Ini Manfaat, Jadwal, Sampai Perbedaan Vaksin dan Imunisasi yang perlu Dipahami Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sudahkah Anda membawa si kecil untuk vaksin? Apakah sudah lengkap juga jenis vaksin yang harus si kecil dapatkan? Imunisasi adalah kegiatan rutin untuk melindungi dari penyakit. Vaksinasi tidak hanya untuk bayi, tetapi juga anak balita sampai usia sekolah. Mengapa penting memberikan vaksinasi pada anak? Ini penjelasan lengkapnya.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Perbedaan imunisasi dan vaksinasi

Banyak orang menyamakan arti istilah tersebut, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Lantas, apa bedanya? Sebenarnya keduanya masuk ke dalam rangkaian proses pencegahan penyakit.

Pemberian vaksinasi dan imunisasi terjadi secara bertahap untuk memperkuat antibodi perlahan. Vaksin adalah ‘alat’ untuk membentuk antibodi terhadap suatu penyakit tertentu.

Ini berarti vaksinasi adalah proses pemberian antibodi untuk menangkal penyakit.

Sementara imunisasi adalah proses pembuatan antibodi dalam tubuh setelah pemberian vaksin agar sistem imun semakin kuat, sehingga kebal terhadap serangan penyakit.

Meski begitu, masyarakat lebih mengenal istilah imunisasi ketimbang vaksinasi. Secara tak langsung, hal ini membuat imunisasi dan vaksinasi memiliki arti yang sama padahal berbeda.

Manfaat imunisasi bagi anak

anak diimunisasi

Kementerian Kesehatan RI menetapkan jenis imunisasi untuk anak yang wajib dilakukan beberapa kali sepanjang hidup si kecil. Penting untuk Anda mengetahui manfaatnya, yaitu:

  • Melindungi anak dari risiko kematian
  • Efektif mencegah penyakit
  • Vaksin melindungi orang lain

Bagaimana bisa melindungi orang lain? Hal ini disebut juga dengan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Ini adalah kondisi ketika vaksin tidak hanya melindungi orang yang mendapat imunisasi, tetapi juga memiliki manfaat untuk anak yang tidak menerima vaksin. 

Ketika banyak anak mendapatkan perlindungan vaksin, mereka akan membantu melindungi sebagian anak yang kekurangan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit. 

Semakin banyak anak yang mendapat vaksin, semakin sedikit penyebaran penyakit. Dengan begitu, mereka yang tidak mendapatkan imunisasi dapat ikut terlindungi.

Apa akibatnya jika anak tidak mendapatkan imunisasi?

anak vaksin

Pada dasarnya, vaksinasi adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sejak bayi baru lahir untuk menjaga kesehatannya.

Ada tiga alasan penting mengapa ini wajib untuk semua bayi, yaitu:

  • Vaksinasi sudah terbilang aman, cepat, dan sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit.
  • Sekali mendapatkan imunisasi, maka setidaknya tubuh anak telah terlindungi dengan baik dari ancaman penyakit.
  • Anak justru berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah jika tidak mendapatkan imunisasi.

Selain itu, bila bayi tidak menerima vaksin atau bayi terlambat vaksinasi, bisa berakibat fatal untuk kesehatannya di kemudian hari.

Sebab ketika anak sudah mendapatkan vaksin, otomatis melengkapi tubuhnya dengan sistem imun yang bekerja spesifik untuk menyerang virus.

Sebaliknya jika anak tidak mendapatkan imunisasi, tubuh tidak memiliki sistem pertahanan khusus yang bisa mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tersebut.

Terlebih sistem imun anak kecil juga belum sekuat dan bekerja semaksimal orang dewasa.

Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dalam tubuh anak. Efek samping imunisasi tidak sebanding dengan bayi yang tidak mendapat imunisasi.

Jenis imunisasi dasar lengkap untuk bayi

anak vaksin

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi atau vaksin yang wajib untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun.

Jenis imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah.

Terdapat dua tipe imunisasi yaitu suntik dan oral dengan cara meneteskan ke dalam mulut.

Vaksin oral berisi bibit penyakit yang masih hidup tetapi sudah lemah, sementara vaksin suntik biasanya berisi virus atau bakteri yang sudah mati.

Sementara itu, pemberian vaksin suntik dengan cara menyuntikkan cairan pada bawah lapisan kulit atau langsung menuju otot, biasanya lengan atau paha.

Kandungan vaksin tetes akan langsung masuk saluran cerna untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam usus.

Sementara vaksin suntik akan membentuk kekebalan langsung dalam darah.

Berikut daftar imunisasi dasar lengkap yang wajib untuk bayi beserta jadwal imunisasi bayi dan anak terbaru rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2020:

Vaksin pentavalen merupakan vaksin kombinasi dari  vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B).

Jenis vaksinasi tambahan untuk bayi dan anak

anak vaksin

Bayi sangat perlu mendapat beberapa imunisasi tambahan. Pemberian jenis vaksin pilihan tidak hanya pada anak-anak, tetapi orang dewasa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Berikut daftar vaksin pilihan untuk anak-anak dan orang dewasa:

Pemberian imunisasi HPV berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks, penyakit seks menular seperti kutil kelamin, hingga kanker anus dan penis.

Jenis vaksinasi untuk usia anak sekolah

akibat anak tidak imunisasi

Kebanyakan pemberian vaksinasi pada anak usia sekolah adalah pengulangan atau booster dari imunisasi saat bayi. Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan no.12 tahun 2017, jenis vaksinasi anak usia sekolah yang masuk program kesehatan Indonesia yaitu:

  • diphtheria tetanus (DT)
  • Campak
  • Tetanus diphteria (Td)

Kementerian Kesehatan telah mengatur jadwal vaksinasi anak usia sekolah dasar, yaitu:

  • Kelas 1 SD: Imunisasi campak setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus  (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD: Imunisasi tetanus diphteria (Td) pada bulan November.

Sementara itu, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), anak juga perlu mendapatkan jenis vaksinasi anak lain, seperti:

  • Influenza: anak usia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun.
  • Human papillomavirus (HPV): Dimulai saat anak berusia 11-12 tahun, juga bisa diberikan saat anak usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya
  • Meningitis: Anak berusia 11-12 tahun.
  • Vaksinasi dengue: Anak usia di atasi 9 tahun yang pernah terkena DBD.
  • Vaksin Japanese Encephalitis (JE): Bila akan mendatangi negara epidemi.

Khusus untuk vaksinasi meningitis, ini termasuk dalam imunisasi khusus sehingga harus konsultasi dulu dengan dokter anak.

Apakah vaksinasi pasti membuat anak kebal?

imunisasi bayi

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi akan sangat jarang sakit karena sistem imunnya sudah kuat oleh bantuan obat ini.

Meski begitu, orangtua perlu paham bahwa setelah anak melengkapi vaksin, tetap  ada kemungkinan kecil untuk terserang penyakit tersebut.

Mengutip dari laman IDAI, penelitian epidemiologi Indonesia dan negara-negara lain telah membuktikan manfaat perlindungan dari vaksinasi.

Ketika ada wabah campak, difteri atau polio, anak yang sudah mendapat imunisasi lengkap tercatat sangat jarang tertular.

Apabila memang sakit karena tertular, biasanya kondisi anak tidak akan terlalu parah sampai membahayakan nyawa.

Sebaliknya, anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi wajib sama sekali biasanya cenderung mengalami sakit yang lebih berat, komplikasi berupa kecacatan, atau bahkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penting! Ini 5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Membaca merupakan kegiatan posistif bagi siapa pun, termasuk anak-anak. Apa saja manfaat baca buku untuk anak? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit