Gejala Tipes Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua, Plus Pilihan Obatnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tipes (demam tifoid) adalah infeksi menular yang dapat berisiko tinggi menyebabkan komplikasi mengancam nyawa jika terjadi pada anak dan terlambat diobati. Anak-anak lebih rentan terkena tipes daripada orang dewasa. Maka, orangtua harus mewaspadai gejala tipes pada anak sebelum terlambat. Nah lantas apabila anak sudah kena tipes, obat apa yang bisa diberikan untuknya?

Apa penyebab tipes pada anak?

Penyebab tipes adalah infeksi bakteri Salmonella typhi yang biasa hidup di dalam makanan atau air kotor. Anak-anak rentan kena tipes akibat kebiasaan mereka yang suka jajan sembarangan di pinggir jalan. 

Selain dari makanan atau minuman yang kurang bersih, penyakit ini bisa disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Anak kecil sangat suka memasukkan tangan dan benda-benda lainnya ke dalam mulut. Jika tangannya atau benda tersebut terkontaminasi feses, bakteri akan mudah masuk ke dalam tubuh anak lewat mulut.

Tipes juga dapat menular lewat kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi. Anak kecil lebih rentan terserang tipes daripada orang dewasa karena daya tubuh mereka memang belum sekuat orang dewasa. 

Apa saja gejala tipes pada anak?

Gejala tipes pada anak umumnya muncul secara bertahap dalam 1–3 minggu setelah tubuhnya terinfeksi bakteri. Namun dalam beberapa kasus, gejala tipes bisa muncul mendadak.

Gejala tipes yang umum terjadi pada anak dan harus diwaspadai adalah:

  • Demam tinggi (mencapai 40°C)
  • Sakit perut dan bisa disertai dengan diare
  • Merasa lemah, lelah, dan tubuh pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Bintik-bintik merah pada kulit, terutama di dada

Beberapa gejala tipes di atas dapat disalahpahami sebagai gejala penyakit umum lainnya. 

Gejalanya pun bisa terasa ringan maupun berat, tergantung dari kondisi tubuh, usia, serta riwayat kelengkapan imunisasi anak Anda.

Jadi, sebaiknya segera ke dokter untuk memastikan dan mendapatkan obat yang tepat jika Anda mencurigai ada gejala tipes pada anak.

Apa akibatnya jika tipes tidak diobati?

Apabila gejala tipes pada anak makin memburuk tapi tidak kunjung diobati, penyakit ini berisiko tinggi menyebabka komplikasi serius. 

Komplikasi yang bisa muncul dari infeksi tipes adalah masalah paru-paru atau jantung, seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), dan gagal jantung akut.

Saat gejala tipes sudah makin parah, infeksinya bisa menyebabkan usus mengalami perdarahan dan berlubang. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi usus. Perforasi usus dapat menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi pada jaringan yang melapisi bagian dalam perut. Peritonitis merupakan kondisi gawat darurat medis yang mengancam nyawa.

Oleh karena itu jika si kecil mulai menunjukkan gejala tipes sebaiknya segera bawa ke dokter. Namun, segera bawa anak yang sakit tipes ke UGD rumah sakit terdekat jika berat badannya turun drastis, perut kembung berlarut-larut, demamnya makin tinggi, diare parah hingga dehidrasi, bahkan halusinasi.

Obat dan saran dokter untuk mengobati tipes anak di rumah

Obat tipes bisa diresepkan berbeda-beda jenis dan dosisnya oleh dokter sesuai dengan kondisi anak. Maka, penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk menemukan jenis pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa obat dan perawatan gejala tipes pada anak menurut peraturan dari Kementerian Kesehatan tahun 2014:

1. Obat antibiotik

Antibiotik adalah obat yang paling umum diberikan dokter untuk anak yang sakit tipes, baik yang diopname atau yang dirawat di rumah.

Obat antibiotik umumnya bekerja membunuh dan membasmi bakteri Salmonella Typhi penyebab gejala tipes pada anak.

Berikut adalah beberapa obat antibiotik yang kemungkinan akan diresepkan oleh dokter:

Chloramphenicol

Chloramphenicol bekerja menghambat sintesis protein bakteri penyebab tipes untuk menghentikan pertumbuhannya. Obat ini bisa diberikan secara oral (obat minum) atau lewat intravena (infus) jika anak harus sampai diopname.

Amoxicillin

Amoxicillin bekerja mengganggu pertumbuhan bakteri penyebab tipes yang masuk ke dalam tubuh. Obat ini sering dikombinasikan dengan chloramphenicol, terlebih pada anak pasien tipes yang sudah kritis. 

Ceftriaxone

Ceftriaxone sebagai obat tipes akan diberikan tergantung dari berat badan dan usia anak. Obat ini juga bekerja menghambat pertumbuhan bakteri agar tidak berkembang biak lebih banyak di dalam tubuh.

2. Obat penurun demam  

Gejala sakit tipes pada anak yang paling nyata adalah demam tinggi, yang mungkin terasa makin parah saat malam.

Untuk menurunkan demam anak yang sakit tipes, Anda bisa memberikannya obat paracetamol (acetaminophen). Berikan dosis sesuai anjuran dan saran dokter.

Bila demamnya tidak turun juga dalam 4-5 hari setelah berobat, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut

3. Cairan infus atau oralit

Demam dan keringat dingin yang muncul sebagai gejala tipes pada anak dapat meningkatkan risikonya mengalami dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut mungkin berakibat fatal bagi anak.

Sebagai langkah pencegahan, dokter akan memasangkan infus pada anak yang diopname. Lewat cara ini, asupan cairan infus akan langsung masuk ke pembuluh darah untuk mencegah tubuh kehilangan makin banyak cairan. Kadang, kantong infus juga mungkin dimasukkan obat antibiotik cair yang berguna untuk melawan bakteri penyebab tipes pada anak. 

Jika gejala tipes pada anak belum parah dan bisa dirawat sendiri di rumah, dokter akan menganjurkan orangtua memberi lebih banyak minum. Orangtua harus memastikan anak mengonsumsi cairan yang cukup selama ia sakit. Cairan bisa didapat dari air minum, dari buah kaya air seperti semangka, dan dari makanan berkuah bening. Berikan juga obat oralit apabila gejala tipes pada anak berupa diare parah.

4. Istirahat cukup 

Badan lemas, lunglai, dan tidak bertenaga adalah salah satu gejala tipes pada anak yang harus diatasi dengan istirahat total. Istirahat bisa dilakukan di rumah sakit saat diopname atau di rumah

Istirahat bermanfaat membantu tubuh si kecil memaksimalkan sistem kekebalannya untuk melawan bakteri Salmonella. Bepergian atau masuk ke sekolah saat anak masih sakit tipes akan memicu penularan dan penyebaran penyakit ke anak lain. 

Dokter umumnya akan memberikan beberapa obat yang membantu membuat anak lebih mudah istirahat saat ia sakit tipes. 

Mencegah tipes pada anak

Tipes merupakan infeksi bakteri yang terdapat pada makanan dan minuman kurang bersih yang anak Anda konsumsi. Untuk itu, hal yang paling penting untuk mencegah tipes pada anak adalah dengan menjaga kebersihan termasuk kebersihan diri sendiri, kebersihan makanan dan minuman, serta kebersihan lingkungan sekitar.

Berikut beberapa cara untuk mencegah tipes pada anak:

  • Cuci tangan dengan benar sebelum makan atau setelah dari toilet.
  • Hindari penambahan es pada minuman dari sumber yang tidak jelas, misalnya saat Anda membeli minuman es di pinggir jalan.
  • Anda bisa membeli minuman air dalam kemasan jika tidak membawa air dari rumah. Ini lebih terjaga kebersihannya.
  • Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah yang dijual di pinggir jalan. Bisa saja buah dan sayuran mentah tersebut sudah terkontaminasi.
  • Hanya makan buah dan sayuran yang bisa dikupas. Buah atau sayuran mentah mungkin telah dicuci dengan air yang terkontaminasi.
  • Melakukan vaksinasi. Vaksin tifoid dapat diberikan pada anak-anak di atas 2 tahun. Bicaralah dengan dokter Anda tentang pemberian vaksinasi pada anak Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 11, 2017 | Terakhir Diedit: Agustus 12, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca