Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini yang Terjadi Pada Otak Ibu Saat Mendengar Bayi Menangis

Ini yang Terjadi Pada Otak Ibu Saat Mendengar Bayi Menangis

Bayi menangis sebagai caranya berkomunikasi. Entah itu menangis untuk memberi tahu Anda bahwa ia lapar, haus, ngompol, takut, dan berbagai situasi lainnya yang membuatnya tidak nyaman. Ibu pada umumnya lebih cepat merespon saat bayi menangis, daripada si ayah. Ternyata, kecepatan reaksi ibu untuk bertindak menenangkan bayi menangis dipengaruhi oleh aktivitas otaknya yang berbeda daripada di waktu-waktu lain.

Otak ibu bekerja lebih cepat dan lebih sensitif saat bayi menangis

Bagi orang luar yang melihatnya, respon cepat ibu untuk menenangkan saat bayi menangis dibilang sebagai naluri keibuan. Akan tetapi, sebuah studi di Journal of Neuroendocrinology menyatakan bahwa ada beberapa bagian otak ibu yang bekerja lebih aktif ketika mendengar bayinya menangis. Bagian-bagian otak tersebut adalah suplementary motor, frontal inferior, temporal superior, otak tengah, dan striatum.

Area otak yang diaktifkan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai area “kesiapan” atau “perencanaan”, kata Robert Froemke, ilmuwan saraf dari New York University. Pasalnya, kesemua bagian otak tersebut bertanggung jawab terhadap pemrosesan terhadap rangsangan pendengaran, kecepatan gerakan motorik, pemahaman dan berbicara, dan perawatan.

Aktivitas di bagian-bagian otak inilah yang nantinya akan menentukan bagaimana respon ibu saat bayi menangis. Respon tersebut ialah mengangkatnya, menggendongnya, menimang, dan kemudian mengajaknya bicara. Marc Bornstein, Ph.D, kepala bagian anak dan keluarga di National Institute of Child Health and Human Development menyatakan, ibu hanya butuh waktu sekitar lima detik untuk bertindak begitu mendengar bayi menangis.

Temuan ini disimpulkan setelah melakukan pengamatan aktivitas otak dari 684 ibu dari 11 negara ketika berinteraksi dengan bayinya yang menangis. Penelitian lain juga dilakukan dengan menggunakan peminda MRI pada 43 ibu baru di Amerika Serikat dan 44 ibu di Cina yang lebih berpengalaman mengurus bayi. Hasilnya pun sama: para ibu memiliki respon yang serupa saat mendengar bayinya menangis.

Adanya perubahan fungsi otak pada ibu sebenarnya dimulai semenjak kehamilan. Perubahan fungsi otak ini juga turut dipengaruhi oleh peningkatan hormon dopamin selama hamil untuk mempersiapkan dirinya menjadi orangtua.

Hormon oksitosin berperan menentukan respon ibu saat menanggapi tangisan bayi

Selain dopamin, hormon oksitosin berperan besar dalam mengatur respon ibu dalam menanggapi tangisan bayinya. Froemke menyatakan bahwa hormon ini memainkan peran penting dalam menjalin ikatan batin ibu dengan bayi setelah melakukan percobaan pada tikus.

Froemke juga mengatakan bahwa hormon oksitosin membantu membentuk otak ibu untuk merespon berbagai kebutuhan anaknya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ibu yang melahirkan normal dan menyusui memiliki respon otak yang lebih kuat saat bayinya menangis dibandingkan ibu yang melahirkan secara caesar dan memberikan susu formula untuk anaknya. Salah satu alasan kuat yang mendasari hal ini karena keterlibatan hormon oksitosin di kedua proses tersebut.

Pasalnya, ketika bayi didekatkan ke payudara untuk disusui, tubuh memicu oksitosin untuk membanjiri otak. Oksitosin berperan untuk meningkatkan ikatan, empati, dan rasa bahagia lainnya yang membantunya menjalin hubungan yang erat dengan bayinya.

Dikarenakan menangis adalah satu-satunya alat komunikasi bayi, maka otak ibu terancang sedemikian rupa untuk memahami dan bereaksi secara khusus untuk merespon tangisan bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How a Mother’s Brain Responds to a Crying Baby

https://www.verywellfamily.com/how-a-mother-s-brain-responds-to-a-crying-baby-4155272 accessed on February 15th 2018

How does a Mother’s Brain React to Her Baby Crying?

https://www.medicalnewstoday.com/articles/319886.php accessed on February 15th 2018

Around The World, Mothers Have Similar Response to Crying Baby, Study Finds

http://edition.cnn.com/2017/10/23/health/moms-babies-crying-response-universal-study/index.html  accessed on February 15th 2018


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x