4 Vitamin yang Penting untuk Dipenuhi oleh Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/02/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selama masa menyusui, Anda dituntut untuk memastikan produksi ASI senantiasa memadai untuk mencukupi kebutuhan harian si kecil. Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian ibu menyusui yang tidak hanya penting untuk Anda, tapi juga bagi tumbuh kembang bayi. Dari beragam asupan zat gizi, vitamin masuk ke dalam salah satu daftar yang tidak boleh terlewatkan untuk ibu menyusui.

Maka itu, mari cari tahu jenis vitamin apa saja yang kebutuhannya penting di masa menyusui dalam ulasan ini!

Apa saja vitamin yang dibutuhkan ibu menyusui?

asi terlalu banyak

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi selama usia 6 bulan alias ASI eksklusif. Atas dasar inilah, para ibu menyusui sebisa mungkin disarankan untuk memastikan produksi ASI tetap prima.

Asupan zat gizi harian dari berbagai sumber makanan dan minuman merupakan salah satu cara utama guna mendukung kesehatan ibu sekaligus menjaga produksi ASI-nya.

Bukan hanya dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tapi Anda juga sebaiknya tidak melewatkan zat gizi mikro termasuk vitamin.

Nah, demi memastikan kebutuhan vitamin harian ibu tidak kekurangan, berikut jenis vitamin yang setidaknya perlu Anda penuhi:

1. Vitamin C

Vitamin C termasuk ke dalam kelompok vitamin larut air yang banyak terkandung di dalam aneka sayur dan buah-buahan. Bagi ibu menyusui, kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat sekitar 25 miligram (mg) dari kebutuhan semulanya.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan vitamin C untuk wanita usia subur 20-35 tahun yakni 75 mg.

Jadi, jika usia Anda berada di rentang 20-35 tahun dan sedang menyusui, total kebutuhan vitamin C harian menjadi 100 mg.

Vitamin yang identik terkandung di dalam buah jeruk ini merupakan antioksidan sebagai pelindung tubuh dari serangan radikal bebas.

Bukan hanya itu, vitamin C juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka sekaligus penyerapan zat besi.

Terlebih lagi karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri sehingga sangat mengandalkan dari asupan harian.

Ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian untuk diri dan bayinya dari buah kiwi, tomat, jambu biji, pepaya, stroberi, hingga paprika.

Jika asupan vitamin C terlalu banyak, ginjal bertugas untuk menyaring sehingga kelebihannya akan dikeluarkan oleh tubuh.

2. Vitamin B12

Sama halnya seperti vitamin C, vitamin B12 juga tergolong ke dalam vitamin larut air. Asupan vitamin B12 yang memadai pada tubuh ibu kemudian akan dihantarkan untuk mencukupi kebutuhan tubuh bayi melalui ASI.

Bayi yang menyusui dari ibu yang mendapatkan asupan vitamin B12 dengan baik juga menerima cukup vitamin B12.

Sebaliknya, ibu yang kekurangan asupan vitamin B12 tentu membuat bayinya berisiko untuk tidak mendapatkan vitamin B12 yang cukup juga.

Bukan hanya untuk ibu menyusui, asupan vitamin B12 buat bayi juga penting. Ini karena vitamin B12 mampu mendukung perkembangan otak dan produksi sel darah merah untuk bayi.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kekurangan vitamin B12 pada bayi dalam waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

Oleh karena itu, berdasarkan AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun dianjurkan untuk mencukupi sekitar 2,8 mikrogram (mcg) kebutuhan vitamin B12 harian.

Sumber vitamin B12 untuk ibu menyusui bisa diperoleh dari produk susu, daging, ikan, telur, dan lain sebagainya.

3. Vitamin D

Vitamin D merupakan kelompok vitamin larut lemak sehingga berbeda dengan vitamin B dan vitamin C. Asupan vitamin D yang cukup pada ibu menyusui bisa membantu mendukung perkembangan tulang yang sehat pada bayi.

Selain vitamin D, zat gizi lain yang tidak tercukupi dengan baik sehingga mengakibatkan rakitis yakni fosfat dan kalsium. Semua zat gizi tersebut diperlukan agar tulang bayi dapat berkembang menjadi lebih sehat dan kuat.
Jika asupan zat gizi tersebut kurang, tulang bisa menjadi rapuh, lemah, pertumbuhannya terganggu, hingga mengalami kelainan pada bentuknya. Sebenarnya, kekurangan vitamin D pada bayi yang sedang menyusui jarang sekali terjadi.

Namun, tidak ada salahnya untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan vitamin D harian dari berbagai sumber makanan. Agar tidak kekurangan, menurut AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun disarankan untuk memenuhi sebanyak 15 mcg vitamin D.

Jumlah ini sebenarnya sama dengan wanita usia subur lainnya yang tidak sedang menyusui. Di samping itu, Anda juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin D tubuh Anda dan bayi dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari.

Sedangkan dari sumber makanan harian, ibu bisa memperbanyak makan ikan, kuning telur, hati sapi, jamur, susu, dan lainnya untuk memenuhi asupan vitamin D.

4. Vitamin A

Masih sama dengan vitamin D, vitamin A juga merupakan salah satu jenis vitamin yang bisa dengan mudah larut dalam lemak. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, vitamin A berfungsi penting untuk menjaga kesehatan mata.

Namun bukan itu saja, asupan vitamin A juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, bahkan mendukung kesehatan tulang untuk ibu menyusui serta bayinya.

Menurut World Health Organization (WHO), kurangnya vitamin A pada anak bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi, termasuk campak dan diare.

Itu sebabnya, asupan vitamin A untuk ibu menyusui sebaiknya selalu tercukupi dengan baik sehingga bisa diberikan pada bayi melalui ASI.

Asupan makanan ibu selama masa menyusui bisa dibilang sebagai penentu penting, baik untuk kesehatan tubuh ibu maupun bayinya. Kebutuhan vitamin A harian untuk ibu menyusui usia 20-35 tahun paling tidak sekitar 850 mcg.

Menurut AKG dari Kementerian Kesehatan RI, normalnya, wanita usia subur 20-35 tahun membutuhkan 500 mcg vitamin A.

Kebutuhan tersebut meningkat 350 mcg ketika Anda sedang menyusui. Jadi, total yang Anda butuhkan yakni 850 mcg vitamin A.

Ibu menyusui bisa memperoleh sumber vitamin A dari sumber makanan hewani maupun nabati, seperti hati sapi, keju, sayur bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Perlukah ibu menyusui minum suplemen vitamin tambahan?

obat euthyrox adalah

Sebenarnya, kebutuhan vitamin harian untuk ibu menyusui bisa tercukupi dengan makan beragam sumber makanan, maupun dari kegiatan lainnya.

Anda bisa berjemur di bawah paparan sinar matahari yang cukup di pagi hari agar memperoleh asupan vitamin D. Sementara untuk suplemen tambahan yang mengandung vitamin bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan ibu dan bayinya.

Jika memang dibutuhkan, ibu bisa mengonsumsi suplemen vitamin A untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

Berdasarkan Drugs and Lactation Database, dosis harian sebanyak 1500 mcg vitamin A diperkirakan tidak akan membahayakan kondisi kesehatan ibu dan bayinya.

Namun, ibu menyusui sebaiknya menghindari dosis harian vitamin A yang lebih dari 3000 mcg. Begitu pula dengan suplemen vitamin tambahan lainnya, ibu juga bisa menyesuaikannya kembali dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda.

Memang, sumber makanan dan minuman harian seharusnya sudah menyediakan semua zat gizi yang dibutuhkan ibu menyusui.

Akan tetapi, beberapa ibu menyusui mungkin membutuhkan suplemen vitamin tambahan untuk membantu mencukupi kebutuhan zat gizi yang meningkat.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen vitamin tidak dapat menggantikan asupan makanan harian saat menyusui.

Pastikan ibu telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 13/04/2020 . Waktu baca 8 menit

8 Jenis Suplemen Penambah Energi yang Dapat Mendukung Stamina

Terkadang, Anda memerlukan tambahan energi untuk mendukung stamina tubuh. Apa saja jenis suplemen penambah energi yang dapat dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Tapi apakah konsumsi vitamin bisa cegah tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Suplemen Vitamin untuk Bantu Mengurangi Stres

Ada beberapa suplemen vitamin yang direkomendasikan untuk mengatasi stres. Namun, tahukah Anda bagaimana cara kerjanya? Yuk, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 15/12/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum vitamin saat puasa

Minum Vitamin Saat Puasa: Baiknya Ketika Sahur atau Berbuka?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit
suplemen penambah berat badan

Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020 . Waktu baca 3 menit
vitamin c dan zinc untuk puasa

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit
vitamin pencernaan anak

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit