Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang tua berpikir bahwa imunisasi hanya perlu diberikan pada masa bayi dan anak-anak. Namun jangan salah! Ternyata anak Anda yang sudah memasuki masa remaja pun perlu diberikan imunisasi. Berikut ini daftar imunisasi untuk remaja yang tak kalah penting.

1. Vaksin Tdap

Vaksin Tdap memberikan perlindungan terhadap penyakit tetanus, difteri, dan pertusis.

Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat ditemukan di tanah. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui adanya luka di kulit. Penyakit ini menyebabkan spasme otot yang dapat berujung kepada kematian akibat kesulitan bernapas.

Difteri merupakan penyakit yang lebih jarang ditemui, tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Difteri dapat menyebabkan adanya selaput tebal di bagian belakang hidung atau tenggorokan sehingga penderita sulit bernapas atau menelan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan otot napas dan gagal jantung.

Pertusis merupakan penyakit yang mudah sekali menular melalui batuk dan bersin. Penyakit ini menimbulkan batuk yang dapat bertahan hingga beberapa minggu. Penyakit ini disebut juga dengan batuk rejan atau batuk seratus hari.

Kapan anak remaja perlu diberikan vaksin Tdap?

Vaksin Tdap ini memang sudah diberikan sejak bayi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin ini mulai usia 2 bulan. Pada remaja, vaksin Td atau Tdap sebaiknya diberikan saat usia 10-12 tahun dan dilakukan pengulangan kembali (booster) Td setiap 10 tahun.

2. Vaksin influenza

Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penderita influenza biasanya mengalami demam, batuk, menggigil, nyeri otot, dan merasa lemas. Penyakit ini sangat mudah menular melalui batuk, bersin, atau bahkan sekadar dengan mengobrol tatap muka.

Tiap tahun ditemukan bayi, anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang meninggal akibat influenza. Influenza sangat berbahaya terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru, usia sangat muda atau tua, dan wanita hamil. Namun siapa saja dapat menderita influenza yang berat meskipun keadaannya sehat dan masih muda.

Kapan anak remaja perlu vaksin influenza?

Vaksin influenza dapat diberikan sejak anak usia 6 bulan. Imunisasi untuk remaja jenis ini dapat diulang setiap 1 tahun.

3. Vaksin HPV

Human papillomavirus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks pada wanita. Virus ini biasanya menular melalui hubungan seksual. Jika Anda pernah melakukan hubungan seksual berarti Anda juga berisiko untuk terinfeksi oleh HPV.

Kapan anak remaja perlu vaksin HPV?

Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 kali dengan interval 6-12 bulan.

4. Vaksin tifoid

Demam tifoid atau yang sering disebut tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Infeksi tersebut menular lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala dari tifoid antara lain demam, diare, nyeri kepala, dan lemas. Apabila tidak segera ditangani, tifoid dapat menimbulkan komplikasi yang serius seperti perdarahan usus hingga pecahnya usus yang dapat menimbulkan kematian.

Kapan anak remaja perlu diberikan vaksin tifoid?

Vaksin tifoid dapat diberikan sejak anak usia 2 tahun. Pada remaja, vaksin ini dapat diulang setiap 3 tahun.

5. Vaksin hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut ditemukan pada feses orang yang terinfeksi kemudian menyebar ke orang lain melalui makanan yang terkontaminasi. Infeksi hepatitis A biasanya ditandai dengan kulit dan mata yang berubah warna menjadi kuning.

Kapan anak remaja perlu diberikan vaksin hepatitis A?

Vaksin hepatitis A dapat diberikan sejak anak usia 2 tahun. Imunisasi untuk remaja ini dapat diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 6-12 bulan.

6. Vaksin varisela

Varisela (cacar air) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini mudah sekali menular lewat udara. Cacar air ditandai dengan adanya lenting pada kulit yang terasa gatal. Cacar air menjadi berbahaya terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Komplikasi yang dapat ditimbulkan mulai dari infeksi kulit, infeksi paru, kerusakan otak hingga kematian.

Kapan anak remaja perlu diberikan vaksin varisela?

Vaksin varisela diberikan setelah usia 1 tahun, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 4 minggu.

7. Vaksin dengue

Virus dengue merupakan penyebab dari demam berdarah. Virus ini ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala dari infeksi dengue antara lain demam yang mendadak tinggi, nyeri kepala, nyeri di belakang bola mata, nyeri otot, lemas, mual, muntah, dan perdarahan. Gejala dari dengue tersebut dapat berkembang hingga menjadi perdarahan yang hebat, syok hingga menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.

Kapan anak remaja perlu diberikan vaksin dengue?

Vaksin dengue diberikan pada usia 9-16 tahun. Imunisasi ini dapat diberukan untuk remaja sebanyak 3 kali dengan interval 6 bulan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Semua orang introvert adalah pemalu — dan semua orang pemalu adalah introvert. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Tiga dari 4 wanita di dunia pernah kena infeksi jamur yang bikin vagina gatal minimal sekali seumur hidupnya. Selain itu, apa lagi penyebab vagina gatal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin rabies

Cegah Bahaya Rabies dengan Vaksin, Kapan Harus Melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
ciri hamil bercak darah seperti haid

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
vaksin covid-19

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit