Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Prosedur Pemberian ASI Segera Sejak Bayi Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/07/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Sejak awal dilahirkan, Anda bisa mulai bisa menyusui bayi dengan proses inisiasi menyusui dini (IMD). IMD adalah mendekatkan bayi ke tubuh Anda terlebih dahulu sebelum mulai menyusui. Agar bisa melakukan IMD secara optimal, penting untuk memahami prosedur ini lebih lanjut.

IMD adalah kali pertama memulai pemberian ASI

Inisiasi menyusui dini adalah proses untuk memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan yang biasanya dilakukan dalam kurun waktu 30 menit sampai 1 jam pasca persalinan.

IMD atau inisiasi menyusui dini adalah awal yang tepat bagi Anda dan bayi untuk memulai ASI eksklusif atau sebelum memulai proses menyusui yang sesungguhnya.

Pemberian ASI sangat penting bagi bayi dan ibu karena ada banyak manfaat ASI yang bisa diperoleh.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), di Indonesia angka inisiasi menyusui dini mengalami peningkatan yang cukup baik.

Berawal dari 29,3% di tahun 2010 kemudian meningkat menjadi 34,5% pada tahun 2013. Menurut riset ini pula, sebagian besar proses inisiasi menyusui dini ini terjadi dalam rentang waktu 1-6 jam setelah proses kelahiran.

Inisiasi menyusui dini tidak hanya memudahkan proses menyusui ASI, tapi juga menjadi momen ‘perkenalan’ yang dapat memperkuat ikatan antara Anda dan bayi.

Ini karena saat melakukan proses tersebut, ada sentuhan langsung antara Anda dan bayi alias skin to skin contact.

Proses inisiasi menyusui dini membantu bayi yang baru lahir bisa langsung merasakan sentuhan dan aroma yang nyaman dari tubuh Anda.

IMD adalah sebuah proses penting untuk membantu melatih kemampuan indra pada tubuh bayi.

Bagaimana cara melakukan inisiasi menyusui dini?

menyusui pertama kali

Prosedur inisiasi menyusui dini atau IMD sebenarnya adalah proses yang sederhana. Setelah tubuh bayi dibersihkan dan diperiksa kondisi kesehatannya, dokter atau tim medis akan langsung meletakkan bayi ke atas dada Anda.

Tubuh Anda dan bayi sama-sama dalam kondisi telanjang sehingga bisa terjadi interaksi langsung antara kulit ke kulit (skin to skin contact).

Prosedur IMD adalah proses dengan lama waktu yang tidak sebentar, terutama selama menunggu bayi bergerak mencari puting payudara ibu.

Ketika proses ini berlangsung, Anda tidak disarankan untuk membantu bayi atau sengaja mendorong bayi agar lebih cepat mendekat ke puting.

Sebaliknya, yang sebaiknya Anda lakukan selama proses IMD adalah sabar menunggu dan biarkan bayi yang aktif bergerak mencari puting payudara Anda.

Biarkan keseluruhan proses interaksi antara ibu dan bayi yang baru lahir selama inisiasi menyusui dini berjalan secara alami.

Proses IMD adalah sebuah tahapan yang dimulai ketika bayi diletakkan di perut atau dada ibu dan selesai ketika bayi melepaskan isapan dari puting ibu.

Secara lebih lengkapnya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara melakukan inisiasi menyusui dini atau IMD adalah sebagai berikut:

Tahapan awal melakukan inisiasi menyusui dini setelah bayi lahir

Tahapan inisiasi menyusui dini atau IMD adalah sebagai berikut:

  1. Setelah bayi dilahirkan dan dirasa tidak membutuhkan resusitasi (bantuan pernapasan) maupun tindakan medis lainnya, segera letakkan bayi di atas perut ibu.
  2. Jika bayi lahir dengan operasi caesar, letakkan bayi di atas dada ibu.
  3. Sebelumnya, pastikan kepala, wajah, dan bagian tubuh bayi lainnya kecuali kedua tangan sudah dalam keadaan kering. Hal ini bertujuan agar aroma dari air ketuban (amnion) pada tangan bayi akan membantu mengarahkannya untuk mencari puting payudara ibu yang memiliki aroma serupa.
  4. Untuk memudahkan prosesnya, dada ibu juga tidak boleh dibersihkan. Begitu pula dengan bayi, sebaiknya vernix caseosa yang menempel pada tubuhnya tidak perlu dibersihkan.

Vernix caseosa adalah lapisan lembut berupa substansi lemak berwarna putih yang berasal dari kelenjar minyak serta kulit yang telah mengelupas.

Vernix caseosa tidak perlu dibersihkan karena dapat berfungsi untuk menahan panas pada tubuh bayi saat baru dilahirkan.

Tahapan lanjutan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD)

Tahap lanjutan dalam melakukan inisiasi menyusui dini atau IMD adalah sebagai berikut:

  1. Dokter dan tim medis akan memotong tali pusar bayi terlebih dahulu. Setelah itu, bayi akan diletakkan tengkurap di atas perut ibu dengan posisi menyusui yakni kepala bayi menghadap ke arah kepala ibu.
  2. Bila suhu di ruang bersalin terasa dingin, sah-sah saja untuk menyelimuti tubuh ibu dan bayi atau mengenakan topi di kepala bayi.
  3. Setelah kurang lebih sekitar 12-44 menit biasanya bayi sudah mulai bergerak dengan cara menendang, menggerakkan kaki, bahu, maupun lengannya.
  4. Pergerakan yang dilakukannya itu akan mengarahkan tubuhnya secara perlahan-lahan ke puting payudara ibu. Stimulasi yang diberikan bayi juga dapat membantu rahim (uterus) ibu berkontraksi untuk memulihkan kondisinya setelah melahirkan.
  5. Kemampuan penglihatan bayi di awal kelahiran memang belum sempurna dan masih terbatas. Namun, bayi sudah dapat melihat areola payudara yang berwarna gelap ketimbang kulit ibu dan kemudian bergerak menuju ke arah payudara.
  6. Bayi juga akan menggerakkan dan membenturkan kepalanya ke dada ibu beberapa kali. Ini bisa menjadi stimulasi seolah berupa pijatan pada payudara ibu.

Sementara bagi bayi yang lahir prematur, interaksi dari kulit ke kulit atau skin to skin contact dengan bisa mulai dilakukan ketika tubuhnya sudah cukup kuat.

Selain memperkuat ikatan ibu dan bayi, metode kangguru sebagai bentuk IMD adalah proses yang bertujuan untuk membantu mendukung perkembangan bayi prematur yang baru lahir.

Apa yang terjadi selama inisiasi menyusui dini?

Setelah memahami bagaimana proses inisiasi menyusui dini, Anda mungkin bertanya-tanya mengenai apa yang dirasakan bayi selama diletakkan di atas perut ibu.

Ketika proses ini berlangsung, sebenarnya naluri alami dari tubuh bayi akan mendorongnya untuk mencari dan menghampiri puting payudara ibu.

Jika dibiarkan terjadi dengan sendirinya proses inisiasi menyusui dini akan membantu bayi untuk belajar mandiri dan terbiasa mengenali puting payudara Anda.

Secara tidak langsung, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya masalah ibu menyusui yang mungkin butuh pemberian obat untuk ibu menyusui.

Berbagai tindakan dan pergerakan bayi selama proses inisiasi menyusui dini atau IMD adalah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama bayi akan mengeluarkan tangisan khasnya, tapi biasanya hanya berlangsung sebentar.
  2. Kemudian masuk ke tahap relaksasi saat tubuh bayi mulai berhenti menangis dan bergerak secara perlahan-lahan.
  3. Bayi mulai bangun, membuka mata, dan menunjukkan respon karena mendengar suara ibunya.
  4. Pergerakan bayi dimulai dari gerakan kecil terlebih dahulu, meliputi lengan, baju, dan kepala.
  5. Semakin lama gerakan bayi semakin mengalami peningkatan. Bayi akan mengangkat dan menggerakkan lututnya, kemudian tampak bergerak ke arah payudara ibu.
  6. Ketika sudah sampai di area payudara, bayi biasanya akan berhenti untuk beristirahat sejenak. Namun jangan keliru, hal ini bukan menandakan kalau bayi tidak lapar atau tidak ingin menyusu.
  7. Setelah istirahatnya dirasa cukup, bayi akan mulai membiasakan diri dengan payudara ibu. Hal ini tampak dari perilakunya yang mulai mencium, menjilat, dan mengamati area tersebut.
  8. Proses ini akan berlangsung selama beberapa waktu sehingga ibu tetap harus sabar menunggu sampai bayi bisa menemukan puting payudara untuk menyusu.
  9. Ketika bayi sudah berhasil menemukan puting payudara ia akan mulai menyusu untuk pertama kali.

Mungkin diperlukan sedikit bantuan untuk mengubah posisi ibu atau bayi agar proses menyusui yang pertama dalam inisiasi menyusui dini ini bisa lebih mudah dan nyaman.

Jika bayi merasa sudah cukup menyusu selama proses inisiasi menyusui dini biasanya ia akan berhenti dan tertidur dengan sendirinya.

Apa manfaat inisiasi menyusui dini bagi ibu dan bayi?

cara menyusui bayi

IMD adalah proses yang bukan hanya sekadar memudahkan masa awal menyusui. Di sisi lain, ada berbagai manfaat baik yang akan didapatkan oleh Anda dan bayi selama melakukan inisiasi menyusui dini.

Beragam manfaat inisiasi menyusui dini atau IMD adalah sebagai berikut:

1. Memberikan waktu bagi bayi untuk menyesuaikan diri

Selama sembilan bulan kehamilan, bayi berada di dalam rahim Anda yang notabene tertutup dan tidak terkena lingkungan luar secara langsung.

Atas dasar itulah, masa awal setelah lahir biasanya bayi akan beradaptasi terlebih dahulu dengan mengenali dunia luar.

Melansir dari UNICEF, inisiasi menyusui dini yang diawali dengan skin to skin contact sebelumnya akan memudahkan bayi untuk lebih cepat terbiasa dengan kondisi barunya di luar rahim ibu.

Ini karena aroma serta sentuhan yang dirasakan bayi saat melakukan skin to skin contact selama proses inisiasi menyusui dini membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.

2. Mengurangi rasa cemas pada bayi baru lahir

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bayi tentunya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari perut ibu ke dunia luar sewaktu dilahirkan.

Nah, perlakuan dan tindakan yang diberikan pada bayi saat baru lahir ternyata dapat memberikan dampak baik bagi dirinya, entah untuk jangka waktu singkat maupun panjang.

Itulah mengapa interaksi antara kulit ibu dan bayi selama IMD adalah hal penting yang sebaiknya diberikan kepada bayi.

Salah satunya yakni untuk membuatnya tidak terlalu merasa cemas dan lebih mudah terbiasa dengan dunia luar berkat proses inisiasi menyusui dini.

Sebaliknya, bayi yang dipisahkan oleh ibu segera setelah melahirkan alias tidak melakukan inisasi menyusui dini dan ditempatkan di ruang khusus bayi biasanya memiliki sedikit kesulitan dalam beradaptasi.

Bayi mungkin akan sering sekali menangis karena merasa cemas dan stres melihat perubahan lingkungan yang ada di sekitarnya secara tiba-tiba karena tidak menjalani inisiasi menyusui dini.

menyusui saat liburan

3. Membuat ibu lebih tenang dan bahagia

Proses melahirkan tentunya bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Bukan tidak mungkin, rasa sakit yang muncul selama proses kontraksi hingga melahirkan bisa menimbulkan trauma tersendiri bagi ibu.

Selama proses melahirkan berlangsung, tubuh ibu secara otomatis akan memproduksi banyak hormon. Hormon tersebut meliputi hormon endorfin dan oksitosin.

Hal ini otomatis membuat ibu ingin segera memegang dan menimang buah hatinya. Adanya proses inisiasi menyusui dini setelah melahirkan dapat membuat kontak antara ibu dan bayi bisa terjadi lebih cepat.

Maka itu, secara tidak langsung IMD adalah sebuah proses yang dapat mengurangi rasa sakit dan kemungkinan trauma yang Anda alami pasca persalinan.

Berkat pengaruh hormon endorfin dan oksitosin juga Anda akan merasa ingin segera memberikan kasih sayang pada bayi.

4. Meningkatkan motivasi ibu untuk menyusui

Setelah melahirkan, menyusui termasuk dengan IMD adalah salah satu fase penting selanjutnya bagi ibu dan bayi.

Namun sayangnya, tak jarang Anda mungkin merasa cemas, gugup, maupun khawatir terkait jumlah produksi ASI yang nantinya keluar selama IMD.

Ambil contohnya, banyak ibu yang takut jumlah ASI yang keluar sedikit sehingga menyulitkan bayi saat menyusui.

Akibatnya, kekhawatiran ini bisa menimbulkan stres bagi ibu yang kemudian malah akan memengaruhi produksi ASI-nya.

Kabar baiknya, IMD serta kontak antara kulit ibu dan bayi yang baru lahir bisa meningkatkan rasa percaya diri ibu untuk mulai menyusui.

Rangsangan yang diberikan bayi selama proses inisiasi menyusui dini juga dapat memicu produksi ASI menjadi lebih lancar.

Tanpa sadar, IMD adalah proses untuk membuat Anda merasakan hubungan yang dekat dan penuh kasih sayang pada si kecil.

Proses inisiasi menyusui dini atau IMD adalah masa untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi ibu dan bayi agar bisa menjalani ASI eksklusif dalam jangka waktu yang lebih lama.

5. Meningkatkan fungsi imun bayi

Bayi yang baru dilahirkan memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih sangat lemah. Ini karena selama berada di dalam kandungan bayi hanya menerima imunitas yang berasal dari tubuh ibu.

Namun setelah lahir, ASI merupakan sumber makanan dan minuman yang sangat penting bagi bayi. Pasalnya, di samping membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian bayi, ASI juga bertugas untuk memperkuat sistem imun tubuhnya.

Hal ini berkat kandungan antibodi di dalam ASI khususnya pada cairan ASI yang pertama atau kolostrum. Kolostrum merupakan cairan ASI kaya akan sejumlah zat gizi penting, salah satunya termasuk antibodi.

Bakteri baik yang ada di dalam kulit ibu juga ternyata juga turut berperan untuk membantu fungsi sistem imun bayi bekerja secara optimal.

Nah, inisiasi menyusui dini atau IMD adalah proses yang dilakukan dengan menempelkan kulit dan mulut bayi secara langsung pada kulit ibu sehingga akan membuatnya menelan bakteri baik tersebut.

Bakteri baik dari kulit ibu tersebut kemudian akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri.

Selanjutnya, koloni atau kumpulan bakteri baik ini yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Pemberian ASI bisa terus Anda lanjutkan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan. Tak lupa, perhatikan dan pahami jadwal menyusui bayi dan cara menyimpan ASI guna mengoptimalkan pemberiannya.

Setelah nantinya berusia di atas enam bulan, pemberian ASI bisa digantikan dengan susu formula bila tidak memungkinkan lagi.

Namun, ada baiknya untuk tidak memberikan ASI campur susu formula dalam botol yang sama. Ketika memang sudah masuk saatnya untuk disapih, Anda bisa menerapkan cara menyapih bayi yang tepat.

Ada berbagai mitos ibu menyusui dan pantangan ibu menyusui yang mungkin kerap Anda dengar. Jika tidak yakin dengan kebenarannya, Anda bisa bertanya dengan dokter, tak terkecuali mengonsultasikan kondisi bila Anda menyusui saat hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif
Parenting, Nutrisi Anak 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

resep menu mpasi bayi 6 bulan

Panduan Merancang Menu MPASI Bayi 6 Bulan Sampai 23 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 15 menit
asi dan mpasi

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit