Apakah Payudara Kecil Bisa Menghasilkan Banyak ASI?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/12/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Payudara ibu adalah tempat untuk memproduksi ASI. Di sana terdapat kelenjar susu yang memproduksi ASI dan saluran-saluran yang membawa ASI keluar dari payudara. Banyak orang beranggapan bahwa semakin besar ukuran payudara maka dapat memproduksi ASI dengan jumlah banyak, sedangkan bagi yang mempunyai ukuran payudara kecil mungkin akan lebih sedikit memproduksi ASI. Anggapan ini dapat menakuti ibu yang mempunyai ukuran payudara kecil, sehingga berpikiran bahwa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apakah benar anggapan seperti itu?

Apakah ukuran payudara mempengaruhi produksi ASI?

Pada kenyataannya, ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI. Ukuran payudara lebih banyak ditentukan oleh jaringan lemak yang ada di dalamnya. Namun, jaringan lemak ini sama sekali tidak mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi oleh payudara.

Produksi susu lebih tergantung pada jumlah jaringan kelenjar susu, di mana kelenjar susu merupakan tempat untuk memproduksi serta menyimpan air susu ibu. Jumlah dari jaringan yang memproduksi ASI ini ditentukan saat kehamilan. Bahkan, seberapa banyak jaringan kelenjar susu di payudara yang tumbuh selama kehamilan dapat memprediksi kemampuan payudara dalam menghasilkan ASI. Kelenjar susu sudah mulai memproduksi ASI saat kehamilan sebagai persiapan menuju kelahiran bayi. Mendekati waktu melahirkan, payudara Anda akan membengkak karena dipenuhi dengan ASI.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI

Bagaimanapun ukuran payudara Anda, sebenarnya Anda bisa menghasilkan cukup ASI untuk bayi Anda. Hal lain yang juga sangat mempengaruhi produksi ASI Anda adalah seberapa sering bayi menyusu dan berapa banyak ASI yang diisap oleh bayi saat menyusui. Semakin sering bayi menyusu dalam jumlah banyak, tentu semakin banyak jumlah ASI yang diproduksi lagi oleh payudara untuk menggantikan ASI yang sudah keluar, begitu seterusnya.

Ketika bayi menyusu, hormon prolaktin akan merangsang kelenjar susu pada payudara untuk mengeluarkan susu dan mendorongnya menuju saluran susu pada puting dan areola. Selanjutnya, ketika bayi mengisap puting payudara ibu, maka ASI akan keluar. Sehingga, semakin sering bayi Anda menyusu, semakin banyak hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh Anda, sehingga semakin banyak ASI yang keluar.

Terkadang, produksi ASI yang sedikit juga dapat disebabkan oleh bayi yang tidak menempel dengan benar pada puting payudara ibu. Walaupun bayi lama menyusu, tetapi ASI yang ia terima hanya sedikit, sehingga membuat produksi ASI juga lebih sedikit.

Contohnya saja seperti pada ibu obesitas yang tentu memiliki ukuran payudara besar, tetapi ini bukan jaminan ia dapat memberikan banyak ASI kepada bayinya. Terkadang, puting ibu yang terlalu besar dapat menyulitkan bayi menempel dengan benar pada payudara Anda, sehingga bayi tidak dapat menerima ASI dengan baik dan keberhasilan menyusui rendah. Payudara ibu yang besar juga dapat menyebabkan lebih banyak sel lemak di dalamnya dibandingkan dengan sel-sel yang memproduksi susu, sehingga produksi ASI bisa lebih rendah dari ibu lainnya.

Dari contoh di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa keberhasilan menyusui lebih banyak ditentukan oleh seberapa banyak bayi bisa menerima ASI dari payudara ibu dan seberapa banyak sel yang memproduksi ASI pada payudara ibu, bukan ditentukan oleh ukuran payudara ibu. Jadi, bagi Anda yang mempunyai payudara kecil, jangan khawatir karena hal ini tidak akan membatasi kemampuan Anda dalam menyusui.

Bagaimana jika payudara tetap kecil saat menyusui?

Jika payudara Anda tidak membesar atau berubah selama kehamilan dan tetap lunak atau tidak keras setelah melahirkan, mungkin Anda mengalami kondisi yang disebut sebagai ketidakcukupan jaringan kelenjar (insufficient glandular tissue / IGT). Ibu dengan IGT tidak mempunyai kelenjar susu dalam jumlah cukup untuk memproduksi banyak ASI, sehingga berisiko lebih besar untuk mengalami kegagalan menyusui.

Payudara kecil yang diakibatkan karena operasi payudara atau mastektomi, yang melibatkan pengangkatan jaringan payudara, juga dapat membatasi produksi ASI. Pada kondisi seperti ini, sangat penting untuk selalu memantau perkembangan bayi dan pasokan ASI Anda jika Anda tetap ingin menyusui bayi Anda sendiri. Pemberian suplementasi kepada bayi Anda saat menyusui mungkin diperlukan untuk tetap dapat memberikan cukup nutrisi kepada bayi Anda.

Tips untuk menyusui dengan payudara kecil

Berikut ini merupakan tips yang bisa Anda lakukan untuk tetap bisa menyusui dengan baik, bagi Anda yang mempunyai payudara kecil.

  • Susui bayi dengan posisi senyaman mungkin. Hal ini membuat Anda lebih tenang saat menyusui, sehingga ASI Anda akan keluar lebih lancar.
  • Saat menyusui, pegang payudara Anda dengan posisi jari seperti huruf V (jari telunjuk dan jari tengah mengapit payudara ibu, seperti gunting) dibandingkan dengan posisi jari seperti huruf C (jempol berada di atas payudara sedangkan keempat jari lainnya berada di bawah payudara. Posisi jari seperti huruf V mungkin akan lebih nyaman bagi Anda yang mempunyai payudara kecil.
  • Pastikan bayi menyusu dengan benar, setidaknya bayi menyusu setiap 2-3 jam sekali atau sebanyak 8-12 kali per hari. Atau, bisa juga bayi menyusu lebih sering karena ASI yang ia terima setiap kali menyusu lebih sedikit.
  • Pantau perkembangan bayi Anda apakah ia mendapatkan cukup ASI. Jika bayi mendapat cukup ASI, bayi akan menunjukkan tanda-tanda, seperti sering buang air kecil dan mengalami kenaikan berat badan setiap bulan.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

    Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Bayi, Parenting, Menyusui 06/01/2020 . 7 menit baca

    5 Tips Bagi Ibu Menyusui Agar Liburan Tetap Asyik dan Nyaman

    Kegiatan menyusui saat liburan adalah suatu tantangan tersendiri. Berikut sejumlah tips yang akan membuat liburan Anda terasa tetap nyaman walau menyusui.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Bayi, Parenting, Menyusui 30/12/2019 . 4 menit baca

    Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

    Diabetes merupakan penyakit yang bisa diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Oleh karena itu, bolehkah ibu dengan diabetes menyusui bayinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diabetes, Health Centers 12/11/2019 . 4 menit baca

    5 Hal yang Harus Dilakukan Suami saat Dampingi Istri Berikan ASI

    Ayah ASI perlu tahu betapa pentingnya mendampingi ibu dalam proses menyusui. Pendampingan tersebut dapat dimulai dengan memberikan dukungan kepada ibu.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Bayi, Parenting, Menyusui 31/10/2019 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

    4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . 4 menit baca
    kenapa pria suka payudara

    Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pria Suka Melirik Payudara Wanita

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 4 menit baca
    ibu menyusui positif coronavirus

    Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . 6 menit baca
    puting menyusui

    Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020 . 4 menit baca