Perkembangan Bayi 6 Bulan atau 24 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver IIperkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mengangkat kepalanya sendiri.
  • Mampu duduk sendiri dengan baik, tapi masih perlu sedikit sandaran.
  • Menumpukan berat tubuhnya pada kaki.
  • Mampu menahan tubuhnya dengan dada saat dalam posisi telungkup.
  • Menggulingkan tubuhnya.
  • Mampu mengubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Mampu tertawa lepas ketika Anda mengajaknya bercanda atau bicara.
  • Mengubah suara seolah hendak bicara.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Memegang mainan maupun objek lainnya.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya sekitar 180 derajat.
  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.
  • Maulai mengonsumsi makanan pendamping ASI.

Kemampuan motorik kasar

Perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan dari aspek kemampuan motorik kasar akan semakin meningkat.

Setelah sebelumnya Anda melihat bayi berguling, duduk dengan sandaran, dan berubah posisi ke duduk dari bayi mulai berdiri atau berbaring, kini ada hal menarik lainnya.

Si kecil telah berkembang cukup baik, dengan kemampuannya yang berhasil duduk sendiri tanpa sandaran. Hal ini menandakan perkembangan bayi usia 24 minggu atau 6 bulan sudah mulai siap untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI)

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Perkembangan si kecil usia 6 bulan dari kemampuan komunikasi berkembang pesat apabila dibandingkan saat bayi baru lahir. Terbukti dengan jeritannya, suara-suara riang, mengoceh dan perubahan oktaf suara.

Suaranya bisa menunjukkan sikapnya atau respons terhadap benda seperti kebahagiaan, keingintahuan atau bahkan kepuasan dalam pemecahan masalah.

Kemampuan motorik halus

Belum berbeda jauh dengan usia sebelumnya, si kecil sekarang masih terus memanfaatkan fungsi tangannya dengan berusaha mengambil benda-benda yang berada di sekitarnya.

Bahkan, beberapa dari bayi sudah bisa memulai memegang kubus dengan tangannya sebagai bentuk perkembangan usia 24 minggu atau 6 bulan.

Kemampuan sosial dan emosional

Menginjak usia setengah tahun ini, Anda tidak hanya melihat bayi tersenyum dan bermain dengan mainannya.

Sekarang, tahap perkembangan emosi bayi di usia 24 minggu ini juga mampu duduk di kursi makan khususnya, dan kemudian makan sendiri.

Meski belum rapih dan masih berceceran, tapi ini merupakan salah satu bagian dari perkembangan di umur 6 bulan.

Apa yang dilakukan untuk membantu perkembangan di usia 6 bulan?

Pada tahap perkembangan si kecil di usia 6 bulan ini, Anda bisa menyemangatinya dengan berceloteh dan bermain kata.

Misalnya, saat mengatakan kambing, Anda membuat suara “mbeee”, atau mengatakan kucing membuat suara “meooong”.

Anda juga bisa mendengarkan ia berkata satu atau beberapa kata walaupun tidak dapat dimengerti apa maksudnya. Hal ini memengaruhi perkembangan bahasa bayi di usi 24 minggu.

Coba berikan respons dengan hangat melalui pertanyaan macam,”Ya, ini mobil, ya adek..! Warna apa? Me… raaahh”. Bayi akan merasa senang untuk mendengarkan cerita dan obrolan yang Anda sampaikan.

Kesehatan Bayi Usia 6 Bulan

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter terkait perkembangan di usia 6 bulan?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan pertumbuhan bayi pada usia 24 minggu atau 6 bulan ini.

Siapkan sejumlah pertanyaan untuk pemeriksaan bulan depan. Namun, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika anak mengalami masalah tertentu terkait perkembangan yang tidak bisa ditunggu hingga kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan, yaitu:

1. Bayi takut disuntik saat imunisasi

Tanyakan kepada dokter atau perawat apakah lebih baik membiarkan bayi digendong daripada membaringkannya di atas meja saat disuntik selama imunisasi.

Orangtua seharusnya tetap tenang dan alihkan perhatian bayi dengan berbicara menggunakan bahasa yang lembut selama imunisasi.

Anda bisa memberikan susu botol, dot, atau ASI segera untuk menenangkan bayi yang menangis.

Namun, beberapa imunisasi tidak hanya diberikan sekali guna memastikannya benar-benar efektif dalam melawan penyakit. Ini tergantung jadwal dari masing-masing vaksin.

Anak yang tidak diberi vaksin lebih berisiko terkena penyakit daripada anak yang hanya sekali disuntik. Reaksi parah yang muncul saat vaksinasi tergolong amat langka.

Jadi, hal terbaik adalah memberikan vaksin lengkap untuk bayi, termasuk pada masa perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan.

Awasi anak dengan baik setelah suntikan dan beri tahu dokter jika ada reaksi serius pada anak.

2. Alergi makanan

Perlu diketahui pada fase 6 bulan ada perubahan signifikan apabila dibandingkan dengan usia 2 hingga 5 bulan.

Hal ini karena di usia 6 bulan bayi sudah bisa mengonsumsi makanan atau memasuki masa MPASI.

Untuk bayi dengan riwayat keluarga alergi, risiko bayi mengalami alergi akan lebih tinggi. Kemungkinan dokter akan memberikan saran-saran untuk mencegah alergi pada bayi berupa:

Lanjutkan menyusui

Ada kemungkinan anak yang diberi susu formula lebih mudah terkena alergi daripada bayi yang menyusu ASI.

Ini mungkin karena susu adalah penyebab reaksi alergi yang relatif umum, tak terkecuali pada perkembangan di usia 6 bulan ini.

Jika Anda memberikan ASI ekslusif, lanjutkan menyusu meski sudah masuk 6 bulan. Anda bisa memberikannya hingga anak berusia 2 tahun.

Anda juga bisa memberikan susu kedelai murni, tapi harap ingat bahwa ada sejumlah anak yang mungkin alergi susu kedelai.

Tawarkan beragam makanan padat secara bertahap

Bila ada anggota keluarga dengan riwayat alergi, bayi harus mencobanya sedikit demi sedikit.

Anda harus memberi makanan baru untuk bayi selama beberapa minggu sebelum berlanjut ke jenis makanan lainnya pada perkembangan bayi usia 24 minggu atau 6 bulan.

Jika bayi mengalami gejala seperti pusing, ruam (termasuk ruam karena popok), terlalu sering muntah, mendesah atau pilek, hentikan memberi makanan itu segera selama setidaknya beberapa minggu.

Anda hanya perlu memberi makanan ini lagi jika tubuh bayi bisa menyerapnya lagi tanpa bahaya apapun.

Tawarkan makanan bebas alergi dulu

Beras lebih jarang menyebabkan reaksi alergi dan paling sering disarankan para ahli sebagai makanan pemula. Barley dan oat juga termasuk makanan hipoalergenik atau rendah risikonya untuk memicu alergi.

Buah dan sayuran sebenarnya jarang menyebabkan iritasi pada anak, termasuk di perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan.

Namun, banyak ahli menyarankan bahwa Anda tidak memberi makan beri dan tomat, atau kerang, kacang polong, dan kacang-kacangan.

Anda harus menghindari makanan penyebab alergi macam kacang tanah hingga makanan laut.

Namun tak perlu khawatir, kebanyakan alergi pada anak sering hilang saat mereka bertambah besar.

Jadi, walaupun anak sangat sensitif terhadap susu, gandum atau makanan lainnya, tetap sabar menunggu gejala alergi hilang dalam beberapa tahun.

3. Pegang punggung bayi saat menggendong aau mendudukkannya

Pada tahap perkembangan bayi usia 24 minggu atau 6 bulan ini, umumnya bayi bisa duduk sendiri. Agar tetap aman, silahkan pasangan tali pengaman pada tempat duduknya.

Jika pada usia 6 bulan ini Anda masih menggunakan kain gendongan, selalu pastikan anak tetap terikat dengan baik.

Anda juga harus tahu bahwa posisi ini membuat bayi di masa perkembangan 24 minggu bisa melakukan banyak hal dan bukan hanya melihat-lihat sekitar.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus diperhatikan pada perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan?

Berikut yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan:

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI)

Pada masa perkembangan bayi di usia 6 bulan ini, si kecil tidak hanya mendapatkan ASI eksklusif. Anda dianjurkan untuk memperkenalkannya dengan berbagai jenis makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, Anda tidak boleh asal memberikannya, karena pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap. Sebagai permulaan, berikan bayi makanan padat yang telah dilumatkan pada usia 6 bulan.

Dikutip dari UNICEF, di usia 6 bulan bayi baru mulai belajar bagaimana caranya mengunyah. Maka dari itu, makanan pertama seharusnya mempunyai tekstur yang lembut dan mudah untuk ditelan.

Misalnya buah, sayur, maupun daging yang telah dihaluskan. Ini karena bayi masih harus beradaptasi untuk belajar mengunyah dan menelan makanan di perkembangan usia 24 minggu ini.

Lalu, ia pun juga masih beradaptasi dengan rasa juga tekstur. Perhatikan tanda-tanda apakah ia tidak suka, sudah kenyang, atau sangat menyukai makanan tertentu.

Bagaimana dengan perkembangan bayi 7 bulan atau 28 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
perkembangan bayi 2 minggu setelah lahir

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
perkembangan bayi 1 minggu

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
perkembangan bayi

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit