Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Produksi ASI kerap menjadi salah satu masalah yang cukup umum di kalangan para ibu menyusui. Selain jumlah ASI yang terlalu sedikit, ternyata produksi ASI terlalu banyak juga bisa turut mengganggu proses menyusui. Memangnya, apa dampak ASI terlalu banyak bagi ibu dan juga bayinya dan adakah penanganan yang tepat?

Apakah ASI terlalu banyak itu masalah?

mencampur ASI perah di waktu berbeda

ASI adalah makanan utama bayi selama 6 bulan pertama usianya atau disebut sebagai ASI eksklusif. Sejatinya, produksi ASI yang melimpah tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap ibu menyusui.

Itu artinya, asupan harian bayi akan selalu tercukupi dan tidak kekurangan. Bahkan, Anda tidak perlu pusing memikirkan bagaimana cara memperbanyak ASI seperti yang mungkin dilakukan ibu dengan produksi ASI sedikit.

Namun sayangnya, terkadang jumlah ASI yang berlimpah bisa menimbulkan kesulitan bagi Anda dan si kecil. Anda mungkin merasa kewalahan karena ASI terus-terusan mengalir keluar dari payudara ketika sedang tidak menyusui.

Sementara bagi bayi, ia mungkin tersedak karena jumlah ASI yang keluar dari payudara sangat berlimpah. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan produksi ASI yang berlebihan bahkan dengan aliran cepat.

Pasalnya, seiring berjalannya waktu, biasanya bayi sudah lebih mampu beradaptasi dan mahir menyusu dengan aliran ASI yang cepat.

Apa akibatnya jika produksi ASI terlalu banyak?

tekanan darah rendah saat menyusui

Produksi ASI yang terlalu banyak tidak selamanya menguntungkan, baik pada ibu maupun bayinya. Berikut beberapa dampak yang mungkin dirasakan oleh ibu dan bayi ketika jumlah ASI berlebihan:

Pada bayi

Berlebihannya jumlah ASI kerap dikaitkan dengan let down reflexLet down reflex adalah sebuah refleks yang membantu mempermudah proses keluarnya ASI atau bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan menyusui.

Dengan adanya let down reflex yang baik, otomatis isapan bayi dan keluarnya ASI bisa berjalan secara alami. Akan tetapi, let down reflex yang sangat kuat atau tidak terkontrol selama menyusui justru dapat merangsang produksi ASI berlebih.

Ya, aliran ASI yang terlampau cepat dan kuat pada payudara tentu bisa membuat produksi ASI terlalu berlimpah. Kondisi ini yang kemudian menyulitkan bayi saat menyusui.

Di saat yang sama pula, bayi berisiko mengalami muntah, tersedak, bahkan kesulitan dalam bernapas.

Tak menutup kemungkinan, bayi juga dapat menelan terlalu banyak udara saat berusaha mengikuti aliran ASI yang terlampau cepat ini.

Masuknya sejumlah udara yang terlalu banyak ke dalam perut bayi bisa membuatnya mudah sekali rewel, sering menangis, kolik, dan cegukan.

Ini dikarenakan udara yang masuk tersebut berubah menjadi gas sehingga membuat tubuh bayi tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin tidak mau menyusu lagi untuk sementara waktu akibat produksi ASI yang terlalu berlimpah.

Di sisi lain, produksi ASI yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat drastis dan bisa mencapai lebih dari 10 kali dalam sehari
  • Mengalami diare dengan feses yang berwarna kehijauan
  • Mengalami ruam popok
  • Susah mengisap puting payudara dengan tepat
  • Berat badan meningkat dengan pesat

Pada ibu

Selain pada bayi, dampak dari produksi ASI yang terlalu banyak juga bisa dialami oleh ibu menyusui. Menurut Pregnancy Birth and Baby, Anda akan merasa payudara seolah sudah terisi kembali oleh ASI dengan cepat padahal baru saja selesai menyusui.

Jika biasanya payudara terasa lembek karena sudah tidak mengandung ASI setelah selesai menyusui, kini justru sebaliknya. Payudara akan terasa tetap kencang setelah menyusu.

Salah satu tanda utama lainnya ketika jumlah ASI berlebihan yakni ASI bisa dengan mudah bocor alias mengalir keluar payudara dengan sendirinya.

Alhasil, Anda mungkin harus lebih sering mengecek dan mengganti wadah penampung ASI yang dimasukkan ke dalam bra.

Di samping itu, produksi ASI yang berlebihan juga berisiko membuat saluran ASI tersumbat, mastitis, pembengkakan payudara, hingga nyeri pada puting.

Salah satu penyebabnya biasanya karena ada penumpukan ASI yang berlebihan di dalam payudara sehingga membuat alirannya tersumbat.

Akibatnya, payudara bisa mengalami pembengkakan, peradangan, bahkan terasa sakit saat menyusui.

Bagaimana cara mengatasi ASI yang terlalu banyak?

freezer ASI

Sebelum mengambil langkah penanganan, pastikan kalau kondisi yang Anda alami memang benar terjadi akibat jumlah ASI yang berlebih.

Untuk memastikannya, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Sebab terkadang, produksi ASI terlalu banyak ini sering susah dibedakan dengan payudara bengkak saat menyusui.

Nah, untuk membantu meredakan produksi ASI yang berlebihan, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

1. Pompa ASI

Pompa sedikit ASI sebelum menyusui bayi. Cara ini bisa membantu memperlambat aliran ASI yang berlebihan ketika let down reflex berlangsung mulai dari isapan bayi pada puting susu.

Jadi, bayi bisa merasa lebih mudah dan nyaman untuk menyusu meski jumlah ASI terlalu banyak. Jika payudara terasa penuh oleh ASI tapi belum saatnya bayi menyusu atau bayi sudah kenyang menyusu, gunakan pompa ASI untuk mengeluarkannya.

Baik itu memompa dengan pompa ASI elektrik maupun manual. Namun, jangan menghabiskan seluruh persediaan ASI di dalam payudara karena justru membuat payudara memproduksi ASI yang lebih banyak lagi.

Sebaiknya pompa dan keluarkan ASI secukupnya saja agar payudara tidak memproduksi terlalu banyak susu.

2. Menyusui dalam posisi berbaring

Selain membuat ibu dan bayi lebih nyaman saat menyusui, mengetahui posisi yang tepat juga dapat membantu mengatasi aliran ASI yang terlalu banyak, mengutip dari La Leche League.

Alih-alih berada dalam posisi duduk, Anda bisa menyusui sembari berbaring dan menyenderkan kepala di bantal. Posisi menyusui dengan berbaring ini akan membantu memperlambat aliran ASI saat diisap oleh bayi.

3. Lebih sering menyusui

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi produksi ASI yang terlalu banyak yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

Kadang kala, terlalu banyak produksi ASI dapat membuat payudara penuh hingga membengkak. Dengan Anda lebih sering menyusui, ASI akan keluar sedikit demi sedikit sehingga membantu meredakan pembengkakan.

Selain terasa lebih nyaman, ASI yang terlalu banyak di payudara juga akan menjadi sedikit dan mengalir lebih lambat.

Cara ini juga membantu bayi agar lebih teratur dan mudah saat menyusui. Namun, jangan lupa juga untuk memerhatikan jadwal atau waktu menyusui bayi.

4. Sendawakan bayi setelah selesai menyusu

Membuat bayi sendawa setelah menyusu dapat melepaskan kelebihan udara yang mungkin ditelan bayi selama menyusui.

Pada dasarnya, ASI yang berlebihan bukanlah suatu masalah besar selama menyusui asalkan Anda tahu cara mengatasi yang tepat.

Agar produksi ASI yang terlalu banyak tidak terbuang sia-sia atau mubazir, Anda bisa memompa kemudian menyimpan ASI.

Jangan lupa perhatikan cara menyimpan ASI sesuai dengan waktu dan tempat penyimpanannya. ASI perah yang disimpan dengan benar bisa awet dan bertahan dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan hitungan bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Obat untuk Memulihkan Puting Susu Lecet Saat Menyusui

Perlekatan mulut bayi yang salah pada puting dapat membuatnya lecet. Agar bisa menyusui dengan lancar, ada beberapa obat untuk memulihkan puting susu lecet.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 6 September 2019 . Waktu baca 7 menit

Perlukah Ibu Minum Suplemen Penambah ASI?

Penggunakan suplemen penambah atau pelancar ASI kerap dijadikan jalan pintas guna mengoptimalkan pemberian ASI. Sebenarnya, efektif atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 3 September 2019 . Waktu baca 6 menit

Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Demi kelancaran produksi ASI, jamu kerap menjadi pilihan para ibu menyusui. Namun sebelumnya, ketahui dulu keefektifan dan keamanan jamu pelancar ASI ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 3 September 2019 . Waktu baca 12 menit

Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

Ada beberapa makan dan minuman yang biasanya dikonsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Lantas, bagaimana dengan susu pelancar ASI?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 3 September 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
sakit perut pada anak

Ketahui Penyebab dan Cara Memulihkan Sakit Perut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
ruam bayi

Ketahui Faktor Penyebab Ruam pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
susu soya untuk bayi alergi

Apakah Susu Soya Baik untuk Bayi Alergi?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit