Aturan Penting Saat Memberi Ibuprofen untuk Anak

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dosis ibuprofen untuk anak harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Anda harus dengan cermat mengikuti petunjuk dosis yang tersedia dalam kemasan obat sesuai dengan usia dan berat badan anak Anda. Jika ada yang kurang jelas mengenai petunjuk obat tersebut, tanyakanlah kepada dokter atau apoteker.

Aturan pakai ibuprofen untuk anak

Ibuprofen adalah obat yang masuk ke dalam jenis obat anti inflamasi non-steroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini digunakan untuk meredakan rasa nyeri, demam, dan inflamasi. Jika buah hati Anda alergi terhadap aspirin, sebaiknya jangan memberinya ibuprofen. Jika Anda memberikan anak ibuprofen, pastikan ikuti 8 aturan ini.

  • Ikuti instruksi pada label kemasan. Jika memberi obat untuk bayi, ikuti saran dokter tentang jumlah yang diberikan.
  • Bicara pada dokter sebelum memberi obat untuk meredakan demam pada bayi usia kurang dari 3 bulan. Ini untuk memastikan demam bayi bukan tanda penyakit serius. Pengecualian jika bayi baru saja diimunisasi. Setelah imunisasi, Anda bisa memberi obat untuk mengurangi demam.
  • Ibuprofen bisa berbentuk sirup, tablet, kapsul, atau tetes konsentrat. Baca dan ikuti semua instruksi pada botol dan kotak kemasan dengan hati-hati sebelum memberikannya ke anak. Ada produk dan kekuatan berbeda untuk bayi dan anak. Dosis yang tepat penting agar obat bekerja dengan baik.
  • Jangan berikan ibuprofen pada bayi di bawah usia 6 bulan tanpa persetujuan dokter.
  • Selalu gunakan alat ukur yang ada pada obat, bukan sendok dari dapur.
  • Jangan memberi ibuprofen pada anak yang sedang minum obat lain kecuali atas permintaan dokter. Obat lain bisa mengandung ibuprofen juga, mengakibatkan dosis berlebihan yang berbahaya.
  • Anda bisa ulangi pemberian dosis obat setiap 6 hingga 8 jam. Jangan lebih dari 4 dosis dalam 24 jam.
  • Dosis yang tepat berdasarkan berat badan, bukan usia. Bila Anda tidak tahu berat badan anak dan ia tidak bisa berdiri sendiri di atas timbangan, timbang berat badan Anda ketika menggendongnya, lalu timbang kembali berat badan Anda tanpa menggendongnya. Kurangi berat pertama dengan berat kedua untuk mengetahui berat badan anak.

Dosis ibuprofen untuk anak

Rekomendasi dosis ibuprofen bisa membantu Anda memberi jumlah yang tepat untuk anak. Berikut pemberian dosis ibuprofen yang tepat berdasarkan berat badan anak.

  • Untuk anak dengan berat badan 7-8 kg, dosisnya 50 mg; satu kali alat tetes untuk bayi dan 1/2 sendok teh untuk obat cair anak.
  • Anak dengan berat badan 9-10 kg, dosisnya 75 mg; 1 1/2 kali alat tetes untuk bayi dan 3/4 sendok teh untuk obat cair anak.
  • Anak dengan berat badan 11-16 kg, dosisnya 100 mg; dua kali alat tetes untuk bayi dan satu sendok teh untuk obat cair anak.
  • Anak dengan berat badan 17-21 kg, dosisnya 150 mg; 3 kali alat tetes untuk bayi, 1,5 sendok teh untuk obat cair anak, atau 3 obat kunyah.
  • Anak dengan berat badan 22-27 kg, dosisnya 200 mg; 4 kali alat tetes untuk bayi, 2 sendok teh untuk obat cair anak, 4 obat kunyah, atau dua kaplet.
  • Anak dengan berat badan 28-32 kg, dosisnya 250 mg; 2,5 sendok teh untuk obat cair anak, 5 obat kunyah, 2,5 kaplet,  atau 1 tablet dewasa.
  • Anak dengan berat badan 33-43 kg, dosisnya 300 mg; 3 sendok teh obat cair, 6 obat kunyah, 3 kaplet, 1 sampai 1,5 tablet dewasa.
  • Anak dengan berat lebih dari 44 kg, dosisnya 400 mg; 4 sendok teh obat cair, 8 obat kunyah, 4 kaplet, atau 2 tablet orang dewasa.

Hal yang penting saat Anda memberikan ibuprofen untuk anak adalah ikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit