Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 16 menit
Bagikan sekarang

Beberapa tahun pertama kehidupan merupakan masa-masa penting dan berpengaruh dalam tahap perkembangan bayi, khususnya untuk usia 1 tahun pertama. Hal tersebut diungkapkan oleh Briggs, Psy.D., seorang pimpinan program Healthy Steps di Montefiore Medical Center di New York. Agar tahu sejauh mana perkembangan si kecil, simak tahap perkembangan bayi sesuai dengan usianya.

Pentingnya mengetahui perkembangan bayi

Setiap bulan, bayi akan menunjukkan perkembangan baru yang mendukung kemampuannya kelak. Sebagai orangtua Anda perlu mengetahui setiap perkembangan serta pertumbuhan bayi, agar mengetahui apakah ia sudah mengikuti “jalur” yang tepat atau tidak.

Dikutip dari Michigan Medicine, dimulai sejak lahir sampai usia 12 bulan atau satu tahun, bayi terus berkembang sesuai usianya. Perkembangan ini dilihat dari keterampilan serta kemampuan yang pelan-pelan dapat dilakukan.

Namun, perlu diingat jika tahap perkembangan bayi baru lahir setiap bulan tidak bisa disamaratakan. Hal ini karena kondisi kesehatannya pun berbeda-beda.

Jadi, jangan cepat khawatir jika si kecil tidak memperlihatkan perkembangan yang sama dengan anak seusianya.

Siapa tahu, bayi justru memunculkan keterampilan lain yang mungkin tidak ditunjukkan anak lain sesuai usianya.

Perkembangan bayi sampai usia 1 tahun

Secara garis besar, berikut uraian tahap perkembangan bayi dari bulan ke bulan berdasarkan grafik perkembangan anak Denver II:

Perkembangan bayi baru lahir hingga usia 3 bulan

memandikan bayi baru lahir

Perkembangan bayi di tahap usia ini biasanya meliputi:

  • Menggerakkan kaki dan tangan secara bersamaan.
  • Mengangkat kepala dan dada ketika ia berada dalam posisi tengkurap.
  • Mengangkat kepala 90 derajat.
  • Merespons saat mendengar suara bel.
  • Mampu mengatakan “ooh” dan “aah”.
  • Mampu tertawa dan memekik kencang.
  • Dapat membedakan antara suara yang dikenal dengan suara lainnya.
  • Mulai mencari sumber suara yang datang.
  • Mampu menyatukan kedua tangannya.

Kemampuan motorik kasar bayi

Sejak awal dilahirkan, si kecil sebenarnya sudah memiliki kemampuan motorik kasar yaitu mampu menggerakkan kaki dan tangannya secara bersamaan.

Menginjak usia bayi 4 minggu atau 1 bulan, perkembangan si kecil tampak dengan mulai belajar mengangkat kepalanya sekitar 45 derajat.

Sampai akhirnya di usia bayi 1 bulan 3 minggu, ia sudah lebih handal untuk mengangkat kepalanya 45 derajat. Perkembangan kemampuan bayi yang satu ini terus membaik, sehingga kemudian mampu mengangkat kepala 90 derajat di usia bayi 2 bulan 3 minggu.

Satu minggu setelahnya, yakni di usia bayi 3 bulan atau 12 minggu, Anda akan menyaksikan si kecil bisa duduk. Namun, ia masih membutuhkan sandaran dari bantal atau tangan Anda untuk membantu menopang tubuhnya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa bayi

Menangis yang dilakukan bayi merupakan satu-satunya kemampuan bahasa dan komunikasi yang bisa dilakukan sejak ia baru lahir. Selanjutnya, Anda akan mendengar perkembangan lainnya dari si kecil saat ia lancar mengucapkan “ooh” dan “aah” di tahap usia bayi 1 bulan 3 minggu.

Memasuki usia bayi 2 bulan 2 minggu, Anda akan merasa begitu bahagia saat mendengar perkembangan si kecil seperti sudah mampu tertawa. Kemudian di usia bayi 2 bulan 3 minggu, ia bisa memekik keras untuk menunjukkan keinginannya.

Sebagai tahap perkembangan bayi, di usia 3 bulan Anda sebaiknya lebih banyak berkomunikasi dengan si kecil. Hal ini bertujuan sebagai salah satu cara meningkatkan perkembangan bahasanya.

Kemampuan motorik halus bayi

Anda akan melihat tahap perkembangan motorik halus bayi saat ia berhasil memainkan kedua tangannya di usia bayi 2 bulan atau 8 minggu. Akan tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukannya dengan lancar.

Baru ketika menginjak usia bayi 2 bulan 3 minggu, buah hati Anda benar-benar bisa mengerti fungsi kedua tangannya, seperti untuk bertepuk tangan. Perkembangan motorik halus bayi tampak semakin baik karena ia telah dapat memegang mainannya sendiri pada usia bayi 3 bulan 3 minggu.

Kemampuan sosial dan emosional bayi

Meski setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, umumnya bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan akan tampak sering tertawa sendiri.

Jadi, jangan heran ketika Anda melihat bayi yang baru lahir senyum-senyum sendiri meski Anda tidak mengajaknya bercanda.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi tersenyum karena mereka merespons sesuatu atau sedang merasa senang. Perkembangan kemampuan ini biasanya dapat dilakukan si kecil dengan baik di usia bayi 1 bulan 3 minggu.

Bahkan, senyuman yang dimunculkan bayi tidak lagi spontan yang berasal dari rangsangan otaknya. Bayi juga dapat tersenyum karena merespons berbagai hal yang ia lihat, yang biasanya sudah lancar dilakukan sejak usia bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu.

Selain itu, bayi juga akan menanggapi rangsangan suara yang muncul, seperti suara ibu, ayah, atau mainannya. Perkembangan tanggapan yang diberikan si kecil di usia ini adalah dengan senyuman.

Tepat di usia bayi 3 bulan, buah hati Anda telah mampu mengenali tangannya sendiri.

Perkembangan bayi usia 4 sampai 6 bulan

Perkembangan bayi 20 minggu

Di usia ini biasanya bayi telah mampu melakukan berbagai kegiatan, seperti:

  • Mengangkat kepala sendiri.
  • Duduk sendiri dengan baik, tapi masih perlu sedikit sandaran.
  • Mampu menahan tubuh dengan kaki atau dada saat dalam posisi telungkup.
  • Menggulingkan tubuh.
  • Berubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa lepas ketika diajak bercanda atau bicara.
  • Memekik dan mengubah suara seolah hendak bicara.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Memegang mainan maupun objek lainnya dan bermain.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya sekitar 180 derajat.
  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.
  • Mulai diberikan MPASI di usia 6 bulan.

Kemampuan motorik kasar bayi

Sekitar usia 3 bulan, biasanya tahapan perkembangan bayi terlihat saat ia sedang belajar mengasah kemampuan motorik kasar berupa menahan berat tubuhnya dengan kaki, serta dada saat dalam posisi telungkup.

Namun, pada usia bayi 3 bulan 3 minggu, ia baru mampu menahan berat tubuhnya dengan kaki.

Sementara itu, posisi tengkurap bisa dengan lancar dilakukannya saat usia bayi 4 bulan 1 minggu. Di usia ini juga, Anda akan melihat pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang berhasil bangun dari posisi berbaring ke duduk dengan baik.

Tahap perkembangan motorik kasar bayi juga termasuk berguling. Sebenarnya, ia mulai akan belajar berguling di usia bayi 2 bulan 2 minggu. Hanya saja, buah hati Anda baru benar-benar mampu berguling saat usianya menginjak bayi 4 bulan 2 minggu.

Sekitar usia bayi 6 bulan 1 minggu, Anda akan melihat bayi bisa duduk sendiri tanpa perlu dibantu. Kemudian bayi mulai belajar untuk bisa berdiri dengan berpegangan di usia bayi 6 bulan 3 minggu.

Kemampuan komunikasi dan bahasa bayi

Setelah berhasil tertawa dan memekik di usia sebelumnya, kini ia sedang belajar untuk mulai berbicara. Namun pertama-tama, ia akan berlatih mengubah suaranya terlebih dahulu sejak usia di atas 3 bulan.

Baru pada usia bayi 5 bulan 2 minggu, bayi mampu mengubah suaranya benar-benar seperti akan bicara.

Tepat di usia bayi 6 bulan atau 24 minggu, perkembangan bayi sudah mampu menirukan suara yang baru saja didengarnya. Bahkan memasuki usia bayi 6 bulan 3 minggu, Anda akan mendengar kosa kata pertama dari mulut bayi, misalnya, “a”, “i”, “u”.

Kemampuan motorik halus bayi

Berjalan ke usia bayi 5 bulan 1 minggu, Anda akan melihat perkembangan bayi yang cukup signifikan yaitu mampu meraih atau mengambil objek di sekitarnya. Lalu di usia bayi 5 bulan 3 minggu, si kecil mulai belajar mencari benang, mainan, maupun objek lainnya.

Hingga pada usia bayi 6 bulan, tahap perkembangan motorik halusnya semakin baik. Ia bisa mulai belajar untuk memegang makanan yang diberikan padanya saat mulai MPASI.

Kemampuan ini berlanjut hingga di usia bayi 6 bulan 2 minggu, buah hati Anda biasanya sudah bisa menemukan atau mengumpulkan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Kemampuan sosial dan emosional bayi

Sekitar usia bayi 4 bulan atau 16 minggu, buah hati Anda mulai belajar untuk bermain dengan mainannya sendiri. Hanya saja, ia baru mampu melakukannya dengan baik saat usia bayi 5 bulan 1 minggu.

Selanjutnya genap di usia bayi 6 bulan, bayi sudah bisa mendapatkan makanan pengganti ASI. Biarkan bayi melatih perkembangan kemampuan makannya sendiri di atas kursi makan bayi miliknya.

Perkembangan bayi usia 7-9 bulan

bayi merangkak

Di usia ini, bayi Anda sudah mulai bisa melakukan berbagai hal seperti:

  • Berubah posisi dari tiduran ke duduk, dari berdiri ke duduk, dan dari duduk ke berdiri.
  • Duduk sendiri tanpa perlu atau dipegangi oleh orang lain.
  • Bayi berdiri sendiri dengan tangan tetap berpegangan pada orang lain atau benda di sekitarnya.
  • Belajar berkata “mama” atau “dada”tapi belum jelas.
  • Mengoceh dan mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Membentuk suara yang sudah lebih jelas.
  • Menyebut suku kata tunggal serta gabungan suku kata.
  • Meraih dan memegang mainan atau benda tertentu.
  • Mengambil benda yang berukuran kecil.
  • Makan sendiri meski masih berantakan.
  • Melambaikan tangan untuk menandakan perpisahan.

Kemampuan motorik kasar

Di rentang usia 7-9 bulan ini, tahap perkembangan bayi telah terlihat mampu menjaga keseimbangan tubuhnya dengan baik. Hal ini terlihat saat ia berusaha bangkit untuk berdiri dari posisi duduk sebelumnya.

Tepat di usia bayi 9 bulan atau 36 minggu, buah hati Anda tampak bisa melakukannya dengan lancar. Selang satu minggu, Anda akan dibuat kagum melihat perkembangan kemampuan motorik kasar bayi yang telah berada di tahap mampu berganti posisi dari dari ke duduk.

Perkembangan perubahan posisi ini dapat dilakukan bayi dengan lancar di usia bayi 9 bulan 1 minggu.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi tampak mulai lancar mengombinasikan kosa kata sebagai caranya untuk berkomunikasi, di usia bayi 7 bulan 2 minggu. Contohnya dengan mengakatan “ba-ba”, “ga-ga”, “ja-ja”, dan sebagainya.

Ia terlihat semakin membanggakan di usia 7 bulan 3 minggu ketika berhasil mengucapkan “dada” dan “mama”, meski belum begitu jelas.

Sampai kemudian di usia 8 bulan 1 minggu, perkembangan si kecil lainnya sudah terdengar banyak mengoceh beragam kata yang mampu diucapkannya.

Kemampuan motorik halus

Perkembangan motorik halus bayi berada di tahap lancar dalam memberikan objek yang sedang dipegangnya pada orang lain tepat di usia bayi 7 bulan atau 28 minggu.

Seminggu setelahnya yaitu di usia bayi 7 bulan 1 minggu, perkembangan si kecil cukup pesat karena sudah bisa mengambil dan menggenggam dua benda sekaligus.

Anda akan melihat perkembangan kemampuan motorik halus si kecil semakin baik. Terbukti sejak usia bayi 7 bulan 3 minggu, ia mulai berlajar bagaimana caranya memukul-mukul dua benda yang sedang dipegangnya.

Ketika usia bayi 8 bulan 1 minggu, tahap perkembangan bayi mulai terlihat belajar menjepit atau mengambil objek menggunakan ibu jari tangannya.

Kemampuan sosial dan emosional

Di atas usia 7 bulan, tepatnya bayi 7 bulan 3 minggu, perkembangan sosial dan emosional bayi telah memasuki tahap belajar melambaikan tangan. Hanya saja, ia belum bisa refleks melakukannya, atau masih perlu bantuan.

Nantinya, Anda akan melihat ia semakin lihai melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan di usia bayi 9 bulan 1 minggu.

Di kisaran umur ini juga, tahap perkembangan emosi bayi mulai terlihat mampu mengutarakan keinginannya terhadap sesuatu. Meski begitu, ia masih perlu waktu untuk bisa menyampaikan hal tersebut dengan baik.

Tahapan perkembangan bayi usia 10-11 bulan

cara merangsang anak belajar jalan

Perkembangan bayi di tahap usia ini, telah mampu melakukan berbagai kegiatan seperti:

  • Berpindah posisi dari berbaring ke duduk, kemudian duduk ke berdiri, dan kembali lagi ke duduk.
  • Bisa mengutarakan keinginannya selain dengan menangis.
  • Menggunakan bahasa yang kekanak-kanakan, mungkin berupa bahasa asing buatan sendiri yang tidak jelas.
  • Mengucapkan 1-3 kata selain “mama” atau “papa”, tapi belum begitu jelas.
  • Berceloteh banyak hal.
  • Meraih dan menggenggam benda di sekitarnya.
  • Memukul-mukul dua benda yang masing-masing ada di dalam genggamannya.
  • Melambaikan tangan.
  • Hampir mampu menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain.
  • Makan sendiri walaupun masih berantakan.
  • Tersenyum sendiri maupun dengan orang lain.
  • Hampir bisa bermain bola dengan bantuan Anda.

Kemampuan motorik kasar

Memasuki usia bayi 10 bulan atau 40 minggu, perkembangan motorik kasar bayi sudah memasuki tahap di mana ia mulai belajar berdiri sendiri tanpa perlu pegangan. Biasanya, ia mampu bertahan sekitar 2 detik, sebelum akhirnya perlu berpegangan lagi.

Selang 1 bulan setelahnya, tepatnya saat bayi 11 bulan, ia baru benar-benar mampu berdiri sendiri selama 2 detik.

Ia juga sedang dalam proses belajar membungkukkan tubuh, kemudian berdiri kembali. Di usia ini juga, buah hati Anda sedang melatih kemampuannya untuk bisa berjalan dengan lancar.

Bahkan, ada bayi yang sudah mulai bisa berjalan sebelum menginjak usia 12 bulan meski belum cukup lancar.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Menginjak usia bayi 9 bulan 1 minggu, perkembangan komunikasi dan bahasa bayi telah memasuki tahap mampu mengucapkan “dada” dan “mama” dengan lancar.

Namun biasanya, di usia bayi 11 bulan, si kecil baru benar-benar dapat mengatakan “mama” dan “dada” dengan lebih jelas.

Kemampuan motorik halus

Perkembangan kemampuan si kecil saat mengambil objek dengan ibu jarinya tampak semakin baik. Terbukti di usia bayi 9 bulan 2 minggu, si kecil mampu melakukanya dengan sempurna.

Selain itu, ia juga dapat saling memukul-mukul dua benda yang masing-masing sedang ia genggam dengan handalnya. Saat memasuki usia bayi 11 bulan atau 44 minggu, si kecil belajar untuk memasukkan benda ke dalam wadah. Namun, belum berhasil dilakukannya dengan lancar.

Kemampuan sosial dan emosional

Di usia bayi 11 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi berada di tahap sedang senang-senangnya menirukan aktivitas yang ia lihat. Semakin lama, ia terlihat semakin mampu mengutarakan keinginannya.

Terutama saat usia bayi 11 bulan 1 minggu, ia dapat mengoceh atau menangis. Menariknya lagi, Anda akan melihat perkembangan si kecil berupa mampu menggelindingkan bola dengan bantuan orang lain pada tahap usia 12 bulan.

Masalah perkembangan anak yang bisa terjadi

Dilihat dari yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa kategori perkembangan bayi. Kategori kemampuan tersebut adalah motorik kasar, motorik halus, komunikasi, kognitif,  sampai sosial dan emosional bayi.

Walaupun setiap bayi berkembang dengan waktunya sendiri, jangan lupa untuk tetap memerhatikan kemungkinan adanya masalah perkembangan. Berikut beberapa masalah perkembangan pada si kecil yang bisa terjadi:

Masalah perkembangan motorik kasar

Kemampuan motorik kasar bayi adalah keterampilan yang berkaitan dengan koordinasi gerak antara otot-otot besar. Sebagai contoh berguling, duduk, berdiri dan berjalan.

Berikut masalah perkembangan motorik kasar pada bayi:

  • Belum bisa menggerakkan kaki dan tangan secara bersamaan.
  • Sulit untuk menggulingkan badan.
  • Otot bayi terasa lebih kaku dan kencang.
  • Belum bisa duduk sepenuhnya atau memerlukan bantuan.
  • Belum bisa berdiri sendiri walaupun berpegangan.

Masalah perkembangan motorik halus

Masalah perkembangan si kecil dari kemampuan motorik halus adalah terganggunya koordinasi otot-otot kecil bayi. Termasuk jari-jari tangan, pergelangan tangan, hingga fungsi tangan secara keseluruhan.

  • Kesulitan untuk menyatukan telapak tangan saat memasuki usia 4 bulan.
  • Belum bisa meraih serta mengambil benda di sekitarnya.
  • Belum bisa mengambil serta memasukkan benda ke dalam wadah.
  • Belum bisa menyusun mainan

Masalah perkembangan komunikasi dan bahasa

Bayi yang mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi bisa mengalami masalah dengan oral-motoriknya.

Hal ini terjadi saat ada masalah di area otak yang seharusnya berfungsi untuk mendukung tahap perkembangan bahasa bayi serta cara bicara.

  • Belum bisa tertawa dan juga memekik.
  • Tidak menanggapi apabila ada suara keras di sekitarnya.
  • Belum mengeluarkan suara “ooh” atau “aaah”.
  • Tidak ada tanda-tanda akan meniru suara.
  • Tidak menanggapi perkataan atau ketika diajak berbicara.

Masalah perkembangan emosional

Pada bayi, perkembangan emosional tampak saat ia mampu tersenyum dan merespon ajakan bicara dari orang lain. Adanya masalah perkembangan emosional bayi membuatnya sulit untuk mengekspresikan dan mengendalikan emosi, seperti:

  • Tidak terlihat senyuman juga tertawa apabila diajak bercanda.
  • Sulit dihibur serta berkomunikasi.
  • Belum terlihat ekspresi wajah juga antusiasme.

Masalah perkembangan kognitif

Kemampuan perkembangan kognitif bayi adalah cara untuk berpikir, mengumpulkan informasi, mengingat, mengelola informasi, memecahkan masalah, dan lainnya yang berkaitan dengan otak.

Berikut berbagai masalah yang biasanya muncul terkait kognitif:

  • Tidak mengenali rasa, penciuman, serta ada masalah penglihatan.
  • Tidak memperlihatkan rasa ingin tahu pada benda tertentu.
  • Belum menunjukkan kemampuan mengenali benda atau orang lain.

Intinya, setiap bayi memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda sesuai usianya.

Namun ketika si kecil belum bisa melakukan sesuatu di usia yg seharusnya, hal ini tidak selalu berarti tidak normal. Untuk memastikannya, konsultasikan ke dokter anak kepercayaan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Baby Led Weaning (BLW), Saat Bayi Belajar Makan Sendiri

Ingin baby led weaning berhasil diterapkan pada si kecil? Anda harus tahu dulu apa yang harus dilakukan dan dihindari ketika melakukan metode ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya. Bagaimana caranya? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi Satu Tahun Pertama, Tips Parenting 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alasan bayi menangis

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
madu untuk bayi

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh Diberikan Madu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit