Mencari Tahu Arti Tangisan Bayi Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sering kali kita mendengar bayi menangis, terlebih lagi pada bayi baru lahir. Anda sebagai orangtua baru mungkin bingung harus memperlakukan bayi Anda bagaimana ketika ia menangis. Tangisan bayi yang tidak berhenti meskipun Anda sudah berusaha menenangkannya kadang membuat Anda panik.

Mengapa bayi menangis?

Tangisan bayi merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan Anda. Bayi menyampaikan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan melalui tangisan, sehingga tangisan bayi ini memiliki banyak arti. Berikut ini merupakan arti dari tangisan bayi:

Bayi lapar

Lapar biasanya penyebab paling umum mengapa bayi menangis. Bayi yang baru lahir biasanya lebih sering menangis, yang mungkin disebabkan karena ia lebih sering merasa lapar. Bayi baru lahir memiliki perut yang masih kecil sehingga ia hanya mampu menampung makanan dalam jumlah kecil dan makanan tersebut tidak bertahan lama dalam perutnya, hal ini membuat bayi baru lahir lebih cepat lapar. Jika bayi menangis, Anda bisa memberinya ASI. Beri ASI kepada bayi sesering mungkin sesuai dengan keinginan bayi, ini biasa disebut dengan ASI on-demand.

Atau, jika Anda tidak memberi ASI melainkan memberi susu formula, beri ia susu formula dengan jarak minimal dua jam setelah ia menyusu terakhir. S,etiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda, ada yang minum susu lebih jarang dalam jumlah lebih banyak dan ada juga yang minum susu lebih sering dalam jumlah yang lebih sedikit. Ketahuilah kebutuhan bayi Anda dengan baik. Anda sebagai ibu merupakan orang yang paling mengerti bayi Anda dibandingkan dengan orang lain.

Bayi ingin menangis

Pada bayi yang masih berumur di bawah 4 bulan, menangis di sore dan malam hari merupakan hal yang wajar terjadi. Bukan berarti ada suatu masalah pada bayi Anda. Walaupun Anda sudah menghiburnya dan berusaha mengerti kebutuhannya, tetapi bayi Anda tidak berhenti menangis sampai wajahnya memerah dan kelelahan. Menangis yang tidak ada hentinya, biasanya berlangsung dalam waktu beberapa jam dalam sehari, disebut dengan kolik. Kolik mungkin berhubungan dengan masalah pada perut yang disebabkan karena intoleransi atau alergi susu. Atau ada juga teori yang mengatakan bahwa kolik merupakan cara bayi menceritakan pengalaman dan rangsangan baru setelah ia melewati hari yang panjang.

Bayi perlu sentuhan

Kadang bayi menangis hanya karena ia sedang merasa ingin disentuh dan diperhatikan. Jika bayi menangis, Anda bisa memeluknya, menggendongnya, menghiburnya, atau hanya melakukan kontak fisik dengannya. Hal ini mungkin memberinya kenyamanan dan rasa diperhatikan oleh orang sekelilingnya. Dengan memeluk atau menggendongnya, bayi mungkin merasa nyaman ketika mendengar detak jantung Anda, merasa lebih hangat, dan mungkin juga ia senang dengan aroma tubuh Anda.

Bayi ingin tidur

Arti lain dari tangisan bayi adalah mungkin ia sedang mengantuk dan ingin tidur. Kadang bayi mengalami kesulitan untuk tidur, ia harus menemukan posisi yang nyaman agar ia bisa tidur dengan nyenyak. Terlalu banyak orang di sekelilingnya mungkin membuat ia tidak bisa tidur sehingga ia menangis. Bayi yang menangis karena butuh tidur biasanya menunjukkan tanda-tanda, seperti tidak tertarik dengan mainan atau orang, mengucek matanya, matanya tampak berkaca-kaca, dan menguap. Jika hal ini terjadi, gendong bayi dan bawa ia ke tempat yang tenang, serta “ninabobokan” bayi sampai ia tertidur.

Bayi kedinginan atau kepanasan

Bayi masih sangat sensitif terhadap lingkungan di sekitarnya. Ia tidak tahan dengan suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas baginya, sehingga hal ini dapat membuatnya menangis. Anda bisa memeriksa apakah bayi Anda kepanasan atau kedinginan dengan memegang perutnya. Jika perutnya terasa dingin, beri ia selimut, atau jika perutnya terasa panas, lepaskan selimutnya. Normal bila bayi merasa kedinginan, pakaikan bayi pakaian lebih dari satu lapis, ini dapat membantu memberinya kehangatan.

Bayi butuh ganti popok

Bayi pastinya akan menangis bila popoknya basah, yang disebabkan karena ia buang air kecil atau buang air besar. Beberapa bayi mungkin tidak langsung menangis setelah popoknya basah, ia baru akan menangis bila ia sudah merasa tidak nyaman atau kulitnya mengalami iritasi. Ketika bayi menangis, sebaiknya langsung periksa popoknya dan jika popoknya basah, ganti popoknya dengan segera. Terlalu lama popok dibiarkan basah atau tidak diganti dapat menyebabkan kulit pada pantat bayi mengalami iritasi dan bayi akan merasa tidak nyaman dengan ini.

Bayi sakit

Bayi akan menangis jika ia merasa tidak enak badan. Jika bayi Anda sedang tidak sehat, mungkin ia akan menangis dengan nada yang agak berbeda (biasanya dengan nada yang agak lemah) dari biasanya atau mungkin justru kebalikannya, ia akan lebih jarang menangis dibandingkan biasanya jika ia sedang sakit. Hanya Anda yang mengetahui perbedaannya. Tumbuh gigi juga bisa menjadi alasan mengapa bayi menangis terus-terusan. Bayi biasanya lebih sering menangis dan gelisah dalam seminggu sebelum giginya tumbuh. Jika tangisan bayi disertai dengan demam, muntah, diare, atau sembelit, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke dokter.

Apa yang harus saya lakukan segera saat bayi nangis?

Jangan panik! Terdapat beberapa hal yang dapat segera Anda lakukan ketika mendengar bayi menangis.

  • Pertama, Anda bisa menggendongnya supaya bayi lebih tenang, sambil memeriksa popoknya, apakah basah. Jika iya, segera ganti popoknya. Menggendong atau memeluk bayi adalah cara terbaik untuk membuat bayi nyaman.
  • Cobalah untuk segera susui bayi segera saat ia menangis. Mungkin ia lapar, terlebih lagi jika ia terakhir menyusu lebih dari 3 jam yang lalu.
  • Jika bayi tidak ingin menyusu dan popok bayi juga tidak basah, coba ajak bayi bergerak, bisa dengan menggendong sambil menggoyang atau mengayun. Jika suara tangisnya terdengar lemah, mungkin bayi lelah dan ingin tidur, coba bawa bayi ke tempat yang lebih tenang. Anda juga bisa sambil menyanyikan lagu agar bayi tertidur.
  • Alihkan perhatian bayi agar bayi tidak menangis lagi, Anda bisa melakukan “ci-luk-ba” atau membuat mimik lucu untuk membuat bayi tertawa. Menghibur bayi juga menjadi salah satu cara agar bayi berhenti menangis.
  • Memijat bayi dengan perlahan. Bayi suka disentuh sehingga memijat bayi mungkin dapat menenangkan bayi yang sedang menangis.
  • Membedong bayi. Selama 3-4 bulan pertama, mungkin bayi merasa lebih nyaman jika dibedong. Ini memberinya kenyamanan seperti yang ia rasakan ketika masih di dalam rahim. Membedong bayi dapat memberinya kehangatan.

BACA JUGA

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    kolik pada bayi

    Kolik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit