Berbagai Obat untuk Memulihkan Puting Susu Lecet Saat Menyusui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selama menyusui, bayi akan mendapatkan ASI dengan cara mengisap puting dan areola payudara dengan benar. Isapan bayi yang kurang tepat pada payudara dapat berisiko menyebabkan puting susu lecet, nyeri, hingga pecah-pecah. Nah, agar proses menyusui lancar dan bayi tetap mendapatkan ASI, Anda bisa mengatasi puting susu lecet dengan berbagai pilihan obat dan perawatan pendukung.

Pilihan obat untuk mengatasi puting susu lecet saat menyusui

cara menyusui yang benar

Puting yang lecet saat menyusui bukan hanya membuat Anda merasa tidak nyaman. Bayi juga akan lebih sulit untuk menyusu karena seolah merasakan ketidaknyamanan yang Anda alami.

Akibatnya, waktu bayi menyusu mungkin tidak terlalu lama atau bahkan tidak mau menyusu. Padahal, frekuensi menyusu yang rutin penting untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Jadi, jangan biarkan puting susu lecet menghalangi proses menyusui Anda dan si kecil. Berikut beberapa pilihan obat untuk membantu mengatasi puting susu lecet sesuai penyebabnya:

1. Obat puting lecet dengan antibiotik topikal

Antibiotik topikal merupakan salah satu penanganan utama pada puting lecet yang disebabkan karena infeksi bakteri. Antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi keluhan puting lecet saat menyusui yaitu mupirocin.

Obat mupirocin bertugas untuk menghambat perkembangan bakteri, seperti Staphylococcus, yang menjadi penyebab puting lecet saat menyusui.

Namun pada dasarnya, mupirocin bisa membantu mengobati infeksi bakteri apa pun yang menimbulkan puting lecet dan rusak.

Dalam hal ini, Anda juga bisa menggunakan obat steroid topikal dengan kekuatan rendah guna mengatasi peradangan.

Jangan lupa, sebaiknya gunakan muciporin dan steroid topikal dosis rendah sesuai dengan aturan dari dokter.
Bukan itu saja, pastikan juga Anda selalu membiasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengoleskan antibiotik mupirocin pada puting yang lecet.

2. Obat puting lecet dengan antibiotik sistemik

Pilihan obat untuk meredakan puting lecet lainnya yakni antibiotik sistemik. Obat ini biasanya dianjurkan ketika muncul cairan atau nanah yang disebabkan infeksi bakteri.

Kondisi puting yang tampak kering dan memerah juga umumnya dapat diatasi dengan menggunakan obat antibiotik.

Biasanya, infeksi pada puting payudara tersebut disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik sistemik golongan penisilin seperti flucloxacillin dan dicloxacillin.

Selain itu, jenis anibiotik lain yang bisa diresepkan dokter yaitu golongan sefalosporin seperti cefazolin dan cefalexin.

3. Obat puting lecet dengan antijamur topikal

Berbeda dengan dua obat minum (oral) sebelumnya, obat antijamur juga bisa digunakan untuk mengatasi puting lecet. Infeksi puting yang lecet dapat disebabkan karena jamur.

Salah satu pilihan pengobatan yang dapat digunakan adalah clotrimazole. Clotrimazole merupakan obat dengan sediaan topikal yang dioleskan langsung pada area kulit yang bermasalah.

Clotrimazole aman dan tidak membahayakan untuk dipakai selama masa menyusui. Namun, clotrimazole yang disarankan untuk digunakan oleh ibu menyusui biasanya dalam bentuk krim.

Sebelum menyusui, pastikan puting payudara telah bersih dari krim clotrimazole sehingga tidak akan termakan oleh bayi.

4. Obat pereda nyeri

Terdapat banyak pilihan obat pereda nyeri untuk mengurangi gejala puting lecet. Namun demikian, tidak semua obat aman digunakan untuk ibu menyusui.

Terdapat dua pilihan obat yang cukup aman untuk ibu menyusui, yaitu:

Acetaminophen (Tylenol)

Acetaminophen (Tylenol) adalah golongan obat pereda nyeri yang bisa Anda dapatkan secara bebas di apotek alias obat over the counter (OTC).

Obat ini bisa membantu meredakan nyeri akibat lecet pada puting susu. Obat acetaminophen (Tylenol) biasanya hadir dalam sediaan tablet. Namun sebelum meminumnya, sebaiknya perhatikan tata cara penggunaan obat ini.

Anda tidak perlu khawatir untuk minum obat ini meski sedang dalam masa menyusui. Pasalnya, berdasarkan Mayo Clinic, acetaminophen (Tylenol) aman untuk diminum oleh ibu menyusui.

Dengan catatan, obat ini diminum sesuai dengan dosis dan takaran yang tepat. Jangan lupa untuk selalu menyampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah memiliki riwayat kesehatan tertentu.

Tak terkecuali bagi ibu hamil yang pernah atau sedang mengalami penyakit hati. Pada ibu yang pernah atau sedang mengalami masalah pada organ hati, penggunaan obat ini perlu lebih diperhatikan.

Ibuprofen (Advil)

Pilihan obat lainnya yang dapat membantu mengatasi nyeri akibat lecet pada puting yakni ibuprofen (Advil).

Sama seperti acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil) juga bekerja dengan cara menekan rasa sakit atau nyeri pada puting yang disebabkan oleh lecet.

Sedikit berbeda dengan beberapa obat yang disebutkan sebelumnya, acetaminophen dan ibuprofen tidak secara langsung berpengaruh terhadap masalah puting saat menyusui.

Akan tetapi, kedua obat ini setidaknya bisa membantu meredakan gejala, khususnya nyeri pada puting lecet. Ini karena ibuprofen (Advil) mampu menurunkan produksi hormon yang menyebabkan nyeri pada tubuh.

Risiko obat ibuprofen (Advil) untuk bercampur dengan ASI sangat rendah. Jadi, obat ini terbilang aman untuk diminum oleh ibu menyusui.

Anda bisa mendapatkan obat ini secara bebas di apotek. Namun jangan lupa, tetap perhatikan aturan dan dosis minum yang disarankan oleh apoteker maupun dokter.

Ibu menyusui yang pernah atau sedang memiliki tukak lambung dan asma tidak disarankan minum obat ini.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda pernah maupun sedang mengalami masalah kesehatan tertentu.

Ibuprofen (Advil) juga tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu lama dan dosis yang terlalu tinggi. Sebab penggunaan obat ini dalam waktu yang terlalu lama dan dosis tinggi berisiko menimbulkan penyakit jantung dan stroke.

Akan tetapi, selama digunakan sesuai dosis dan aturan minum yang tepat, obat ini aman diminum untuk mengatasi puting lecet selama menyusui.

Bisakah pakai krim pelembap untuk mengatasi puting lecet?

efek samping krim steroid

Selain dengan obat medis, penggunaan krim pelembap yang dioleskan pada puting juga dapat membantu meredakan lecet.

Apalagi jika puting yang lecet juga mengalami kering dan pecah-pecah. Proses penyembuhan puting lecet yang diberikan krim pelembap memang tidak secepat jika menggunakan obat.

Akan tetapi, menurut American Pregnancy Association, setidaknya krim pelembap dapat memberikan lapisan pelindung bagi puting untuk membuatnya lebih ‘tenang’.

Dengan begitu, pemakaian krim pelembap bisa membantu mengurangi lecet dan nyeri pada puting susu. Salah satu krim pelembab yang sering digunakan adalah Lanolin.

Lanolin merupakan pelembab topikal yang bisa dioleskan langsung pada puting yang lecet. Secara khususnya, lanolin akan membantu menyembuhkan puting yang nyeri, lecet, kering, dan pecah-pecah akibat menyusui.

Obat topikal ini seolah memberikan perlindungan atau penghalang bagi puting yang luka agar lebih lembap. Namun, ada hal yang perlu diingat sebelum Anda mengoleskan pada area puting yang lecet.

Sebaiknya Anda mengaplikasikannya sedikit di area kulit lain untuk melihat apakah ada alergi terhadap lanolin atau tidak. Selain itu, penggunaan jangka panjang lanolin ini dapat meningkatkan timbulnya infeksi jamur.

Namun, ada baiknya untuk selalu mengonsultasikan dulu dengan dokter maupun apoteker sebelum menggunakan obat dan krim guna memulihkan puting lecet.

Jangan lupa, pastikan Anda lmemakai obat dan krim tersebut sesuai dengan aturan pakai yang dianjurkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mudah Mengatasi Puting Susu Kering yang Bisa Dicoba

Tahukah Anda mengenai puting susu yang kering? Hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Tetapi jangan khawatir! Anda bisa mengatasinya dengan mudah.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Mamografi yang Semua Wanita Perlu Tahu

Mamografi adalah prosedur skrining terbaik untuk kanker payudara, atau masalah payudara lainnya. Cari tahu selengkapnya tentang mamografi di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 30 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit

5 Cara Mudah Menyusui Si Kecil Saat Puting Susu Ibu Datar

Jangan berkecil hati jika ibu memiliki puting susu yang datar. Ibu tetap bisa lancar menyusui dengan kondisi puting datar asal menerapkan berbagai tips ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Bayi, Parenting, Menyusui 26 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit

Bedakan Bentuk Payudara Wanita yang Sehat dan yang Perlu Diperiksa Dokter

Selain ukuran, jika diperhatikan lebih seksama setiap wanita memiliki bentuk payudara yang berbeda-beda. Mana yang normal dan mana yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
bentuk payudara
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merangsang payudara

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
tumbuh rambut di payudara

Bolehkah Menghilangkan Rambut yang Tumbuh di Payudara?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
merangsang puting pria

Tips Merangsang Puting Payudara Pria Agar Seks Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
asi terlalu banyak

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit