Imunisasi Ternyata Juga Mempengaruhi Kecerdasan Anak

Oleh

Banyak hal yang mempengaruhi perkembangan kognitif dan kecerdasan anak, yaitu asupan makanan yang sehat serta kaya zat gizi, pola asuh orangtua, status gizi dan kesehatan. Selain itu, pemberian imunisasi juga berpengaruh pada pembentukan kognitif dan kecerdasan anak. Bagaimana bisa?

Berbagai jenis imunisasi pada anak

Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 42 tahun 2013 yang mengatur tentang penyelenggaraan imunisasi, mengartikan imunisasi sebagai usaha dalam meningkatkan kekebalan seseorang dari suatu penyakit, agar seseorang tersebut tidak terkena suatu penyakit, atau meringankan derajat penyakit yang diderita. Imunisasi merupakan upaya pencegahan primer yang paling efektif dan murah dalam mengatasi penyakit infeksi.

Berdasarkan sifat penyelenggaraannya, imunisasi di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tidak wajib. Imunisasi wajib diberikan untuk semua kalangan masyarakat, namun imunisasi pilihan hanya untuk seseorang yang membutuhkan imunisasi tersebut karena berisiko mengalami penyakit tertentu.

Imunisasi dasar diperlukan oleh balita yang baru lahir untuk menjaganya dari berbagai infeksi yang dapat terjadi. Imunisasi dasar  terdiri dari bacillus calmette guerin (BCG), diphtheria pertusis tetanushepatitis b (DPT-HB) atau diphtheria pertusis tetanushepatitis b-hemophilus influenza type b (DPT-HB-Hib), hepatitis B pada bayi baru lahir, polio, dan campak. Kemudian terdapat imunisasi lanjutan yang  merupakan imunisasi ulangan untuk memperpanjang perlindungan dari penyakit yang dilakukan ketika anak sudah memasuki masa usia sekolah.

Bagaimana pemberian imunisasi dapat mempengaruhi kecerdasan anak?

Memang hubungan antara imunisasi dengan perkembangan kognitif anak tidak terjadi secara langsung, namun imunisasi mempengaruhi kejadian infeksi pada anak, dan penyakit infeksi akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan kognitif.

Penyakit infeksi dan kognitif anak

Masa balita merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan kognitif, fisik, dan emosi anak. Menurut WHO, masa tersebut adalah masa penentu kehidupan anak selanjutnya. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian yang lebih jika Anda memiliki anak balita. Anak balita juga sebenarnya rentan terkena penyakit infeksi, hal ini tidak hanya akan mempengaruhi status gizinya, namun juga perkembangan otaknya.

Ketika balita mengalami penyakit infeksi seperti cacar, meningitis, polio, campak, diare, dan sebagainya maka ini akan mengakibatkan penurunan nafsu makan dan menyebabkan asupan makannya tidak terpenuhi dengan baik. Padahal, asupan makanan dengan kandungan berbagai zat gizi makro maupun mikro dibutuhkan dalam proses perkembangan otak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak balita yang sering mengalami diare dan berbagai penyakit infeksi lainnya memiliki tingkat kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan balita yang jarang atau bahkan tidak pernah mengalami penyakit infeksi.

Pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit infeksi

Imunisasi dapat melindungi anak dari penyakit infeksi yang dapat menyebabkan penurunan asupan pada anak yang dapat berakhir pada kondisi gizi kurang atau bahkan gizi buruk. Menurut WHO dan UNICEF (2015) imunisasi merupakan salah satu upaya yang paling berhasil dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, karena hampir setiap tahunnya imunisasi berhasil mencegah 2 hingga 3 juta anak terkena penyakit infeksi dan menghindarkan 1,5 juta anak usia di bawah 2 tahun dari kematian.

Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Anekwe dan Kumar (2012) dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa di negara berkembang, imunisasi pada anak dapat menjaga status gizi anak dan meningkatkan pertumbuhan anak. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa negara berkembang, bahwa dengan melakukan imunisasi dapat membantu pertumbuhan anak (Bloom, Canning, & Seigur 2012; Jafar & Srivastava 2012).

Pemberian imunisasi dasar dapat menghindarkan  anak balita untuk terkena penyakit infeksi, di mana pada usia tersebut anak berada pada periode kritis dan mudah mengalami gizi kurang. Jika hal tersebut dialami terus menerus, maka anak akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian imunisasi yang tepat waktu penting dilakukan, agar anak terhindar dari penyakit infeksi kronis maupun akut, menjaga status gizi anak tetap baik, dan membantu pertumbuhan serta perkembangan anak.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca