Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Rasa-rasanya, hampir tak ada anak-anak yang tak suka makanan manis. Apalagi, orangtua juga suka menghadiahi anak dengan makanan manis karena telah berperilaku baik. Namun, memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Di balik itu ada beberapa dampak yang mungkin bahaya untuk anak jika sering makan makanan manis.

Pengaruh makanan manis bagi kesehatan anak

Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan. Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum. 

Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

1. Kecanduan

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya.

Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

  • Perubahan mood secara drastis
  • Anak lebih sering ngambek
  • Tubuh lesu atau malah menjadi overaktif dan banyak bicara
  • Gemetar

2. Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam. Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi.

Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

  • Sakit gigi berkepanjangan
  • Peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis
  • Penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis
  • Kerusakan permanen hingga pecahnya gigi
  • Infeksi pada gusi

karies botol

3. Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang.

Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki.

Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Asma
  • Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total
  • Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas
  • Diabetes tipe 2
  • Masalah perilaku dan kemampuan belajar

4. Gangguan perilaku

Bahaya makanan manis juga dapat berdampak pada perilaku anak Anda. Setelah dicerna dan diserap, gula akan memasuki aliran darah dengan cepat. Hal ini memicu kenaikan gula darah secara drastis dan membuat Anak menjadi hiperaktif.

Penelitian dalam laman MedlinePlus juga menunjukkan adanya pengaruh antara asupan gula dengan perilaku anak. Anak-anak yang sering diberikan makanan manis sebagai hadiah oleh orangtuanya justru cenderung berperilaku negatif ketika dewasa.

Tak bisa dipungkiri, anak-anak begitu lekat dengan makanan manis. Tanggung jawab orangtua adalah memastikan bahwa makanan manis yang dikonsumsi anak-anaknya berasal dari sumber yang menyehatkan.

Pilihlah makanan manis yang lebih baik seperti buah-buahan. Anda pun bisa berperan lebih aktif dengan membuat camilan manis sendiri menggunakan bahan yang menyehatkan. Dengan begitu, anak Anda akan terhindar dari bahaya makanan manis yang berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi Anak-anak?

Pemanis buatan hadir dalam berbagai camilan kegemaran anak-anak. Lantas, apa saja bahaya pemanis buatan untuk kesehatan anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 02/11/2019 . 3 mins read

Mengapa Anda Jadi Ingin Makan Makanan Manis Saat Stres?

Stres dapat memengaruhi tubuh Anda dengan berbagai cara, termasuk membuat Anda ingin makan manis. Apa yang membuat Anda ingin makan manis saat stres?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/07/2019 . 4 mins read

5 Cara Mengurangi Asupan Gula Pada Anak yang Gemar Camilan Manis

Asupan gula berlebih dari camilan manis dapat memicu sejumlah penyakit. Lantas, tahukah Anda bagaimana cara mengurangi asupan gula anak agar tak berlebihan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 23/07/2019 . 3 mins read

4 Cara Mengurangi Minuman Manis untuk Tubuh yang Lebih Sehat

Mengubah pola makan ataupun kebiasaan mengonsumsi minuman manis bukanlah hal yang mudah. Berikut adalah cara mengurangi minuman manis yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 16/07/2019 . 3 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020 . 6 mins read
makanan manis untuk prediabetes

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . 5 mins read
makanan manis radang tenggorokan

Efek Makanan Manis Terhadap Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/02/2020 . 4 mins read
batas konsumsi gula anak

Seberapa Sering Anak Boleh Makan Makanan Manis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019 . 4 mins read