Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sudahkah Anda membawa si kecil untuk vaksin? Apakah sudah lengkap juga jenis vaksin yang harus si kecil dapatkan? Imunisasi adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan beberapa kali sepanjang hidup seseorang untuk melindunginya dari penyakit. Vaksinasi tidak hanya untuk bayi, tetapi juga anak balita sampai usia sekolah. Mengapa vaksinasi penting diberikan? Ini penjelasan lengkapnya.

Ketahui perbedaan imunisasi dan vaksinasi

Banyak orang menyamakan arti istilah di atas, padahal kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda.

Lantas, apa bedanya? Sebenarnya keduanya masuk ke dalam rangkaian proses pencegahan penyakit. Vaksinasi dan imunisasi diberikan dan terjadi secara bertahap untuk memperkuat antibodi secara perlahan.

Vaksin adalah ‘alat’ untuk membentuk antibodi terhadap suatu penyakit tertentu. Ini berarti vaksinasi adalah proses pemberian antibodi untuk menangkal penyakit.

Sementara imunisasi adalah proses pembuatan antibodi di dalam tubuh setelah divaksin agar sistem imun semakin kuat, sehingga kebal terhadap serangan penyakit.

Meski begitu, istilah imunisasi lebih dikenal pada orang awam ketimbang vaksinasi. Secara tak langsung, hal ini membuat imunisasi dan vaksinasi diartikan sama meski berbeda arti.

Manfaat imunisasi bagi anak

anak diimunisasi

Kementerian Kesehatan RI menetapkan jenis imunisasi untuk anak yang wajib dilakukan beberapa kali sepanjang hidup si kecil. Penting untuk Anda mengetahui manfaatnya, yaitu:

  • Melindungi anak dari risiko kematian
  • Efektif mencegah penyakit
  • Vaksin melindungi orang lain

Bagaimana bisa melindungi orang lain? Hal ini disebut juga dengan herd immunity atau kekebalan kelompok, ketika vaksin tidak hanya melindungi orang yang diimunisasi, tetapi juga memiliki manfaat untuk anak yang tidak diberikan vaksin. 

Ketika banyak anak mendapatkan perlindungan vaksin, mereka akan membantu melindungi sebagian anak yang kekurangan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit. 

Semakin banyak anak yang mendapat vaksin, semakin sedikit penyebaran penyakit. Dengan begitu, mereka yang tidak mendapatkan imunisasi dapat ikut terlindungi.

Apa akibatnya jika anak tidak mendapatkan imunisasi?

anak vaksin

Pada dasarnya, pengertian vaksinasi adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sejak bayi baru lahir untuk menjaga kesehatannya. Ada tiga alasan penting mengapa ini wajib untuk semua bayi, yaitu:

  • Vaksinasi sudah terbilang aman, cepat, dan sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit
  • Sekali diimunisasi maka setidaknya tubuh anak telah terlindungi dengan baik dari ancaman penyakit
  • Anak justru berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah jika tidak diimunisasi

Selain itu, bila bayi tidak diimunisasi atau bayi terlambat imunisasi bisa berakibat fatal untuk kesehatannya di kemudian hari. Sebab ketika anak sudah divaksin, otomatis tubuhnya akan dilengkapi dengan sistem imun yang bekerja spesifik untuk menyerang virus.

Sebaliknya jika anak tidak diimunisasi, tubuh mereka tidak memiliki sistem pertahanan khusus yang bisa mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tersebut.

Terlebih sistem imun anak kecil juga belum sekuat dan bekerja semaksimal orang dewasa. Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak di dalam tubuh anak. Efek samping imunisasi tidak sebanding dengan bayi yang tidak diimunisasi.

Jenis imunisasi dasar lengkap untuk bayi

anak vaksin

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi atau vaksin yang wajib untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun.

Jenis imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah.

Terdapat dua tipe imunisasi yaitu suntik dan oral atau diteteskan ke dalam mulut.

Vaksin oral berisi bibit penyakit yang masih hidup tetapi dilemahkan, sementara vaksin suntik biasanya berisi virus atau bakteri yang sudah mati.

Sementara itu, vaksin suntik akan disuntikkan di bawah lapisan kulit atau langsung menuju otot (biasanya di lengan atau paha).

Kandungan vaksin tetes akan langsung masuk ke dalam saluran cerna untuk merangsang sistem kekebalan tubuh di dalam usus. Sementara vaksin suntik akan membentuk kekebalan langsung di dalam darah.

Berikut daftar imunisasi dasar lengkap yang wajib untuk bayi beserta jadwal imunisasi bayi dan anak:

Vaksin pentavalen merupakan vaksin kombinasi dari  vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B).

Jenis vaksinasi tambahan untuk bayi dan anak

anak vaksin

Masih mengacu pada ketentuan Permenkes No. 12 Tahun 2017, bayi sangat ditekankan untuk mendapat beberapa imunisasi tambahan di luar lima vaksin wajib di atas.

Jenis vaksin pilihan juga bisa diberikan pada anak-anak hingga orang dewasa seusai dengan kebutuhan dan kondisi.

Pemberian imunisasi HPV berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks, penyakit seks menular seperti kutil kelamin, hingga kanker anus dan penis.

Jenis vaksinasi untuk usia anak sekolah

akibat anak tidak imunisasi

Kebanyakan vaksinasi yang diberikan pada anak usia sekolah adalah pengulangan atau booster dari imunisasi saat bayi. Di Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan no.12 tahun 2017, jenis vaksinasi anak usia sekolah yang dicanangkan di Indonesia adalah:

  • diphtheria tetanus (DT)
  • Campak
  • Tetanus diphteria (Td)

Berikut jadwal vaksinasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan:

  • Kelas 1 SD: Imunisasi campak setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus  (DT) setiap bulan November
  • Kelas 2-3 SD: Imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November

Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, jenis vaksinasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

  • Influenza: anak usia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun
  • Human papillomavirus (HPV): Dimulai saat anak berusia 11-12 tahun, juga bisa diberikan saat anak usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya
  • Meningitis: Anak berusia 11-12 tahun
  • Vaksinasi dengue: Anak usia di atasi 9 tahun yang pernah terkena DBD
  • Japanese Encephalitis (JE): Bila akan mendatangi negara epidemi

Khusus untuk vaksinasi meningitis, ini termasuk dalam imunisasi khusus sehingga harus dikonsultasikan dulu dengan dokter anak. Selain itu, pemberian imunisasi di atas perlu dikonsultasikan ke dokter untuk mempertimbangkan sesuai kebutuhan anak. 

Apakah vaksinasi pasti membuat anak kebal?

imunisasi bayi

Anak yang sudah diimunisasi akan sangat jarang sakit karena sistem imunnya sudah diperkuat oleh bantuan obat ini.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa bahkan setelah anak melengkapi imunisasi wajib, lanjutan, maupun tambahan tetap masih ada kemungkinan kecil untuk terserang penyakit tersebut.

Mengutip dari laman IDAI, penelitian epidemiologi di Indonesia dan negara-negara lain telah membuktikan manfaat perlindungan dari vaksinasi.

Ketika ada wabah campak, difteri atau polio, anak yang sudah mendapat imunisasi lengkap tercatat sangat jarang tertular. Apabila memang sakit karena tertular, biasanya kondisi anak tidak akan terlalu parah sampai membahayakan nyawa.

Sebaliknya, anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi wajib sama sekali biasanya cenderung mengalami sakit yang lebih berat, komplikasi berupa kecacatan, atau bahkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi vaksin hib

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin covid-19 oxford

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit