Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Rasa-rasanya, hampir tak ada anak-anak yang tak suka makanan manis. Apalagi, orangtua juga suka menghadiahi anak dengan makanan manis karena telah berperilaku baik. Namun, memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Di balik itu ada beberapa dampak yang mungkin bahaya untuk anak jika sering makan makanan manis.

Pengaruh makanan manis bagi kesehatan anak

Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan. Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum. 

Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

1. Kecanduan

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya.

Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

  • Perubahan mood secara drastis
  • Anak lebih sering ngambek
  • Tubuh lesu atau malah menjadi overaktif dan banyak bicara
  • Gemetar

2. Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam. Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi.

Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

  • Sakit gigi berkepanjangan
  • Peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis
  • Penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis
  • Kerusakan permanen hingga pecahnya gigi
  • Infeksi pada gusi

karies botol

3. Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang.

Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki.

Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Asma
  • Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total
  • Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas
  • Diabetes tipe 2
  • Masalah perilaku dan kemampuan belajar

4. Gangguan perilaku

Bahaya makanan manis juga dapat berdampak pada perilaku anak Anda. Setelah dicerna dan diserap, gula akan memasuki aliran darah dengan cepat. Hal ini memicu kenaikan gula darah secara drastis dan membuat Anak menjadi hiperaktif.

Penelitian dalam laman MedlinePlus juga menunjukkan adanya pengaruh antara asupan gula dengan perilaku anak. Anak-anak yang sering diberikan makanan manis sebagai hadiah oleh orangtuanya justru cenderung berperilaku negatif ketika dewasa.

Tak bisa dipungkiri, anak-anak begitu lekat dengan makanan manis. Tanggung jawab orangtua adalah memastikan bahwa makanan manis yang dikonsumsi anak-anaknya berasal dari sumber yang menyehatkan.

Pilihlah makanan manis yang lebih baik seperti buah-buahan. Anda pun bisa berperan lebih aktif dengan membuat camilan manis sendiri menggunakan bahan yang menyehatkan. Dengan begitu, anak Anda akan terhindar dari bahaya makanan manis yang berlebihan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca