Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Aturan Memberi Jus untuk Anak dan Pilihan Buahnya

Aturan Memberi Jus untuk Anak dan Pilihan Buahnya

Jus sering menjadi pilihan bagi orangtua untuk anak yang enggan makan sayuran dan buah-buahan. Apalagi, jus umumnya diberi tambahan gula sehingga cenderung disukai anak-anak karena rasanya manis.

Namun pertanyaannya, apakah konsumsi jus baik untuk kesehatan anak? Kapan dan seberapa banyak anak boleh minum minuman ekstrak buah ini?

Apakah jus baik untuk anak?

Aneka jus buah

Memasukkan jus ke dalam pola makan anak Anda boleh saja dilakukan.

Apalagi, jus yang berasal dari ekstrak buah-buahan dan sayuran masih mengandung sebagian besar vitamin, mineral, serta fitonutrien yang ada di dalamnya.

Dengan begitu, anak Anda bisa mendapat sebagian besar vitamin, mineral, serta nutrisi untuk anak lainnya yang berasal dari buah-buahan dan sayuran tersebut.

Meski begitu, Mayo Clinic menyebut, sebagian besar proses pembuatan jus dapat menghilangkan serat yang tersimpan di dalam buah-buahan dan sayuran.

Artinya, anak Anda tidak akan mendapat serat sebagaimana yang ia bisa dapatkan dari konsumsi buah-buahan dan sayuran utuh.

Di samping itu, jus juga mengandung gula yang secara alami berasal dari buah dan sayuran segar. Gula ini akan menjadi sangat pekat saat dibuat menjadi jus.

Belum lagi jika ada gula tambahan yang dimasukkan ke dalam jus. Gula tambahan ini umumnya akan menambah kandungan kalori yang ada dalam jus.

Bila dikonsumsi secara berlebihan, ekstra kalori ini bisa menyebabkan kelebihan berat badan pada anak serta kerusakan gigi.

Bahkan, mengonsumsi jus secara berlebihan juga bisa menyebabkan diare pada anak bayi dan balita.

Jadi, minum jus boleh saja dilakukan sesekali. Namun Anda perlu ingat, jus tidak sebaik mengonsumsi buah-buahan serta sayuran utuh dan segar.

Jus buah dan sayuran tidak akan pernah menggantikan keseluruhan nutrisi yang ada di dalam buah dan sayuran itu sendiri.

Kapan dan seberapa banyak anak boleh minum jus?

pola makan sehat anak

American Academy of Pediatric (AAP) tidak merekomendasikan jus buah dan sayuran untuk bayi atau yang berusia di bawah usia 1 tahun. Sebab, jus buah tidak memberikan manfaat nutrisi pada kelompok usia tersebut.

Selain lebih berisiko terhadap kerusakan gigi, memberikan jus pada bayi juga membuat bayi Anda lebih menyukai rasa manis daripada air biasa.

Anda boleh mulai memberikan jus buah dan sayuran bila anak sudah berusia 1 tahun ke atas. Lalu, berapa banyak jus yang boleh diminum?

AAP merekomendasikan, anak berusia 1-3 tahun boleh minum jus maksimal 120 mililiter (mL) atau sekitar setengah cangkir dalam sehari.

Sementara anak berusia 4-6 tahun maksimal 120-180 mL atau setengah hingga tiga perempat cangkir per hari.

Adapun untuk anak yang lebih tua hingga remaja atau yang berusia 7-18 tahun, konsumsi minuman ini boleh sebanyak 240 mL sehari atau sekitar 1 cangkir.

Hal yang perlu diperhatikan saat memberi jus untuk anak

Jus memang tak menggantikan nutrisi yang sepenuhnya ada di dalam buah dan sayuran.

Namun, pada beberapa anak yang tidak dapat atau sulit makan buah dan sayuran secara langsung, mengonsumsi jus boleh saja dilakukan.

Meski begitu, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum memberikan jus untuk anak, agar bisa memperoleh manfaatnya secara optimal serta mengurangi risiko yang tak diinginkan.

  • Pastikan jus berasal dari 100% buah asli dan segar. Jus yang bukan dari buah asli dan segar biasanya mengandung gula dan/atau pemanis tambahan.
  • Jangan mengenalkan jus pada bayi atau yang berusia di bawah 1 tahun.
  • Jangan memberikan jus menggunakan botol minum, berikan dengan cangkir atau gelas agar tidak berlebihan.
  • Berikan jus dalam porsi yang sesuai dengan usianya, jangan berikan secara berlebihan.
  • Lebih baik menggunakan blender daripada juicer untuk membuat jus buah dan sayuran. Menghaluskan dengan blender tidak menghilangkan serat dan fitonutrien yang ada di dalam buah dan sayuran.
  • Sebaiknya tidak menambahkan gula pada jus yang Anda buat sendiri.
  • Dorong anak Anda untuk tetap makan buah-buahan dan sayuran segar utuh.
  • Berikan jus hanya pada saat waktu makan.
  • Jangan berikan jus sebelum tidur atau untuk mengobati diare atau dehidrasi pada anak.
  • Pastikan jus tidak menghilangkan ketertarikan anak Anda pada susu dan air putih.
  • Bila membeli jus, pastikan Anda hanya membeli jus yang sudah dipasteurisasi.
  • Konsultasikan pada dokter sebelum memberikan jus buah atau sayur untuk anak, terutama jika ia memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Jika anak suka minum jus jeruk bali, sebaiknya tidak berikan ini bersamaan dengan obat tertentu karena dapat mengganggu efektivitas obat.

Untuk pertanyaan lainnya terkait aturan minum jus bagi si kecil, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter ya, Bu!

Jus apa yang bagus untuk anak?

Sudah tahu aturannya, tetapi mungkin ibu masih bingung apa saja jus yang bagus untuk tumbuh kembang dan kesehatan anak Anda.

Nah, sebagai gambaran, berikut beberapa daftar buah dan sayur yang bisa ibu pilih dan olah menjadi jus.

1. Jus wortel

Wortel mengandung ragam senyawa antioksidan, seperti beta karoten serta lutein dan zeaxanthin, yang dapat meningkatkan kesehatan mata serta memperkuat kekebalan tubuh anak.

Berkat manfaat tersebut, jenis sayuran untuk anak ini pun cocok bila Anda suguhkan dalam bentuk jus.

2. Jus tomat

Banyak manfaat kesehatan yang bisa anak Anda peroleh dengan mengonsumsi jus tomat, misalnya likopen dalam tomat dapat membantu mengurangi risiko kanker pada anak.

Bahkan, melansir NutritionFacts.org, jus tomat memiliki kekuatan antioksidan dua kali lipat dari mengonsumsi tomat utuh secara rutin. Buah ini disebut bisa mengurangi risiko asma.

3. Jus apel

Apel memang sudah biasa menjadi salah satu resep jus untuk anak Anda. Namun, Anda juga perlu memahami manfaatnya.

Kandungan quercetin dalam apel memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Sementara pectin dalam apel merupakan jenis serat larut yang membantu mencegah sembelit pada anak.

4. Jus stroberi

Selain rasanya yang segar, stoberi merupakan sumber serat dan vitamin C yang baik untuk kesehatan anak. Serat dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan anak Anda.

Sementara, vitamin C berperan dalam pertumbuhan anak serta perbaikan jaringan tubuh dan sistem kekebalan tubuhnya yang sehat.

Buah ini juga mengandung antosianin yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis.

5. Jus semangka

Sekitar 92% kandungan dalam buah semangka merupakan air. Inilah yang membuat buah ini sering menjadi resep olahan jus untuk anak Anda.

Bukan sekadar cocok, nyatanya, buah semangka juga mengandung likopen yang dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung.

Ragam vitamin dan mineral di dalamnya juga penting untuk kekebalan tubuh dan fungsi saraf yang optimal untuk anak Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

AAP Recommends No Fruit Juice for Children Under 1 Year. HealthyChildren.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/AAP-Recommends-No-Fruit-Juice-for-Children-Under-1-Year.aspx

Fruit Juice and Your Child’s Diet. HealthyChildren.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Fruit-Juice-and-Your-Childs-Diet.aspx

Fruit juice: Good or bad for kids?. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 10 January 2022, fromm https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/fruit-juice/faq-20058024

Soft drinks, juice and sweet drinks – children – Better Health Channel. Betterhealth.vic.gov.au. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/soft-drinks-juice-and-sweet-drinks-children#suggestions-for-parents

What to know before you juice. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/juicing/faq-20058020

When Can My Baby Start Drinking Juice? (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/babies-juice.html

Where We Stand: Fruit Juice. HealthyChildren.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Where-We-Stand-Fruit-Juice.aspx

Apples. The Nutrition Source. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/apples/

Are Tomatoes Good for You?. Consumer Reports. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.consumerreports.org/nutrition-healthy-eating/are-tomatoes-good-for-you/

Children’s diet – fruit and vegetables – Better Health Channel. Betterhealth.vic.gov.au. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/childrens-diet-fruit-and-vegetables

Health Benefits Of Carrots: The Nutritious Veggie Kids Love To Eat. Eminence Kids Foundation. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://eminencekidsfoundation.org/health-benefits-carrots/

Selecting Snacks for Toddlers. HealthyChildren.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Selecting-Snacks-for-Toddlers.aspx

The Season for Strawberries. Eatright.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/nutrient-rich-foods/the-season-for-strawberries

The wonders of watermelon. Mayo Clinic Health System. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/the-wonders-of-watermelon

tomatoes | Health Topics | NutritionFacts.org. Nutritionfacts.org. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://nutritionfacts.org/topics/tomatoes/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto