Menyusui Anak Kedua Lebih Mudah dari yang Pertama Kali. Kenapa Begitu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/09/2017 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Menyusui merupakan sebuah bagian alami dari menjadi seorang ibu. Tapi tak jarang di kelahiran dan masa menyusui yang pertama kalinya, banyak wanita yang merasa kesulitan dan frustasi perihal masalah menyusui ini. Entah karena tubuh yang merasa sakit, ASI yang tidak keluar, ataupun karena masalah menyusui lainnya. Tapi mitosnya menyusui anak kedua akan lebih mudah dilakukan dibanding ketika pertama kali. Benarkah demikian?

Menyusui anak kedua lebih mudah karena tubuh ibu mengingat prosesnya

Sebuah studi baru yang diterbitkan dari jurnal Lancet pada tahun 2001, meneliti seekor tikus yang menyusui anak keduanya, dan mengapa hal tersebut lebih mudah dilakukan dibanding menyusui pertama kalinya.

Studi ini menemukan bahwa tubuh ibu memiliki kemampuan untuk mengingat bagaimana susu diproduksi ketika akan bersiap menyusui anak kedua. Pasalnya, setelah kehamilan pertama, kelenjar susu yang memproduksi susu akan berada dalam keadaan siap siaga, guna memproduksi susu di waktu kehamilan lain yang akan datang.

Lalu saat kehamilan, DNA pada sel kelenjar susu akan kehilangan beberapa unsur penting yang disebut dengan kelompok metil. Ketika wanita sedang tidak hamil, kelompok metil ini berfungsi sebagai “rem” yang mencegah protein pembuat susu dibuat.  Tapi begitu remnya hilang, produksi susu biasanya langsung menjadi melimpah banyak, dan saluran susu baru pun terbentuk di dalam tubuh. Dengan cara ini, kelenjar susu akan lebih “mengingat” kehamilan pertama dan mulai bersiap membuat susu lebih cepat  dan mudah untuk kedua kalinya.

Para periset juga menemukan bahwa pada saat kehamilan tikus yang kedua, kelenjar susu yang sebelumnya tumbuh akan bertambah lagi tumbuh bercabang. Alhasil, cabang kelenjar susu tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa wanita atau bahkan tikus sekalipun menghasilkan lebih banyak susu untuk anak kedua mereka. Dalam penelitian jurnal Lancet berserta 22 ibu-ibu ini, mereka dapat menghasilkan volume susu 30 % lebih banyak daripada yang pertama kali di satu minggu setelah kelahiran anak keduanya.

Beberapa keuntungan dan manfaat menyusui bagi wanita

Terlepas dari sulit mudahnya pengalaman Anda menyusui si buah hati, ingat bahwa menyusui tak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak namun juga untuk diri Anda sendiri. Menyusui itu…

Mendorong pelepasan hormon bahagia

Proses menyusui memicu tubuh ibu untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berperan sebagai pemicu relaksasi dan juga mencegah sel telur untuk ovulasi dalam beberapa waktu sehingga siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara. Sedangkan oksitosin berperan sebagai pemicu kedekatan antara ibu dan bayi. Selain itu, oksitosin juga membantu rahim untuk kembali ke ukuran normal pasca melahirkan, dan hal ini diperlukan untuk mencegah perdarahan postpartum.

Menjaga kesehatan jantung

Suatu studi yang dirilis pada tahun 2010 menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskuler. Sebaliknya, risiko penyakit tersebut lebih banyak ditemukan pada ibu yang tidak menyusui lebih dari tiga bulan.

Salah satu penjelasan hal tersebut adalah pemberian ASI dapat menurunkan kadar kolesterol trigliserida yang mengalami kenaikan yang akibat perubahan pola makan dan kenaikan badan saat kehamilan. Ibu yang menyusui juga cenderung memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang lebih tinggi saat menyusui. Proses menyusui juga dapat menurunkan tekanan darah karena dapat menghasilkan rasa ketenangan dari hormon oksitosin yang juga berperan dalam mengendalikan stres.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 mins read

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 mins read

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Semua ibu menyusui tentu ingin produksi ASI yang cukup untuk bayi, bahkan saat sedang menjalani puasa. Nah, agar lebih optimal, simak tipsnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 12/05/2020 . 4 mins read

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/04/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read