia 16 hingga 23 tahun berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit ini. Itulah sebabnya, Centers for Diease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak remaja usia 11 hingga 12 tahun untuk vaksinasi meningitis dan kemudian melakukan vaksinasi tambahan (booster) pada usia 16 tahun. Namun, vaksinasi tambahan ini tidak diperlukan jika vaksin meningitis tahap pertama baru dilakukan setelah anak berusia 16 tahun.

Menurut CDC, vaksinasi 98 persen dapat melindungi anak-anak dari sebagian besar jenis penyakit meningitis.

Dalam situasi tertentu, vaksinasi meningitis juga direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang berisiko tinggi infeksi ini karena:

  • Memiliki penyakit sistem imun, misalnya HIV
  • Memiliki kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa
  • Tinggal di daerah yang mengalami wabah meningitis
  • Melakukan perjalan ke daerah di mana penyakit meningitis mewabah
  • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
  • Sedang mengonsumsi obat Soliris.
  • Pernah mengalami meningitis sebelumnya

Pada kasus-kasus tersebut, dokter akan memberikan vaksinasi meningitis pada anak yang berusia di atas dua bulan hingga 10 tahun. Pada anak yang berusia kurang dari dua bulan vaksinasi ini tidak cocok diberikan.

Di Indonesia, vaksin meningitis tidak masuk dalam daftar 5 imunisasi wajib untuk anak. Pasalnya, salah satu imunisasi wajib tersebut sudah dapat memberikan anak perlindungan dari bakteri Haemophylus influeza tipe B (HiB), yang merupakan satu dari beberapa penyebab meningitis.

Namun, si kecil juga tetap bisa melakukan vaksin meningitis sebagai imunisasi tambahan. Maka itu, konsultasikan ke dokter sebelum melakukan vaksinasi meningitis pada anak.

Tidak semua anak boleh vaksinasi meningitis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak yang berusia kurang dari dua bulan umumnya belum boleh diberikan vaksinasi meningitis karena vaksin ini tidak cocok diberikan untuk mereka. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat anak tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis, di antaranya:

  • Anak Anda memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap komponen yang terkandung pada vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
  • Anak Anda sedang dalam kondisi yang tidak fit atau sedang memiliki sistem imun yang lemah. Anak Anda baru boleh divaksin jika kondisi kesehatannya sudah membaik atau sembuh dari sakitnya.
  • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Meningococcal Vaccination – https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mening/public/index.html diakses pada 22 Mei 2018

Meningitis Vaccine Schedule – https://www.webmd.com/children/meningitis-vaccine-schedule#1 diakses pada 22 Mei 2018

The Meningococcal Vaccination – https://www.babycenter.com/0_the-meningococcal-vaccine_1494653.bc diakses pada 22 Mei 2018

Penyelenggaraan Program Imunisasi di Indonesia Berdasarkan Peraturan Pemerintah – http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_.pdf diakses pada 22 Mei 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 02/06/2018
x