5 Hal yang Membuat ASI Anda Bercampur Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

ASI adalah sumber makanan utama dan yang terbaik bagi bayi Anda. ASI yang normal umumnya berwarna putih kekuningan.  Namun, beberapa ibu kerap melaporkan ASI-nya berwarna kemerahan atau pink, tanda ASI bercampur darah. Apa penyebab ASI berdarah? Apakah ASI bercampur darah aman dikonsumsi bayi? Temukan semua jawaban atas pertanyaan Anda di artikel ini.

Apakah ASI bercampur darah aman untuk diminum bayi?

Beberapa ibu yang memiliki ASI berdarah sering ragu untuk menyusui bayinya karena takut darah tersebut akan merusak kandungan nutrisi ASI. Namun, ASI yang bercampur sedikit darah tidak apa untuk dikonsumsi bayi. Aman-aman saja. Selama darahnya tidak terlalu banyak yang tercampur ke ASI, ibu masih bisa memberikan ASI tersebut ke bayi.

Namun perhatikan juga reaksi si kecil saat menyusu. Jika bayi sampai menolak menyusu, ini mungkin tandanya rasa ASI tersebut sudah berubah karena tercampur dengan banyak darah. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuang ASI tersebut dan perah lagi untuk mendapatkan “kloter” ASI yang baru.

Ada baiknya Anda memeriksa dan mengetahui apa penyebab di balik ASI berdarah Anda.

Apa penyebab ASI berdarah?

1. Puting luka

ASI berdarah paling umum disebabkan oleh puting payudara yang terluka. Luka bisa diakibatkan gigitan bayi saat menyusu, isapan bayi yang terlalu kuat, atau bayi yang suka menarik puting ibu saat menyusu.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan salep atau obat pada puting Anda. Pilih obat yang kandungannya aman untuk bayi. Konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk Anda.

2. Pembuluh  darah kapiler di payudara pecah

Pembuluh darah kapiler di payudara bisa pecah dan akhirnya membuat ASI bercampur darah. Ini dapat disebabkan oleh bayi yang mengisap puting terlalu keras, terutama ketika payudara Anda sedang sangat penuh.

Pecahnya pembuluh darah kapiler juga bisa disebabkan oleh tekanan pompa ASI yang terlalu keras. Pastikan saat Anda hendak memompa ASI, payudara dalam posisi yang benar dan rileks.

3. Pembuluh darah bengkak

Pembukuh darah di bagian payudara bisa bengkak dan akhirnya pecah, menyebabkan ASI berdarah. Ini biasa terjadi pada ibu yang baru menyusui, ketika aliran darah ke payudara meningkat seiring dengan perkembangan jaringan di payudara.

Tenang, kondisi ini akan berangsur pulih tanpa memerlukan pengobatan medis seiring berjalannya waktu.

4. Menggunakan pompa ASI

Cara menggunakan pompa yang keliru atau isapan pompa yang terlalu kencang bisa melukai puting sehingga ASI bercampur darah. Alat pompa ASI yang tidak cocok dengan bentuk payudara ibu juga dapat menyebabkan hal ini.

5. Terdapat tumor jinak

Tumor jinak di payudara yang disebut dengan fibrokistik atau papilloma intraductal bisa menyebabkan ASI berdarah.

Meski jinak, ada baiknya Anda memeriksakan setiap perubahan pada penampilan payudara dan puting Anda untuk mendeteksi kemungkinan payudara. Cek juga wujud ASI Anda. Pasalnya, keluar cairan bening (atau bisa berdarah) dari payudara, yang tidak tampak seperti ASI, bisa juga menjadi pertanda kanker payudara atau masalah kesehatan tertentu

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . Waktu baca 6 menit

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit
manajemen perah asi ibu bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit