10 Cara Memperbanyak Produksi ASI Secara Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2020 . 16 mins read
Bagikan sekarang

Sejak dilahirkan sampai genap berusia enam bulan, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI untuk si kecil, khususnya bagi Anda yang baru memiliki bayi. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI?

Beragam cara memperbanyak produksi ASI

Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI bayi yang cukup agar manfaat ASI bisa optimal.

Sebenarnya, produksi ASI masing-masing ibu senantiasa bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi.

Hanya saja, produksi ASI yang dihasilkan setiap ibu bisa berbeda-beda. Berawal dari sinilah, para ibu menyusui mungkin termasuk Anda giat mencari cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Bagi Anda yang punya masalah dengan produksi ASI tidak keluar atau tidak terlalu banyak setelah melahirkan, ada beberapa cara yang bisa Anda upayakan.

Meski begitu, lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak produksi ASI tidak selalu sama pada setiap ibu.

Lama waktunya biasanya tergantung dari jumlah dan penyebab yang mendasari sedikitnya produksi ASI.

Berikut cara mudah untuk memperbanyak produksi ASI:

1. Tingkatkan frekuensi menyusui

makan bawang putih saat menyusui

Meski mungkin Anda merasa bahwa produksi ASI tidak terlalu banyak atau tidak keluar setelah melahirkan, jangan berputus asa untuk terus berusaha memberikan ASI.

Ini karena semakin sering Anda menyusui akan semakin banyak pula pasokan ASI di dalam payudara.

Ya, salah satu cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara.

Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Sama halnya seperti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand). Artinya, semakin banyak permintaan jumlah persediaan juga akan mengikuti sehingga semakin meningkat pula.

Contohnya begini, jadwal menyusui bayi yakni selama 3-4 jam terhitung dari dari awal menyusu sampai waktu menyusu selanjutnya.

Selanjutnya, Anda bisa mencoba memberikan sedikit ASI sebagai “camilan” di rentang waktu tersebut. Jadi, total waktu menyusui bayi bisa mencapai sekitar delapan kali selama 24 jam.

Sebaliknya, bila bayi terlihat kurang puas dan senang setelah selesai menyusu sebaiknya biarkan ia beristirahat sejenak dan berikan ASI lagi sekitar 20-30 menit kemudian.

Seiring dengan banyak ASI yang dikeluarkan, secara otomatis payudara akan terpancing untuk mengeluarkan lebih banyak ASI.

Bukan saat pagi, siang, dan sore hari saja, sebaiknya biarkan bayi menyusu di malam hari bila ia menginginkannya.

Bahkan ketika bayi sedang tidur padahal ini saatnya ia menyusu, Anda bisa membangunkannya sebentar.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anda dianjurkan untuk membangunkan bayi jika sedang tidur dan belum menyusui selama 4 jam.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman selama masa menyusui

ibu menyusui

Sebisa mungkin, hindari merasa terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui.

Sebab tanpa sadar, berbagai kondisi tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI sehingga menggagalkan cara Anda untuk memperbanyak ASI.

Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, tenang, dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman guna mendukung produksi ASI.

Anda bisa menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam.

Bukan hanya Anda yang merasa senang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si kecil sebagai cara memperbanyak produksi ASI.

3. Rutin memompa ASI untuk memperbanyak produksi ASI

pompa ASI elektrik

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, Anda bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa.

Rasa kencang dan penuh pada payudara biasanya karena persediaan ASI belum sepenuhnya habis.

Maka itu, Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk memerah ASI. Simpan ASI perah tersebut untuk jadwal menyusui bayi selanjutnya agar tetap awet.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin banyak permintaan akan semakin banyak pula persediaannya.

Oleh karena itu, rutinlah menyusui si kecil dan memompa ASI ketika payudara mulai terasa kencang.

Cara ini bisa membantu memperbanyak produksi ASI karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus.

Memompa ASI bisa dilakukan kapan pun. Jika produksi ASI di payudara terlalu penuh, Anda bisa memompa dan menerapkan cara menyimpan ASI sebagai persediaan.

4. Perhatikan perlekatan (latch on) bayi selama menyusu

ibu menyusui makan banyak

Jika selama menyusui ASI tidak keluar terlalu banyak dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi selama ini kurang tepat.

Percaya atau tidak, perlekatan yang sesuai saat menyusui bisa menjadi satu dari beberapa cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat.

Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat.

Namun, sebenarnya latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI.

Seperti yang juga dijelaskan di dalam Mayo Clinic, perlekatan yang pas selama menyusui dapat menjadi cara tepat untuk memperlancar produksi ASI.

Ini karena saat isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis produksi ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak.

Begitu pula sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

5. Menyusui dari kedua sisi payudara

payudara sakit saat menyusui

Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara.

Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya baru kemudian berikan sisi payudara yang lain.

Adanya stimulasi yang sama pada kedua sisi payudara dapat menjadi cara untuk memperlancar produksi ASI.

Terkadang yang menjadi pertanyaan yakni apa ukuran payudara yang kecil tetap bisa menyusui? Sebenarnya, tidak perlu khawatir untuk bisa menyusui bayi dengan lancar meski ukuran payudara kecil.

Pada kenyataannya, ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI, termasuk payudara yang berukuran kecil.

Ukuran payudara lebih banyak ditentukan oleh jaringan lemak yang ada di dalamnya. Namun, jaringan lemak ini sama sekali tidak mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi oleh payudara.

Produksi susu lebih tergantung pada jumlah jaringan kelenjar susu, di mana kelenjar susu merupakan tempat untuk memproduksi serta menyimpan ASI.

Jadi, jawaban dari apa payudara kecil bisa menyusui yakni tidak masalah untuk memberikan ASI baik secara langsung maupun memompa ASI.

6. Usahakan kebutuhan zat gizi tercukupi dengan baik

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

Tak mau ketinggalan, zat gizi yang Anda dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik.

Bukan hanya baik bagi kesehatan Anda, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya penting sebagai memperbanyak ASI

Selain itu, ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya.

Agar lebih optimal, Anda disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas per hari dan sebaiknya tidak kurang dari jumlah tersebut.

7. Makan makanan untuk meningkatkan produksi ASI

manfaat bayam hijau

Tubuh membutuhkan sejumlah energi yang cukup agar bisa menghasilkan banyak ASI.

Selain dari asupan makanan ibu menyusui setiap hari, ada beberapa jenis makanan juga yang diyakini dapat memperbanyak produksi dan memperlancar ASI.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memperbanyak persediaan ASI:

  • Oatmeal, karena mengandung banyak zat besi.
  • Ibu menyusui makan bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue yang bisa memperbanyak ASI.
  • Aneka jenis sayuran khususnya yang berdaun gelap, seperti wortel, ubi, bayam, brokoli, daun katuk. Berbagai jenis sayur tersebut memiliki senyawa khusus di dalamnya bisa memperbanyak ASI.
  • Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Sumber makanan lainnya seperti kacang almond dan buah pepaya juga baik dikonsumsi jika Anda ingin memperbanyak dan memperlancar persediaan ASI.

8. Melakukan pijat payudara untuk memperlancar produksi ASI

SADARI kanker payudara

Sambil menyusui, Anda dapat melakukan pijat payudara Anda secara perlahan untuk memperlancar produksi ASI.

Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam.

Cara memijat payudara agar ASI lancar

Berikut cara mudah dalam memijat payudara agar aliran produksi ASI lebih lancar:

  1. Sambil berdiri di hadapan cermin, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri dan tahan bagian atas payudara dengan tangan kanan.
  2. Letakkan empat jari dari tangan tangan kanan pada bagian atas salah satu payudara, dan empat jari pada tangan kiri di bagian bawahnya.
  3. Gerakkan kedua tangan maju mundur dengan lembut alias secara melingkar. Jika tangan kanan bergerak ke arah kiri, tangan kiri akan bergerak ke kanan.
  4. Pindahkan kedua tangan Anda ke bagian sisi pinggir payudara, dan gerakkan secara melingkar seperti yang sebelumnya dilakukan. Jika perlu, beri tekanan pada payudara secara perlahan.
  5. Coba gunakan juga ujung jari-jari Anda untuk memijat dan memberikan sedikit tekanan pada payudara.
  6. Ulangi gerakan ini sampai sekitar 20 kali, kemudian ganti ke bagian payudara yang lainnya.
  7. Masih berada di posisi yang sama, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri.
  8. Gunakan tiga atau empat jemari tangan kanan Anda, lalu buat gerakan melingkar di atas puting susu sebanyak 20 kali.
  9. Lakukan langkah ini sembari jari-jari Anda memberikan tekanan lembut pada payudara.
  10. Rasakan seperti sedang mendorong ASI mengarah ke puting susu, agar bisa dengan lancar keluar.
  11. Masih dengan kedua jari-jari tangan Anda, urut payudara perlahan-lahan dari bagian luar.
  12. Posisikan tangan di bagian bawah ketiak dan belahan dada, kemudian menuju ke arah puting payudara.
  13. Ulangi langkah tersebut sebanyak 10 kali dan ganti ke sisi payudara yang lain.
  14. Dengan ujung ibu jari dan telunjuk, puntir pelan-pelan puting susu pada masing-masing payudara.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat pijat payudara untuk memperlancar produksi ASI

Berikut yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum menerapkan cara memijat payudara agar produksi ASI lancar:

  1. Sebelum memijat payudara, cuci dulu kedua tangan Anda sampai bersih.
  2. Siapkan minyak pijat yang aman dan tidak mengandung terlalu banyak bahan kimia berbahaya.
  3. Hindari losion atau minyak pijat yang mengandung pewangi atau pewarna tambahan.
  4. Jangan langsung mengoleskannya pada kulit payudara. Alangkah baiknya untuk menuangkan losion atau minyak pijat terlebih dahulu secukupnya di telapak tangan.
  5. Gosokkan pada kedua tangan Anda hingga minyak atau losion merata.

Melansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Korean Academy of Nursingmemijat payudara dengan cara yang benar selama 30 menit dalam kurun waktu 10 hari pasca melahirkan bisa membantu agar ASI lancar.

Pijat payudara juga ampuh untuk mencegah sekaligus meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara.

Menariknya lagi, memijat payudara dengan cara yang tepat juga bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan nyaman.

Itulah mengapa memijat payudara dengan cara yang benar juga membantu pikiran jadi lebih tenang dan Anda bisa beristirahat dengan baik, melansir dari American Pregnancy.

Selain pijat payudara, ibu juga bisa melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI.

Pijat oksitosin adalah pijatan yang dilakukan di sepanjang tulang belakang sebagai upaya untuk memperlancar produksi ASI.

Dinamakan pijat oksitosin karena pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin yang merupakan hormon pelancar ASI.

9. Minum jamu pelancar ASI

jamu pelancar ASI

Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Bentuk sediaan jamu juga tidak hanya satu, melainkan bisa Anda temukan dalam berbagai sajian.

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu.

Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut-sebut sebagai pelancar produksi ASI alami atau ASI booster yang bagus.

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu ini merupakan laktogogue.

Laktogogue adalah bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang dan memperbanyak produksi ASI.

Peran jamu sebagai ASI booster atau pelancar ASI alami

Sebuah penelitian dari Jurnal Unikal yang dilakukan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, meminta sekitar 89 responden ibu menyusui untuk rutin minum jamu.

Ramuan jamu pelancar ASI ini diolah dari racikan daun katuk, kunyit, lempuyangan, dan asam jawa yang ditumbuk dan kemudian airnya direbus.

Penggunaan berbagai bahan-bahan tradisional di dalam jamu tersebut dipercaya mengandung zat yang dapat berguna sebagai pelancar ASI.

Hasil dari penelitian yang diterbitkan tahun 2012 pun ternyata positif.

Ibu yang rutin minum jamu selama masa nifas (setelah melahirkan) dan menyusui, berpeluang 4 kali lebih besar untuk mengalami peningkatan produksi ASI daripada ibu yang tidak minum jamu.

Selain itu, penelitian pada ibu nifas dan menyusui di Kabupaten Tegal, juga memiliki hasil yang serupa.

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal SIKLUS di tahun 2018, mengamati ibu menyusui yang rutin minum jamu dari aneka campuran bahan alami.

Bahan alami ini meliputi kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, temu giring, hingga temulawak.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa kandungan bahan di dalam jamu bermanfaat baik untuk melancarkan produksi ASI.

Bahkan, jamu pelancar produksi ASI ini juga dinilai dapat membantu menjaga daya tahan dan mempercepat proses pemulihan tubuh ibu usai melahirkan.

Mendukung hal yang sama, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu juga meneliti mengenai jamu sebagai pelancar produksi ASI.

Hasilnya, ramuan dari daun katuk, daun bangun-bangun, dan daun pepaya, terbukti dapat membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. 

Peningkatan produksi ASI ini didapatkan setelah ibu menyusui rutin minum ramuan tradisional tersebut selama 28 hari.

10. Minum susu pelancar ASI

susu pelancar ASI

Susu pelancar atau penambah ASI merupakan salah satu dari beberapa upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada payudara selama masa menyusui.

Dalam hal ini, susu penambah ASI masuk ke dalam laktogogue. Melihat dari bahan utama yang kerap dijadikan andalan dalam susu pelancar ASI alami, ada beberapa komposisi utama.

Biasanya, susu pelancar ASI alami sebagai salah satu ASI booster terbaik berasal dari olahan susu sapi, kacang kedelai, maupun kacang almond.

Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang menjelaskan mengenai hal ini.

Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.

Perlukah minum suplemen dan vitamin pelancar ASI?

suplemen penambah asi

Suplemen dan vitamin turut masuk ke dalam salah satu upaya yang biasa digunakan sebagai penambah ASI.

Suplemen penambah atau pelancar ASI di sini bukan berupa obat, melainkan berisi berbagai campuran bahan herbal yang diramu dan dikemas menjadi satu.

Sementara asupan vitamin alami sebagai pelancar ASI ibu menyusui sebenarnya bisa diperoleh dari makanan harian, meski ada juga yang berasal dari suplemen.

Herbal yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat suplemen pelancar atau penambah ASI pun tidak sembarangan. Ambil contohnya seperti fenugreek, blessed thistle, buah kurma, dan daun katuk.

Bahan-bahan herbal yang diproses menjadi suplemen ini biasanya sudah dipercaya sejak dulu kala mampu menjadi pelancar sekaligus penambah produksi ASI.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediactric Sciences pada tahun 2014 mencoba membuktikan keampuahan suplemen pelancar ASI sebagai ASI booster yang bagus.

Campuran dari buah kurma dan fenugreek dinilai bermanfaat dalam membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Khususnya selama masa-masa awal setelah melahirkan atau pertama kali menyusui.

Meski begitu, sebenarnya hasil penelitian yang membuktikan khasiat suplemen sebagai penambah ASI belum terbukti seutuhnya.

Namun, penting untuk dipahami terlebih dahulu bahwa upaya penambah atau peningkatan produksi ASI dengan minum suplemen harus melalui uji coba sebelumnya.

Ini karena tidak menutup kemungkinan akan timbul efek samping dari penggunaan suplemen yang diolah dari bahan herbal ini ke ibu maupun bayi.

Sementara suplemen vitamin pelancar produksi ASI mungkin dibutuhkan beberapa ibu menyusui untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen vitamin tidak dapat menggantikan asupan makanan harian saat menyusui.

Pastikan ibu telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Intinya, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bila Anda mengalami masalah ibu menyusui, tantangan menyusui, dan pertanyaan tentang mitos ibu menyusui.

Anda dapat menanyakan apakah upaya dalam meningkatkan produksi ASI yang ingin Anda lakukan tergolong aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 mins read

Pentingnya Memenuhi Asupan Nutrisi Si Kecil dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil dapat menentukan kesehatannya di masa depan. Asupan nutrisi untuk anak harus menjadi prioritas utama Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 31/03/2020 . 4 mins read

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Bayi, Parenting, Menyusui 06/01/2020 . 7 mins read

5 Tips Bagi Ibu Menyusui Agar Liburan Tetap Asyik dan Nyaman

Kegiatan menyusui saat liburan adalah suatu tantangan tersendiri. Berikut sejumlah tips yang akan membuat liburan Anda terasa tetap nyaman walau menyusui.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Menyusui 30/12/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . 4 mins read
manajemen perah asi ibu bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 4 mins read
ibu menyusui positif coronavirus

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . 6 mins read
penyebab gejala diare pada ibu menyusuil

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . 6 mins read