backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Pedoman Praktis Porsi Makan Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 19/03/2024

Berikut adalah daftar produk yang bisa bermanfaat untuk Anda. Perlu diketahui, kami bisa saja mendapatkan sedikit komisi setiap kali Anda membeli produk via link ini. Tenang, tidak ada penambahan biaya. Pelajari lebih lanjut soal konten produk marketing kami di sini.

Pedoman Praktis Porsi Makan Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Memberikan makan anak tentu tidak bisa sembarangan. Pasalnya, makanan dapat menentukan perkembangan serta pertumbuhan si kecil. Nah, bila anak Anda berusia 1, 2, atau 3 tahun, Anda mungkin bingung berapa porsi makan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Apalagi, kebutuhan gizi balita tentu sudah berbeda dengan masa sebelumnya. Untuk menjawab kebingungan Anda, simak penjelasan berikut terkait porsi makan anak yang sesuai dengan usia balita Anda.

Jenis makanan untuk anak usia 1 – 3 tahun

Memasuki usia 1 tahun, anak sudah diperbolehkan untuk makan makanan keluarga. Ini artinya, Anda tak perlu membuat makanan lunak lagi untuk si Kecil.

Jenis makanan untuk balita usia 1 – 3 tahun pun pada dasarnya hampir sama dengan orang dewasa. 

Berpatok pada gizi seimbang, semua jenis makanan harus ada dalam menu makan si Kecil. Ini terdiri dari makanan pokok, lauk berprotein (hewani dan nabati), hingga sayur dan buah-buahan.

Memberikan makanan dengan gizi seimbang, lengkap, dan bervariasi perlu dibiasakan sejak dini. Selain memenuhi kebutuhan gizinya, hal ini juga untuk mencegah anak pilih-pilih makanan.

Apalagi, melansir Children’s Hospital of Philadelphia, pilih-pilih makanan atau picky eater rentan terjadi pada usia balita atau tepatnya ketika berusia 2 -4 tahun.

Pada usia ini, anak sudah sadar akan sifat kewaspadaan dalam dirinya. Ini membuat anak cenderung berhati-hati atau waspada terhadap hal baru, termasuk makanan.

Porsi makan anak usia 1 – 3 tahun

porsi makan anak

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, rata-rata kebutuhan kalori anak usia 1 – 3 tahun dengan berat badan 13 kg dan tinggi 92 cm adalah sekitar 1.350 kalori per hari.

Meski begitu, jumlah tepatnya bisa bervariasi tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas masing-masing anak. 

Semakin bertambah usia anak, semakin banyak pula porsi makannya. Misalnya, porsi makan anak usia 1 tahun, yaitu seperempat porsi dewasa, sedangkan ketika berusia 3 tahun bisa mencapai setengah.

Perlu Anda ketahui

Menurut American Academy of Pediatrics, seorang anak berusia 1 – 3 tahun membutuhkan sekitar 40 kalori untuk setiap inci (2,54 cm) tinggi badannya. Artinya, balita dengan tinggi badan 32 inci (81,28 cm) harus mengonsumsi rata-rata sekitar 1.300 kalori dalam sehari. 
Untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut, porsi makan anak usia 1, 2, dan 3 tahun yang umum, yaitu seperempat hingga setengah porsi ukuran orang dewasa.

Selain dengan patokan tersebut, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan makan anak usia 1, 2, dan 3 tahun dengan porsi sesuai jenis makanannya, seperti di bawah ini.

1. Makanan pokok atau karbohidrat

Anda dapat memberikan si Kecil nasi, roti, pasta, kentang, atau mie sebagai sumber karbohidrat untuk balita Anda.

Adapun porsi makanan pokok atau karbohidrat untuk anak usia 1 – 3 tahun bisa mengikuti kisaran di bawah ini.

  • Nasi, mashed potato (kentang tumbuk), atau pasta: 2—5 sendok makan (sdm)* atau sekitar 45—90 gram yang sudah matang.
  • Roti: setengah hingga satu iris roti tawar ukuran sedang.
  • Mie: setengah hingga satu cangkir kecil.

*1 sdm= 15 ml atau 15 gram

2. Makanan berprotein

Makanan berprotein bisa berupa protein hewani dan nabati. Protein hewani bisa berupa susu, daging sapi atau ayam, telur ayam, atau ikan, sedangkan nabati, yaitu tempe, tahu, atau kacang merah.

Dalam satu hari, Anda bisa memberikan anak usia 1, 2, dan 3 tahun dengan satu porsi lauk berprotein untuk satu kali waktu makan dengan kisaran porsi di bawah ini.

  • Daging sapi cincang: 2—3 sdm atau 30—45 gram.
  • Daging ayam: setengah potong dada ayam atau sekitar 45 gram.
  • Ikan: 1—3 sdm atau sekitar 40 gram.
  • Telur: 1/2—1 butir atau sekitar 50 gram.
  • Tahu: 2—4 sdm atau 30—50 gram.
  • Kacang merah: 2—4 sdm atau 30—50 gram.
  • Susu: 2-3 gelas sehari.

3. Sayuran dan buah-buahan

Untuk anak 1 – 3 tahun, porsi sayur dan buah dalam sehari adalah sekitar 30—40 gram yang diberikan bersamaan menu makanan pokok si Kecil dan sebagai camilan.

Orangtua perlu mendorong anak untuk mencicipi setidaknya lima jenis buah dan sayur yang berbeda dalam sehari. Namun, hindari sayuran dan buah kaleng yang ditambah dengan garam dan gula.

Berikut beberapa buah dan sayuran untuk anak usia 1 – 3 tahun yang bisa Anda berikan berikut dengan kisaran atau setara porsi makan di atas.

  • Brokoli atau kembang kol: 1—4 kuntum kecil.
  • Bayam: 1/2—2 sdm.
  • Wortel: 1—3 sdm atau 2—6 yang berbentuk stik.
  • Tomat: 1/4—1 buah berukuran kecil.
  • Tomat ceri: 1—4 buah.
  • Apel: 1/4—1/2 buah berukuran sedang.
  • Stroberi: 3—10 buah berukuran kecil.
  • Pisang: 1/4—1 buah berukuran sedang.
  • Jeruk: 1/4—1/2 buah.
  • Kiwi: 1/2—1 buah.

4. Susu 

ASI bisa tetap Anda berikan untuk si Kecil jika ia masih berusia 1 – 2 tahun. Namun, susu sapi juga bisa menjadi susu tambahan atau utama untuk anak jika ia sudah tidak mengonsumsi ASI. 

  • Porsi susu untuk anak usia 1 – 2 tahun paling tidak sebanyak 400 ml per hari. Jika ASI masih menjadi susu utama anak Anda, tidak ada patokan porsi yang tepat karena dapat disesuaikan dengan makanan lainnya.
  • Sementara anak usia 2 – 4 tahun, kebutuhan susunya cenderung lebih kecil, yaitu sekitar 300—350 ml per hari, karena mereka cenderung makan dengan porsi yang lebih besar.

Selain dari susu, Anda juga bisa memberikan produk susu lainnya, seperti keju sekitar 15—30 gram dan yoghurt 50—60 gram per hari, guna memenuhi kebutuhan kalsium untuk anak.

Jadwal makan anak usia 1 – 3 tahun

porsi makan si kecil 1 tahun

Dengan ketentuan porsi di atas, anak usia 1, 2, dan 3 tahun setidaknya harus makan tiga kali sehari dan ditambah dengan dua kali makanan selingan atau camilan.

Sebaiknya, jadwal makan diterapkan secara teratur guna mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Bila Anda ingin membuat jadwal makan yang teratur bagi si Kecil, sebaiknya jangan memberikan makanan lain di antara jadwal makanan tersebut.

Hal ini untuk menghindari anak mengalami obesitas akibat terlalu banyak makan atau asupannya tidak terkendali.

Bila Anda kesulitan dalam merancang menu dan porsi makanan untuk anak Anda yang berusia 1, 2, atau 3 tahun sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi.

Skema jadwal makan balita

Untuk anak usia 1 – 2 tahun yang masih diberikan ASI, maka bisa menggunakan skema jadwal berikut.

  • 06.00: ASI.
  • 08.00: makan pagi atau sarapan.
  • 10.00: makanan selingan.
  • 12.00: makan siang.
  • 14.00: ASI.
  • 16.00: makanan selingan.
  • 18.00: makan malam.
  • 20.00: ASI.

Sementara jika si Kecil sudah tidak ASI lagi, Anda bisa menggantikannya dengan susu sapi biasa.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 19/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan